Pages

18 September 2019

Orang berkebutuhan khusus itu sumber inspirasi yang fenomenal!

Inspirasi #1 : Aksara Braille

Saya adalah pengunjung rutin Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Sriwijaya No. 24, Semarang, Jawa Tengah. Perpustakaan tersebut telah mengalami perkembangan yang sangat drastis semenjak pertama kali saya berkunjung lebih kurang 20 tahun yang lalu. Seiring dengan perkembangan jaman, Perwil -- demikian sebutan yang saya dan kawan-kawan segenerasi berikan, merujuk pada nama sebelumnya, yakni Perpustakaan Wilayah -- senantiasa mengalami modernisasi. Lebih lanjut, seiring dengan menguatnya kepedulian terhadap warga berkebutuhan khusus, Perwil baru-baru ini memperlekapi diri dengan fasilitas baca untuk pengunjung yang berkebutuhan khusus. 

Terilhami oleh inisiatif pengelola Perwil, angan saya melayang seandainya saya dapat memiliki kemampuan untuk mempergunakan aksara Braille yang kegunaan khususnya diperuntukkan bagi orang tunanetra. Saya kemudian berbincang dengan salah seorang kawan, Bung P, tentang keinginan untuk mempelajari aksara Braille. Bung P menambahkan bahwa pada saat bulan Ramadhan beliau mendapati seorang tunanetra yang ikut kegiatan tadarus di Masjid. Ketika terjadi padam listrik yang menyebabkan lampu masjid menjadi padam, orang tersebut lah yang melanjutkan tadarus. Suasana gelap bukanlah halangan karena orang tersebut mengaji dengan menggunakan Al-Qur'an beraksara Braille. 

Saya berkontemplasi mengenai kelangkaan energi yang menyebabkan pemadaman listrik. Bagi orang yang gemar membaca sudah barang tentu padamnya listrik akan menghambat kegiatannya. Saya berpikir, alangkah menguntungkannya jika saya membekali diri dengan penguasaan aksara Braille, untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti listrik padam, terutama pada malam hari, sementara saya perlu membaca. 

Inspirasi #2 : Bahasa Isyarat

Dua hari yang lalu pada saat saya berangkat ke sekolah dengan menumpang bus Trans Semarang (jaringan BRT yang beroperasi di Kota Semarang) saya duduk bersebelahan dan berhadapan dengan tiga orang siswa Sekolah Luar Biasa dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Saya kemudian mendapati bahwa mereka adalah siswa tunawicara. Ketiga adik yang sekiranya berjenjang pendidikan SLTA tersebut (jika ditilik dari seragam yang mereka kenakan) berbincang asyik menggunakan bahasa isyarat. Mesin bus menderu bergantian dengan bunyi bising di sepanjang jalan. Ketiga adik tersebut tanpa hambatan berkomunikasi, bercanda, dan saling melempar argumen. 

Saya memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan berpikir keras: seandainya saya mampu mempergunakan bahasa isyarat maka komunikasi pada situasi apapun akan lancar tanpa hambatan berarti. Terlalu sering saya mendapati keadaan di mana orang berbincang dengan suara yang lantang, bahkan terkesan "menyiksa diri" di tengah kebisingan. Terlebih di dalam lingkup kota Semarang, kebisingan adalah makanan sehari-hari kehidupan masyarakat yang berada di kota tersebut. Bahasa isyarat boleh jadi merupakan salah satu jembatan penolong untuk membatu efektivitas berkomunikasi. 

Bulan September yang terlalu ceria. Sebuah inspirasi yang fenomenal dari saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus. Mereka memang khusus, The Special Ones.

Mitologi di dalam tradisi bangsa Jepang

Olimpiade Tokyo 2020 akan menjalani upacara pembukaannya kurang dari satu tahun lagi semenjak tulisan ini diunggah. Jepang merupakan sebuah bangsa di kawasan Asia yang yang memiliki tradisi kebudayaan yang sangat panjang. Di dalam menyambut Olimpiade 2020 dan untuk lebih mendekatkan diri pada bangsa Jepang perlulah kiranya kita mengetahui banyak hal mengenai bangsa dan masyarakat Jepang. Hal ini penting terutama bagi siapa saja yang berencana untuk mengunjungi negara tersebut selama Olimpiade berlangsung. Tulisan kali ini menyajikan mitologi bangsa Jepang. 


Sebelum masuk kepada pembahasan tentang mitologi, kita perlu mempelajari tentang pengelompokan tradisi yang berlaku bagi bangsa Jepang. Terdapat dua kelompok tradisi, yakni Tradisi Besar dan Tradisi-tradisi kecil. Pada awal abad ke-20, Yanagita Kunio, dan kemudian dilanjutkan oleh Origuchi Shinobu, menghimpun cerita rakyat (folklore) yang berasal dari petani dan masyarakat biasa, yang menurut keyakinan Yanagita keberadaannya tidak bertahan lama. Yanagita khususnya berpendapat bahwa folklore tersebut adalah cerita "asli" dan "otentik" masyarakat jepang, dan maka dari itu merupakan inti dari karakteristik Jepang (Japaneseness) yang tradisional dan riil yang membentuk bangsa Jepang. Banyak dari mitos yang dihimpun oleh Yanagita dan Origuchi yang berkarakteristik unik dan tempatan, cerita-cerita yang tidak selamanya mencerminkan hal-hal yang diajarkan di institusi sekolah yang menjadi sekumpulan tradisi Jepang, setidaknya menurut versi pemerintah. Di luar dugaan, banyak dari mitos tersebut bertolak belakang dengan mitos-mitos yang lazim diajarkan dan secara berulang kali disebutkan di dalam kompilasi-kompilasi monumental tradisi-tradisi Jepang, seperti Kojiki dan Nihonshoki. Kompilasi-kompilasi tersebut telah berulang kali diterbitkan dan disebarkan pada abad ke-18 sebagai bagian dari usaha ideologis untuk "merenovasi" masyarakat Jepang. Cara membedakan antara Tradisi Besar dan Tradisi-tradisi Kecil diperkenalkan oleh seorang pakar antropologi bernama  Robert Redfield. Ia boleh dikatakan hidup sejaman dengan Yanagita, namun memilih lokasi penelitiannya di Meksiko (Ashkenazi, 2003: 4). 

