Pages

12 December 2017

Tesla Pemimpin Mobil Bertenaga Listrik 2017

electric vehicles for sustainable development
Model S (tesla.com)
Tesla adalah sebuah nama yang asing di dalam industri automotif bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Orang umumnya lebih mengenal Mercedes-Benz, BMW, Volkswagen, Mitsubishi, Toyota, Honda, Ford, atau Chevrolet. Lebih lanjut, kita lebih mengenal Tesla sebagai nama dari seorang fisikawan jenius, Nikola Tesla, yang pada masanya terlibat intrik dan sengketa dengan Thomas Edison. Sengketa yang orang kenal sebagai "War of the Currents". Kali ini saya tidak akan membahas persaingan dua ilmuwan tersebut. Melainkan Tesla sebagai produsen mobil bertenaga listrik (electric car; electric vehicle). Adakah hubungan antara Tesla sang fisikawan dan Tesla pelaku industri automotif? Penggagas Tesla Motors, yang kemudian berganti nama menjadi Tesla Inc., menamakan demikian karena terinspirasi oleh Nikola Tesla (tesla.com). Sehingga, memang benar bahwa keduanya memiliki keterkaitan. Sejak awal produksinya, yakni model Roadster pada tahun 2008, Tesla menjadi salah satu pelaku utama mobil bertenaga listrik. Tren mobil bertenaga listrik yang sempat menanjak pada awal abad ke-20 tenggelam oleh dominasi minyak bumi yang menjadi materi dasar bensin dan solar, yang kemudian menjadi bahan bakar utama untuk kendaraan bermotor. Memasuki millennium kedua ini minat terhadap kendaraan bertenaga listrik (electric vehicles, atau EVs) menguat oleh sejumlah pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh konsumsi bahan bakar minyak bumi (fossil fuel), antar lain dalam bentuk emisi senyawa-senyawa kimia yang berbahaya bagi keberlanjutan  lingkungan dan ekosistem.

electric vehicles for sustainable development
VW e-Golf (bild.de)
Sebelum menuju ke pokok pembahasan, berikut ini uraian singkat mengenai electric vehicles (EVs). Definisi mengenai kendaraan listrik menurut OECD/IEA (2017: 5) adalah sebagai berikut: a) kendaraan yang murni bertenaga listrik dengan baterai saja; b) kendaraan yang menggunakan sistem hybrid dengan menggabungkan tenaga bensin/solar dan baterai; dan c) kendaraan yang menggunakan sel. Singkatan yang lazim dipergunakan untuk menyebut masing-masing kategori adalah BEVs (battery electric vehicles), PHEVs (plug-in hybrid electric vehicles), dan FCEVs (fuel cell electric vehicles) (OECD/IEA, 2017: 5).

Keberadaan Tesla sebagai salah satu pelaku utama industri mobil listrik ditunjukkan oleh penilaian yang diberikan oleh sembila media massa online, baik yang khusus menyajikan berita dan ulasan tentang automotif maupun yang memiliki segmen pembahasan automotif, yakni: 1) evobsesson.com; 2) cars.usnews.com; 3) whatcar.com; 4) autoexpress.co.uk; 5) carmax.com; 6) autotrader.com; 7) caranddriver.com; 8) independent.co.uk; dan 9) carbuyer.co.uk.
electric vehicles for sustainable development
BMW i3 (bmw.com)

Setiap media menggunakan indikator yang berbeda, antara lain harga, jarak tempuh (ketahanan baterai dalam satu kali pengisian (charge)), popularitas dan performa, untuk menentukan mobil listrik apa yang dinilai menjadi yang terbaik pada tahun 2017. Sementara itu saya menentukan skor rata-rata untuk masing-masing mobil berdasarkan peringkat 10 besar yang dirilis oleh masing-masing media tersebut. Saya menggunakan simulasi skor di mana peringkat 1 mendapatkan skor 10, peringkat 2 mendapatkan skor 9, dan seterusnya hingga peringkat 10 (skor 1). Dari penghitungan tersebut saya peroleh skor rata-rata yang dalam kesempatan ini saya sebut sebagai Rating. Hasil pengolahan data yang terhimpun dari pemeringkatan oleh kesembilan media online tersebut tersaji pada Tabel 1. 

