Pages

26 September 2018

Teori Politik Keempat

Abad ke-20 telah berlalu, namun baru sekarang ini kita benar-benar mulai menyadari dan memahami faktanya. Abad ke-20 adalah abad ideologi. Bilamana, pada abad-abad sebelumnya, agama, dinasti, estate, kelas, dan nation-state (negara bangsa) berperan sangat besar di dalam kehidupan manusia dan masyarakat, maka, pada abad ke-20, politik telah bergeser sepenuhnya menuju ke khasanah ideologis, setelah mereka-ulang peta etnis, peradaban, dan dunia dengan sebuah cara yang baru. Pada satu pihak, ideologi-ideologi politik merepresentasikan kecenderungan-kecenderungan peradaban terdahulu dan sangat mengakar. Pada pihak lain, mereka benar-benar inovatif.

Semua ideologi politik, setelah mencapai puncak dominasi dan pengaruhnya pada abad ke-20, adalah produk dari era modern baru, yang melekatkan spiritnya/jiwanya, meskipun dengan cara-cara yang berbeda dan di bawah simbol-simbol yang berbeda pula. Saat ini, kita tengah dengan cepat meninggalkan era ini. Sehingga setiap orang membicarakan, semakin sering bahkan, tentang 'krisis ideologi', atau bahkan 'akhir dari ideologi'. Sebagai contoh, keberadaan ideologi negara secara eksplisit dibantah oleh Konstitusi Federasi Rusia. Kinilah saatnya membedah isu tersebut secara lebih detil.

Tiga ideologi utama dan nasibnya pada abad ke-20
  • liberalisme (kiri dan kanan)
  • komunisme (termasuk Marxism dan sosialisme, bersama dengan demokrasi sosial)
  • fasisme (termasuk Nasional Sosialisme dan varian-varian lain dari Cara Ketiga -- Nasional Sindikalisme Franco, 'Yustisialisme' Peron, rezim Salazar, dsb.)
Paham-paham tersebut saling bersitegang hingga mati, menciptakan, pada hakikatnya, sejarah politik yang dramatis dan berdarah abad ke-20. Adalah hal yang logis menomori ideologi-ideologi (atau teori-teori politik) tersebut berdasarkan sebagian pada signifikansi, serta urutan dari kejadiannya, seperti yang telah dilakukan di atas.

Teori politik pertama adalah liberalisme. Liberalisme muncul pertama, pada abad ke-18, dan menjadi ideologi yang paling berhasil dan stabil, menang atas rival-rivalnya. Akibatnya, dari kemenangan tersebut, terbukti, di antara faktor-faktor lain, justifikasi dari klaim terhadap seluruh warisan dari Pencerahan. Saat ini, jelas bahwa liberaismelah yang menjadi paham yang paling tepat untuk modernitas. Akan tetapi, warisan tersebut lebih dahulu disengketakan secara dramatis, aktif, dan, pada saat itu, secara meyakinkan, oleh teori politik lainnya -- komunisme.

Adalah masuk akal bila menyebutkan komunisme, yang sangat condong kepada sosialisme, menjadi teori politik kedua. Kelak akan terbukti bahwa liberalisme sebagai respon kritis terhadap lahirnya sistem borjuis-kapitalis, yang merupakan ungkapan ideologis dari liberalisme.

Dan, terakhir, fasisme adalah teori politik ketiga. Sebagai penantang bagi pemahaman diri tentang semangat modernitas, banyak peneliti, khususnya Hannah Arendt, menganggap totalitarianisme merupakan salah satu bentuk dari modernitas. Akan tetapi, fasisme, berpaling ke arah gagasan-gagasan dan simbol-simbol masarakat tradisional. Dalam sejumlah kasus, hal ini menyebabkan eklestisisme, dalam kasus lain -- atas keinginan kelompok konservatif untuk memimpin revolusinya sendiri daripada bersikap resisten terhadap keinginan kelompok lain, dan memimpin masyarakat mereka menuju ke arah yang berlawanan, seperti Arthur Moeller van den Bruck, Dmitry Merezhovsky, dsb.

Fasisme muncul paling akhir namun berakhir paling awal. Aliansi dari teori politik pertama dengan teori politik kedua, serta miskalkulasi geopolitik bunuh diri Hitler, menyebabkan fasisme berakhir secara prematur. Teori politik ketiga ini menjadi korban 'pembunuhan', atau bahkan 'bunuh diri', tidak hidup cukup lama hingga hari tua dan berakhir karena sebab alam, berbeda dari ideologi Uni Soviet. Maka dari itu, hantu vampir berdarah yang sedikit bernuansa dengan sebuah aura 'keangkaramurkaan puncak' sangat menarik bagi kemunduran citarasa posmodernitas, dan masih digunakan sebagai 'bogeyman' untuk menakut-nakuti kemanusiaan.