"Tradisi-tradisi kecil" merupakan sejumlah rangkaian kepercayaan dan praktek tempatan yang ditemukan di semua kelompok manusia, namun secara lebih khusus lazim di dalam masyarakat yang relatif mandiri, meskipun masyarakat tersebut tidak kemudian terpencil. Tradisi-tradisi kecil berbeda antara masyarakat satu dan yang lain, cenderung sangat luwes dan dapat berubah, serta jarang dicatat karena orang-orang yang menuturkannya sering kali tidak mengenal baca-tulis. Tradisi-tradisi kecil menitikberatkan pada masalah-masalah langsung di dalam masyarakat: yakni keluarga, tanggung jawab, pertanian, dan kesehatan. Tradisi-tradisi kecil pada hakekatnya adalah mitologi dari masyarakat kebanyakan. Sebaliknya, 

Tradisi Besar dari suatu bangsa atau kebudayaan cenderung ditulis, dicetak di dalam buku-buku, mengalami kodifikasi, dan sifatnya hampir "beku". Tradisi besar dikendalikan oleh masyarakat kelompok elite (yang biasanya melek huruf, dan selalu berkuasa) serta cenderung menanfaatkan tradisi tersebut untuk glorifikasi bangsa, agama, kebudayaan, yang menurut pendapat kelompok elite, menentukan tujuan mereka sendiri (Ashkenazi, 2003: 4). 


Hubungan antara Tradisi Besar dan Tradisi-tradisi Kecil bersifat dinamis. Melalu para pendukungnya, yakni para elit melek huruf, berusaha memobilisasi orang di seluruh masyarakat untuk mencapai tujuan yang mereka pimpin. Tradisi Besar mencakup elemen-elemen cerita dan mitos tempatan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk mendukung mitos-mitos sentral dari elite dan bangsa. Tradisi-tradisi Kecil masuk ke dalam Tradisi Besar namun sering bermuatan tema-tema yang sifatnya tidak sentral bagi Tradisi Besar. Di antara muatan Tradisi-tradisi Kecil tersebut adalah kelaparan, patriotisme tempatan, masalah yang dihadapi oleh petani dan produsen. Bahkan, boleh jadi Tradisi-tradisi Kecil sering menjadi antithesis bagi Tradisi Besar, yakni melalui tema-tema pemberontakan. Pada waktu yang sama, Tradisi-tradisi kecil dapat mengambil dan beradaptasi dengan mitos-mitos yang lahir dari Tradisi Besar sesuai dengan tujuan tempatannya masing-masing (Azhkenasi, 2003: 5).

Di dalam lingkup bangsa Jepang, keberadaan lokalisme (paham tempatan) senantiasa bersitegang dengan paham/semangat bangsa Jepang (Japanism). Artinya, bahwa sebagian besar kepentingan pribadi dan investasi  emosional (emotional investment) ditujukan pada masyarakat tempatan (buraku [desa] dan ie [rumah tangga/keluarga]). Masyarakat yang ukurannya lebih luas, dalam hal ini bangsa (domain feudal: han), tidak begitu diperhatikan oleh sebagian besar orang kecuali mereka yang berada di dalam kekuasaan. Sebagai hasil langsung dari dikotomi ini, pemerintah pusat (bilamana sangat berkuasa dan mampu menjalankan kekuasaan tersebut) senantiasa harus berusaha keras untuk melakukan "nasionalisasi" mitos-mitos tempatan guna membentuk dan memperkuat bangsa sebagai satu kesatuan ketimbang sebagai kelompok masyarakat yang terpisah (Ashkenazi, 2003: 5). 

Tradisi-tradisi bangsa Jepang, termasuk yang bersifat mitos, dipengaruhi oleh banyak sumber dari luar, terutama dari India dan Cina. Kedua bangsa luar ini menyumbang banyak sekali mitos bagi bangsa Jepang melalui ajaran Buddha. Mitologi Ainu adalah sebuah kristalisasi dan ungkapan dari tradisi-tradisi yang dapat dijumpai di masyarakat Jepang yang berada di daerah Utara dan Barat Laut. Terdapat pula kemungkinan melacak kesamaan antara mitos-mitos bangsa Jepang, misalnya mitos dua bersaudara Izanagi dan Izanami sebagai pencipta tanah, dan mitos-mitos dari kebudayaan proto-Polynesia yang berkedudukan di rantai pulan yang membentang ke arah Selatan, yakni dari Jepang melalui orang Ryukyu, menuju Taiwan, kemudian ke Filipina di mana mitos ini dituturkan kembali dalam banyak varian (Ashkenazi, 2003: 5-6).

Salah satu dari mitos-mitos utama bangsa Jepang adalah mitos Jepang itu sendiri. Jepang secara kesatuan adalah sebuah bangsa, yang memiliki keunikan dalam hal kebudayaan. Mitos ini merupakan bagian dari Tradisi Besar, seperti yang dituturkan di dalam dokumen-dokumen tertulis, yakni Kojiki dan Nihonshoki. Tradisi Besar dari mitos-mitos bangsa Jepang sangatlah hidup di dalam masyarakat modern bangsa tersebut. Sebagian besar orang Jepang akan masih mempercayai hal-hal berikut ini:
  • Bahasa Jepang unik, tidak memiliki kesamaan dengan bahasa-bahasa lain.
  • Kebudayaan Jepang, dan khususnya cara berpikir orang Jepang, tidak dapat dipahami oleh bangsa lain. Hal ini khususnya benar berkenaan dengan komunikasi bahasa Jepang, yang sangat mengandalkan emosi yang tak tersurat yang ditularkan di antara orang Jepang.
  • Asal-usul bangsa Jepang unik. 
  • Rangkaian perkembangan kebudayaan Jepang sebagian besar tidak berhubungan dengan perkembangan-perkembangan bangsa lain di dunia.

(Ashkenazi, 2003: 7).

Seperti halnya mitologi-mitologi lainnya, mitologi bangsa Jepang memiliki latar belakang kejadian nyata. Dalam prakteknya, sekurang-kurangnya sejumlah figur yang dianggap pahlawan (hero) di dalam mitos bangsa Jepang merupakan figur nyata di dalam sejarah (Azhkenazi, 2003: 12). 

