Pages

26 September 2018

Teori Politik Keempat

Abad ke-20 telah berlalu, namun baru sekarang ini kita benar-benar mulai menyadari dan memahami faktanya. Abad ke-20 adalah abad ideologi. Bilamana, pada abad-abad sebelumnya, agama, dinasti, estate, kelas, dan nation-state (negara bangsa) berperan sangat besar di dalam kehidupan manusia dan masyarakat, maka, pada abad ke-20, politik telah bergeser sepenuhnya menuju ke khasanah ideologis, setelah mereka-ulang peta etnis, peradaban, dan dunia dengan sebuah cara yang baru. Pada satu pihak, ideologi-ideologi politik merepresentasikan kecenderungan-kecenderungan peradaban terdahulu dan sangat mengakar. Pada pihak lain, mereka benar-benar inovatif.

Semua ideologi politik, setelah mencapai puncak dominasi dan pengaruhnya pada abad ke-20, adalah produk dari era modern baru, yang melekatkan spiritnya/jiwanya, meskipun dengan cara-cara yang berbeda dan di bawah simbol-simbol yang berbeda pula. Saat ini, kita tengah dengan cepat meninggalkan era ini. Sehingga setiap orang membicarakan, semakin sering bahkan, tentang 'krisis ideologi', atau bahkan 'akhir dari ideologi'. Sebagai contoh, keberadaan ideologi negara secara eksplisit dibantah oleh Konstitusi Federasi Rusia. Kinilah saatnya membedah isu tersebut secara lebih detil.

Tiga ideologi utama dan nasibnya pada abad ke-20
  • liberalisme (kiri dan kanan)
  • komunisme (termasuk Marxism dan sosialisme, bersama dengan demokrasi sosial)
  • fasisme (termasuk Nasional Sosialisme dan varian-varian lain dari Cara Ketiga -- Nasional Sindikalisme Franco, 'Yustisialisme' Peron, rezim Salazar, dsb.)
Paham-paham tersebut saling bersitegang hingga mati, menciptakan, pada hakikatnya, sejarah politik yang dramatis dan berdarah abad ke-20. Adalah hal yang logis menomori ideologi-ideologi (atau teori-teori politik) tersebut berdasarkan sebagian pada signifikansi, serta urutan dari kejadiannya, seperti yang telah dilakukan di atas.

Teori politik pertama adalah liberalisme. Liberalisme muncul pertama, pada abad ke-18, dan menjadi ideologi yang paling berhasil dan stabil, menang atas rival-rivalnya. Akibatnya, dari kemenangan tersebut, terbukti, di antara faktor-faktor lain, justifikasi dari klaim terhadap seluruh warisan dari Pencerahan. Saat ini, jelas bahwa liberaismelah yang menjadi paham yang paling tepat untuk modernitas. Akan tetapi, warisan tersebut lebih dahulu disengketakan secara dramatis, aktif, dan, pada saat itu, secara meyakinkan, oleh teori politik lainnya -- komunisme.

Adalah masuk akal bila menyebutkan komunisme, yang sangat condong kepada sosialisme, menjadi teori politik kedua. Kelak akan terbukti bahwa liberalisme sebagai respon kritis terhadap lahirnya sistem borjuis-kapitalis, yang merupakan ungkapan ideologis dari liberalisme.

Dan, terakhir, fasisme adalah teori politik ketiga. Sebagai penantang bagi pemahaman diri tentang semangat modernitas, banyak peneliti, khususnya Hannah Arendt, menganggap totalitarianisme merupakan salah satu bentuk dari modernitas. Akan tetapi, fasisme, berpaling ke arah gagasan-gagasan dan simbol-simbol masarakat tradisional. Dalam sejumlah kasus, hal ini menyebabkan eklestisisme, dalam kasus lain -- atas keinginan kelompok konservatif untuk memimpin revolusinya sendiri daripada bersikap resisten terhadap keinginan kelompok lain, dan memimpin masyarakat mereka menuju ke arah yang berlawanan, seperti Arthur Moeller van den Bruck, Dmitry Merezhovsky, dsb.

Fasisme muncul paling akhir namun berakhir paling awal. Aliansi dari teori politik pertama dengan teori politik kedua, serta miskalkulasi geopolitik bunuh diri Hitler, menyebabkan fasisme berakhir secara prematur. Teori politik ketiga ini menjadi korban 'pembunuhan', atau bahkan 'bunuh diri', tidak hidup cukup lama hingga hari tua dan berakhir karena sebab alam, berbeda dari ideologi Uni Soviet. Maka dari itu, hantu vampir berdarah yang sedikit bernuansa dengan sebuah aura 'keangkaramurkaan puncak' sangat menarik bagi kemunduran citarasa posmodernitas, dan masih digunakan sebagai 'bogeyman' untuk menakut-nakuti kemanusiaan.

Dengan kelenyapannya, fasisme menyapu bersih medan pertempuran antara teori politik pertama dan kedua. Pertempuran ini mewujudkan diri sebagai Perang Dingin dan melahirkan geometri strategis dunia dua kutub yang berlangsung hampir separuh abad. Pada tahun 1991, teori politik pertama, liberalisme, telah mengalahkan teori politik kedua, sosialisme. Hal ini menandai kemunduran global dari komunisme.

Akibatnya, saat abad ke-20 berakhir, teori liberal menjadi satu-satunya teori yang bertahan dari ketiga teori politik modernitas tersebut yang mampu memobilisasi banyak massa di seluruh dunia. Namun, kini teori tersebut berjalan sendirian, setiap orang membicarakan hal senada tentang 'berakhirnya ideologi'.

Terbukti bahwa kejayaan liberalisme, teori politik pertama, koinsiden dengan saat akhirnya. Terjadilah sebuah paradoks. Liberalisme telah menjadi ideologi semenjak awal. Liberalisme tidak sedogmatis Marxisme, namun tidak kalah filosofis, mengesankan, dan bercitarasa. Ia secara ideologis menentang Marxisme dan fasisme, bukan hanya melalui perang teknologi untuk mempertahankan diri, tetapi juga mempertahankan haknya untuk memonopoli citra dirinya tentang masa depan. Meskipun ideologi-ideologi lain yang saling bersaing tetap bermunculan, liberalisme terus bertahan dan tumbuh lebih kuat secara tepat sebagai sebuah ideologi, dengan kata lain sebagai serangkaian gagasan, sudut pandang, dan proyeksi-proyeksi yang lazim bagi pokok bahasan sejarah. Masing-masing dari ketiga teori politik tersebut memiliki subyek sendiri. Subjek komunisme adalah kelas. Subjek fasisme adalah negara, di dalam fasisme Italia di bawah Mussolini, atau ras di dalam Nasional Sosialisme Hitler. Di dalam liberalisme, subjeknya direpresentasikan oleh individu, yang terbebas dari semua bentuk identitas kolektif dan 'keanggotaan' (l'appartenance) apapun.

Meskipun perjuangan ideologis memiliki penentang-penentang formal, seluruh bangsa dan masyarakat, setidaknya secara teori, mampu menyeleksi subjek pilihannya sendiri -- kelas, rasisme atau statisme, atau individualisme. 

Pada momentum inilah fenomena globalisasi mulai muncul, model masyarakat pasca-industri memperkenalkan diri, dan mulailah era postmodern. Sejak saat itu, subjek individu tidak lagi hasil dari pilihan, melainkan semacam kewajiban yang diberikan. Manusia terbebas dari 'keanggotaannya' di dalam sebuah masyarakat dan dari setiap identitas kolektif, dan ideologi 'hak asasi manusia' menjadi semakin diterima keberadaannya, setidaknya secara teori, dan menjadi kewajiban secara praktis. Kemanusiaan di bawah liberalisme, yang terdiri atas seluruh individu, secara alamiah ditarik menuju universalitas dan berusaha menjadi global dan menyatu. Sehingga, lahirlah proyeksi-proyeksi 'pemerintahan dunia' atau globalisme. Sebuah perkembangan teknologi tahap baru memungkinkan pencapaian kebebasan/kemerdekaan dari strukturalisasi kelas masyarakat industrial, dengan kata lain, pasca-industrialisme. Nilai-nilai dari rasionalisme, sainisme, dan positivisme diakui sebagai 'veiled forms dari kebijakan-kebijakan totalitarian yang represif', atau 'grand narrative', dan mendapatkan kritisi. Pada waktu bersamaan, ia diikuti oleh glorifikasi kebebasan total dan kemerdekaan individu dari segala bentuk batasan, termasuk alasan, moralitas, identitas (sosial, etnis, atau bahkan gender), disiplin, dan sebagainya. Kondisi inilah yang dinamakan posmodernitas.

Pada tahap ini, liberalisme lenyap menjadi teori politik pertama dan menjadi satu-satunya praktek pasca-politik. Datanglah 'saat akhir bagi sejarah' (menurut istilah Fukuyama), ilmu ekonomi dalam bentuk pasar kapitalis global, menggantikan politik, dan negara dan bangsa terlebur oleh globalisasi dunia.

Setelah berhasil menang, liberalisme menghilang dan berubah menjadi sebuah entitas yang berbeda -- menjadi pascaliberalisme. Ia tidak lagi memiliki dimensi-dimensi politik, tidak pula merepresentasikan pilihan bebas, melainkan menjadi semacam 'takdir (destiny)' deterministik secara historis. Ini merupakan sumber dari tesis mengenai masyarakat pasca-industri: "ilmu ekonomi sebagai takdir (economics as destiny)". Sehingga, awal abad ke-21, bersamaan dengan berakhirnya ideologi -- yakni, ketiga-tiganya lenyap. Masing-masing menemui akhir yang berbeda: teori politik ketiga berakhir pada 'masa remaja', teori politik kedua berakhir pada masa tua, dan teori pertama terlahir kembali ke dalam bentuk lain -- sebagai pascaliberalisme dan 'masyarakat pasar global'. Dalam kasus apapun, bentuk yang diambil oleh ketiga teori tersebut pada abad ke-20 tidak lagi berguna, efektif, atau relevan. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan realita kontemporer atau membantu kita memahami peristiwa-peristiwa kekinian, dan tidak mampu merespon tantangan-tantangan global baru. Perlunya Teori Politik Keempat berpijak pada telaah ini.

Teori Politik Keempat tidak sekedar diserahkan kepada kita tampa usaha apapun. Teori tersebut dapat saja lahir atau tidak. Tonggak kemunculannya adalah 'dissent'. Artinya, 'dissent' terhadap pascalibearlisme sebagai praktek universal, terhadap globalisasi, terhadap posmodernitas, terhadap 'akhir dari ideologi', terhadap status quo, dan terhadap inersia proses-proses peradaban pada awal abad ke-21.

Guna menuju perkembangan Teori Politik Keempat orang perlu mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
  1. mempertimbangkan/menimbang kembali sejarah politik pada beberapa abad terakhir dari kedudukan-kedudukan yang baru di luar kerangka dan klise ideologi-ideologi lama;
  2. menyadari dan menjadi peka terhadap struktur yang menyeluruh dari masyarakat global yang tengah berkembang di hadapan kita;
  3. secara benar dapat menafsirkan/memahami paradigma posmodernitas;
  4. belajar memberikan sanggahan bukan kepada gagasan, programa atau strategi politik, melainkan pada realita 'tujuan' dari status quo, yakni aspek yang paling sosial dari (pasca-) masarakat apolitik yang tercerai-berai dan terakhir, membangun sebuah model politik otonom yang menawarkan sebuah cara baru dan sebuah proyek untuk dunia yang macet, berjalan dalam kegelapan, dan daur ulang tak berkesudahan dari 'hal-hal sama yang lama' (pasca-sejarah, menurut istilah Baudrillard).


---
Dirangkum dari buku karya Alexander Dugin, "The Fourth Political Theory" (Arktos Media Ltd., London, Britania Raya, 2012). 

*Aleksandr Gelyevich Dugin adalah seorang pakar filsafat, pengamat politik, dan ahli strategi yang dikenal karena pandangan-pandangannya tentang fasisme. Ia mengenyam pendidikan pada Institut Penerbangan Moskow (1979) dan Novocherkassk Meliorative State Academy  Rostov (1999). Dugin meraih gelar master ilmu filsafat di Rostov-on-Don dengan penelitiannya berjudul "The Evolution of Paradigmatic Foundations of Science" pada tahun 2002 serta dalam ilmu Sosiologi di universitas yang sama pada tahun 2004 melalui disertasinya yang bertemakan "transformasi struktur-struktur politik dan kelembagaan di dalam proses modernisasi civil society" pada tahun 2004. 