Tabel 1. Peringkat Mobil Listrik 2017.

Berdasarkan skor yang diperoleh masing-masing mobil listrik di atas maka Tesla Model S menjadi "Mobil Listrik Terbaik 2017", disusul oleh Volkswagen e-Golf, dan BMW i3. Saya berpendapat bahwa terdapat satu indikator yang membuat Tesla Model S mengungguli para pesaingnya, yakni ketahanan baterai yang dapat menempuh jarak hingga 315 mil (~ 507 kilometer) dalam satu kali isi (charge) baterai. Selanjutnya, Tabel 2 menyajikan varian dari tiga mobil terbaik tahun 2017 tersebut. 

Tabel 2. Varian Tesla Model S, Volkswagen e-Golf, dan BMW i3 2017.

Pengembangan mobil listrik terus dilakukan. Sejumlah pabrikan mobil telah merencanakan peluncuran model mobil listrik, setidaknya untuk tahun 2018 hingga 2020, yakni: Nissan Leaf 2018, Tesla Model 3, Tesla Roadster 2019, Audi Q5 etron, Audi e-tron SUV, BMW i5, Jaguar I-Pace, Mercedes-Benz EQ, dan Porsche Mission E, Faraday Future FF91, Hyundai Kona Electric, Lucid Motors Air, Plug-in hybrids, BMW i3S, BMW i8 Roadster, Range Rover PHEV, Volvo XC40 PHEV, Volvo XC90 SUV, Aston Martin RapidE, dan Mercedes-Benz B250E. Bahkan menurut rumor yang beredar raksasa komputer Apple juga tergerak untuk ikut serta di dalam memproduksi mobil bertenaga listrik. 

Di dalam lingkup kebijakan publik kendaraan bertenaga listrik telah mendapatkan legitimasi internasional melalui Electric Vehicles Initiatives (EVI), sebuah forum kebijakan lintas pemerintah yang dibentuk pada tahun 2009 (CEM, 2017). Kegiatannya berada di bawah koordinasi International Energy Agency (IEA). Target utama inisiatif tersebut ialah mengurangi emisi gas rumah kaca (green house gas) dari energi yang dikonsumsi oleh kendaraan bermotor. Saat ini sektor transportasi menyumbang 23% dari total emisi GHG sehingga sektor ini boleh dikatakan sebagai penyebab utama pemanasan global. Penerapan sistem kelistrikan di dalam bidang transportasi berperan signifikan untuk mewujudkan dekarbonisasi di dalam sistem energi (OECD/IEA, 2017: 5).

Jika mengurangi jumlah kendaraan yang beroperasi merupakan usaha yang hampir mustahil dilakukan pada masa mendatang maka tenaga listrik menjadi solusi yang tepat untuk mengganti peran bensin dan solar karena memiliki kadar yang emisi yang lebih rendah dan untuk memberikan kesempatan bagi alam membentuk kembali materi dasar energi yang berasal dari fossil.

Mobil bertenaga bensin atau solar menghasilkan emisi yang menyebabkan pencemaran. Emisi bahan bakar fossil dari kendaraan bermotor mengandung materi dan endapan partikulat, senyawa-senyawa organik volatile, timbal, nitrogen oksida, karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur oksida, yang kesemuanya berpengaruh buruk bagi manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan benda tidak bergerak yang terpapar olehnya. Lebih lanjut, dalam hal keberlanjutan persediaan bahan bakar fossil konsumsi masyarakat sekarang telah mencapai 100.000 kali lebih cepat daripada laju kemampuan alam untuk menghasilkan bahan bakar fossil tersebut. Dikhawatirkan bahwa jika konsumsi tidak dikendalikan maka pada suatu saat nanti orang akan semakin kesulitan untuk mendapatkannya (Dhameja, 2012: 1-2; Muneer & Garcia, 2017: 31).