Selain ajaran Buddha, ajaran Shinto juga menyumbang kekayaan mitologi bangsa Jepang. Shinto merupakan agama asli bangsa jepang, namun tidak diakui keberadaannya hingga masyarakat merasa perlu membedakan praktek-praktek keagamaan mereka dari ajaran Buddha (orang Jepang menyebutnya Bukkyo atau Butsu-do). Agama tempatan berpedoman pada pemuliaan, dan pujian kepada, roh-roh tempatan yang menghuni di dalam objek-objek materiil, biasanya bersifat alami (natural) maupun peri-natural. Pegunungan, pepohonan yang tidak lazim, air terjun, air, bebatuan yang bentuknya unik, dan objek-objek lainnya dianggap memiliki kekuatan (kami) yang mempengaruhi kehidupan manusia. Roh-roh orang yang telah meninggal juga memiliki kedudukan yang sama di dalam mitologi; orang yang telah meninggal dianggap hidup di dalam sebuah tempat yang gelap dan lembab, seperti halnya konsep klasik Yunani mengenai neraka. Kami dapat dan benar-benar bersemayam di segala hal dan apapun yang mengilhami perasaan kagum atau bahkan kepentingan besar. Hingga kini di Jepang masih terdapat pepohonan, bebatuan, air terjun, dan batu-batu yang berbentuk aneh yang dianggap sebagai kami. Menambah deretan benda tersebut, bangsa Jepang juga memiliki mitos yang berhubungan dengan matahari, pegunungan, dan sifat-sifat geografi dan alam lainnya (Ashkenazi, 2003: 27).

Pelaku mitologi Shinto adalah individu, baik dewa, manusia, maupun hewan, ayang memiliki kami. Semua pelaku harus memiliki kemurnian untuk mencapai kedudukannya, apakah itu dewa maupun manusia. Menurut mitologi bangsa Jepang, manusia dapat saja memiliki kami yang lebih dibandingkan dewa (Ashkenazi, 2003: 29).

Istilah kami memiliki sifat yang kompleks; kata ini dapat berkedudukan sebagai kata benda maupun kata sifat. Sebagai kata benda, kami berarti sesuatu yang memiliki kekuatan yang memiliki kepentingan di dalam kehidupan manusia dan kemampuan untuk mempengaruhi hubungan manusia, baik secara langsung maupun tidak, dengan mempengaruhi kegiatan-kegiatan kami, hewan, atau kejadian-kejadian dan sifat-sifat alam lainnya: singkatnya, kami setara dengan dewa. Sebagai kata sifat, kami memiliki kedekatan makna dengan "suci": sebuah kualitas yang misterius dan lebih yang dimiliki oleh berbagai makhluk hidup, termasuk hewan dan manusia. Kami [kata benda] merasuk ke dalam kami [kata sifat] dalam beberapa aspek, meskipun keduanya dapat kehilangan kualitasnya (Ashkenazi, 2003: 29).

Referensi:
Ashkenazi M. (2003). Handbook of Japanese Mythology. Santa Barbara, CA: ABC-CLIO. 

17 September 2019

Ekonomi sosialis menurut Hatta

Politik perekonomian sosialis yang berpedoman pada rencana memiliki kemampuan untuk menjalankan "sistem intertabuler". Terjadi perimbangan antara impor keperluan hidup yang terpenting dan barang-barang pembayarnya dari ekspor. 

Perhatian utama dari ekonomi sosial adalah persediaan air, listrik, dan bahan bakar yang mencukupi dan terjangkau bagi masyarakat. Masyarakat tidak dapat dikatakan bahagia, atau bahkan makmur, bilamana mereka sekedar mampu memasak dan minum. Masyarakat juga butuh untuk membersihkan diri dengan mandi guna menyegarkan badan dan memulihkan tenaga. 

Politik perumahan sosialis berpedoman pada syarat tertentu, guna membangun kepribadian manusia. Rumah rakyat, bagaimanapun sederhana bentuknya, wajib memberikan hidup yang bercahaya kepada penghuninya sehingga kepribadian manusia dapat berkembang. 

Berkenaan dengan kepemilikan atas alat-alat produksi, terdapat perbedaan mendasar antara kapitalisme, yang melakukan produksi berbasis keuntungan, dan sosialisme, yang berpedoman pada "Bedarfdeckungsprinzip" (dasar memenuhi keperluan hidup). Pandangan kapitalisme menyebutkan bahwa alat-alat produksi harus menjadi milik pribadi sehingga tanggung jawab perekonomian dapat dirasakan sepenuhnya. Sedangkan menurut anggapan sosialisme alat produksi berada di tangan suatu kelas untuk dipergunakan sebagai alat penindas dan pemeras. Maka dari itu alat produksi semestinya berada di tangan masyarakat, dalam hal ini diwakili oleh negara. 

Pemindahan alat-alat produksi ke tangan masyarakat akan berlaku bilamana telah tercapai konsentrasi dan monopoli. Namun, sosialisme tidak bertugas untuk melucuti alat produksi dari kelompok-kelompok kapitalis. Menurut Lange dan Taylor (1956: 124) peralihan menuju pemerintahan sosialis harus diawali dengan penyusunan program sosialis yang tepat. Program tersebut kemudian harus dijalankan secara tegas. Pemerintah bertanggung jawab untuk menjelaskan bahwa sosialisme tidak diarahkan pada milik perseorangan, melainkan sekedar menjadi bentuk khusus dari milik perseorangan yang melahirkan kedudukan istimewa dengan merugikan masyarakat dan menciptakan hambatan bagi kemajuan ekonomi. Pendapat Lange dan Taylor tersebut sejalan dengan pendirian yang diambil oleh sosialisme Indonesia secara teori. Hal yang dikuasai oleh negara adalah sebatas cabang-cabang produksi yang penting yang menguasai hajat hidup orang banyak. Selanjutnya negara memiliki kewajiban untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Politik perekonomian sosialis harus memusatkan perhatian pada masalah distribusi. Distribusi merupakan kelanjutan dari produksi untuk menyampaikan barang-barang yang dihasilkan oleh penggunanya, yakni masyarakat, sesuai dengan pembagian yang adil dan dengan harga yang semurah-murahnya. 

Referensi:

  1. Hatta M. (1963). Persoalan Ekonomi Sosialis Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan. hal. 31-43.
  2. Lange O, Taylor F. (1956). On the economic theory of socialism. Dalam B Lippencott (Ed.). 4th printing, The University Press Minnesota. 

