Pages

29 January 2018

Proses dan Evaluasi Analisis Dampak Lingkungan

Lingkungan (environment) adalah istilah umum yang berkenaan dengan kondisi-kondisi tempat tinggal/hidup suatu organisme. Istilah "environment" diserap dari bahasa Prancis, yang dapat diartikan sebagai "mengelilingi/sekeliling". Istilah ini kemudian dipergunakan untuk menjelaskan segala sesuatu yang mengelilingi suatu organisme, yang meliputi udara, tanah, dan iklim; persediaan makanan; dan banyak lagi kondisi eksternal lainnya. Lingkungan bahkan mencakup benda-benda yang dibuat oleh manusia (Keller et al., 1997: 66).

Analisis Dampak Lingkungan (Environmental Impact Assessment) adalah sebuah proses analisis mengenai dampak lingkungan yang secara umum diberlakukan pada proyek-proyek yang diusulkan oleh suatu pihak yang terkait dengan isu lingkungan. Definisi kunci dari proses analisis dampak lingkungan adalah dampak secara signifikan atau signifikansi karena suatu tindakan yang diajukan yang secara signifikan mempengaruhi lingkungan manusia memerlukan analisis dampak lingkungan. Secara signifikan maksudnya, seperti yang diberlakukan di dalam National Environment Policy Act (NEPA), memerlukan pertimbangan baik konteks maupun intensitas. Konteks berarti alat yang secara signifikan harus dianalisis berkenaan dengan kemasyarakatan secara keseluruhan (manusia, bangsa), daerah yang terkena dampak, kepentingan yang terkena dampak, lokalitas, dan apakah dampak tersebut bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Intensitas berhubungan dengan tingkat keparahan dampak. 

Menurut Bacow (1980) informasi penting yang diperlukan di dalam proses analisis dampak lingkungan meliputi: 

(a) deskripsi tentang jenis proyek dan bagaimana proyek tersebut berfungsi atau beroperasi di dalam bentuk teknis;
(b) dokasi yang diajukan untuk membangun proyek dan alasan pemilihan lokasi tersebut; 
(c) periode waktu yang diperlukan untuk pembangunan proyek;
(d) persyaratan dan potensi tekanan lingkungan dari proyek selama tahap operasi, termasuk persyaratan lahan, emisi dari pencemaran udara, penggunaan air dan emisi pencemar air, dan potensi terjadinya limbah serta kebutuhan pembuangan limbah;
(e) kebutuhan saat itu yang teridentifikasi untuk proyek yang diajukan pada lokasi tempat proyek tersebut akan beroperasi (berhubungan dengan permukiman/perumahan penduduk, pengendalian banjir, pengembangan industri, pembangunan ekonomi, dan banyak persyaratan lainnya); kebutuhan proyek harus diarahkan sebagai bagian dari dokumentasi lingkungan;
(f) setiap alternatif yang dipertimbangkan dengan alternatif generik proyek-proyek, termasuk lokasi proyek, tekanan proyek, sifat desain proyek, dan tindakan pengendalian, potensi serta penentuan waktu proyek yang berhubungan dengan masalah pembangunan dan operasional; kebutuhan proyek yang berhubungan dengan ukuran proyek yang diajukan harus dijelaskan secara rinci; lingkup alternatif dapat dibatasi untuk preferensi individu terhadap sponsor proyek, fokus utama pada "solusi rekayasa tradisional" (traditional engineering solutions), dan tekanan waktu untuk pembuatan keputusan.

Evaluasi intensitas dampak harus dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut (Liu & Liptak, 1997):

(a) dampak yang akan menguntungkan maupun merugikan (suatu dampak yang signifikan dapat terjadi, bahkan meskipun lembaga berwenang berkeyakinan bahwa di dalam keadaan yang normal dampak yang timbul akan cenderung menguntungkan);
(b) sejauh mana tindakan yang diajukan berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat;
(c) karakteristik unik dari wilayah geografis, seperti kemungkinan untuk sumber daya sejarah atau budaya, lahan untuk taman, lahan pertanian utama, lahan basah, sungai, atau daerah yang secara ekologis tergolong kritis;
(d) sejauh mana pengaruh terhadap kualitas lingkungan manusia cenderung menjadi kontroversial;
(e) sejauh mana tindakan dapat membentuk preseden bagi tindakan-tindakan pada masa mendatang dengan pengaruh-pengaruh yang signifikan atau mewakili sebuah keputusan secara mendasar tentang pertimbangan masa mendatang;
(f) sejauh mana pengaruh-pengaruh yang mungkin terjadi terhadap lingkungan manusia menjadi tidak dapat dipastikan atau mencakup resiko yang khusus atau tidak dapat diketahui;
(g) apakah tindakan tersebut berhubungan dengan tindakan-tindakan lain dengan dampak-damapk yang secara individu tidak signifikan, namun secara kumulatif signifikan (signifikansi ada bilamana sebuah dampak yang secara kumulatif terhadap lingkungan diantisipasi; signfiikansi tidak dapat dihindari dengan mengambil suatu tindakan sementara atau dengan memilah-milahnya ke bagian yang lebih kecil);
(h) sejauh mana tindakan dapat berpengaruh buruk terhadap daerah, lokasi proyek, jalan raya, struktur/bangunan, atau objek-objek yang terdaftar ke dalam kawasan perlindungan nasional atau dapat menyebabkan hilangnya atau rusaknya sumber daya alam, budaya, dan sejarah;
(i) sejauh mana tindakan dapat berpengaruh negatif terhadap spesies atau habitatnya yang telah ditetapkan sebagai spesies yang kritis (misal, menurut Endangered Species Act 1973); dan
(j) apakah tindakan tersebut mengancam sebuah pelanggaran peraturan/undang-undang tingkat daerah maupun nasional atau ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan guna melindungi lingkungan.

Sejumlah kegiatan diperlukan untuk menjalankan suatu studi dampak lingkungan, antara lain identifikasi dampak, penyusunan deskripsi tentang lingkungan yang terkena dampak, prediksi dan kajian dampak, dan pemilihan tindakan yang diajukan dari serangkaian alternatif yang sedang dievaluasi untuk memenuhi kebutuhan yang teridentifikasi. Tujuan dari masing-masing tindakan tersebut tentu saja berbeda-beda (Lee, 1988).

Referensi:
Bacow L. S. (1980). The technical and judgmental dimensions of impact assessment. Environmental Impact Assessment 1, 2: 109-124.
Keller S. R., Black M., Haley R. (1997). Macmillan Encyclopedia of the Environment. Volume 2. London, United Kingdom: Simon & Schuster and Prentice Hall International. 
Lee N. (1988). An overview of methods of environmental impact assessment. Environmental Impact Assessment Workshop, November, Seville, Spain.
Liu D. H. F., Liptak B. G. (eds.). (1997). Environmental Engineers' Handbook. Second Edition. New York, United Sates: Lewis Publishers.

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.