Dengan kelenyapannya, fasisme menyapu bersih medan pertempuran antara teori politik pertama dan kedua. Pertempuran ini mewujudkan diri sebagai Perang Dingin dan melahirkan geometri strategis dunia dua kutub yang berlangsung hampir separuh abad. Pada tahun 1991, teori politik pertama, liberalisme, telah mengalahkan teori politik kedua, sosialisme. Hal ini menandai kemunduran global dari komunisme.

Akibatnya, saat abad ke-20 berakhir, teori liberal menjadi satu-satunya teori yang bertahan dari ketiga teori politik modernitas tersebut yang mampu memobilisasi banyak massa di seluruh dunia. Namun, kini teori tersebut berjalan sendirian, setiap orang membicarakan hal senada tentang 'berakhirnya ideologi'.

Terbukti bahwa kejayaan liberalisme, teori politik pertama, koinsiden dengan saat akhirnya. Terjadilah sebuah paradoks. Liberalisme telah menjadi ideologi semenjak awal. Liberalisme tidak sedogmatis Marxisme, namun tidak kalah filosofis, mengesankan, dan bercitarasa. Ia secara ideologis menentang Marxisme dan fasisme, bukan hanya melalui perang teknologi untuk mempertahankan diri, tetapi juga mempertahankan haknya untuk memonopoli citra dirinya tentang masa depan. Meskipun ideologi-ideologi lain yang saling bersaing tetap bermunculan, liberalisme terus bertahan dan tumbuh lebih kuat secara tepat sebagai sebuah ideologi, dengan kata lain sebagai serangkaian gagasan, sudut pandang, dan proyeksi-proyeksi yang lazim bagi pokok bahasan sejarah. Masing-masing dari ketiga teori politik tersebut memiliki subyek sendiri. Subjek komunisme adalah kelas. Subjek fasisme adalah negara, di dalam fasisme Italia di bawah Mussolini, atau ras di dalam Nasional Sosialisme Hitler. Di dalam liberalisme, subjeknya direpresentasikan oleh individu, yang terbebas dari semua bentuk identitas kolektif dan 'keanggotaan' (l'appartenance) apapun.

Meskipun perjuangan ideologis memiliki penentang-penentang formal, seluruh bangsa dan masyarakat, setidaknya secara teori, mampu menyeleksi subjek pilihannya sendiri -- kelas, rasisme atau statisme, atau individualisme. 

Pada momentum inilah fenomena globalisasi mulai muncul, model masyarakat pasca-industri memperkenalkan diri, dan mulailah era postmodern. Sejak saat itu, subjek individu tidak lagi hasil dari pilihan, melainkan semacam kewajiban yang diberikan. Manusia terbebas dari 'keanggotaannya' di dalam sebuah masyarakat dan dari setiap identitas kolektif, dan ideologi 'hak asasi manusia' menjadi semakin diterima keberadaannya, setidaknya secara teori, dan menjadi kewajiban secara praktis. Kemanusiaan di bawah liberalisme, yang terdiri atas seluruh individu, secara alamiah ditarik menuju universalitas dan berusaha menjadi global dan menyatu. Sehingga, lahirlah proyeksi-proyeksi 'pemerintahan dunia' atau globalisme. Sebuah perkembangan teknologi tahap baru memungkinkan pencapaian kebebasan/kemerdekaan dari strukturalisasi kelas masyarakat industrial, dengan kata lain, pasca-industrialisme. Nilai-nilai dari rasionalisme, sainisme, dan positivisme diakui sebagai 'veiled forms dari kebijakan-kebijakan totalitarian yang represif', atau 'grand narrative', dan mendapatkan kritisi. Pada waktu bersamaan, ia diikuti oleh glorifikasi kebebasan total dan kemerdekaan individu dari segala bentuk batasan, termasuk alasan, moralitas, identitas (sosial, etnis, atau bahkan gender), disiplin, dan sebagainya. Kondisi inilah yang dinamakan posmodernitas.