25 September 2018

Hyperloop One, moda baru transportasi

Hyperloop adalah sebuah moda baru dalam bidang transportasi yang memiliki kemampuan untuk memindahkan angkutan barang maupun manusia dalam waktu yang cepat, secara lebih aman, sesuai dengan permintaan dan secara langsung dari tempat asal menuju ke tempat tujuan. Penumpang atau barang diangkut oleh kendaraan hyperloop dan kendaraan akan berjalan dengan akselerasi yang bertahap melalui propulsi listrik dengan bantuan tabung bertekanan rendah (low-pressure tube). Kendaraan berjalan dengan cara mengapung pada lintasan yang menggunakan levitasi magnetik dan menggilinding dengan kecepatan pesawat, menempuh jarak yang jauh dengan tarikan aerodinamika yang sangat rendah. 

Moda transportasi ini diperkenalkan oleh perushaan Virgin Hyperloop. Melalui produknya yang bernama Virgin Hyperloop One, perusahaan tersebut berusaha menawarkan alternatif transportasi yang terbebas dari bahaya kecelakaan di persimpangan jalan maupun bahaya lingkungan sekitar. Hyperloop One dijalankan secara otomatis, mengurangi tingkat kesalahan pengemudi dan hambatan cuaca. Selama perjalanan penumpang akan terjamin keamanan dan kebersihannya karena moda ini tidak menghasilkan emisi karbon secara langsung. Virgin Hyperloop didirikan pada bulan Juni tahun 2014. Misi dari perusahaan ini adalah menciptakan perjalanan yang cepat yang memperbesar kemungkinan dan mengeliminasi hambatan jarak dan waktu. Pusat kegiatan Virgin Hyperloop terdapat di Los Angeles, California, Amerika Serikat (Innovation Campus); North Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (Apex Test & Safety Site dan Metalworks); Dubai, Uni Emirat Arab (Regional Office); dan London, Britania Raya (Regional Office). Perusahaan ini didukung oleh sejumlah investor, antara lain DP World, Caspian VC Partners, Virgin Group, Sherpa Capital, Abu Dhabi Capital Group, SNCF, GE Ventures, Formation 8, 137 Ventures, dan WTI.

Hyperloop dibutuhkan pada masa kini mengingat semakin tingginya tuntutan ekonomi global terhadap moda transportasi yang lebih cepat, lebih terjangkau, lebih aman, dan lebih efisien. Pertimbangan lainnya ialah bahwa di dalam 100 tahun terakhir belum terdapat bentuk transportasi baru, khususnya yang sangat cepat, sesuai permintaan, langsung, hemat energi, tidak berisik dan memiliki jejak karbon yang lebih kecil dibandingkan moda-moda transportasi berkecepatan tinggi lainnya. Hyperloop diharapkan memperkaya jenis transportasi kekinian dan mengintegrasikan ekosistem transportasi. Hyperloop One dapat berjalan dengan kecepatan maksimal hingga 1.080 kilometer/jam, atau 2-3 kali lebih cepat daripada kereta berkecepatan tinggi. Namu demikian, kecepatan pada prinsipnya akan disesuaikan dengan rute dan permintaan konsumen. 

Kendaraan Virgin Hyperloop One digerakkan menggunakan motor listrik linier yang merupakan modifikasi dari versi rotary motor konvensional yang dipasang lurus. Sebuah motor listrik konvensional memiliki dua bagian utama, yakni (a) stator, yaitu bagian yang diam, dan (b) rotor, yaitu bagian yang bergerak atau berputar. Pada saat voltase disalurkan pada stator maka rotor akan berputar (spinning) menggerakkan power drill. Sementara itu, meskipun sama-sama memiliki dua komponen utama, motor listrik linier secara prinsip berbeda karena rotor tidak berputar melainkan bergerak pada garis lurus di sepanjang stator. Pada sistem Virgin Hyperloop One, stator dipasang pada tabung, rotor dipasang pada pod, dan pod terpasang pada stator pada saat melakukan akselerasi pada tabung. 

Referensi: Virgin Hyperloop One | https://hyperloop-one.com

19 September 2018

Asian Para Games 2018 | Boccia

Mengenal Olahraga Boccia

Asian Para Games 2018 sebentar lagi berlangsung di Jakarta. Multi-sport event ini menjadi satu rangkaian dengan Asian Games sejak tahun 2010. Salah satu cabang olahraga yang diperlombakan di dalam Asian Para Games adalah boccia. Olahraga ini awalnya diperuntukkan bagi atlit yang mengalami cerebral palsy, akan tetapi di dalam perkembangannya kemudian dimainkan oleh atlit dengan disabilitas lain. Boccia adalah olahraga yang memerlukan kontrol dan keakuratan, seperti halnya bowling. Olahraga ini telah menjadi program resmi Paralimpiade (Paralympic Games). 

Kata "boccia" (diucapkan [bot-cha]) berasal dari bahasa Latin, "bottia", yang berarti "bola". Olahraga ini telah dikenal semenjak zaman kuno Yunani. Orang di sana memainkan olahraga boccia dengan cara melempar sejumlah batu, diarahkan ke target, yang juga berupa batu. Boccia pertama kali diperlombakan di Paralimpiade (Paralympic Games) pada edisi 1984 (New York and Stoke Mandeville Games).  

Boccia terbagi ke dalam 4-6 putaran. Pemain menggelindingkan bola ke arah depan menuju target sebuah bola yang disebut "jack". Bola untuk olahraga ini terbuat dari kulit dilapisi plastik. Masing-masing kompetitor memiliki enam bola (merah atau biru) pada setiap putaran. Boccia adalah olahraga yang fleksibel. Bagi atlit yang tidak mampu melakukan lemparan, ia boleh menendang atau menggelindingkan bolanya. Bilamana tidak memungkinkan untuk menendang, ia dapat menggunakan alat bantu berupa papan gelinding yang dipasang miring. Bilamana atlit tidak dapat menggelindingkan bola menggunakan tangan, ia dapat pula mendorongnya dengan kepala atau menunjuk arah. Boccia biasanya dimainkan di dalam ruangan dengan ukuran arena hampir sama dengan lapangan bulutangkis (panjang 12 meter, lebar 6 meter, ukuran kotak untuk melempar 2,5m x 1m). Masing-masing atlit mendapatkan enam kotak lemparan dan ia harus berada di dalam kotak tersebut sebelum mendapatkan giliran untuk bermain. Pada skala global, boccia dipayungi oleh Boccia International Sport Federation (BISFed).

Klasifikasi

Boccia terbagi ke dalam 4 (empat) kelas, yakni BC1, BC2, BC3, dan BC4. Pada kelas BC1 atlit melempar bola menggunakan tangan atau kaki. Ia dapat pula melakukannya dengan bantuan orang lain yang berada di luar kotak untuk menstabilkan atau menyesuaikan kursi yang ia gunakan untuk bermain serta memberikan bola kepada pemain bilamana diperlukan. Kelas BC2 diperuntukkan bagi atlit yang melempar bola menggunakan tangan saja. Ia tidak dapat meminta bantuan orang lain. Kelas BC3 diperuntukkan bagi atlit yang menderita disfungsi lokomotor yang telah parah, di mana ia tidak mampu untuk memegang atau melepaskan bola, meskipun lengannya masih dapat digerakkan. Dengan kata lain, atlit tidak memiliki kemampuan bergerak yang memadai untuk menggerakkan bola di arena pertandingan. Atlit dapat menggunakan alat bantu, misalnya papan yang dipasang miring untuk menggelindingkan bola. Kelas BC4 berlaku bagi atlit yang mengalami disfungsi lokomotor yang parah dan trunk control yang lemah. Kelas ini tidak memperbolehkan atlit untuk meminta bantuan dari orang lain. 

Kalender BISFed 2018

Sebelum Asian Para Games 2018:

Ise Boccia Regional Open, Ise (Jepang), 15-22 Maret 2018.
Madrid Boccia Regional Open, Madrid (Spanyol), 26 Maret-1 April 2018.
Montreal Boccia World Open, Montreal (Kanada), 24-29 April 2018.
Sao Paulo Boccia Regional Open, Sao Paulo (Brasil), 20-27 Mei 2018.
Povoa Boccia World Open, Povoa (Portugal), 2-9 Juli 2018.
World Boccia Championships, Liverpool (Britania Raya), 9-19 Agustus 2018.
Poznan Boccia Regional Open, Poznan (Polandia), 5-12 September 2018.

Setelah Asian Para Games 2018:

Olibia Boccia Regional Open, Olibia (Italia), 21-28 Oktober 2018.
Buenos Aires Boccia Regional Open, Buenos Aires (Argentina), 13-19 November 2018
Chinese Taipei Boccia Regional Open, Taoyuan (Taiwan), 26 November-3 Desember 2018.
Dubai Boccia World Open, Dubai (Uni Emirat Arab), 14-21 Desember 2018.

Referensi:
  1. Boccia: 12 Facts for London 2012. (2018). Paralympic.org. Diakses 19 September 2018, dari https://www.paralympic.org/news/boccia-12-facts-london-2012
  2. Classification. (2018). Bisfed.com. Diakses 19 September 2018, dari http://www.bisfed.com/about-boccia/classification/
  3. What is Boccia? | Boccia Canada. (2016). Boccia Canada. Diakses 19 September 2018, dari http://bocciacanada.ca/en/boccia/what-is-boccia/

31 August 2018

IAAF Continental Cup 2018 | Skuad Tim Asia-Pacific

Alumni Asian Games 2018 akan memperkuat Tim Asia-Pacific pada kejuaraan atletik IAAF Continental Cup 2018 yang berlangsung di Ostrava, Republik Ceko. IAAF CC merupakan kejuaraan yang telah diselenggarakan sejak tahun 1977. Hingga edisi 1981 IAAF CC diadakan biennial (dua tahun sekali). Penyelenggaraan selanjutnya ialah pada tahun 1985, 1989, 1992, dan 1994. Semenjak itu intervalnya berubah menjadi quadrennial (empat tahun sekali). IAAF Continental Cup 2018 akan berlangsung selama dua hari, 8-9 September bertempat di Mestsky stadion, Ostrava-Vitkovice. Tim Asia-Pacific terdiri atas atlit dari negara-negara Asia, Australia, dan Selandia Baru. Mereka akan bertanding menghadapi tim-tim Europe, Africa, dan Americas. Skuad Tim-Asia Pacific Berikut ini adalah skuad Tim Asia-Pacific seperti yang dirilis oleh iaaf.org tanggal 29 Agustus 2018. Putra
EVENTNAMA ATLITNEGARAASIAN GAMES 2018
100mBarakat Al-HarthiOmanSemifinal #9
100mSu BingtianCinaMedali Emas
200mYuki KoikeJepangMedali Emas
200mJoseph MillerSelandia Baru
400mAbdalelah HarounQatarMedali Emas
400mM. Anas YahiyaIndiaMedali Perak
800mJamal Al-HayraniQatarFinal #6
800mJinson JohnsonIndiaMedali Perak
1500mRyan GregsonAustralia
1500mAlsadik MikhouBahrainFinal #12
3000mBirhanu BalewBahrain
3000mStewart McSweynAustralia
3000m scJohn KoechBahrainFinal #4
110m hA.K. Al-MuwalladArab SaudiFinal #4
110m hTaioh KanaiJepangFinal #7
400m hTakatoshi AbeJepangMedali Perunggu
400m hAbderrahman SambaQatarMedali Emas
lompat tinggiMajd Eddin GhazalSyriaMedali Perunggu
lompat tinggiBrandon StarcAustralia
lompat galahKurtis MarschallAustralia
lompat galahXue ChangruiCina
lompat jauhHenry FrayneAustralia
lompat jauhWang JiananCinaMedali Perak
lompat jangkitArpinder SinghIndiaMedali Emas
lompat jangkitZhu YamingCinaFinal #8
tolak peluruDamien BirkinheadAustralia
tolak peluruTomas WalshSelandia Baru
lempar cakramMatthew DennyAustralia
lempar cakramEhsan HadadiIranMedali Emas
lontar martilAshraf Amgad ElseifyQatarMedali Emas
lontar martilDilshod NazarovTajikistanMedali Perak
lempar lembingCheng Chao-tsunCina TaipeiFinal #5
lempar lembingNeeraj ChopraIndiaMedali Emas
4x100m relayAaron BreslandAustralia
4x100m relayJake DoranAustralia
4x100m relayJin Su JungAustralia
4x100m relayMatt LynchAustralia
4x100m relayTrae WilliamsAustralia
4x100m relayJoseph MillerSelandia Baru
4x400m x-relayMurray GoodwinAustralia
4x400m x-relayBen OffereinsAustralia
4x400m x-relayJoshua RandolphAustralia
4x400m x-relaySteven SolomonAustralia

Putri
Medali Perunggu
EVENTNAMA ATLITNEGARAASIAN GAMES 2018
100mHajar Al-KhaldiBahrainFinal #4
100mWei YongliCina
200mEdidiong OdiongBahrainMedali Emas
200mViktoriya ZyabkinaKazakhstanKualifikasi
400mHima DasIndiaMedali Perak
400mSalwa Eid NasserBahrainMedali Emas
800mBrittany McGowanAustralia
800mAngela PettySelandia Baru
1500mUnnikrishnan ChithraIndiaMedali Perunggu
1500mLinden HallAustralia
3000mGenevieve LacazeAustralia
3000mNozomi TanakaJepang
3000m scSudha SinghIndiaMedali Perak
3000m scWiniferd YaviBahrainMedali Emas
100m hMichelle JennekeAustralia
100m hAyako KimuraJepang
400m hAminat Yusuf JamalBahrainMedali Perunggu
400m hEri UtsunomiyaJepangFinal #7
lompat tinggiNicola McDermottAustralia
lompat tinggiSvetlana RadzivilUzbekistanMedali Emas
lompat galahLisa CampbellAustralia
lompat galahEliza McCartneySelandia Baru
lompat jangkitParinya ChumamiaroengThailandMedali Perak
lompat jangkitOlga RypakovaKazakhstanMedali Emas
tolak peluruGong LijiaoCinaMedali Emas
tolak peluruNoora Salem JassemBahrainMedali Perunggu
lempar cakramChen YangCinaMedali Emas
lempar cakramDani StevensAustralia
lontar martilAlexandra HulleyAustralia
lontar martilLuo NaCinaMedali Emas
lempar lembingLyu HuihuiCinaMedali Perak
lempar lembingKelsey-Lee RobertsAustralia
4x100m relayGe ManqiCinaMedali Perak
4x100m relayHuang GuifenCina
4x100m relayKong LingweiCina
4x100m relayLiang XiaojingCinaMedali Perak
4x100m relayWei YongliCinaMedali Perak
4x100m relayYuan QiqiCinaMedali Perak
4x400m x-relayElla ConnollyAustralia
4x400m x-relayAnneliese RubieAustralia

Keterangan: sc = steeplechase; h = gawang, x- = campuran (putra/putri).