Untuk lingkup Indonesia, dengan penyinaran matahari sepanjang tahun, pengembangan electric vehicles sangatlah masuk akal dengan didukung oleh pembangkit listrik tenaga surya (solar power energy). Jika hal tersebut dapat direalisasikan maka kita tidak akan merasa resah dan kebingungan lagi dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).


Referensi:
10 best electric cars. Diakses 12 Desember 2017, dari https://evobsession.com/10-best-electric-cars/.
11 Best electric cars. Diakses 12 Desember 2017, dari https://cars.usnews.com/cars-trucks/best-lectric-cars.
2017 BMW i3. Diakses 12 Desember 2017 dari http://www.motortrend.com/cars/bmw/i3/2017/.
2017 Tesla Model S. Diakses 12 Desember 2017 dari http://www.motortrend.com/cars/tesla/model-s/2017/.
2017 Volkswagen E-Golf. Diakses 12 Desember 2017 dari http://www.motortrend.com/cars/volkswagen/e-golf/2017/.
Best And Worst Electric Cars 2017. 2017. What Car?. Diakses 11 Desember 2017, dari https://www.whatcar.com/news/the-best-electric-cars/.
Best electric cars. (2017). Carbuyer. Diakses 11 December 2017, dari http://www.carbuyer.co.uk/reviews/recommended/best-electric-cars.
Best electric cars on sale 2017. (2017). Auto Express. Diakses 11 Desember 2017, dari http://www.autoexpress.co.uk/best-cars/electric-cars/86169/best-electric-cars-on-sale-2017.
CEM (Clean Energy Ministerial). (2017). Electric vehicles initiatives (EVI), www.cleanenergyministerial.org/Our-Work/Initiatives/Electric-Vehicles.
Dhameja, S. (2002). Electric Vehicle Systems. Massachusetts, United States: Newnes.
Edelstein, S. (2017). Six new electric cars coming for 2018 and 2019. Green Car Reports. Diakses 11 Desember 2017, dari https://www.greencarreports.com/news/1109129_six-new-electric-cars-coming-for-2018-and-2019.
Electric vehicles can be a smart choice for green-conscious car shoppers. Diakses 12 Desember 2017, dari https://www.carmax.com/articles/best-electric-cars.
Here are the 10 electric vehicles with the longest ranges. Diakses 12 Desember 2017, dari https://www.autotrader.com/best-cars/here-are-the-10-electric-vehicles-with-the-longest-ranges-263793.
Hybrid and Electric Cars 2017-2018: The Best and the Rest. (2017). Car and Driver. Diakses 11 Desember 2017, dari https://www.caranddriver.com/best-hybrid-electric-cars.
Muneer T., Garcia I.I. (2017). "The automobile". In: Muneer T., Kolhe M., Doyle A. (eds.), Electric Vehicles: Prospects and Challenges. Amsterdam, Netherlands: Elsevier Inc.
NewMotion. Diakses 11 Desember 2017, dari https://newmotion.com/en/drive-electric/blog/electric-cars-we-can-expect-in-2018
OECD/IEA. (2017). Global EV Outlook 2017: Two million and counting. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) and International Energy Agency.
Scott/WhatCar, Graham. 2017. "The Best Electric Cars Of 2017". The Independent. Diakses 11 Desember 2017, dari http://www.independent.co.uk/life-style/motoring/the-best-electric-cars-of-2017-a8001406.html.
These 15 electric cars will be here by 2020. (2017). Business Insider. Diakses 11 Desember 2017, dari http://www.businessinsider.com/15-electric-cars-that-will-be-here-by-2020-2016-6/?IR=T/#and-of-course-apple-will-reportedly-deliver-its-first-electric-vehicle-by-2019-15.