14 September 2019

Spesies endemik burung Pulau Kalimantan

Menurut data dari taksnonomi yang diterbitkan oleh International Ornithological Congress terdapat 52 spesies burung yang merupakan spesies endemik Pulau Kalimantan.
NAMA INTERNASIONALBINOMIAL
Hose's PartridgeRhizothera dulitensis
Red-breasted PartridgeArborophila hyperythra
Sabah PartridgeArborophila (charltonii) graydoni
Crimson-headed PartridgeHaematortyx sanguiniceps
Bornean Crestless FirebackLophura (erythrophthalma) pyronota
Bulwer's PheasantLophura bulweri
Bornean Crested FirebackLophura (ignita) ignita
Bornean Peacock-pheasantPolyplectron schleiermacheri
White-fronted FalconetMicrohierax latifrons
Mountain Serpent EagleSpilornis kinabaluensis
Bornean Ground CuckooCarpococcyx radiatus
Dulit ForgmouthBatrachostomus harterti
Bornean FrogmouthBatrachostomus mixtus
Bornean SwiftletCollocalia dodgei
Whitehead's TrogonHarpactes whiteheadi
Bornean Banded KingfisherLacedo (pulchella) melanops
Mountain BarbetMegalaima monticola
Golden-naped BarbetMegalaima eximia
Brown BarbetCaloramphus fuliginosus
Hose's BroadbillCalyptomena hossi
Whitehead's BroadbillCalyptomena whiteheadi
Bornean Banded PittaHydromis schwaneri
Blue-headed PittaHydromis baudii
Blue-banded PittaErythropitta arquata
Black-crowned PittaErythropitta ussheri
Bornean BristleheadPityriasis gymnocephala
Bornean WhistlerPachycephala hypoxantha
Black OrioleOriolus hosii
Bornean Green MagpieCissa jefferyi
Bornean Black MagpiePlatysmurus (leucopterus) aterrimus
Bornean TreepieDendrocitta cinerascens
Maratua BulbulPycnonotus (atriceps) hodiernus
Bornean BulbulPycnonotus montis
Pale-faced BulbulPycnonotus (flavescens) leucops
Friendly Bush WarblerLocustella accentor
Bornean StubtailUrosphena whiteheadi
Bornean Wren-BabblerPtilocichla leucogrammica
Black-throated Wren-BabblerNapothera atrigularis
Mountain Wren-BabblerNapothera crassa
Black-browed BabblerMalacocincla perspicillata
Bare-headed LaughingthrushGarrulax calvus
Chestnust-hood LaughingthrushGarrulax treacheri
Chestnut-crested YuhinaYuhina everetti
Pygmy White-eyeOculocincla squamifrons
Mountain BlackeyeChlorocharis emiliae
Everett's ThrushZoothera everetti
FruithunterChlamydochaera jefferyi
Bornean Whistling ThrushMyophonus borneensis
White-crowned ShamaCopsychus stricklandii
Maratua ShamaCopsychus (stricklandii) barbouri
Bornean ForktailEnicurus borneensis
Eyebrowed Jungle FlycatcherVauriella gularis
Bornean Blue FlycatcherCyornis superbus
Bornean LeafbirdChloropsis kinabaluensis
Yellow-rumped FlowerpeckerPrionochilus xanthopygius
Black-sided FlowerpeckerDicaeum monticolum
Sumber : Myers S. (2016). Birds of Borneo: Sabah, Sarawak, Brunei and Kalimantan. Second Edition. London, United Kingdom: Bloomsbury Publishing Plc. pp. 23-24.

9 September 2019

Butir-butir pemikiran Robert Park

Pemikiran tentang kota

Kota adalah mozaik yang teratur dari berbagai wilayah (misalnya, berdasarkan kawasan industri dan kelompok etnis). Kesemua wilayah tersebut membentuk sebuah wilayah alamiah (natural areas) yang saling berhubungan yang kemudian membentuk sebuah ekologi kota. 

Kota beroperasi layaknya organisme sosial yang hidup; berupa kaleidoskop manusia yang sebenarnya. Kota memiliki daya tarik bagi manusia karena keanekaragamannya. 

Pemikiran tentang masyarakat

Pola pergerakan manusia berbeda dari pola pergerakan binatang karena manusia terikat pada moralitas, norma, dan hukum. Meskipun memiliki keinginan kuat untuk berkuasa atas pihak yang lemah, namun manusia wajib memperhatikan aturan yang berlaku. Pada titik inilah manusia berada pada taraf sosial (society).

Masyarakat memiliki dua tingkatan, yakni komunitas (community) dan masyarakat (society). 

Society akan menjadi pelengkap kehidupan manusia karena manusia tidak dapat sekedar mengandalkan community yang lazimnya merupakan modal bagi kehidupan binatang.

Community merupakan unit fungsional sekaligus unit territorial.

Superstruktur budaya menentukan dirinya sebagai sebuah instrumen petunjuk dan mengendalikan substruktur biotik, menyederhanakannya ke dalam elemen-elemen komunitas. Unsur dari budaya tersebut adalah (a) bentuk adat dan kepercayaan, (b) bentuk yang terkait dengan artefak (kebudayaan teknologi), dan (c) adat dan keyakinan (kebudayaan non-material). Meskipun demikian, individu harus menambahkan satu unsur yang lain, yakni sumber-sumber alamiah dan habitat. 

Pemikiran tentang ekologi

Konsep ekologi menjelaskan tentang kesesuaian antara ruang, sedangkan diferensiasi ekonomi menjelaskan tentang dominasi. Di dalam setiap community selalu terdapat sekurang-kurangnya satu spesies yang dominan.

Ruang atau wilayah terbentuk sebagai akibat dari hukum sosiologis. Di dalam ruang atau wilayah tersebut terjadi suksesi, invasi, klimaks, segregasi ruang, dan lain-lain yang memiliki sifat alamiah sebagai bagian dari hukum ekologi.

Keseimbangan alam merupakan hasil dari usaha untuk bertahan agar dapat mengatur besaran populasi dari berbagai spesies. Persaingan untuk mendapatkan sumber-sumber hidup yang mendasar akan menghasilkan adaptasi lingkungan. 

Robert Ezra Park

Robert Ezra Park memulai karir sebagai seorang reporter untuk surat kabar di Minneapolis, Detroit, Denver, New York, dan Chicago. Kegiatannya di dalam bidang jurnalistik sangat berpengaruh bagi pemikirannya di dalam disiplin ilmu sosiologi. 

Robert Ezra Park merupakan tokoh sentral perkembangan sosiologi mazhab Chicago (Chicago school). Ia membahas sosiologi dari sudut pandang biologi, terutama ekologi, di dalam merumuskan telaahnya mengenai komunitas manusia. Menurut Park, society semestinya dapat dipahami sebagai sebuah organisme yang tumbuh di dalam pola-pola yang dapat dibedakan.