22 August 2018

Asian Games 2018 | Statistik Renang Indonesia

Statistik tim renang Indonesia di dalam Asian Games 2018. Delapan Rekor Nasional diperbaiki di sepanjang perlombaan (catatan waktu dicetak tebal).

Renang Putri 

Gaya Bebas:

50m | Heat 1 Rank #1 | Overall #13 | 26.23 | Anak Agung Istri Kania Ratih
50m | Heat 4 Rank #5 | Overall #18 | 27.25 | Patricia Yosita Hapsari
-
100m | Heat 3 Rank #4 | Overall #12 | 57.40 | Patricia Yosita Hapsari
-
200m | Heat 1 Rank #3 | Overall #12 | 2:04.78 | Ressa Kania Dewi
200m | Heat 1 Rank #5 | Overall #14 | 2:06.75 | Sagita Putri Krisdewanti
-
400m | Heat 1 Rank #6 | Overall #12 | 4:30.06 | Sagita Putri Krisdewanti
400m | Heat 2 Rank #6 | Overall #11 | 4:29.56 | Adinda Larasati Dewi
-
800m | Slow Heat Rank #2 | Overall #10 | 9:04.25 | Adinda Larasati Dewi
800m | Slow Heat Rank #4 | Overall #12 | 9:06.48 | Ressa Kania Dewi
-
4x100m relay | Heat 2 Rank #4 | Overall #7 | 3:52.49 | Patricia/Ressa/Adinda/Sagita
4x100m relay | Final Rank #7 | 3:57.65 | Patricia/Ressa/Adinda/Sagita
-
4x200m relay | Heat 2 Rank #4 | Overall #6 | 8:34.05 | Patricia/Ressa/Adinda/Sagita
4x200m relay | Final Rank #6 | 8:21.51 | Patricia/Ressa/Adinda/Sagita

---

Gaya Punggung:

50m | Heat 2 Rank #5 | Overall #12 | 29.91 | Nurul Fajar Fitriyati
50m | Heat 3 Rank #5 | Overall #14 |30.32 | A. A. Istri Kania Ratih
-
100m | Heat 2 Rank #4 | Overall #14 | 1:05.53 | Yessy Venisia Yosaputra
100m | Heat 3 Rank #4 | Overall #10 | 1:04.22 | Nurul Fajar Fitriyati
-
200m | Heat 3 Rank #7 | Overall #7 | 2:18.64 | Nurul Fajar Fitriyati
200m | Heat 1 Rank #4 | Overall #11 | 2:20.44 | Yessy Venisia Yosaputra
200m | Final Rank #7 | 2:19.38 | Nurul Fajar Fitriyati

---

Gaya Dada:

50m | Heat 1 Rank #1 | Overall #20 | 35.15 | Anak Agung Istri Kania Ratih
50m | Heat 4 Rank #5 | Overall #12 | 32.61 | Anandia TV Evato
-
100m | Heat 1 Rank #2 | Overall #16 | 1:14.43 | Azzahra Permatahani
100m | Heat 4 Rank #4 | Overall #10 | 1:09.78 | Anandia TV Evato
-
200m | Heat 2 Rank #3 | Overall #9 | 2:35.33 | Anandia TV Evato
200m | Heat 2 Rank #4 | Overall #10 | 2:35.71 | Azzahra Permatahani

---

Gaya Kupu-kupu:

50m | Heat 1 Rank #2 | Overall #12 | 28.77 | Adinda Larasati Dewi
50m | Heat 3 Rank #5 | Overall #15 | 28.25 | Anak Agung Istri Kania Ratih
-
100m | Heat 1 Rank #5 | Overall #15 | 1:02.02 | Adinda Larasati Dewi
100m | Heat 1 Rank #6 | Overall #18 | 1:05.97 | Sofie Kemala Fatiha
-
200m | Heat 1 Rank #4 | Overall #7 | 2:14.10 | Adinda Larasati Dewi
200m | Heat 2 Rank #5 | Overall #9 | 2:17.56 | Azzahra Permatahani
200m | Final Rank #8 | 2:14.54 | Adinda Larasati Dewi

---

Gaya Ganti:

200m | Heat 2 Rank #3 | Overall #8 | 2:18.69 | Ressa Kania Dewi
200m | Heat 3 Rank #5 | Overall #12 | 2:20.23 | Azzahra Permatahani
200m | Final Rank #7 | 2:18.62 | Ressa Kania Dewi
-
400m | Heat 1 Rank #4 | Overall #7 | 4:53.58 | Azzahra Permatahani
400m | Final Rank #8 | 4:58.89 | Azzahra Permatahani
-
4x100m | Heat 1 Rank #3 | Overall #6 | 4:18.94 | Nurul/Anandia/Azzahra/Sofie
4x100m | Final Rank #4 | 4:11.63 | Nurul/Anandia/Adinda/Patricia

Renang Putra

Gaya Bebas:

50m | Heat 5 Rank #4 | Overall #14 | 22.95 | Triady Fauzi Sidiq
50m | Heat 5 Rank #7 | Overall #24 | 23.66 | Raymond Sumitra Lukman
-
100m | Heat 6 Rank #7 | Overall #19 | Triady Fauzi Sidiq
100m | Heat 3 Rank #6 | Overall #30 | 51.86 | Raymond Sumitra Lukman
-
200m | Heat 3 Rank #5 | Overall #11 | 1:50.78 | Aflah Fadlan Prawira
200m | Heat 5 Rank #6 | Overall #18 | 1:53.88 | Putera Muhammad Randa
-
400m | Heat 2 Rank #5 | Overall #8 | 3:54.45 | Aflah Fadlan Prawira
400m | Heat 2 Rank #8 | Overall #15 | 4:04.96 | Putera Muhammad Randa
400m | Final Rank #8 | 3:53.01 | Aflah Fadlan Prawira
-
800m | Slow Heat Rank #1 | 8:03.87 | Aflah Fadlan Prawira
800m | Final Rank #6 | 8:03.87 | Aflah Fadlan Prawira
-
1500m | Fast Heat Rank #6 | 15:24.59 | Aflah Fadlan Prawira
1500m | Final Rank #6 | 15:24.59 | Aflah Fadlan Prawira
-
4x100m | Heat 2 Rank #4 | Overall #7 | 3:25.14 | Triady/Ricky/Putera/Raymond
4x100m | Final Rank #7 | 3:25.16 | Triady/Ricky/Putera/Raymond
-
4x200m | --- tidak ikut serta ---

----

Gaya Punggung:

50m | Heat 3 Rank #1 | Overall #1 | 25.01 | I Gede Siman Sudartawa
50m | Heat 5 Rank #6 | Overall #19 | 26.82 | Ricky Anggawijaya
50m | Final Rank #5 | 25.29 | I. G. Siman Sudartawa
-
100m | Heat 4 Rank #3 | Overall #7 | 55.48 | I Gede Siman Sudartawa
100m | Heat 3 Rank #4 | Overall #13 | 57.33 | Ricky Anggawijaya
100m | Final Rank #8 | 58.82 | I Gede Siman Sudartawa
-
200m | Heat 2 Rank #3 | Overall #9 | 2:05.59 | Ricky Anggawijaya

---

Gaya Dada:

50m | Heat 4 Rank #4 | Overall #13 | 28.32 | Gagarin Nathaniel
50m | Heat 4 Rank #6 | Overall #17 | 28.76 | Indra Gunawan
-
100m | Heat 2 Rank #4 | Overall #13 | 1:02.42 | Gagarin Nathaniel
100m | Heat 4 Rank #8 | Overall #23 | 1:05.36 | Indra Gunawan
-
200m | --- tidak ikut serta ---

---

Gaya Kupu-kupu:

50m | Heat 5 Rank #3 | Overall #10 | 24.36 | Glenn Victor Sutanto
50m | Heat 4 Rank #3 | Overall #12 | 24.46 | Triady Fauzi Sidiq
-
100m | Heat 3 Rank #3 | Overall #7 | 53.29 | Glenn Victor Sutanto
100m | Heat 5 Rank #4 | Overall #11 | 53.99 | Triady Fauzi Sidiq
100m | Final Rank #8 | 53.89 | Glenn Victor Sutanto
-
200m | --- tidak ikut serta ---

---

Gaya Ganti:

200m | Heat 1 Rank #2 | Overall #8 | 2:03.32 | Triady Fauzi Sidiq
200m | Final Rank #6 | 2:02.09 | Triady Fauzi Sidiq
-
400m | Heat 2 Rank #5 | Overall #10 | 4:29.00 | Aflah Fadlan Prawira
-
4x100m | Heat 2 Rank #4 | Overall #5 | 3:40.00 | Siman/Gagarin/Glenn/Triady
4x100m | Final Rank #6 | 3:38.18 | Siman/Gagarin/Glenn/Triady

Renang Campuran:

Gaya Ganti

4x100m | Heat 2 Rank #2 | Overall #4 | 3:55.56 | Siman/Anandia/Glenn/Patricia
4x100m | Final Rank #5 | 3:55.37 | Siman/Anandia/Glenn/Patricia




15 August 2018

Reynald Pedros Strikes Back!

Kawan-kawan yang telah mengikuti perkembangan sepakbola Eropa sejak era 1990an pasti sempat mengetahui nama Reynald Pedros. Ia merupakan salah satu pesepakbola Prancis yang bersinar dan menjadi andalan pelatih Aime Jacquet di dalam membangun kekuatan Les Bleus. Ia adalah seorang gelandang serang yang berbakat, seangkatan dengan Zinedine Zidane. Bahkan banyak pengamat yang menyebut kualitasnya setara dengan Zizou. Saya pribadi mengamati aksinya memang brilian, flamboyan, dan atraktif. Ia memiliki keistimewaan pada tendangan kaki kiri. Rupawan dan berambut panjang, Pedros sangatlah "Nineties".

Karir profesional Pedros sangatlah panjang, yakni dari tahun 1987 hingga 2009. Dua belas klub ia jelajahi di sepanjang karirnya di Prancis, Italia, dan Qatar. Bersama "Les Bleus", Pedros membukukan rekor bermain 25 kali dan mencetak 4 gol. Sebuah catatan menarik bahwa, meskipun hanya mencetak empat gol, namun Prancis selalu menang pada saat Pedros mencetak gol, yakni masing-masing melawan Azerbaijan 4-0, Portugal 3-2, Finlandia 2-0, dan Turki 2-0.

Karir internasional Reynald Pedros berakhir setelah Euro 1996. Banyak pengamat yang menyatakan bahwa timnas Prancis tidak lagi memanggilnya karena kegagalannya mencetak gol di dalam adu tendangan penalti pada saat Prancis bertanding menghadapi Republik Ceko pada semifinal Euro 1996.

