Pages

26 January 2018

Menyambut UEFA Nations League

Kompetisi liga sepakbola antarnegara Eropa, UEFA Nations League, yang akan mulai bergulir pada musim 2018/2019 menjadi inovasi terkini konfederasi sepakbola Eropa sebagai salah satu ajang kejuaraan untuk menambah mutu dan persaingan. Kompetisi liga antarnegara ini berpotensi untuk menaikkan signifikansi sebuah tim nasional yang sering terkalahkan oleh kepentingan klub, terlebih pada era profesionalisme sepakbola yang semakin terkomodifikasi, yang mana sering menyebabkan perbedaan kepentingan federasi sepakbola nasional dengan kepentingan klub. UEFA Nations League juga akan menambah semarak dinamika kompetisi sepakbola Eropa karena tingkat keseriusannya setara -- atau bahkan lebih tinggi daripada -- kompetisi antarklub regional (Liga Champions dan Liga Europa) mengingat bermain untuk tim nasional adalah salah satu bentuk dari tugas negara pesepakbola, sementara dalam waktu bersamaan mereka harus meniti karir sebagai seorang profesional.

Persaingan menjadi lebih realistis

Liga antarnegara Eropa tersebut terbagi ke dalam empat divisi/tingkat, yakni League A sampai dengan League D, dan memberlakukan sistem promosi dan degradasi seperti halnya liga antarklub domestik. Format seperti ini memberikan alternatif kesempatan bagi setiap tim untuk terlibat di dalam persaingan sesuai dengan kekuatan dan kualitas masing-masing. Promosi-degradasi memberikan motivasi kepada setiap tim untuk berusaha meningkatkan kualitas dan daya saingnya supaya mampu promosi ke liga yang lebih tinggi, misalnya dari League B ke League A. Bagi tim-tim yang selama ini dikategorikan sebagai tim "underdog" kompetisi antarnegara membuka peluang untuk menunjukkan eksistensi mereka karena pembagian tingkatan liga disesuaikan dengan tingkat kualitas. Mereka akan bersaing terlebih dahulu dengan tim-tim yang "sekelas" untuk promosi ke level yang lebih tinggi. Keadaan ini akan membantu membangun mental bertanding mereka -- berbeda dari mentalitas pada saat harus langsung bertanding melawan tim-tim kuat. 

Persiapan menjadi lebih serius

Pemberlakuan kompetisi UEFA Nations League berpengaruh terhadap eksistensi pertandingan persahabatan internasional (international friendlies). Dipastikan, karena penyelenggaraannya berlangsung reguler setiap musim, kompetisi antarnegara ini akan mengurangi jumlah pertandingan persahabatan internasional. Persiapan tim nasional menjadi lebih serius dibandingkan pada saat menghadapi laga persahabatan. Para pelatih memiliki tugas yang lebih berat karena harus mengadakan seleksi pemain yang lebih cermat.

Nilai tawar tim nasional

Telah berkali-kali terjadi suatu keadaan di mana kepentingan tim nasional berbenturan dengan kepentingan klub. Pada saat tim nasional memanggil pemain untuk international friendlies pihak klub sering merasa keberatan karena pemain sedang dibutuhkan. Pihak klub menganggap international friendlies tidak lebih penting daripada pertandingan liga. Anggapan tersebut dapat dimaklumi karena klub membutuhkan kehadiran dan kebugaran pemain karena dengan adanya international friendlies kebugaran pemain akan menjadi berkurang sehingga dapat merugikan pihak klub. 

Kini, dengan hadirnya UEFA Nations League pihak tim nasional akan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi mengingat pertandingan internasional yang dijalani merupakan pertandingan yang benar-benar resmi dan memberikan pengaruh bagi ("menentukan nasib") tim nasional. Tugas negara dalam bentuk memperkuat tim nasional menjadi prioritas utama bagi setiap pemain yang dipanggil ke dalam skuad. Dalam hal ini, koordinasi yang solid antara federasi sepakbola nasional dan klub menjadi faktor yang paling berpengaruh. 

Antara patriotisme dan profesionalisme 

Liga Champions dan Liga Europa yang selama ini berlangsung merupakan event sepakbola regional antarklub bagi para pemain dalam status mereka sebagai profesional -- orang yang memperoleh penghasilan dari hasil mereka bermain sepakbola. Prize money yang tinggi memotivasi setiap pesepakbola untuk dapat berkarir di liga-liga Eropa dengan harapan dapat tampil pula memperkuat klub mereka di dalam kompetisi antarklub regional. Tidak dapat dipungkiri bahwa keadaan sepakbola masa kini berbeda dari dinamika sepakbola masa lalu. Sepakbola masa kini telah menjadi sebentuk industri yang dikomodifikasi. Hal demikian sering kali menyebabkan keengganan seorang pesepakbola untuk memperkuat tim nasional karena memilih lebih serius pada tingkat klub. Dengan bergulirnya UEFA Nations League sudah barang tentu para penggagas telah -- dan demikian harapananya -- mempertimbangkan faktor prize money tersebut karena format pertandingannya adalah liga satu musim. Memperkuat tim nasional adalah tugas negara namun di dalam perkembangannya nanti dipastikan akan memberikan "reward" yang lebih bagi setiap pesepakbola yang sanggup untuk menjalankan tugas negara tersebut. Di dalam kondisi ini dapat dihipotesiskan bahwa UEFA Nations League merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan profesionalisme sepakbola pada skala tim nasional. Dengan adanya kompetisi antarnegara ini maka profesionalisme akan berjalan seiring dengan patriotisme.  

Informasi lebih lengkap mengenai UEFA Nations League dapat dibaca dari website UEFA

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.