Refererensi:

  1. "Robert E. Park, Sociology". 2019. Lib.Uchicago.Edu. Accessed September 9 2019. https://www.lib.uchicago.edu/projects/centcat/fac/facch17_01.html.
  2. Susilo RKD. 2008. Tokoh Sosiologi Modern; Biografi Para Peletak Sosiologi Modern. Yogyakarta, Indonesia: Ar-Rizz Media. hal. 35-48.


4 March 2019

HBO Boxing gantung sarung tinju

Semenjak pertarungan bersejarah George Foreman-Joe Frazier (1973) stasiun televisi HBO melalui saluran HBO Boxing telah meliput siaran langsung lebih dari 1.000 pertandingan tinju dunia. Namun, kontribusi HBO bagi tinju profesional mencapai akhir perjalanannya pada tanggal 27 Oktober 2018 dalam perebutan gelar kelas menengah IBF di Madison Square Garden antara Daniel Jacobs dan Sergi Derevyanchenko. 

Menurut Peter Nelson, executive vice president HBO Sports, penghentian liputan tinju oleh HBO didasari oleh perkembangan bahwa program HBO Boxing tidak lagi menjadi faktor penentu bagi subscriber stasiun televisi tersebut. Pertimbangan lainnya ialah semakin maraknya siaran tinju dalam platform digital. 

Pihak HBO Sports menambahkan bahwa tinju harus diakui sebagai salah satu bagian dari warisan HBO selama puluhan tahun. Dengan adanya perkembangan maka pertandingan tinju semakin mudah diakses baik melalui televisi maupun streaming Internet. Dari segi acara tinju tetaplah merupakan program yang baik, namun dari sudut pandang hiburan HBO Sports tidak lagi menganggap tinju sebagai acara yang unik bagi saluran televisinya. Munculnya live-streaming melalui apps, seperti ESPN+ dan DAZN ikut berperan di dalam mempersulit daya saing siaran televisi.

Sementara itu George Willis di dalam artikelnya yang ditulis pada New York Post menyebutkan bahwa HBO tidak mampu menjadi pemimpin industri tinju dunia semenjak pensiunnya sejumlah superstar, seperti George Foreman, Sugar Ray Leonard, Mike Tyson, Evander Holyfield, dan Oscar De La Hoya. Willis menambahkan bahwa pimpinan baru HBO secara terbuka terlibat pertikaian dengan Promotor Bob Arum dan pendiri PBC, Al Haymon. 

Statistik penampilan petinju dalam siaran HBO Boxing:

32 | Oscar De La Hoya
27 | Shane Mosley
27 | Floyd Mayweather
24 | Manny Pacquiao
24 | Miguel Cotto
23 | Lennox Lewis
23 | Bernard Hopkins
22 | Wladimir Klitschko
21 | Arturo Gatti
19 | Pernell Whitaker
19 | Marco Antonio Barrera
17 | Mike Tyson


Referensi:

  1. ESPN. HBO to drop its boxing coverage at end of 2018. Kontributor: Dan Rafael. [https://www.espn.com/boxing/story/_/id/2481471/hbo-drop-boxing-coverage-end-2018].
  2. New York Post. Why HBO is stunningly leaving boxing behind. Kontributor: George Willis. [https://nypost.com/2018/09/27/why-hbo-is-stunningly-leaving-boxing-behind/].
  3. The New York Times. HBO Says It Is Leaving the Boxing Business. Kontributor: Wallace Matthews.[https://nytimes.com/2018/09/27/sports/hbo-boxing.html].
  4. World Boxing News. Top 13 fighters with most the appearances on HBO Boxing. [https://www.worldboxingnews.net/2019/01/14/hbo-boxing-appearances/].



3 March 2019

Peristiwa 1998 di mata saya

Prologue

Sebagai seseorang yang dilahirkan pada era 1970an dan berkesempatan ikut mengenyam pendidikan dan memperoleh akses informasi saya memiliki hak dan suara, sedikit apapun itu bagiannya, untuk mengemukakan Peristiwa 1998. Peristiwa 1998 telah berlalu lebih dari dua dasawarsa, namun bilamana peristiwa tersebut masih diperbincangkan hingga saat ini maka Peristiwa 1998 merupakan sebuah masa yang berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Peristiwa 1998 merupakan konsekuensi dari sebuah perubahan dan menjadi salah satu wujud dari usaha revolusioner. Di banyak tempat revolusi memerlukan biaya yang mahal. Berulangkali revolusi menyebabkan terjadinya kekacauan. Terlalu rumit jika saya menanggapi Peristiwa 1998 sebagai sebuah grand design dari pihak-pihak asing. Hal yang lebih penting ialah kita selaku warga negara di dalam merespon grand design tersebut (jika memang ada). Peristiwa 1998 bukan sepenuhnya kehendak rakyat melainkan persetujua rakyat kepada ajakan dari pihak luar untuk melakukan perubahan. Ini merupakan konsekuensi bagi Indonesia selaku warga masyarakat internasional. Namun, sudahlah jika memang demikian. Menuduh pihak luar sebagai aktor intelektual Peristiwa 1998 bukanlah langkah yang memecahkan masalah. Sebesar apapun desakan dari pihak luar, apabila kita memiliki ketahanan, maka kita akan menolaknya.

Secara teknis rakyat telah mengerti bahwa revolusi adalah perubahan yang besar-besaran. Bahkan, sebagian rakyat pernah mengalaminya pada masa sebelum 1998. Rakyat telah mengerti akibat dari revolusi tersebut namun mereka tidak dapat berbuat lebih dari sekedar mengerti. 

Jika pembahasan kali ini mengarah kepada sinyalemen pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pihak tertentu kepada mahasiswa, masyarakat, warga, maka pembahasannya akan tidak menarik dan menjurus kepada aksi sepihak, sehingga mengaburkan hakikat dari peristiwa itu sendiri. Jatuhnya korban manusia adalah sebuah bencana. Peristiwa 1998 bagi para korban adalah kejadian yang memilukan. Akan tetapi, di dalam kehidupan bernegara, peristiwa berikut konsekuensinya merupakan bagian dari perubahan. Kita tidak mengerti perubahan tersebut menuju ke arah perbaikan atau sebaliknya, pengrusakan, keadaan. 

Mempelajari peristiwa Kerusuhan 1998 tidak akan lebih sempurna jika orang terpaku perhatiannya pada jatuhnya korban jiwa warga sipil dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan (dan warga sipil itu sendiri). Mempelajari Peristiwa 1998 wajib dilakukan secara menyeluruh dalam arti bahwa orang harus menelaahnya secara politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. 