Tahun ini Reynald Pedros memiliki kesempatan yang sangat terbuka untuk melakukan "strike back" -- jika memang harus disebut demikian. Bukan selaku pemain, melainkan sebagai seorang pelatih. Pedros masa kini, di dalam usia 46 tahun, adalah Arsitek klub sepakbola putri Olympique Lyon. Di bawah komandonya, Lyon tampil perkasa: juara kompetisi domestik (Division 1 Feminine) dan juara antarklub Eropa (UEFA Women's Champions League) musim 2017-2018. Pada D1 Feminine, Lyon membukukan statistik 21x kemenangan, 1x seri, dan tanpa mengalami kekalahan, dengan mencetak 104 gol. Sedangkan pada Liga Champions, Lyon mengukir gelar ke-5 dalam sepanjang sejarah kompetisi tersebut dan menjadi klub yang paling sering juara.

Di bawah arahan Pedros pula, "The Best FIFA Awards 2018" untuk kategori pesepakbola putri didominasi oleh anggota skuad Olympique Lyon, yakni: Lucy Bronze, Ada Hegerberg, Amandine Henry, Dzsenifer Marozsan, Wendie Renard, dan Saki Kumagai.

"The Best FIFA Awards 2018" untuk kategori Pelatih Tim Sepakbola Putri terbaik kiranya dapat digunakan sebagai pengingat akan sepakterjang Reynald Pedros semasa aktif bermain. Ia akan bersaing, antara lain, dengan peraih penghargaan serupa pada tahun lalu (2017), yakni Sarina Wiegman, pelatih timnas putri Belanda.

Profil Reynald Pedros:

Lahir di Orleans, Prancis, pada tanggal 10 Oktober 1971. Mengawali karir bersama Nantes B (1987-1992), hijrah ke Serie A Italia untuk memperkuat Parma (1997 dan 1998-1999) dan Napoli (1997), merumput di Liga Qatar bersama Al-Khor (2004-2005), kembali ke Prancis, dan mengakhiri karirnya di Swiss bersama klub Baulmes. Pedros resmi gantung sepatu pada tahun 2009.

Prestasi:
- Semifinal Euro 1996 bersama timnas Prancis.
- Juara Ligue 1 musim 1994-1995 bersama Nantes.
- Juara UEFA Cup 1998-1999 bersama Parma.
- Semifinal Liga Champions Eropa musim 1995-1996 bersama Nantes.
- Juara UEFA Intertoto Cup 1997 bersama Olympique Lyon.
- Juara UEFA Intertoto Cup 1999 bersama Montpellier.
- Runners-up Coupe de France 2002 bersama Bastia.
- Juara Coppa Italia 1998-1999 bersama Parma.
- Juara Coupe de la Nievre 2006 bersama Sud Nivernais Imphy Decize.

14 August 2018

Jadual Pertandingan Final Asian Games 2018

Berikut ini adalah jadual pertandingan final Asian Games 2018 untuk masing-masing cabang olahraga berdasarkan urutan tanggal. Perlu diketahui bahwa pertandingan final tersebut dapat berupa perebutan medali emas atau secara bersamaan perebutan medali emas dan medali perunggu.

19 Agustus 2018 (21 medali emas)

Akuatik | Renang, 1500m Gaya Bebas Putri
Akuatik | Renang, 200m Gaya Bebas Putra
Akuatik | Renang, 200m Gaya Punggung Putri
Akuatik | Renang, 100m Gaya Punggung Putra
Akuatik | Renang, 100m Gaya Punggung Putri
Akuatik | Renang, 200m Gaya Kupu-kupu Putra
Akuatik | Renang, 4x100m Gaya Bebas Relay Putri
Anggar | Epee Perorangan Putra
Anggar | Sabre Perorangan Putri
Gulat | Freestyle 57kg Putra
Gulat | Freestyle 65kg Putra
Gulat | Freestyle 74kg Putra
Gulat | Freestyle 86kg Putra
Gulat | Freestyle 97kg Putra
Menembak | 10m Air Rifle Beregu Campuran
Menembak | 10m Air Pistol Beregu Campuran
Taekwondo | Poomsae Beregu Putra
Taekwondo | Poomsae Beregu Putri
Taekwondo | Poomsae Perorangan Putra
Taekwondo | Poomsae Perorangan Putri
Wushu | Changquan Putra

20 Agustus 2018 (28 medali emas)

Akuatik | Renang, 800m Gaya Bebas Putra
Akuatik | Renang, 50m Gaya Kupu-kupu Putri
Akuatik | Renang, 50m Gaya Punggung Putra
Akuatik | Renang, 100m Gaya Bebas Putri
Akuatik | Renang, 200m Gaya Ganti Perorangan Putra
Akuatik | Renang, 200m Gaya Dada
Akuatik | Renang, 4x200m Gaya Bebas Relay Putra
Anggar | Foil Perorangan Putri
Anggar | Sabre Perorangan Putra
Angkat Besi | Kelas 48kg Putri
Angkat Besi | Kelas 56kg Putra
Balap Sepeda | Sepeda Gunung, Downhill Putri
Balap Sepeda | Sepeda Gunung, Downhill Putra
Berkuda | Dressage Team
Gulat | Freestyle 125kg Putra
Gulat | Freestyle 50kg Putri
Gulat | Freestyle 53kg Putri
Gulat | Freestyle 57kg Putri
Gulat | Freestyle 62kg Putri
Menembak | 10m Air Rifle Putra
Menembak | 10m Air Rifle Putri
Menembak | Trap Putra
Menembak | Trap Putri
Taekwondo | Kelas -58kg Putra
Taekwondo | Kelas -53kg Putri
Taekwondo | Kelas -67kg Putri
Wushu | Taijijian Putri
Wushu | Nandao Putri

21 Agustus 2018 (26 medali emas)

Akuatik | Renang, 50m Gaya Punggung Putri
Akuatik | Renang, 50m Gaya Bebas Putra
Akuatik | Renang, 400m Gaya Ganti Perorangan Putri
Akuatik | Renang, 200m Gaya Dada Putra
Akuatik | Renang, 100m Gaya Kupu-kupu Putri
Akuatik | Renang, 400m Gaya Bebas Putra
Akuatik | Renang, 4x200m Gaya Bebas Relay Putri
Anggar | Epee Perorangan Putri
Anggar | Foil Perorangan Putra
Angkat Besi | Kelas 62kg Putra
Angkat Besi | Kelas 53kg Putri
Balap Sepeda | Cross-country Putri
Balap Sepeda | Cross-country Putra
Gulat | Freestyle 68kg Putri
Gulat | Freestyle 76kg Putri
Gulat | Greco-Roman 60kg Putra
Gulat | Greco-Roman 67kg Putra
Menembak | 10m Air Pistol Putra
Menembak | 50m Rifle 3 Positions Putra
Menembak | Trap Beregu Campuran
Taekwondo | Kelas 80+kg Putra
Taekwondo | Kelas -57kg Putri
Taekwondo | Kelas 67+kg Putri
Wushu | Gunshu Putra
Wushu | Qiangshu Putri
Wushu | Nangun Putra

22 Agustus 2018 (35 medali emas)

Akuatik | Renang, 100m Gaya Kupu-kupu Putra
Akuatik | Renang, 200m Gaya Bebas Putri
Akuatik | Renang, 100m Gaya Dada Putra
Akuatik | Renang, 200m Gaya Kupu-kupu Putri
Akuatik | Renang, 400m Gaya Ganti Perorangan Putra
Akuatik | Renang, 100m Gaya Punggung Putri
Akuatik | Renang, 4x100m Gaya Bebas Relay Putra
Akuatik | Renang, 4x100m Gaya Ganti Relay Campuran
Anggar | Epee Beregu Putra
Anggar | Sabre Beregu Putri
Angkat Besi | Kelas 58kg Putri
Angkat Besi | Kelas 69kg Putra
Balap Sepeda | 100km Individual Road Race Putri
Bowling | Trio Putri
Bulutangkis | Beregu Putri
Bulutangkis | Beregu Putra
Canoe/Kayak | Slalom, C1 Putra
Canoe/Kayak | Slalom, K1 Putri
Gulat | Greco-Roman 77kg Putra
Gulat | Greco-Roman 87kg Putra
Gulat | Greco-Roman 97kg Putra
Gulat | Greco-Roman 130kg Putra
Menembak | 50m Rifle 3 Positions Putri
Menembak | 25m Pistol Putri
Olahraga Panjat | Speed Putra
Olahraga Panjat | Speed Putri
Senam | Artistik, Beregu Putra
Senam | Artistik, Beregu Putri
Sepaktakraw | Team Regu Putra
Sepaktakraw | Team Regu Putri
Taekwondo | Kelas -63kg Putra
Taekwondo | Kelas -80kg Putra
Wushu | Taijijian Putra
Wushu | Changquan Putri

23 Agustus 2018 (37 medali emas)

Akuatik | Renang, 50m Gaya Kupu-kupu Putra
Akuatik | Renang, 50m Gaya Dada Putri
Akuatik | Renang, 100m Gaya Bebas Putra
Akuatik | Renang, 800m Gaya Bebas Putri
Akuatik | Renang, 200m Gaya Punggung Putra
Akuatik | Renang, 4x100m Gaya Ganti Relay Putri
Anggar | Foil Beregu Putra
Anggar | Sabre Beregu Putra
Angkat Besi | Kelas 77kg Putra
Angkat Besi | Kelas 58kg Putri
Balap Sepeda | 150km Individual Road Race Putra
Berkuda | Dressage Individual
Bowling | Trio Putra
Canoe/Kayak | Slalom C1 Putri
Canoe/Kayak | Slalom K1 Putra
Menembak | Double Trap Putra
Paragliding | Akurasi Perorangan Putra
Paragliding | Akurasi Perorangan Putri
Rowing | Lightweight (LWT) Putra
Rowing | Double Sculls (2x) Putra
Rowing | Single Sculls (1x) Putra
Rowing | Pasangan (pair) Putra
Rowing | Single Sculls (1x) Putri
Rowing | Double Sculls (2x) Putra
Rowing | Lightweight Quadruple Sculls (LWT 4x) Putri
Senam | Artistik, Lantai (Floor Exercise) Putra
Senam | Artistik, Kuda Lompat (Vault) Putri
Senam | Artistik, Kuda Pelana (Pommel Horse) Putra
Senam | Artistik, Palang Bertingkat (Uneven Bars) Putri
Senam | Artistik, Gelang-gelang (Rings) Putra
Taekwondo | Kelas -68kg Putra
Taekwondo | Kelas -49kg Putri
Wushu | Sanda -52kg Putri
Wushu | Sanda -60kg Putri
Wushu | Sanda -56kg Putra
Wushu | Sanda -60kg Putra
Wushu | Sanda -65kg Putra
Wushu | Sanda -70kg Putra

24 Agustus 2018 (38 medali emas)

Akuatik | Renang, 50m Gaya Bebas Putri
Akuatik | Renang, 50m Gaya Dada Putra
Akuatik | Renang, 400m Gaya Bebas Putri
Akuatik | Renang, 1500m Gaya Bebas Putra
Akuatik | Renang, 200m Gaya Ganti Perorangan Putri
Akuatik | Renang, 4x100m Gaya Ganti Relay Putra
Anggar | Epee Beregu Putri
Anggar | Foil Beregu Putra
Angkat Besi | Kelas 63kg Putri
Angkat Besi | Kelas 85kg Putra
Balap Sepeda | Jalan Raya, 20km Individual Time Trial Putri
Balap Sepeda | Jalan Raya, 40km Individual Time Trial Putra
Baseball | Softball, Putri
Berkuda | Eventing Individual
Berkuda | Eventing Team
Bowling | Team of Six Putri
Jetski | Ski Modified
Ju-jitsu | Newaza -56kg Putra
Ju-jitsu | Newaza -69kg Putra
Ju-jitsu | Newaza -49kg Putri
Kabaddi | Putri
Kabaddi | Putra
Menembak | 10m Air Pistol Putri
Menembak | 10m Running Target Putra
Rowing | Lightweight Double Sculls (LWT 2x) Putri
Rowing | Four (4+) Putri
Rowing | Lightweight Single Sculls (LWT 1x) Putra
Rowing | Quadruple Sculls (4x) Putra
Rowing | Lightweight Double Sculls (LWT 2x) Putra
Rowing | Lightweight Single Sculls (LWT 1x) Putra
Rowing | Lightweight Eight (LWT 8+) Putra
Senam | Artistik, Kuda Lompat (Vault) Putra
Senam | Artistik, Balok Keseimbangan (Balance Beam) Putri
Senam | Artistik, Palang Sejajar (Parallel Bars) Putra
Senam | Artistik, Lantai (Floor Exercise) Putri
Senam | Artistik, Palang Tunggal (Horizontal Bar) Putra
Tenis | Ganda Putra
Tenis | Tunggal Putri