Referensi (foto):
(2017). Tesla.com. Diakses 11 Desember 2017, dari https://www.tesla.com/tesla_theme/assets/img/models/v1.0/slideshow/Red_Bay-1440.jpg?20171005.
E-Golf im Test - Hält der Golf-Stromer, was er verspricht?. (2017). bild.de. Diakses 11 Desember 20177, dari http://www.bild.de/auto/auto-news/vw-e-golf/bild-testet-den-neuen-e-golf-53212604.bild.html.
Inspired by the future. Built for the present. Experience the BMW i3 now. . (2017). Bmw.com. Diakses 11 Desember 2017, dari https://www.bmw.com/en/bmw-models/bmw-i/i3/2017/index.html.

8 December 2017

Trotoar untuk Siapa dan Apa?

Tanpa membuka definisi di dalam kamus, buku cetak, atau kebijakan publik, kita secara empiris telah mengetahui apa yang dimaksud dengan trotoar. Trotoar yang kita pahami sebagai istilah sehari-hari adalah jalur yang berada di pinggir jalan yang berguna untuk tempat pejalan kaki. Trotoar dibuat sedemikian rupa sehingga memisahkan pejalan kaki dari "kontak langsung" dengan badan jalan yang dilalui oleh kendaraan, baik yang bertenaga manusia (sepeda onthel, becak), hewan (andhong, dokar, delman), maupun mesin (motor dan mobil). 

Trotoar yang nyaman dan aman untuk dilalui tentunya menjadi dambaan para pejalan kaki. Trotoar yang diinginkan adalah trotoar yang mampu menetralisasi pejalan kaki (pedestrian) dari kemungkinan resiko bahaya akibat lalu-lintas di jalan. Terlebih lalu-lintas di kota besar, seperti Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah. Di dalam kurun waktu satu dekade terakhir volume kendaraan yang melewati jalan-jalan utama pusat kota Semarang telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesatnya. Keberadaan trotoar yang nyaman dan menjamin keamanan pejalan kaki menjadi semakin penting. 

Pengamatan saya dengan mengambil contoh trotoar di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kota Semarang, ternyata tidak sesuai dengan harapan trotoar yang nyaman dan aman. Saya menemukan tiga hal yang mengurangi tingkat kenyamanan dan rasa aman saya pada saat berjalan menyusuri trotoar tersebut, yakni: (a) keberadaan pohon di tengah trotoar; (b) lintasan trotoar terhalang oleh papan niaga; dan (c) trotoar memiliki lintasan yang miring. Ketiga hal ini sangat mengganggu perjalanan dan membuat kesal.

Pohon-pohon yang ditanam dan tumbuh di pinggir jalan memiliki manfaat yang penting karena dapat berfungsi sebagai "paru-paru kota". But, that is not the case. Saya tidak mempermasalahkan pohonnya. Di dalam konteks yang saya alami di Jalan Jenderal Sudirman, jika pemerintah atau pihak-pihak terkait benar-benar berniat untuk melakukan penghijauan dan menyediakan tempat bagi pejalan kaki berupa trotoar, maka mereka harus membuat pertimbangan yang benar. Seperti yang nampak pada Gb. 1, tidaklah tepat kiranya jika pohon berada di tengah-tengah jalur trotoar. 

fungsi pohon menjadi hilang
Gb.1: Pohon menghalangi lintasan.

Pohon tersebut sepertinya telah menjadi "korban" pelebaran jalan sehingga kedudukannya terpojok. Pihak pembuat trotoar sepertinya juga memiliki "standar ganda", yakni antara menyediakan tempat bagi pedestrian dan mempertahankan pohon agar tumbuh di situ. Trotoar dibuat lurus searah dengan jalan dengan resiko menabrak pohon tersebut. Alhasil, jika dipandang sangat tidak asyik. Fungsi pohon menjadi kurang pas, nilai keberadaannya sebagai "paru-paru kota" pada suatu saat akan hilang karena pohon seperti pada gambar tersebut kelak akan tumbuh lebih besar dan cenderung merusak konstruksi trotoar. Pohon yang semestinya sangat berharga menjadi pihak yang kelak akan dipersalahkan karena merusak bangunan trotoar. 