Semenjak bubarnya negara Uni Soviet dan Yugoslavia yang menganut pemerintahan sentralistik, seperti halnya model pemerintahan yang berlaku saat itu di Albania, Panama, Rumania, dan Filipina, sebagian besar masyarakat dunia merasa perlu mengikuti arus perubahan. Masyarakat tergoda untuk mengambil langkah yang serupa bagi Indonesia yang pada saat itu masih berada di bawah kekuasaan sentralistik. Kecenderungan tersebut lantas ditangkap, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang terpelajar di dalam bidang politik dan tata negara serta memiliki dukungan yang kuat (termasuk dukungan finansial) untuk mencoba membuat perubahan secara nasional. Usaha tersebut berhasil dengan segala konsekuensinya, termasuk tindakan represif dari pihak pemerintah atas dasar antisipasi terhadap usaha-usaha subversif. 

Perubahan yang terjadi

Bidang ekonomi mengalami perubahan berupa kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok. Kenaikan harga ini menyebabkan krisis. Ekonomi nasional menjadi melemah dan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing tidak terkendali. Menyertai krisis ini adalah kelangkaan barang kebutuhan, termasuk bahan bakar. 

Kehidupan sosial masyarakat mengalami perubahan. Sentimen sesama warga muncul. Apa yang dinamai sebagai angin perubahan atau era kebebasan beranjak membentuk diri. Masyarakat yang semula takut kepada pemerintah menjadi berani mengemukakan pendapat. 

Kehidupan bernegara, dalam lingkup politik, mengalami perubahan. Sebelum Peristiwa 1998 masyarakat cenderung merasa takut mengemukakan sikap politik yang bertentangan dengan pemerintah. Pada tahun 1998 keadaan berubah, yakni setidaknya masyarakat merasa lebih aman untuk tidak berpihak kepada pemerintah. Hal inilah yang luput dari perhatian. 

Sikap aparat keamanan yang semula sebatas mengamankan berubah menjadi semakin riil terhadap warga sipil. Di bawah rezim dictatorship masyarakat merasa aman di bawah perlindungan aparat keamanan. Pada saat rezim sentralistik mulai tumbang ternyata aparat keamanan itu sendiri seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Mereka tidak mampu melindungi masyarakat. Justeru sebaliknya, mereka melakukan tindak kekerasan kepada masyarakat. Apapun situasinya aparat keamanan tetaplah merupakan alat keamanan dan pengamanan negara. Mereka bertindak demi ketertiban negara dan berdirinya negara.

Budaya mencakup hal-hal/kebiasaan-kebiasaan masyarakat secara turun-temurun. Terkhusus warga Jawa, budaya tepa salira, andhap asor, dan unggah-ungguh pada saat Peristiwa 1998 terjadi beranjak menghilang. Terbentuklah kebiasaan baru yang cenderung njangkar (tidak sopan). Pendapat dikemukakan tanpa rasa rikuh dan pakewuh. Era keterbukaan menciptakan nuansa egaliter yang tidak terbiasa dipraktekkan.

Epilogue

Masa depan ekonomi nasional berada di tangan ekonomi global. Keadaan ini adalah akibat dari kedudukan Indonesia selaku negara periphery, bukan negara center. Hal demikian ini masih berlanjut hingga saat ini. Dengan demikian Peristiwa 1998 memiliki pengaruh, namun tidak terlalu, signifikan terhadap keadaan ekonomi nasional kekinian. Peristiwa Kerusuhan 1998 hanya semacam obat penawar rasa sakit (pain killer) dari sudut pandang ekonomi.

Hubungan sosial masyarakat Indonesia menjadi semakin egaliter. Namun, perubahan sikap sosial tersebut muncul dan terjadi setelah mendapatkan angka mayoritas. Dengan demikian Kerusuhan 1998 berpengaruh signifikan terhadap perubahan sosial.

Sikap politik yang semakin berani untuk berseberangan dengan kehendak pemerintah menunjukkan bahwa Peristiwa 1998 tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan sikap politik karena pada hakikatnya masyarakat tetap berada di bawah ancaman. Pada era sebelum 1998 masyarakat diancam oleh tuduhan subversif, sedangkan pada momentum 1998 tersebut masyarakat terancam pula jika masih berpihak pada pemerintah. Sikap politik masyarakat berpihak kepada siapa yang menang, menguasai mayoritas, dan memiliki suara terbanyak. Hal ini berlangsung hingga saat ini meskipun di dalam tingkat kebebasan yang lebih tinggi.

Aparat keamanan adalah government issue (GI), demikian istilah yang dipergunakan di Amerika Serikat. Artinya, aparat keamanan adalah alat negara. Di dalam dua era, sebelum dan setelah 1998, kedudukan aparat keamanan tidak mengalami perubahan. Mereka tetap berfungsi sebagai government issue

Pendidikan Vokasi

Bilamana pendidikan vokasi memiliki tujuan untuk mempersiapkan siswa untuk memperoleh pekerjaan atau ruang berkarya di dalam industri dan kegiatan komersial maka frasa pendidikan vokasi ini tidak berbeda jauh dengan pendidikan kejuruan. Artinya, siswa dibekali dengan keahlian khusus guna mampu menjalankan tanggung jawab pekerjaan di dalam bidang tertentu manakala telah terjun ke lapangan pekerjaan. Maka dari itu telah semestinya jika masyarakat Indonesia tidak merasa asing dengan frasa "pendidikan vokasi" atau "sekolah vokasi" karena hal tersebut sekedar perubahan istilah. Jauh waktu sebelum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipopulerkan penggunaannya masyarakat telah secara dekat mengenal Sekolah Teknik Menengah (STM) dan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) yang sesungguhnya merupakan perwujudan dari pendidikan vokasi. 

Secara historis istilah pendidikan vokasi (vocational education) di dalam prakteknya bukanlah hal yang baru. Pendidikan vokasi telah dikenal sejak abad ke-19. Pada waktu itu pelatihan vokasi (vocational training) diselenggarakan sendiri oleh orang tua anak usia sekolah melalui kegiatan serupa magang. Tak lama setelah itu terjadilah perubahan besar berupa usaha untuk melatih orang untuk menjadi pekerja terampil yang melebihi keterampilan yang dimiliki oleh peserta magang. Momentum perubahan ini mengilhami berdirinya lembaga-lembaga pelatihan vokasi yakni Gardiner Lyseum di Maine (1821), Franklin Institute di Philadelphia (1824), dan Rensselaer Institute di New York (1824). Ketiga lembaga tersebut menjadi perintis sekolah teknik kejuruan di Amerika Serikat. 