Pada tahap ini, liberalisme lenyap menjadi teori politik pertama dan menjadi satu-satunya praktek pasca-politik. Datanglah 'saat akhir bagi sejarah' (menurut istilah Fukuyama), ilmu ekonomi dalam bentuk pasar kapitalis global, menggantikan politik, dan negara dan bangsa terlebur oleh globalisasi dunia.

Setelah berhasil menang, liberalisme menghilang dan berubah menjadi sebuah entitas yang berbeda -- menjadi pascaliberalisme. Ia tidak lagi memiliki dimensi-dimensi politik, tidak pula merepresentasikan pilihan bebas, melainkan menjadi semacam 'takdir (destiny)' deterministik secara historis. Ini merupakan sumber dari tesis mengenai masyarakat pasca-industri: "ilmu ekonomi sebagai takdir (economics as destiny)". Sehingga, awal abad ke-21, bersamaan dengan berakhirnya ideologi -- yakni, ketiga-tiganya lenyap. Masing-masing menemui akhir yang berbeda: teori politik ketiga berakhir pada 'masa remaja', teori politik kedua berakhir pada masa tua, dan teori pertama terlahir kembali ke dalam bentuk lain -- sebagai pascaliberalisme dan 'masyarakat pasar global'. Dalam kasus apapun, bentuk yang diambil oleh ketiga teori tersebut pada abad ke-20 tidak lagi berguna, efektif, atau relevan. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan realita kontemporer atau membantu kita memahami peristiwa-peristiwa kekinian, dan tidak mampu merespon tantangan-tantangan global baru. Perlunya Teori Politik Keempat berpijak pada telaah ini.

Teori Politik Keempat tidak sekedar diserahkan kepada kita tampa usaha apapun. Teori tersebut dapat saja lahir atau tidak. Tonggak kemunculannya adalah 'dissent'. Artinya, 'dissent' terhadap pascalibearlisme sebagai praktek universal, terhadap globalisasi, terhadap posmodernitas, terhadap 'akhir dari ideologi', terhadap status quo, dan terhadap inersia proses-proses peradaban pada awal abad ke-21.

Guna menuju perkembangan Teori Politik Keempat orang perlu mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
  1. mempertimbangkan/menimbang kembali sejarah politik pada beberapa abad terakhir dari kedudukan-kedudukan yang baru di luar kerangka dan klise ideologi-ideologi lama;
  2. menyadari dan menjadi peka terhadap struktur yang menyeluruh dari masyarakat global yang tengah berkembang di hadapan kita;
  3. secara benar dapat menafsirkan/memahami paradigma posmodernitas;
  4. belajar memberikan sanggahan bukan kepada gagasan, programa atau strategi politik, melainkan pada realita 'tujuan' dari status quo, yakni aspek yang paling sosial dari (pasca-) masarakat apolitik yang tercerai-berai dan terakhir, membangun sebuah model politik otonom yang menawarkan sebuah cara baru dan sebuah proyek untuk dunia yang macet, berjalan dalam kegelapan, dan daur ulang tak berkesudahan dari 'hal-hal sama yang lama' (pasca-sejarah, menurut istilah Baudrillard).


---
Dirangkum dari buku karya Alexander Dugin, "The Fourth Political Theory" (Arktos Media Ltd., London, Britania Raya, 2012). 

*Aleksandr Gelyevich Dugin adalah seorang pakar filsafat, pengamat politik, dan ahli strategi yang dikenal karena pandangan-pandangannya tentang fasisme. Ia mengenyam pendidikan pada Institut Penerbangan Moskow (1979) dan Novocherkassk Meliorative State Academy  Rostov (1999). Dugin meraih gelar master ilmu filsafat di Rostov-on-Don dengan penelitiannya berjudul "The Evolution of Paradigmatic Foundations of Science" pada tahun 2002 serta dalam ilmu Sosiologi di universitas yang sama pada tahun 2004 melalui disertasinya yang bertemakan "transformasi struktur-struktur politik dan kelembagaan di dalam proses modernisasi civil society" pada tahun 2004. 

25 September 2018

Hyperloop One, moda baru transportasi

Hyperloop adalah sebuah moda baru dalam bidang transportasi yang memiliki kemampuan untuk memindahkan angkutan barang maupun manusia dalam waktu yang cepat, secara lebih aman, sesuai dengan permintaan dan secara langsung dari tempat asal menuju ke tempat tujuan. Penumpang atau barang diangkut oleh kendaraan hyperloop dan kendaraan akan berjalan dengan akselerasi yang bertahap melalui propulsi listrik dengan bantuan tabung bertekanan rendah (low-pressure tube). Kendaraan berjalan dengan cara mengapung pada lintasan yang menggunakan levitasi magnetik dan menggilinding dengan kecepatan pesawat, menempuh jarak yang jauh dengan tarikan aerodinamika yang sangat rendah. 