Gb. 2 adalah contoh dari ketidaknyamanan kedua yang saya rasakan, yakni terhalangnya lintasan trotoar oleh papan niaga yang dipasang oleh pelaku niaga yang berada di pinggir trotoar tersebut. Papan tersebut adalah satu dari sekian banyak contoh yang dapat kita saksikan di pusat Kota Semarang. Pada saat saya mencapai ke papan tersebut langkah saya terhalang sehingga harus bergeser ke bagian aspal jalan. Sebuah keadaan yang menurut saya sangat berbahaya. Kita tidak boleh menyepelekan bahaya di jalan-raya, terlebih pada masa sekarang di mana pengguna kendaraan bermotor sering mengebut. Jika trotoar adalah lintasan yang semestinya disediakan bagi pejalan kaki maka keberadaan papan niaga yang menghalangi lintasan tersebut semestinya adalah pelanggaran. 

Gb.2: Papan  menghalangi lintasan
Saya tegaskan lebih lanjut, pelanggaran berat dan maha berat karena akibatnya dapat fatal: pejalan kaki terpaksa bergeser ke bagian aspal dan siap menerima resiko tertabrak oleh kendaraan yang melintas. Saya tidak mengerti apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan menghalangi lintasan trotoar tersebut. Trotoar adalah milik umum, bukan milik pribadi yang dapat dikuasai semaunya. 

Masalah ketiga berhubungan dengan bentuk trotoar itu sendiri. Pada beberapa tempat, terlebih di tempat-tempat yang menyatu dengan lokasi untuk parkir mobil, saya mendapati lintasan trotoar yang miring. Semestinya bukan hanya di ruas Jalan Jenderal Sudirman. Kemiringan yang lebih curam dapat pembaca temui di ruas-ruas jalan lainnya di pusat kota Semarang. Terkesan tidak berarti karena sekedar miring. Namun, saya tidak sependapat! Seperti halnya lintasan untuk kendaraan bermotor, bilamana lintasan tersebut miring maka orang yang berkendarapun menjadi merasa tidak nyaman. 

Lantas, bagaimanakah perasaan kita sebagai pejalan kaki jika kita melintasi trotoar yang miring seperti pada Gb.3 tersebut? Bagaimanapun, kita pasti lebih memilih untuk berjalan kaki pada lintasan yang datar daripada lintasan yang miring. 
trotoar di Kota Semarang
Gb.3: Lintasan miring.

Saya merasakan bahwa semakin hari penghargaan kepada pejalan kaki semakin hilang. Bahkan, pada sejumlah kesempatan yang saya saksikan pejalan kaki menjadi pihak yang harus mengalah dan atau "disingkirkan" karena mengganggu kelancaran lalu-lintas jalan. 

Boleh jadi karena pada era kekinian ini berjalan kaki telah menjadi suatu kegiatan yang "aneh", maka banyak pihak, terlebih pemerintah, semakin tidak memberikan perhatian. Pada lokasi-lokasi tertentu --- yang tentunya lebih "menjual" dan berdekatan dengan institusi pemerintah, seperti Simpang Lima, Jalan Pahlawan, dan Jalan Pemuda, kondisi trotoar sangatlah memuaskan, akan tetapi standar kenyamanan tersebut tidak diberlakukan secara universal di seluruh trotoar yang ada di pusat Kota Semarang. 

7 December 2017

Lokomotif Era Klasik

Kereta api telah menjadi angkutan massal bagi masyarakat lokal, khususnya Pulau Jawa, sejak sebelum Republik Indonesia berdiri. 

Kereta api boleh dikatakan ikut ambil bagian di dalam perjalanan bangsa. Sebuah lagu klasik karya Ismail Marzuki (1946) berjudul "Sepasang Mata Bola" menyebutkan kata "kereta" di dalam syairnya. Hal ini membuktikan bahwa pada usaha pendirian negara dan masa mempertahankan kemerdekaan kereta api telah menjalankan perannya bagi bangsa Indonesia.