Pada saat Morrill Act diberlakukan pada tahun 1862 di Amerika Serikat terjadi perkembangan dengan munculnya lembaga pendidikan yang diberi sebutan Land-Grand Colleges. 

Gaung pendidikan vokasi terdengar hingga benua Eropa. Pada tahun 1876, yakni ketika berlangsung Centennial Exhibition di Philadelphia, pemerintah negara Rusia mendemonstrasikan proyek-proyek siswa dari Moscow Imperial Technical School. Langkah Rusia ini menarik perhatian publik akademisi Amerika Serikat. Setidaknya terdapat dua akademisi Amerika Serikat yang terinspirasi oleh demonstrasi proyek mahasiswa Moskow tersebut, yakni John Runkle dan Calvin Woodward. Runkle menyelenggarakan kursus kepelatihan di kampus yang dipimpinnya, Massachusetts Institute of Technology (MIT), sedangkan Woodward mendirikan St. Louis Manual Training School.

Pendidikan vokasi semakin berkembang memasuki pergantian abad. Sejumlah sekolah milik pemerintah mulai memperkenalkan program-program pendidikan vokasi, terutama bidang pertanian. Tuntutan yang semakin mendesak akan kebutuhan program-program pendidikan yang berorientasi pada lapangan pekerjaan membuat pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan Smith-Hughes Act pada tahun 1917, yang mengatur ketentuan yang harus dipatuhi oleh program-program persiapan tenaga kerja agar memperoleh bantuan dari pemerintah federal. Di dalam perkembangan selanjutnya Smith-Hughes Act memperluas cakupan ketentuannya hingga mengatur tentang bantuan federal untuk program-program vokasi bagi siswa berkebutuhan khusus, program-program khusus di dalam lembaga-lembaga swasta, dan layanan dukungan seperti konseling dan penempatan kerja. 

Referensi:
Vocational education. Grolier Family Encyclopedia. Uni-Woo. 1995: 224-225.

27 February 2019

Tinju profesional: title fight bulan Maret 2019

Jadual pertandingan tinju profesional perebutan gelar juara (title fight) yang berlangsung pada bulan Maret 2019.

Kelas Berat
Magdeburg (GER) | EBU | Agit Kabayel v Andriy Rudenko
Magdeburg (GER) | WBO Intercontinental | Tom Schwarz v [tunggu pengumuman]
Orebro (SWE) | RBO | Pezhman Seifkhani v Leandro Rufino

Kelas Berat Ringan
London (GBR) | WBO Intercontinental | Anthony Yarde v Travis Reeves
Kinsasha (CGO) | RBOA | Matamba Debatch Postolo v [tunggu pengumuman]
New York (USA) | WBA | Dmitry Bivol v Joe Smith Jr.
Straume (NOR) | IBA Intercontinental | Tim Robin Lihaug v Timo Laine
Brisbane (AUS) | WBF Australasian | Chris Hamilton v [tunggu pengumuman]
Auckland (NZL) | WBO Female | Geovana Peres v Lani Daniels
Philadelphia (USA) | WBC | Oleksandr Gvozdyk v Doudou Ngumbu

Kelas Penjelajah
Victoria (AUS) | WBA Oceania | Kane Watts v Jayden Joseph
Arendal (NOR) | IBO International | Kai Robin Havnaa v Rad Rashid
Peterborough (GBR) | WBA Intercontinental | Richard Riakporhe v Tommy McCarthy
Accra (GHA) | WBO Africa | Abraham Tabul v Patrick Ferguson
Brandenburg (GER) | GBC | Lukas Paszkowsky v Itsvan Kun
Gauteng (RSA) | IBO | Kevin Lerena v Artur Mann
Oost-Vlaandern (BEL) | IBF Intercontinental | Bilal Laggoune v Jai Opetala
London (GBR) | Commonwealth | Lawrence Okolie v Wadi Camacho

Kelas Super Menengah 
Accra (GHA) | WABU | Delali Miledzi v Jules Kabore
Milan (ITA) | IBF International | Daniele Scardina v Henri Kekalainen
Brandenburg (GER) | GBC Intercontinental | Rodi Kasem v Giorgi Jitcharadze
Oost-Vlaandern (BEL) | IBF Female | Femke Hermans v Elin Cederros
Johore Bahru (MAS) | WBC Asian | Adli Hafidz v Bambang Rusiadi
New South Wales (AUS) | OPBF Silver | Kerry Foley v Michael Van Nimwegen

Kelas Menengah 
St.Julians (MAL) | UBO Intercontinental | Christian Schembri v Adnan Salihu
Brandenburg (GER) | GBC | Denny Lehmann v Robizoni Omsarashvili
Belfast (GBR) | WBO European | Conrad Cummings v Luke Keeler

Kelas Super Welter 
New York (USA) | WBA | Brian Carlos Castano v Erislandy Lara
Montreal (CAN) | WBO Youth | Artem Oganesyan v Damian Sosa
Parsberg (GER) | UBF European | Sladan Janjanin v [tunggu pengumuman]
Arlington (USA) | IBF | Errol Spence Jr v Mikey Garcia
Glasgow (GBR) | WBC International Silver | Kieran Smith v Adam Harper
Montreal (CAN) | IBF Female | Marie Eve Dicaire v Lina Tejada
Paola (MAL) | WBC Mediterranean | Steve Martin v Federico Cerelli
New South Wales (AUS) | WBF Australasian | Koen Mazoudier v Will Parsons
Sachsen-Anhalt (GER) | GBC Youth | Felix Kridemann v [tunggu pengumuman]

Kelas Welter 
Santa Cruz (ARG) | South America | Adrian Luciano Veron v Sergio Manuel Liendo
Arendal (NOR) | IBO Intercontinental | Deniz Ilbay v Jonathan Jose Eniz
Columbus (USA) | NABA-USA | Jamie Walker v Dan Karpency
Edmonton (CAN) | NABA-Canadian | Kane Heron v Flavio Michel
Milan (ITA) | IBF International | Maxim Prodan v Steve Jamoye
Geneva (SUI) | EBU Female | Ornella Domini v Szilvia Szabados
Brentwood (GBR) | WBC International Silver | Michael McKinson v Ryan Kelly
Carson (USA) | WBC | Shawn Porter v Yordenis Ugas
Toulouse (FRA) | IBO Youth | Yannick Dehez v Przemyslaw Runowski
New South Wales (AUS) | WBF International | Danny Kennedy v Kyron Dryden
Paola (MAL) | RBO Intercontinental | Thomas Martino v [tunggu pengumuman]
Brisbane (AUS) | WBF Asia Pacific | Ben Kite v Michael Whitehead
New South Wales (AUS) | WBF Silver Intl | Ty Telford v Brent Dames
New South Wales (AUS) | WBF Australasian | Riccardo Colosimo v Dillon Bargero
Bilbao (ESP) | EBU | Kerman Lejarraga v David Avanesyan