Moda transportasi ini diperkenalkan oleh perushaan Virgin Hyperloop. Melalui produknya yang bernama Virgin Hyperloop One, perusahaan tersebut berusaha menawarkan alternatif transportasi yang terbebas dari bahaya kecelakaan di persimpangan jalan maupun bahaya lingkungan sekitar. Hyperloop One dijalankan secara otomatis, mengurangi tingkat kesalahan pengemudi dan hambatan cuaca. Selama perjalanan penumpang akan terjamin keamanan dan kebersihannya karena moda ini tidak menghasilkan emisi karbon secara langsung. Virgin Hyperloop didirikan pada bulan Juni tahun 2014. Misi dari perusahaan ini adalah menciptakan perjalanan yang cepat yang memperbesar kemungkinan dan mengeliminasi hambatan jarak dan waktu. Pusat kegiatan Virgin Hyperloop terdapat di Los Angeles, California, Amerika Serikat (Innovation Campus); North Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (Apex Test & Safety Site dan Metalworks); Dubai, Uni Emirat Arab (Regional Office); dan London, Britania Raya (Regional Office). Perusahaan ini didukung oleh sejumlah investor, antara lain DP World, Caspian VC Partners, Virgin Group, Sherpa Capital, Abu Dhabi Capital Group, SNCF, GE Ventures, Formation 8, 137 Ventures, dan WTI.

Hyperloop dibutuhkan pada masa kini mengingat semakin tingginya tuntutan ekonomi global terhadap moda transportasi yang lebih cepat, lebih terjangkau, lebih aman, dan lebih efisien. Pertimbangan lainnya ialah bahwa di dalam 100 tahun terakhir belum terdapat bentuk transportasi baru, khususnya yang sangat cepat, sesuai permintaan, langsung, hemat energi, tidak berisik dan memiliki jejak karbon yang lebih kecil dibandingkan moda-moda transportasi berkecepatan tinggi lainnya. Hyperloop diharapkan memperkaya jenis transportasi kekinian dan mengintegrasikan ekosistem transportasi. Hyperloop One dapat berjalan dengan kecepatan maksimal hingga 1.080 kilometer/jam, atau 2-3 kali lebih cepat daripada kereta berkecepatan tinggi. Namu demikian, kecepatan pada prinsipnya akan disesuaikan dengan rute dan permintaan konsumen. 

Kendaraan Virgin Hyperloop One digerakkan menggunakan motor listrik linier yang merupakan modifikasi dari versi rotary motor konvensional yang dipasang lurus. Sebuah motor listrik konvensional memiliki dua bagian utama, yakni (a) stator, yaitu bagian yang diam, dan (b) rotor, yaitu bagian yang bergerak atau berputar. Pada saat voltase disalurkan pada stator maka rotor akan berputar (spinning) menggerakkan power drill. Sementara itu, meskipun sama-sama memiliki dua komponen utama, motor listrik linier secara prinsip berbeda karena rotor tidak berputar melainkan bergerak pada garis lurus di sepanjang stator. Pada sistem Virgin Hyperloop One, stator dipasang pada tabung, rotor dipasang pada pod, dan pod terpasang pada stator pada saat melakukan akselerasi pada tabung. 

Referensi: Virgin Hyperloop One | https://hyperloop-one.com

19 September 2018

Asian Para Games 2018 | Boccia

Mengenal Olahraga Boccia

Asian Para Games 2018 sebentar lagi berlangsung di Jakarta. Multi-sport event ini menjadi satu rangkaian dengan Asian Games sejak tahun 2010. Salah satu cabang olahraga yang diperlombakan di dalam Asian Para Games adalah boccia. Olahraga ini awalnya diperuntukkan bagi atlit yang mengalami cerebral palsy, akan tetapi di dalam perkembangannya kemudian dimainkan oleh atlit dengan disabilitas lain. Boccia adalah olahraga yang memerlukan kontrol dan keakuratan, seperti halnya bowling. Olahraga ini telah menjadi program resmi Paralimpiade (Paralympic Games). 