25 Agustus 2018 (24 medali emas)

Angkat Besi | Kelas 94kg Putra
Angkat Besi | Kelas 69kg Putri
Atletik | Marathon Putra
Atletik | Tolak Peluru Putra
Atletik | Lontar Martil Putri
Atletik | 10.000m Putri
Balap Sepeda | BMX, Putri
Balap Sepeda | BMX, Putra
Bowling | Team of Six Putra
Canoe/Kayak | Sprint TBR 200m Putra
Canoe/Kayak | Sprint TBR 200m Putri
Jetski | Runabout 1100 Stock
Jetski | Runabout Limited
Ju-jitsu | Newaza -62kg Putra
Ju-jitsu | Newaza -94kg Putra
Ju-jitsu | Newaza -62kg Putri
Karate | Kata Perorangan Putra
Karate | Kata Perorangan Putri
Karate | Kumite Kelas 84+kg Putra
Karate | Kumite Kelas 68+kg Putri
Sepaktakraw | Team Doubles Putra
Tenis | Ganda Putri
Tenis | Ganda Campuran
Tenis | Tunggal Putra

26 Agustus 2018 (37 medali emas)

Angkat Besi | Kelas 75kg Putri
Angkat Besi | Kelas 105kg Putra
Atletik | Marathon Putri
Atletik | Lompat Jauh Putra
Atletik | 400m Putri
Atletik | 400m Putra
Atletik | 10.000m Putra
Atletik | Tolak Peluru Putri
Atletik | 100m Gawang Putri
Atletik | Lontar Martil Putra
Atletik | Dasalomba (Decathlon) Putra
Atletik | 100m Putri
Atletik | 100m Putra
Bola Basket | 3x3, Putri
Bola Basket | 3x3, Putra
Bowling | Masters Putra
Bowling | Master Putri
Canoe/Kayak | Sprint TBR 500m Putri
Canoe/Kayak | Sprint TBR 500m Putra
Golf | Beregu Putri
Golf | Perorangan Putri
Golf | Beregu Putra
Golf | Perorangan Putra
Jetski | Endurance Runabout Open
Ju-jitsu | Newaza -77kg Putra
Ju-jitsu | Newaza -85kg Putra
Karate | Kumite Kelas -60kg Putra
Karate | Kumite Kelas -67kg Putra
Karate | Kumite Kelas -55kg Putri
Karate | Kumite Kelas -61kg Putri
Menembak | Skeet Putra
Menembak | Skeet Putri
Olahraga Panjat | Combined Putri
Olahraga Panjat | Combined Putra
Squash | Tunggal Putri
Squash | Tunggal Putra

27 Agustus 2018 (34 medali emas)

Angkat Besi | Kelas 105+kg Putra
Angkat Besi | Kelas 75+kg Putri
Atletik | Lompat Jauh Putri
Atletik | Lempar Lembing Putra
Atletik | 400m Gawang Putri
Atletik | 400m Gawang Putra
Atletik | 3000m Halang-rintang (Steeplechase) Putri
Atletik | 3000m Halang-rintang (Steeplechase) Putra
Balap Sepeda | Lintasan, Team Sprint Putra
Balap Sepeda | Lintasan, Team Sprint Putri
Balap Sepeda | Lintasan, Madison Putri
Bola Voli | Voli Pantai, Putri
Bridge | Beregu Campuran
Bridge | Beregu Putra
Bulutangkis | Ganda Putri
Bulutangkis | Ganda Campuran
Canoe/Kayak | Sprint TBR 1000m Putra
Karate | Kumite Kelas -50kg Putri
Karate | Kumite Kelas -68kg Putri
Karate | Kumite Kelas -75kg Putra
Karate | Kumite Kelas -84kg Putra
Olahraga Panjat | Speed Relay Putra
Olahraga Panjat | Speed Relay Putri
Pencaksilat | Jurus Perorangan Putra
Panahan | Recurve Beregu Putri
Panahan | Recurve Beregu Putra
Panahan | Compound Beregu Campuran
Panahan | Recurve Beregu Campuran
Pencaksilat | Jurus Perorangan Putri
Pencaksilat | Jurus Berpasangan Putra
Pencaksilat | Jurus Berpasangan Putri
Pencaksilat | Jurus Beregu Putra
Pencaksilat | Jurus Beregu Putri
Senam | Ritmik, Team All-Around

28 Agustus 2018 (33 medali emas)

Akuatik | Loncat Indah, Synchro 10m Platform Putri
Akuatik | Loncat Indah, Synchro 3m Springboard Putra
Akuatik | Renang Artistik, Duet Putri
Akuatik | Renang Artistik, Beregu Putri
Atletik | 110m Gawang Putra
Atletik | Lompat Galah (Pole Vault) Putri
Atletik | Lempar Lembing Putri
Atletik | 800m Putri
Atletik | 800m Putra
Atletik | 5000m Putri
Atletik | 5000m Putra
Balap Sepeda | Lintasan, Keirin Putri
Balap Sepeda | Lintasan, Team Pursuit Putri
Balap Sepeda | Lintasan, Team Pursuit Putra
Balap Sepeda | Lintasan, Madison Putra
Berkuda | Jumping Team
Bola Voli | Voli Pantai, Putra
Bulutangkis | Tunggal Putra
Bulutangkis | Ganda Putra
Bulutangkis | Tunggal Putri
Kurash | Kelas -66kg Putra
Kurash | Kelas -81kg Putra
Kurash | Kelas 90+kg Putra
Kurash | Kelas -52kg Putri
Kurash | Kelas -63kg Putri
Panahan | Recurve Perorangan Putri
Panahan | Recurve Perorangan Putra
Panahan | Compound Beregu Putri
Panahan | Compound Beregu Putra
Senam | Ritmik, Individual All-Around
Sepaktakraw | Regu Putra
Tenis Meja | Beregu Putri
Tenis Meja | Beregu Putra

29 Agustus 2018 (36 medali emas)

Akuatik | Loncat Indah, Synchro 3m Springboard Putri
Akuatik | Loncat Indah, Synchro 10m Platform Putra
Atletik | 20km Jalan Cepat (Race Walk) Putra
Atletik | 20km Jalan Cepat (Race Walk) Putri
Atletik | Lompat Galah (Pole Vault) Putra
Atletik | 200m Putri
Atletik | Lompat Jauh Putri
Atletik | 200m Putra
Atletik | Lompat Jangkit (Triple Jump) Putra
Atletik | Lempar Cakram Putra
Atletik | Saptalomba (Heptathlon) Putri
Balap Sepeda | Lintasan, 4000m Individual Pursuit Putra
Balap Sepeda | Omnium Putri
Judo | Kelas -60kg Putra
Judo | Kelas -66kg Putra
Judo | Kelas -48kg Putri
Judo | Kelas -52kg Putri
Paragliding | Cross Country Beregu Putra
Paragliding | Cross Country Beregu Putri
Pencaksilat | Tarung Kelas B (50-55)kg Putra
Pencaksilat | Tarung Kelas B (50-55)kg Putri
Pencaksilat | Tarung Kelas C (55-60)kg Putra
Pencaksilat | Tarung Kelas C (55-60)kg Putri
Pencaksilat | Tarung Kelas D (60-65)kg Putra
Pencaksilat | Tarung Kelas E (65-70)kg Putra
Pencaksilat | Tarung Kelas E (65-70)kg Putri
Pencaksilat | Tarung Kelas F (70-75)kg Putra
Pencaksilat | Tarung Kelas I (85-90)kg Putra
Pencaksilat | Tarung Kelas J (90-95)kg Putra
Rollersports | Skateboard Park Putri
Rollersports | Skateboard Street Putri
Rollersports | Skateboard Park Putra
Rollersports | Skateboard Street Putra
Soft Tennis | Tunggal Putri
Soft Tennis | Tunggal Putra
Tenis Meja | Ganda Campuran

30 Agustus 2018 (33 medali emas)

Akuatik | Loncat Indah, 10m Platform Putri
Akuatik | Loncat Indah, 1m Springboard Putra
Atletik | 50km Jalan Cepat (Race Walk) Putra
Atletik | Lompat Jangkit (Triple Jump) Putri
Atletik | Lompat Tinggi Putra
Atletik | Lempar Cakram Putri
Atletik | 4x100m Relay Putri
Atletik | 4x100m Relay Putra
Atletik | 1500m Putri
Atletik | 1500m Putra
Atletik | 4x400m Relay Putri
Atletik | 4x400m Relay Putri
Balap Sepeda | Lintasan, Sprint Putra
Balap Sepeda | Lintasan, 3000m Individual Pursuit Putri
Balap Sepeda | Lintasan, Omnium Putra
Berkuda | Jumping Individual
Bola Tangan | Putri
Canoe/Kayak | Sprint K2 1000m Putra
Canoe/Kayak | Sprint K1 500m Putri
Canoe/Kayak | Sprint C2 500m Putri
Canoe/Kayak | Sprint C2 1000m Putra
Canoe/Kayak | Sprint C1 1000m Putra
Canoe/Kayak | Sprint K4 500m Putra
Judo | Kelas -73kg Putra
Judo | Kelas -81kg Putra
Judo | Kelas -57kg Putri
Judo | Kelas -63kg Putri
Judo | Kelas -70kg Putri
Kurash | Kelas -90kg Putra
Kurash | Kelas -78kg Putri
Senam | Trampoline, Putri
Senam | Trampoline, Putra
Soft Tennis | Ganda Campuran

31 Agustus 2018 (31 medali emas)

Akuatik | Loncat Indah, 1m Springboard Putri
Akuatik | Loncat Indah, 3m Springboard Putra
Balap Sepeda | Sprint Putri
Balap Sepeda | Keirin Putra
Bola Tangan | Putra
Bridge | Berpasangan Putra
Bridge | Berpasangan Putri
Bridge | Berpasangan Campuran
Hoki Lapangan | Putri
Judo | Kelas -90kg Putra
Judo | Kelas -100kg Putra
Judo | Kelas 100+kg Putra
Judo | Kelas -78kg Putri
Judo | Kelas 78+kg Putri
Layar | Mixed RS One
Layar | Laser Standar
Layar | Open Laser 4.7
Layar | Laser Radial
Layar | RS:X Putri
Layar | 49er FX Putri
Layar | 470 Putri
Layar | RS:X Putra
Layar | 49er Putra
Layar | 470 Putra
Pancalomba Modern | Putri
Rollersports | Rollerskate Road 20km Putra
Rollersports | Rollerskate Road 20km Putri
Sambo | Kelas -48kg Putri
Sambo | Kelas -52kg Putra
Sepakbola | Putri
Triathlon | Putra

1 September 2018 (43 medali emas)

Akuatik | Loncat Indah, 3m Springboard Putri
Akuatik | Loncat Indah, 10m Platform Putra
Akuatik | Polo Air, Putri
Akuatik | Polo Air, Putra
Baseball | Baseball, Putra
Bola Basket | 5x5, Putri
Bola basket | 5x5, Putra
Bola Voli | Putri
Bola Voli | Putra
Canoe/Kayak | Sprint C1 200m Putri
Canoe/Kayak | Sprint K4 500m Putri
Canoe/Kayak | Sprint K2 500m Putri
Canoe/Kayak | Sprint K1 200m Putra
Canoe/Kayak | Sprint K1 200m Putri
Canoe/Kayak | Sprint C2 200m Putra
Hoki Lapangan | Putra
Judo | Beregu Campuran
Pancalomba Modern | Putra
Rugby sevens | Putri
Rugby sevens | Putra
Sambo | Kelas -68kg Putri
Sambo | Kelas -90kg Putra
Sepakbola | Putra
Sepaktakraw | Quadrant Putri
Sepaktakraw | Quadrant Putra
Soft Tennis | Beregu Putra
Soft Tennis | Beregu Putri
Squash | Beregu Putri
Squash | Beregu Putra
Tenis Meja | Tunggal Putri
Tenis Meja | Tunggal Putra
Tinju | Kelas Layang Ringan (49kg) Putra
Tinju | Kelas Layang (52kg) Putra
Tinju | Kelas Bantam (56kg) Putra
Tinju | Kelas Ringan (60kg) Putra
Tinju | Kelas Welter Ringan (64kg) Putra
Tinju | Kelas Welter (69kg) putra
Tinju | Kelas Menengah (75kg) putra
Tinju | Kelas Layang (51kg) Putri
Tinju | Kelas Bulu (57kg) Putri
Tinju | Kelas Ringan (60kg) Putri
Triathlon | Putri
Triathlon | Campuran

Referensi: Situs Resmi Asian Games Jakarta-Palembang 2018

5 August 2018

Mendalami Pengertian Koalisi

Istilah koalisi akan menjadi salah satu istilah yang sering dijumpai oleh masyarakat Indonesia mendekati Pemilihan Presiden untuk masa bakti 2019-2024. Sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai koalisi maka ada baiknya kita mengetahui hal apa yang dimaksud dengan koalisi. Terdapat banyak referensi yang dapat pembaca pelajari mengenai istilah koalisi. Adapun istilah koalisi di sini saya sajikan menurut asal serapannya dari Bahasa Inggris, yakni coalition. Penjelasan mengenai koalisi berpedoman pada definisi yang tercantum di dalam Oxford Reference.