Kereta api beroperasi dengan cara ditarik -- terkadang pula didorong -- oleh lokomotif. Lokomotif inilah yang membawa gerbong-gerbong berisi penumpang atau barang dari tempat asal ke tempat tujuan. Tulisan kali ini akan menyajikan klasifikasi mesin dan desain -- atau, kita boleh katakan sebagai spesifikasi -- lokomotif seperti yang dikemukakan di dalam sebuah artikel berjudul "Mike's Railway History: A look at railways in 1935 & Before". Di sini terdapat belasan desain dan klasifikasi lokomotif yang pernah digunakan sebagai moda transportasi rel di negara yang berbeda, yakni Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Belgia, India, dan Austria. Sudah barang tentu sebagian besar dari lokomotif yang diutarakan di sini sudah tidak lagi beroperasi pada era sekarang seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi, baik mesin, transportasi, maupun perkeretaapian.

2-10-2 Santa Fe (mrr.trains.com)

Dwarfed. Lokomotif ini beroperasi di Kanada dan merupakan pelopor lokomotif di negara tersebut. Terdapat dua varian, yakni Trevitchik dan Confederation. Trevitchik memiliki konfigurasi 4-8-4 dan pembangkit tenaga dari kayu. Panjang keseluruhan adalah 60 kaki dan berat 33 ton. Sedangkan Confederation memiliki panjang 93 kaki dan berat 319 saat beroperasi.

No.5700, 4-6-4 Type Express Locomotive. Beroperasi di Kanada, tipe ini memiliki ukuran silider 23x28 inci dan roda penggerak berdiameter 6 kaki 8 inci. Mesinnya menghasilkan traksi sebesar 43.300 pound dengan traksi tambahan 10.000 pound jika dilengkapi dengan booster. Lokomotif ini memiliki panjang 92 feet dan berat lebih dari 331 ton.

"Shire" Class LNER. Merupakan lokomotif ekspres 4-4-0 tiga silinder. Ukuran silindernya adalah 17x26 inci dengan couple wheels berdiameter 6 kaki 8 inci. Panjang mesin 58 kaki 3/4 inci dengan total jarak dari landasan mesin 24 kaki 11 inci. Shire memiliki total pemanasan permukaan 1.669-1/2 kaki persegi. Orang yang merancangnya adalah H.N. Gresley yang pada waktu itu menjabat sebagai Chief Mechanical Engineer LNER. Daerah operasi lokomotif ini adalah dari London menuju Edinburgh.

"Gladstone" dan "Terrier". Lokomotif tipe ini merupakan pengembangan desain yang dibuat oleh W. Stroudly untuk London, Brighton and South Coast Railway pada tahun 1882. Gladstone dan Terrier terkenal dengan front-coupled driving wheels dan merupakan mesin lokomotif Britania Raya yang dibangun untuk kereta ekspres. Adapun pendahulunya adalah Terrier 0-6-0 yang memiliki ukuran mesin lebih kecil.

2-10-0 Locomotive. Tipe ini digunakan di jalur kereta api Great Indian Peninsula Railway. Jumlah lokomotif yang diproduksi adalah 70 unit. Jarak tempuh yang dilalui lokomotif tersebut saat beroperasi mencapai hampir 3.500 mil.

"Santa Fe". Lokomotif tipe Santa Fe memiliki konfigurasi roda 2-10-2 dan digunakan untuk angkutan berat oleh Canadian National Railways. Mesin bertenaga besar ini memiliki boilers berdiameter 8 kaki 8 inci. 

Express Passenger Work. Tipe dengan mesin LMS 4-6-0 tiga silinder yang dibuat di Derby, Britania Raya, pada tahun 1934. Disebut pula sebagai 5XP locomotive, tipe ini memiliki driving wheels berdiameter 6 kaki 9 inci, silinder 17x26 inci, total heating surface 1.853 kaki persegi, dan working pressure 225 pound per inci persegi. Berat mesin dan tender adalah 134-3/4 ton. 