Kata "boccia" (diucapkan [bot-cha]) berasal dari bahasa Latin, "bottia", yang berarti "bola". Olahraga ini telah dikenal semenjak zaman kuno Yunani. Orang di sana memainkan olahraga boccia dengan cara melempar sejumlah batu, diarahkan ke target, yang juga berupa batu. Boccia pertama kali diperlombakan di Paralimpiade (Paralympic Games) pada edisi 1984 (New York and Stoke Mandeville Games).  

Boccia terbagi ke dalam 4-6 putaran. Pemain menggelindingkan bola ke arah depan menuju target sebuah bola yang disebut "jack". Bola untuk olahraga ini terbuat dari kulit dilapisi plastik. Masing-masing kompetitor memiliki enam bola (merah atau biru) pada setiap putaran. Boccia adalah olahraga yang fleksibel. Bagi atlit yang tidak mampu melakukan lemparan, ia boleh menendang atau menggelindingkan bolanya. Bilamana tidak memungkinkan untuk menendang, ia dapat menggunakan alat bantu berupa papan gelinding yang dipasang miring. Bilamana atlit tidak dapat menggelindingkan bola menggunakan tangan, ia dapat pula mendorongnya dengan kepala atau menunjuk arah. Boccia biasanya dimainkan di dalam ruangan dengan ukuran arena hampir sama dengan lapangan bulutangkis (panjang 12 meter, lebar 6 meter, ukuran kotak untuk melempar 2,5m x 1m). Masing-masing atlit mendapatkan enam kotak lemparan dan ia harus berada di dalam kotak tersebut sebelum mendapatkan giliran untuk bermain. Pada skala global, boccia dipayungi oleh Boccia International Sport Federation (BISFed).

Klasifikasi

Boccia terbagi ke dalam 4 (empat) kelas, yakni BC1, BC2, BC3, dan BC4. Pada kelas BC1 atlit melempar bola menggunakan tangan atau kaki. Ia dapat pula melakukannya dengan bantuan orang lain yang berada di luar kotak untuk menstabilkan atau menyesuaikan kursi yang ia gunakan untuk bermain serta memberikan bola kepada pemain bilamana diperlukan. Kelas BC2 diperuntukkan bagi atlit yang melempar bola menggunakan tangan saja. Ia tidak dapat meminta bantuan orang lain. Kelas BC3 diperuntukkan bagi atlit yang menderita disfungsi lokomotor yang telah parah, di mana ia tidak mampu untuk memegang atau melepaskan bola, meskipun lengannya masih dapat digerakkan. Dengan kata lain, atlit tidak memiliki kemampuan bergerak yang memadai untuk menggerakkan bola di arena pertandingan. Atlit dapat menggunakan alat bantu, misalnya papan yang dipasang miring untuk menggelindingkan bola. Kelas BC4 berlaku bagi atlit yang mengalami disfungsi lokomotor yang parah dan trunk control yang lemah. Kelas ini tidak memperbolehkan atlit untuk meminta bantuan dari orang lain. 

Kalender BISFed 2018

Sebelum Asian Para Games 2018:

Ise Boccia Regional Open, Ise (Jepang), 15-22 Maret 2018.
Madrid Boccia Regional Open, Madrid (Spanyol), 26 Maret-1 April 2018.
Montreal Boccia World Open, Montreal (Kanada), 24-29 April 2018.
Sao Paulo Boccia Regional Open, Sao Paulo (Brasil), 20-27 Mei 2018.
Povoa Boccia World Open, Povoa (Portugal), 2-9 Juli 2018.
World Boccia Championships, Liverpool (Britania Raya), 9-19 Agustus 2018.
Poznan Boccia Regional Open, Poznan (Polandia), 5-12 September 2018.

Setelah Asian Para Games 2018:

Olibia Boccia Regional Open, Olibia (Italia), 21-28 Oktober 2018.
Buenos Aires Boccia Regional Open, Buenos Aires (Argentina), 13-19 November 2018
Chinese Taipei Boccia Regional Open, Taoyuan (Taiwan), 26 November-3 Desember 2018.
Dubai Boccia World Open, Dubai (Uni Emirat Arab), 14-21 Desember 2018.

Referensi:
  1. Boccia: 12 Facts for London 2012. (2018). Paralympic.org. Diakses 19 September 2018, dari https://www.paralympic.org/news/boccia-12-facts-london-2012
  2. Classification. (2018). Bisfed.com. Diakses 19 September 2018, dari http://www.bisfed.com/about-boccia/classification/
  3. What is Boccia? | Boccia Canada. (2016). Boccia Canada. Diakses 19 September 2018, dari http://bocciacanada.ca/en/boccia/what-is-boccia/
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.