Menurut Oxford Reference koalisi adalah sekelompok individu atau perusahaan yang memiliki tujuan berbeda, namun bergabung untuk menyerap strategi-strategi atau menyarankan kebijakan-kebijakan. Koalisi di dalam pemerintahan merupakan suatu keadaan di mana satu pihak bergantung pada dukungan dua atau lebih dari dua partai politik. Sebuah koalisi dapat memilki keadaan tidak stabil dan bahkan berakhir bilamana muncul keadaan atau isu kebijakan yang baru yang memiliki dampak yang berbeda terhadap para anggota koalisi, yakni pada saat anggota koalisi tertarik untuk menggali kemungkinan bahwa sebuah aliansi alternatif dapat mempermudah mereka untuk mencapai tujuan mereka sendiri. 

Perlu kedalaman pengetahuan untuk memberikan komentar mengenai koalisi. Menurut penjelasan di atas koalisi menyiratkan sebuah jalinan hubungan atau kerjasama yang bersifat sementara. Tidak terdapat janji atau sumpah setia di dalam koalisi. Faktor-faktor di luar koalisi memiliki peran yang signifikan dengan memberikan dampak-dampak yang berakibat pada, setidaknya, satu di antara tiga keadaan: a) koalisi menguat; b) koalisi melemah; c) koalisi berakhir. Dengan berpegangan pada kemungkinan-kemungkinan ini maka seseorang tidak dapat memberikan penilaian kepada suatu kelompok anggota koalisi yang keluar dari koalisi tersebut atau, sebaliknya, kelompok yang semula berkoalisi pada kelompok lain bergabung ke dalam koalisi yang baru. 

Berpedoman pada definisi tersebut di atas maka tidaklah masuk akal bilamana seseorang menganggap suatu pihak sebagai "penghianat" atau bersikap tidak konsisten lantaran mengubah haluan koalisi seiring berjalannya waktu dan berubahnya keadaan. Pada dasarnya koalisi bertujuan untuk mempermudah tujuan sendiri. Sehingga, kelompok-kelompok yang berkoalisi akan berusaha semampu mungkin guna meluluskan kehendak masing-masing di dalam koalisi yang mereka bentuk. 

Referensi:
http://www.oxfordreference.com/view/10.1093/oi/authority.20110803095620595, diakses pada tanggal 5 Agustus 2018.

27 May 2018

Karius sekedar alasan bagi konsistensi Real Madrid

"Crazy goal," kata komentator pertandingan final Liga Champions 2018 antara Real Madrid dan Liverpool merujuk pada gol yang terjadi akibat ketidakcermatan kiper Loris Karius di dalam melempar bola sehingga membentur kaki Karim Benzema. Petang semakin memburuk bagi Karius manakala bola tendangan Gareth Bale yang ia tepis justeru meleset dan masuk ke gawang sendiri. Dengan penuh penyesalan, seusai pertandingan, ia mendekati suporter Liverpool sambil menangis. Ia meminta maaf atas kekeliruannya. Karius menyadari bahwa dua aksinya telah membuat kecewa para Liverpudlians yang hadir di Stadion Olympiskiy Kiev. 

Apakah jika tanpa dua gol "blunder" tersebut kemudian Liverpool akan menjuarai Liga Champions 2018? Menyimak jalannya pertandingan selama 90 menit, Liverpool tampil bagus hanya pada 15-20 menit awal. Selebihnya mereka terintimidasi oleh kerjasama tim dan penguasaan bola para pemain Real Madrid. The Reds kalah dalam hampir semua aspek dari Los Blancos. Mereka tidak mampu berkreasi apapun. Baik dari tengah maupun pinggir kanan dan kiri permainan mereka kacau balau. Liverpool yang semestinya siap menghentikan dominasi Madrid dalam prakteknya mengalami demam panggung. Umpan-umpan mereka separuhnya cenderung "asal tendang saja" atau sekedar menghalau bola supaya menjauh dari gawang mereka. Dengan jumlah kumulatif 17 gelar Champions di antara mereka, semestinya pertandingan bertajuk "heavyweight". Akan tetapi, ternyata Liverpool tidak mampu "membawa beban berat" tersebut. 

Membingungkan sekali bahwa pola permainan The Reds pada final itu tidak pasti dari menit ke menit. Kerjasama antarlini terpotong-potong seperti "ketakutan" bahwa bola akan direbut oleh lawan. Kedua tim memasang taktik yang serupa, tapi tak sama. Serupa karena baik Liverpool maupun Madrid menunggu kesalahan masing-masing. Tak sama karena para pemain Madrid membuat jauh lebih sedikit kesalahan. Alhasil, Madrid berada di atas angin. Gol Mane merupakan sebuah gol yang berkualitas dan "textbook". Namun selebihnya Liverpool tampil di bawah "par". 

Kembali ke Karius, kekeliruannya di dalam membaca situasi yang berakibat gol bukanlah penyebab utama kegagalan The Reds untuk meraih trofi keenam. Kita tidak dapat mengecilkan mutu permain Luka Modric, Marcelo, dan Toni Kroos yang pada pertandingan tersebut jauh di atas rata-rata pemain Liverpool. Dua gol tersebut memang benar sangat disayangkan di dalam level tertinggi antarklub Eropa. Gol-gol tersebut "menurunkan standar" sepakbola Eropa pada aspek tertentu. "Blunder" ganda tersebut terjadi pada saat Madrid menunjukkan sebagai sebuah tim yang kompak dan ambisius. Di sepanjang era Cristiano Ronaldo, boleh jadi pada final kali inilah Real Madrid menunjukkan permainan yang terbaik; menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pantas berpredikat terbaik di Eropa, "King of Europe". Dibandingkan final-final sebelumnya semasa era Cristiano, Madrid pada final 2018 menunjukkan sebagai sebuah kesatuan yang terpadu. Semua pemain yang diturunkan menjalankan peran mereka dengan disiplin dan baik sesuai yang diinstruksikan oleh Zinedine Zidane. Kita saksikan bagaimana keberadaan Cristiano tidak dominan di sepanjang pertandingan. Zidane menunjukkan bahwa Madrid bukanlah Cristiano Ronaldo semata. Inilah penampilan terbaik Los Blancos. "Teamwork" mereka menyerupai skuad juara Liga Champions 1998 di mana lini belakang, tengah, dan depan membentuk sinergi, menjalin rantai yang tidak terputus-putus sehingga The Reds berada di tengah masalah dari menit ke menit.

Karius pastinya bukan penjaga gawang sembarangan. Jurgen Klopp menunjuknya untuk mengawal gawang Liverpool dengan pertimbangan yang matang. Kita harus percaya pada kualitas Klopp. Akan tetapi, kita juga tidak boleh melupakan "killer instinct" yang dimiliki oleh Benzema dan Bale atau kejelian Marcelo di dalam mengirim umpan yang diselesaikan secara spektakuler tersebut. Kesemuanya membentuk rangkaian peristiwa, membentuk sebuah alasan untuk menegaskan bahwa Real Madrid lebih pantas menjadi juara Eropa tahun ini. 

Bosankah kita pada "stagnasi" Liga Champions karena Madrid menjuarainya lagi? Apabila kita berpedoman pada filosofi bahwa "setiap pertandingan itu berbeda" maka kita tidak perlu merasa bosan. Justru sebaliknya, Madrid menunjukkan bahwa mereka memiliki konsistensi yang baik, memiliki ambisi yang tidak pernah padam untuk memperpanjang dominasi mereka atas sepakbola antarklub Eropa. Konsistensi dan ambisi harus masuk ke dalam ramuan utama bagi setiap tim sepakbola untuk mencapai tingkatan yang terbaik di dalam berkompetisi. 

Karius hanyalah pelaku di lapangan yang "ketiban sial" dalam arti bahwa pertandingan yang ia jalani tidak memungkinkan bagi Liverpool secara keseluruhan untuk berbuat yang lebih baik daripada Real Madrid. Dua gol tersebut adalah kesalahan "elementer", akan tetapi kita sebagai orang yang mengerti sepakbola sebagai olahraga beregu tidaklah pada tempatnya jika menumpahkan kesalahan semata kepada satu orang. Mengapa Benzema lolos dari pengamatan sehingga bergerak bebas? Mengapa Bale tidak mendapatkan pengawalan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang perlu dijawab karena dua momentum tersebut juga menunjukkan kelambatan reaksi Liverpool secara tim terhadap gerakan para pemain Madrid.

30 April 2018

Utang eksternal


Definisi di bawah ini mengacu pada konsep-konsep 2008 SNA dan BPM6. Definisi tentang utang eksternal (external debt) berpedoman pada ketentuan bahwa jika seorang warga negara memiliki kewajiban saat ini (current liability) kepada bukan warga negara yang memerlukan pembayaran pokok dan/atau bunga pada masa mendatang, maka kewajiban tersebut merepresentasikan sebuah klaim terhadap sumber daya negara tempat beradanya warga negara, dan maka dari itu dikatakan sebagai utang eksternal dari negara tersebut tersebut. Pendekatan ini memberikan sebuah ukuran yang komprehensif dari utang eksternal, di seluruh lingkup instrumen utang terlepas dari bagaimana struktur dari instrumen tersebut. Fokus dari definisi ini adalah pada gross liabilities, yakni, selain aset dalam bentuk apapun.

Kewajiban yang dimasukkan ke dalam utang eksternal adalah kewajiban saat ini (current liability). Pertimbangan pentingnya ialah apakah seorang kreditur memiliki sebuah klaim atas debitur. Kewajiban utang biasanya ditetapkan melalui pemberian nilai ekonomi, yakni, aset (finansial atau nonfinansial, termasuk barang), jasa, dan/atau pendapatan (income) -- oleh satu satuan institusional, yakni kreditur, kepada satuan lain, yakni debitur, yang normalnya berada di bawah perjanjian kontrak yang berisi rincian tentang syarat dan ketentuan pembayaran yang akan dilakukan. Kewajiban utang dapat pula diadakan dengan ketentuan hukum dan oleh peristiwa-peristiwa yang memerlukan pembayaran transfer pada masa mendatang. Kewajiban utang mencakup tunggakan pokok dan bunga. Komitmen-komitmen untuk memberikan nilai ekonomi pada  masa mendatang tidak dapat menyebabkan kewajiban utang hingga item-item berubah kepemilikan, jasa diberikan, atau pendapatan diperoleh; sebagai contoh, jumlah yang masih dibayarkan berdasarkan komitmen pinjaman atau kredit ekspor tidak akan dimasukkan ke dalam gross external debt.

Jumlah yang wajib dibayar oleh debitur kepada kreditur dinamakan sebagai jumlah pokok (principal amount). Pemberian nilai ekonomi oleh kreditur, atau pengadaan kewajiban utang melalui cara-cara lain, hingga berakhir, dapat mengalami perubahan nilai seiring berjalannya waktu. Bagi instrumen-instrumen utang, yang digunakan sebagai pokok, bunga dapat (dan biasanya) diperoleh berdasarkan nilai pokok, sehingga menghasilkan biaya bunga untuk debitur. Pada saat biaya ini dibayarkan secara berkala, seperti yang lazimnya terjadi, maka hal tersebut dinamakan sebagai pembayaran bunga (interest payment). Semua pembayaran lain oleh debitur kepada kreditur yang mengurangi jumlah pokok saat ini disebut sebagai pembayaran pokok (principal payments).

Definisi mengenai utang eksternal tidak membedakan apakah pembayaran yang diminta adalah pokok saja, bunga saja, atau kedua-duanya. Sebagai contoh, pinjaman bebas bunga (interest-free loans) merupakan instrumen utang meskipun tidak ada bunga yang dibayarkan, sementara obligasi yang tidak diuangkan (perpetual bonds) merupakan instrumen utang meskipun tidak disertai oleh kewajiban membayar bunga.

Definisi utang eksternal di sini tidak menjelaskan bahwa penentuan waktu untuk pembayaran pada masa mendatang atas pokok dan/atau bunga perlu diketahui agar kewajiban termasuk ke dalam utang. Dalam banyak kejadian, jadual pembayaran diketahui, seperti sekuritas utang dan pinjaman. Akan tetapi, dalam sejumlah keadaan lainnya jadual yang pasti dari pembayaran belum tentu diketahui, misalnya penentuan waktu pembayaran dapat mengikuti permintaan dari kreditur, seperti non-interest-bearing demand deposits; debitur dapat menunggak, dan tidak diketahui kapan tunggakan tersebut akan benar-benar dibayarkan; atau penentuan waktu suatu pembayaran dapat saja bergantung pada kejadian-kejadian tertentu, antara lain opsi untuk menjual (put) atau opsi untuk membeli (call). Sekali lagi, pembayaran akan ditentukan oleh permintaan, bukan oleh waktu. Sehingga, kewajiban perusahaan-perusahaan dana pensiun dan asuransi jiwa dianggap sebagai utang dari lembaga-lembaga tersebut karena pada sejumlah hal waktu pembayarannya telah tiba, meskipun waktu pembayarannya tidak diketahui kapan.