Kelas Super Ringan
Cardiff (GBR) | IBF European | Akeem Ennis-Brown v Bilal Rehman
Trujillo Alto (PUR) | WBO Latino | Jean Carlos Torres v Juan Manuel Witt
Queensland (AUS) | IBF Youth | Steve Park v Luis Ronaldo Castillo
New York (USA) | WBO | Maurice Hooker v Mikkel LesPierre
Buchholz (GER) | GBC Female | Alicia Melina Kummer v Prisca Vicot
Buchholz (GER) | UBF Female | Alicia Melina Kummer v Prisca Vicot
Buchholz (GER) | UBO Female | Alicia Melisa Kummer v Prisca Vicot
Buchholz (GER) | Women's IBA | Alicia Melina Kummer v Prisca Vicot
Jakarta (INA) | UBO Intercontinental | Roy Tua Manihuruk v Vachayan Khamon
Leicester (GBR) | WBO European | Sam Maxwell v Kelvin Dotel
San Antonio (USA) | NABA | Kendo Castaneda v Eudy Bernardo
Liverpool (GBR) | EBU | Joe Hughes v Robbie Davies Jnr
Liverpool (GBR) | Commonwealth | Philip Bowes v Tom Farrell

Kelas Ringan
Tijuana (MEX) | WBC Youth Silver | Junior Cuadrado v Alex Castaneda
New South Wales (AUS) | WBF Australasian | Tyson Lantry v Krishnil Mudaliar
Accra (GHA) | IBO Continental Africa | Sherrif Quaye v Michael Ansah
Barnsley (GBR) | WBC International Female | Terri Harper v Nina Bradley
Kortrijk (BEL) | WBC Female | Delfine Persoon v Melissa St Vil
Philadelphia (USA) | IBF Female | Katie Taylor v Rose Volante
Philadelphia (USA) | WBA Female | Katie Taylor v Rose Volante
Philadelphia (USA) | WBO Female | Katie Taylor v Rose Volante
Juncos (PUR) | WBC Latino | Nestor Bravo v Rolando Chinea
Bracknell (GBR) | IBO Intercontinental Female | Lucy Wildheart v [tunggu pengumuman]
Paderborn (GER) | GBC Female | Beke Bas v Carina Greimel
Paola (MAL) | WBC Mediterranean | Haithem Laamouz v Benoit Manno
Shanghai (CHN) | WBA Asia | Baishanbo Nasiyiwula v Yusuke Kono

Kelas Super Bulu
St.Julians (MAL) | UBO Intercontinetal Female | Claire Ciantar v Vanesa Caballero
New South Wales (AUS) | IBF Pan Pacific | Joel Brunker v Bruno Vifuaviwili
Philadelphia (USA) | IBF | Tevin Farmer v Jono Carroll
Buchholz (GER) | GBC Youth | Nico Venetis v Bato Berkatsashvili
Juncos (PUR) | WBA Fedelatin | Jayson Velez v Victor Terrazas
Juncos (PUR) | WBC Latino | Alberto Mercado v Sergio Lopez
Busan (KOR) | interim Women's IBA | Bo Mi Re Shin v Rupinder Kaur
Paderborn (GER) | GBC Female | Leonie Giebel v Angela Cannizzaro
Ekaterinburg (RUS) | IBO | Shavkatdzhon Rakhimov v Rofhiwa Maemu
Ekaterinburg (RUS) | WBA Asia | Akhzhol Sulaimanbek Uulu v Pipat Chaiporn
Tokyo (JPN) | OPBF | Hironori Mishiro v Takuya Watanabe

Kelas Bulu
St.Julians (MAL) | UBO Intercontinental | Kerstin Brown v [tunggu pengumuman]
Peterborough (GBR) | WBA International | Jordan Gill v Emmanuel Dominguez
Peterborough (GBR) | Commmonwealth | Leigh Wood v Abraham Osei Bonsu
Milan (ITA) | WBO Silver Female | Vissia Trovato v Erika Cruz Hernandez
Manchester (GBR) | WBO European | David Oliver Joyce v Stephen Tiffney

Kelas Super Bantam
Jakarta (INA) | UBO International | Moensaku Yor v Artid Bamrungauea
Varese (ITA) | EBU | Iuliano Gallo v Terry Le Couviour

Kelas Bantam
New South Wales (AUS) | IBO Youth | Brock Jarvis v Philip Luis Cuerdo
Zacatecas (MEX) | WBC Female | Mariana Juarez v Eva Natanjo
New South Wales (AUS) | WBA Oceania | Jason Moloney v Cris Paulino

Kelas Super Layang
Sheffield (GBR) | Commonwealth | Tommy Frank v Luke Wilton
SF de Mostazal (CHI) | WBA Fedelatin Female | Daniela Asenjo v Debora Vanesa Gomez

Kelas Layang
Iztacalco (MEX) | WBC Latino | Saul Juarez v Mario Andrade
Dubai (UAE) | WBC International Silver | Aliu Bamidele Lasisi v Keyvin Lara
Gifu (JPN) | WBO | Kosei Tanaka v Ryoichi Taguchi
Gifu (JPN) | WBC Youth | Kento Hatanaka v Songsaeng Phoyaem
London (GBR) | WBC | Charlie Edwards v Angel Moreno
Shanghai (CHN) | WBA International | Wulan Tuolehazi v Ryota Yamauchi
Shanghai (CHN) | OPBF Silver | Sho Kimura v Wicha Phulaikhao

Kelas Layang Ringan
Polideportivo (CHI) | WBA Fedebol | Ramon Velasquez v Mauro Nicolas Liendro
Brandenburg (GER) | GBC Youth | Azael Villar v Adam Yahaya

Kelas Mini
Trujillo Alto (PUR) | WBO Intercontinental | Wilfredo Mendez v Robert Paradero
Moralzarzal (ESP) | IBF Female | Joana Pastrana v Ana Arazola
Chonburi (THA) | WBC | Chayaphon Moonsri v Tatsuya Fukuhara
Yokohama (JPN) | OPBF | Tsubasa Koura v Lito Dante

Referensi: BoxRec.com, diakses pada tanggal 27 Februari 2019.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.