4-6-0 Locomotives. Merupakan pelopor tipe 4-6-0 di Britania Raya yang awalnya dimiliki oleh Highland Railways sebelum kemudian pindah tangan ke LMS. Digerakkan oleh mesin buatan tahun 1894 dengan berat mesin 56 ton tanpa tender. Pada saat pembuatannya mesin tipe ini merupakan yang terbesar di Britania Raya dan saat ini masih dapat diperbandingkan dengan lokomotif modern 4-6-0 dan 4-8-2. 

"Mikado". Lokomotif dari Belgia buatan Ateliers Metatlurgiques, Tubize. Lokomotif jenis ini digunakan untuk mengangkut penumpang jalur Brussels-Arlon. Daya angkutnya mencapai 600 ton hingga gradien 1 inci 62-1/2 pada kecepatan 25 mil per jam. Mikado sempat menjadi lokomotif paling bertenaga di Benua Eropa. 

Eight-coupled wheels 6 ft. 5 in diameter. Merupakan lokomotif bermesin ekspres buatan Austria. Kekuatan angkutnya adalah 500-700 ton dan beroperasi di jalur kereta api Wina-Salzburg. Bagian firebox dan boiler memiliki berat 35 ton dengan panjang connecting rods 13 kaki 11 inci. 

International Limited. Lokomotif milik Canadian National Railways yang memiliki wilayah operasi hingga Amerika Serikat, yakni antara Port Huron dan Chicago. International Limited digerakkan oleh mesin yang sangat bertenaga dengan konfigurasi 4-8-4.

2-6-2 LNER. Lokomotif dengan ukuran silinder 16x26 inci. Memiliki total heating surface 1609 kaki persegi, grate area 22,08 kaki persegi, tekanan uap 180 pound per inci persegi dan berat working order 84 ton.

Passenger Tank Locomotive. Lokomotif ini memiliki konfigurasi roda 2-10-2 dan dioperasikan oleh Polish State Railways. Spesifikasinya adalah sebagai berikut: diameter coupled wheels 4 kaki 9-1/8 inci; silinder 24-7/8 inci x 27-5/8 inci; panjang mesin pada buffers 50 kaki 3-1/4 inci; dan traksi maksimum 37.919 pound.

"Mountain". Lokomotif tipe Mountain dirancang di Britania Raya dan memiliki konfigurasi 4-8-2 dan merupakan yang pertama pada kelasnya. Lokomotif ini memang dikhususkan untuk perjalanan melalui jalur pegunungan. Pada awal operasinya Mountain dikelola oleh Chesapeake and Ohio Railroads.

2-4-0 Locomotive. Merupakan tipe lokomotif yang tadinya dikelola oleh Midland Railway, salah satu perusahaan konstituen dari LMS. Pembuatannya dimulai pada tahun 1867 di Derby, Inggris dan dikenal dengan rangka luarnya yang dilengkapi oleh engkol dan bearing luar. Lokomotif tipe ini sangat sulit untuk dijumpai era kekinian. 

"Iron Duke" Class. Lokomotif buatan 1888 ini menggunakan mesin broad-gauge Great Western. Konfigurasnya sulit untuk dikelompokkan ke dalam tipe apa meskipun lebih mendekati 4-2-2. Iron Duke memiliki driving wheels 8 kaki sehingga mendukungnya untuk bergerak dengan cepat. 

4-4-0 Compound Locomotive. Hasil rancangan London, Midland and Scottish Railway di Derby, Inggris pada tahun 1925. Saat ini masih tersisa 230 unit. 4-4-0 Compound locomotive memiliki satu silinder bertekanan tinggi di bagian dalam dan dua silinder bertekanan rendah di bagian luar.

Referensi:
Mike's Railway History: A look at railways in 1935 & Before. Diakses 15 Juli 2017 dari
http://mikes.railhistory.railfan.net/r176.html.
(2017). Mrr.trains.com. Diakses 6 Desember 2017, dari http://mrr.trains.com/-/media/import/images/5/3/f/mrr-pr0107_25.jpg.


Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.