Untuk dapat mengajukan utang eksternal maka kewajiban utang harus ditanggung oleh warga negara terhadap bukan warga negara. Warga negara ditetapkan oleh tempat di mana debitur dan kreditur memiliki kepentingan ekonomi yang sama/utama -- biasanya, tempat asal mereka berada -- dan tidak ditentukan oleh kewarganegaraan. Definisi warga negara di sini dijelaskan lebih rinci berpedoman pada BPM6 dan 2008 SNA.

Kewajiban utang yang dibebankan kepada selain warga negara akan dimasukkan ke dalam presentasi gross external debt position suatu negara. Kewajiban utang yang dibebankan kepada warga negara tidak dimasukkan. Sehingga, definisi dari warga negara terpusat pada definisi tentang utang eksternal. Menurut BPM6 dan 2008 SNA, sebuah satuan institusi, yakni entitas seperti rumah tangga, korporasi, lembaga pemerintah, dan sebagainya, yang memiliki kemampuan untuk, menurut haknya yang dimilikinya, memiliki aset, menetapkan kewajiban, dan terlibat di dalam kegiatan-kegiatan ekonomi dan di dalam transaksi dengan entitas-entitas lain, adalah berkedudukan sebagai warga negara dari sebuah negara, di mana ia memiliki hubungan yang paling kuat, yang ditunjukkan oleh kedudukan ekonomi dan wilayah ekonomi.

Referensi:

[IMF] International Monetary Fund. 2014. External Debt Statistics: Guide for Compilers and Users. Washington, DC, United States: IMF. pp. 6-7.

7 February 2018

Asia Tenggara dalam Olimpiade Pyeongchang 2018

Musim Dingin adalah saat bagi kompetisi dan pertandingan olahraga musim dingin (winter sports). Pada skala global pengakuan terhadap aktivitas olahraga musim dingin telah diberikan oleh International Olympic Committee (IOC) sejak tahun 1924 dengan terselenggarakannya Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic Games, atau Winter Games) di Chamonix, Prancis. Keberadaan Winter Games melengkapi dinamika olahraga internasional yang sejak tahun 1898 telah diwarnai oleh Olimpiade Musim Panas (Summer Olympic Games atau Summer Games) pada era modern. Pada perkembangan tahap pertama Winter Games berlangsung pada tahun yang sama dengan Summer Games. Akan tetapi, sejak edisi tahun 1994, yang berlangsung di Lillehammer (Norwegia), Winter Games berlangsung selang dua tahun antara dua Summer Games. Sedangkan interval penyelenggaraannya adalah sama, yakni quadrennial (empat tahun sekali). Secara tradisi memang Olimpiade Musim Dingin diadakan pada bulan Februari (beberapa edisi dimulai sejak akhir bulan Januari).

Perkembangan informasi dan teknologi olahraga telah pada suatu titik di mana winter sports tidak hanya dapat dilakukan oleh atlit-atlit yang berada atau berasal dari negara-negara di kawasan sub-tropis yang mengalami empat musim di dalam kurun waktu satu tahun. Saat ini semakin banyak negara yang berada di kawasan tropis mengirimkan delegasi mereka. Globalisasi winter sports dirasakan pula oleh sejumlah negara di sub-kawasan Asia Tenggara. Atlit-atlit dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timor-Leste akan ikut serta di dalam Winter Olympic Games 2018 yang berlangsung di Pyeongchang (Korea Selatan) dan akan dibuka pada tanggal 9 Februari.

Meskipun barangkali kiprah negara-negara di kawasan tropis akan sebatas sebagai peserta (tidak sampai pada tahap penyelenggara karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan dan tidak mengalami musim dingin), namun perkembangan yang terjadi sangatlah menggembirakan. Keikutsertaan para atlit Asia Tenggara pada khususnya di dalam Winter Games membuktikan bahwa negara-negara di sub-kawasan ini juga berani bersaing di dalam persaingan olahraga yang bukan menjadi tradisi. Terbukanya para atlit dari kawasan tropis untuk bertanding di dalam Winter sports menunjukkan bahwa olahraga dapat dimainkan oleh siapa saja.

Pyeongchang 2018 akan dimulai dalam waktu beberapa jam lagi. Untuk edisi tahun ini kita belum dapat menyaksikan atlit-atlit Indonesia turut berkompetisi. Namun, kita harapkan pada Winter Games edisi-edisi yang akan datang atlit Indonesia juga turut serta. Guna mencapai keinginan tersebut kita perlu program dan persiapan yang serius terkait rules of the game, adaptasi cuaca, frekuensi bertanding, dan pengadaan peralatan dan perlengkapan berlatih dan bertanding.

Menurut data entri yang dirilis oleh situs resmi Olimpiade Pyeongchang 2018 sub-kawasan Asia Tenggara mewakilkan 10 orang atlit (7 putra; 3 putri) (Tabel 1). Mereka akan bertanding di dalam 4 (empat) cabang olahraga, yakni Alpine skiing, cross-country, figure skating, dan short track (Tabel 2).

Tabel 1: Jumlah Atlit Asia Tenggara pada Olimpiade Pyeongchang 2018.
NegaraAtlit PutraAtlit Putri
Filipina20
Malaysia20
Singapura01
Thailand22
Timor-Leste10

Tabel 2: Daftar Atlit Asia Tenggara pada Olimpiade Pyeongchang 2018.
NegaraCabang OlahragaEventNama Atlit
FilipinaAlpine SkiingPutra:....Asa Miller
Figure SkatingPutra:....Michael Martinez
MalaysiaAlpine SkiingPutra:....Jeffrey Webb
Figure SkatingPutra:....Julian Yee Z.J.
SingapuraShort TrackPutri:....Cheyenne Goh
ThailandAlpine SkiingPutra:....Nicola Zanon
Putri:....Alexia Alisara Schenkel
Cross-CountryPutra:....Mark Chanloung
Putri:....Karen Chanloung
Timor-LesteAlpine SkiingPutra:....Yohan Goncalves


Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, yang diadakan satu rangkaian dengan Paralimpiade Musim Dingin (Winter Paralympics) 2018, direncanakan akan mempertandingkan 7 cabang olahraga, 15 programa, dan 102 event, dan diikuti oleh 2.952 orang atlit dari 92 negara.

Edisi tahun ini adalah debut tuan rumah bagi Korea Selatan (negara kedua kawasan Asia setelah Jepang yang menjadi tuan rumah). Asia telah menjadi tuan rumah Winter Games sebanyak dua kali, yakni di Sapporo (1972) dan Nagano (1998). Dipastikan, menurut keputusan dari IOC, bahwa Olimpiade Musim Dingin empat tahun mendatang (2022) masih akan berlangsung di kawasan Asia dengan terpilihnya Beijing (Republik Rakyat Cina) sebagai penyelenggara. Dengan demikian, para pelaku olahraga di kawasan Asia di dalam empat tahun ke depan memiliki tiga multi-event olahraga terbesar baik musim dingin maupun musim panas karena Summer Games 2020 akan berlangsung di Tokyo (Jepang).

Pyeongchang 2018. Passion. Connected.

29 January 2018

Proses dan Evaluasi Analisis Dampak Lingkungan

Lingkungan (environment) adalah istilah umum yang berkenaan dengan kondisi-kondisi tempat tinggal/hidup suatu organisme. Istilah "environment" diserap dari bahasa Prancis, yang dapat diartikan sebagai "mengelilingi/sekeliling". Istilah ini kemudian dipergunakan untuk menjelaskan segala sesuatu yang mengelilingi suatu organisme, yang meliputi udara, tanah, dan iklim; persediaan makanan; dan banyak lagi kondisi eksternal lainnya. Lingkungan bahkan mencakup benda-benda yang dibuat oleh manusia (Keller et al., 1997: 66).

Analisis Dampak Lingkungan (Environmental Impact Assessment) adalah sebuah proses analisis mengenai dampak lingkungan yang secara umum diberlakukan pada proyek-proyek yang diusulkan oleh suatu pihak yang terkait dengan isu lingkungan. Definisi kunci dari proses analisis dampak lingkungan adalah dampak secara signifikan atau signifikansi karena suatu tindakan yang diajukan yang secara signifikan mempengaruhi lingkungan manusia memerlukan analisis dampak lingkungan. Secara signifikan maksudnya, seperti yang diberlakukan di dalam National Environment Policy Act (NEPA), memerlukan pertimbangan baik konteks maupun intensitas. Konteks berarti alat yang secara signifikan harus dianalisis berkenaan dengan kemasyarakatan secara keseluruhan (manusia, bangsa), daerah yang terkena dampak, kepentingan yang terkena dampak, lokalitas, dan apakah dampak tersebut bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Intensitas berhubungan dengan tingkat keparahan dampak. 

Menurut Bacow (1980) informasi penting yang diperlukan di dalam proses analisis dampak lingkungan meliputi: 

(a) deskripsi tentang jenis proyek dan bagaimana proyek tersebut berfungsi atau beroperasi di dalam bentuk teknis;
(b) dokasi yang diajukan untuk membangun proyek dan alasan pemilihan lokasi tersebut; 
(c) periode waktu yang diperlukan untuk pembangunan proyek;
(d) persyaratan dan potensi tekanan lingkungan dari proyek selama tahap operasi, termasuk persyaratan lahan, emisi dari pencemaran udara, penggunaan air dan emisi pencemar air, dan potensi terjadinya limbah serta kebutuhan pembuangan limbah;
(e) kebutuhan saat itu yang teridentifikasi untuk proyek yang diajukan pada lokasi tempat proyek tersebut akan beroperasi (berhubungan dengan permukiman/perumahan penduduk, pengendalian banjir, pengembangan industri, pembangunan ekonomi, dan banyak persyaratan lainnya); kebutuhan proyek harus diarahkan sebagai bagian dari dokumentasi lingkungan;
(f) setiap alternatif yang dipertimbangkan dengan alternatif generik proyek-proyek, termasuk lokasi proyek, tekanan proyek, sifat desain proyek, dan tindakan pengendalian, potensi serta penentuan waktu proyek yang berhubungan dengan masalah pembangunan dan operasional; kebutuhan proyek yang berhubungan dengan ukuran proyek yang diajukan harus dijelaskan secara rinci; lingkup alternatif dapat dibatasi untuk preferensi individu terhadap sponsor proyek, fokus utama pada "solusi rekayasa tradisional" (traditional engineering solutions), dan tekanan waktu untuk pembuatan keputusan.

Evaluasi intensitas dampak harus dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut (Liu & Liptak, 1997):

(a) dampak yang akan menguntungkan maupun merugikan (suatu dampak yang signifikan dapat terjadi, bahkan meskipun lembaga berwenang berkeyakinan bahwa di dalam keadaan yang normal dampak yang timbul akan cenderung menguntungkan);
(b) sejauh mana tindakan yang diajukan berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat;
(c) karakteristik unik dari wilayah geografis, seperti kemungkinan untuk sumber daya sejarah atau budaya, lahan untuk taman, lahan pertanian utama, lahan basah, sungai, atau daerah yang secara ekologis tergolong kritis;
(d) sejauh mana pengaruh terhadap kualitas lingkungan manusia cenderung menjadi kontroversial;
(e) sejauh mana tindakan dapat membentuk preseden bagi tindakan-tindakan pada masa mendatang dengan pengaruh-pengaruh yang signifikan atau mewakili sebuah keputusan secara mendasar tentang pertimbangan masa mendatang;
(f) sejauh mana pengaruh-pengaruh yang mungkin terjadi terhadap lingkungan manusia menjadi tidak dapat dipastikan atau mencakup resiko yang khusus atau tidak dapat diketahui;
(g) apakah tindakan tersebut berhubungan dengan tindakan-tindakan lain dengan dampak-damapk yang secara individu tidak signifikan, namun secara kumulatif signifikan (signifikansi ada bilamana sebuah dampak yang secara kumulatif terhadap lingkungan diantisipasi; signfiikansi tidak dapat dihindari dengan mengambil suatu tindakan sementara atau dengan memilah-milahnya ke bagian yang lebih kecil);
(h) sejauh mana tindakan dapat berpengaruh buruk terhadap daerah, lokasi proyek, jalan raya, struktur/bangunan, atau objek-objek yang terdaftar ke dalam kawasan perlindungan nasional atau dapat menyebabkan hilangnya atau rusaknya sumber daya alam, budaya, dan sejarah;
(i) sejauh mana tindakan dapat berpengaruh negatif terhadap spesies atau habitatnya yang telah ditetapkan sebagai spesies yang kritis (misal, menurut Endangered Species Act 1973); dan
(j) apakah tindakan tersebut mengancam sebuah pelanggaran peraturan/undang-undang tingkat daerah maupun nasional atau ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan guna melindungi lingkungan.

Sejumlah kegiatan diperlukan untuk menjalankan suatu studi dampak lingkungan, antara lain identifikasi dampak, penyusunan deskripsi tentang lingkungan yang terkena dampak, prediksi dan kajian dampak, dan pemilihan tindakan yang diajukan dari serangkaian alternatif yang sedang dievaluasi untuk memenuhi kebutuhan yang teridentifikasi. Tujuan dari masing-masing tindakan tersebut tentu saja berbeda-beda (Lee, 1988).

Referensi:
Bacow L. S. (1980). The technical and judgmental dimensions of impact assessment. Environmental Impact Assessment 1, 2: 109-124.
Keller S. R., Black M., Haley R. (1997). Macmillan Encyclopedia of the Environment. Volume 2. London, United Kingdom: Simon & Schuster and Prentice Hall International. 
Lee N. (1988). An overview of methods of environmental impact assessment. Environmental Impact Assessment Workshop, November, Seville, Spain.
Liu D. H. F., Liptak B. G. (eds.). (1997). Environmental Engineers' Handbook. Second Edition. New York, United Sates: Lewis Publishers.

26 January 2018

Menyambut UEFA Nations League

Kompetisi liga sepakbola antarnegara Eropa, UEFA Nations League, yang akan mulai bergulir pada musim 2018/2019 menjadi inovasi terkini konfederasi sepakbola Eropa sebagai salah satu ajang kejuaraan untuk menambah mutu dan persaingan. Kompetisi liga antarnegara ini berpotensi untuk menaikkan signifikansi sebuah tim nasional yang sering terkalahkan oleh kepentingan klub, terlebih pada era profesionalisme sepakbola yang semakin terkomodifikasi, yang mana sering menyebabkan perbedaan kepentingan federasi sepakbola nasional dengan kepentingan klub. UEFA Nations League juga akan menambah semarak dinamika kompetisi sepakbola Eropa karena tingkat keseriusannya setara -- atau bahkan lebih tinggi daripada -- kompetisi antarklub regional (Liga Champions dan Liga Europa) mengingat bermain untuk tim nasional adalah salah satu bentuk dari tugas negara pesepakbola, sementara dalam waktu bersamaan mereka harus meniti karir sebagai seorang profesional.

Persaingan menjadi lebih realistis

Liga antarnegara Eropa tersebut terbagi ke dalam empat divisi/tingkat, yakni League A sampai dengan League D, dan memberlakukan sistem promosi dan degradasi seperti halnya liga antarklub domestik. Format seperti ini memberikan alternatif kesempatan bagi setiap tim untuk terlibat di dalam persaingan sesuai dengan kekuatan dan kualitas masing-masing. Promosi-degradasi memberikan motivasi kepada setiap tim untuk berusaha meningkatkan kualitas dan daya saingnya supaya mampu promosi ke liga yang lebih tinggi, misalnya dari League B ke League A. Bagi tim-tim yang selama ini dikategorikan sebagai tim "underdog" kompetisi antarnegara membuka peluang untuk menunjukkan eksistensi mereka karena pembagian tingkatan liga disesuaikan dengan tingkat kualitas. Mereka akan bersaing terlebih dahulu dengan tim-tim yang "sekelas" untuk promosi ke level yang lebih tinggi. Keadaan ini akan membantu membangun mental bertanding mereka -- berbeda dari mentalitas pada saat harus langsung bertanding melawan tim-tim kuat. 

Persiapan menjadi lebih serius

Pemberlakuan kompetisi UEFA Nations League berpengaruh terhadap eksistensi pertandingan persahabatan internasional (international friendlies). Dipastikan, karena penyelenggaraannya berlangsung reguler setiap musim, kompetisi antarnegara ini akan mengurangi jumlah pertandingan persahabatan internasional. Persiapan tim nasional menjadi lebih serius dibandingkan pada saat menghadapi laga persahabatan. Para pelatih memiliki tugas yang lebih berat karena harus mengadakan seleksi pemain yang lebih cermat.

Nilai tawar tim nasional

Telah berkali-kali terjadi suatu keadaan di mana kepentingan tim nasional berbenturan dengan kepentingan klub. Pada saat tim nasional memanggil pemain untuk international friendlies pihak klub sering merasa keberatan karena pemain sedang dibutuhkan. Pihak klub menganggap international friendlies tidak lebih penting daripada pertandingan liga. Anggapan tersebut dapat dimaklumi karena klub membutuhkan kehadiran dan kebugaran pemain karena dengan adanya international friendlies kebugaran pemain akan menjadi berkurang sehingga dapat merugikan pihak klub. 

Kini, dengan hadirnya UEFA Nations League pihak tim nasional akan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi mengingat pertandingan internasional yang dijalani merupakan pertandingan yang benar-benar resmi dan memberikan pengaruh bagi ("menentukan nasib") tim nasional. Tugas negara dalam bentuk memperkuat tim nasional menjadi prioritas utama bagi setiap pemain yang dipanggil ke dalam skuad. Dalam hal ini, koordinasi yang solid antara federasi sepakbola nasional dan klub menjadi faktor yang paling berpengaruh. 

Antara patriotisme dan profesionalisme 

Liga Champions dan Liga Europa yang selama ini berlangsung merupakan event sepakbola regional antarklub bagi para pemain dalam status mereka sebagai profesional -- orang yang memperoleh penghasilan dari hasil mereka bermain sepakbola. Prize money yang tinggi memotivasi setiap pesepakbola untuk dapat berkarir di liga-liga Eropa dengan harapan dapat tampil pula memperkuat klub mereka di dalam kompetisi antarklub regional. Tidak dapat dipungkiri bahwa keadaan sepakbola masa kini berbeda dari dinamika sepakbola masa lalu. Sepakbola masa kini telah menjadi sebentuk industri yang dikomodifikasi. Hal demikian sering kali menyebabkan keengganan seorang pesepakbola untuk memperkuat tim nasional karena memilih lebih serius pada tingkat klub. Dengan bergulirnya UEFA Nations League sudah barang tentu para penggagas telah -- dan demikian harapananya -- mempertimbangkan faktor prize money tersebut karena format pertandingannya adalah liga satu musim. Memperkuat tim nasional adalah tugas negara namun di dalam perkembangannya nanti dipastikan akan memberikan "reward" yang lebih bagi setiap pesepakbola yang sanggup untuk menjalankan tugas negara tersebut. Di dalam kondisi ini dapat dihipotesiskan bahwa UEFA Nations League merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan profesionalisme sepakbola pada skala tim nasional. Dengan adanya kompetisi antarnegara ini maka profesionalisme akan berjalan seiring dengan patriotisme.  

Informasi lebih lengkap mengenai UEFA Nations League dapat dibaca dari website UEFA

13 January 2018

Berwisata ke Goa Rong View

Rekaman Perjalanan Akhir Pekan ke Goa Rong View, Tuntang, Kabupaten Semarang.
Goa Rong View

Jalan Tol Bawen-Semarang dari Kejauhan

Danau Rawa Pening dari Kejauhan

Jalan Tol Bawen-Semarang dan Gunung Ungaran 


Video:

1 January 2018

Pelatihan vokasi untuk tenaga kerja menuju Revolusi Industri 4.0

industrial revolution 4.0
Media-exp2.licdn.com. N. p., 2018. Web. 1 Jan. 2018
Keberhasilan menjalankan transisi menuju era baru tenaga kerja akan lebih baik jika berpedoman pada tiga prinsip desain berikut: a) akses yang setara dan universal; b) kepemimpinan dan tata kelola lintas pemangku kepentingan; dan c) pemberdayaan individu. Ketiga prinsip ini harus dicantumkan ke dalam usaha-usaha reformasi dengan cara yang sistemik untuk mempermudah tenaga kerja mencapai potensi terbaik mereka sebagai elemen yang penting guna beradaptasi Revolusi Industri 4.0 

Industri kontemporer memerlukan kerja dengan proses yang sangat teknis dan kompleks yang memberikan kebebasan yang lebih luas -- dengan sendirinya juga tanggung jawab yang lebih besar -- bagi pekerja. Pengembangan keterampilan di dalam praktek merupakan cara untuk mengatasi ketimpangan antara keterampilan yang diterima oleh tenaga kerja potensial di ruang kelas dan kterampilan yang diperlukan di tempat kerja. Tujuan dari model magang adalah untuk mendidik tenaga kerja dengan keterampilan yang beraneka ragam yang berorientasi praktis dan masa depan guna mendukung keberhasilan karir mereka.

Menyambut datangnya Revolusi Industri 4.0 sejumlah negara telah melakukan inovasi di dalam pelatihan vokasi sebagai usaha untuk mempersiapkan tenaga kerja potensial yang memiliki kompetensi dan ketahanan di dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Contoh inovasi di dalam pelatihan vokasi dapat dilihat di negara Jerman, Swiss dan Arab Saudi. 


Inovasi Jerman

Negara Jerman telah mengadakan pendidikan dan pelatihan dual programming untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Melalui Vocational Training Act, Jerman memberikan 500.000 kontrak pelatihan berbasis perusahaan setiap tahun. Program magang terbagi menjadi dua bentuk kegiatan, yakni pembekalan teori di ruang kelas dan kerja praktek (on-the-job training) di perusahaan. Rangkaian kegiatan ini umumnya berlangsung 3-4 hari setiap pekan. Dengan langkah ini pekerja mendapatkan kesempatan untuk mempelajari kebiasaan-kebiasaan kerja dan menyerap budaya perusahaan. Lama waktu magang berlangsung selama 2-3 tahun; selama waktu tersebut peserta pelatihan memperoleh gaji. Para pemilik usaha di Jerman telah menunjukkan bahwa aplikasi praktis semacam ini membantu pengembangan keterampilan bakat-bakat potensial dan mempermudah proses transisi mereka dari pembelajaran teori di ruang kelas menuju praktek di lingkungan kerja. Pada tahun 2017 perusahaan Bosch mencari 1.500 peserta magang untuk program pelatihan perusahaan. Di dalam program perusahaan, para pelamar dapat memilih di antara 30 profesi yang berbeda termasuk bidang rekayasa mekatronik, mekanik industri, dan rekayasa listrik untuk teknologi otomasi. Program yang dijalankan oleh Bosch menitikberatkan pada pemberian keleluasaan (otonomi) dan mendorong kolaborasi lintas-fungsi dengan unit-unit kerja lain.

Inovasi Swiss

Sistem pelatihan dan vokasi di negara Swiss mencanangkan pelatihan selama 3-4 tahun disertai dengan pembekalan teori di ruang kelas dengan gaji magang selama peserta mengikuti praktek kerja. Sistem ini dikelola dalam bentuk kemitraan antara pemerintah dan swasta; organisasi profesi, canton (pemerintah negara bagian), dan Konfederasi Swiss (pemerintah federal) bekerja sama untuk menyusun kurikulum dan lingkup keterampilan, serta menetapkan standar untuk pekerjaan di seluruh negara. Sektor swasta berperan penting sebagai lembaga yang menyelenggarakan praktek kerja (on-the-job training). Kerjasama di dalam kegiatan magang ini memudahkan sistem untuk diarahkan dan diramu sesuai dengan kebutuhan industri yang bermacam-macam sedangkan pemerintah federal memastikan kendali mutu dan pengakuan. Peserta magang lulus dari pelatihan dan praktek kerja akan diberi kesempatan untuk mencapai jenjang perguruan tinggi atau mengikuti kelas tambahan guna mendapatkan sertifikasi lebih lanjut sehingga dapat menciptakan landasan yang kuat untuk pembelajaran sepanjang masa. 

Inovasi Arab Saudi

Model pelatihan vokasi yang 'future-ready' telah diterapkan pula di negara Arab Saudi. Perusahaan Saudi Aramco bekerja sama dengan sektor pemerintah untuk mendirikan National Industrial Training Institute dan membentuk Energy Sector Training Board guna menyediakan pelatihan teknis terbaik (dalam bentuk program-program dan on-the-job training terakreditasi) untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan memiliki kompetensi yang baik di dalam industri-industri yang berhubungan dengan hidrokarbon. 

Referensi:
Federal Ministry of Education and Research, The German Vocational Training System, https://goo.gl/F9oCUF.
Quartz, Advantage of Youth: The world would be $1.1 trillion richer if it treated its young people more like Germany does, https://goo.gl/PXQdR9.
World Economic Forum, Facilitating the Transition to a New World of Work. White Paper, January 2017: pp. 20.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.