Pages

10 May 2017

Resolusi PBB 66/288 Terkait Kehutanan dan Wilayah Pegunungan

Resolusi Majelis Umum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) 66/288 tanggal 27 Juli 2012 yang berjudul "The future we want" dikeluarkan dengan latar belakang Resolusi 64/236 tanggal 24 Desember 2009, yang memutuskan UN Conference on Sustainable Development pada tahun 2012, dan Resolusi 66/197 tanggal 22 Desember 2011 (United Nations, 2012).

Resolusi Majelis Umum Persatuan Bangsa Bangsa (MU PBB) 66/288 berisi pernyataan para pemimpin negara anggota PBB mengenai cita-cita yang hendak dicapai pada masa mendatang, sebuah keadaan yang diinginkan dengan mendasarkan keadaan saat ini. Resolusi 66/288 memuat harapan mengenai praktek keberlanjutan di dalam menjalankan kegiatan berbagai bidang kehidupan dan kegiatan manusia.

Isu kehutanan dan wilayah pegunungan tidak luput dari perhatian sebagai salah satu unsur penting di dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Para pemimpin negara anggota mengeluarkan pernyataan yang berhubungan dengan bidang kehutanan di dalam ayat 193, 194, 195 dan 196. Sedangkan wilayah pegunungan tercantum di dalam ayat 210, 211 dan 212.

a. Isu Kehutanan di dalam Resolusi MU PBB 66/288

Ayat 193 menjelaskan manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan dari hutan bagi manusia. Pengelolaan hutan secara berkelanjutan menjadi tujuan yang hendak dicapai oleh United Nations Conference on Sustainable Development. Usaha pengelolaan hutan secara berkelanjutan digalakkan melalui penyusunan kebijakan lintas sektoral dan antarlembaga. Setiap negara diharapkan melakukan praktek pengelolaan berkelanjutan terhadap hutan dengan cara penanaman kembali, restorasi dan aforestasi, dan pengendalian usaha-usaha penebangan hasil hutan dan tindakan-tindakan lain yang berpotensi untuk menyebabkan degradasi hutan. Penggundulan dan degradasi hutan dapat menyebabkan emisi sehingga setiap negara anggota wajib untuk melakukan konservasi. Penguatan kerangka tata kelola hutan alat implementasi sesuai dengan instrumen yang tidak mengikat secara hukum dari semua jenis hutan (Resolution 62/98, annex) bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Cita-cita tersebut dapat tercapai dengan komitmen untuk meningkatkan taraf hidup manusia dan masyarakat dengan menciptakan kondisi-kondisi yang diperlukan, termasuk di antaranya dengan memperkuat kerjasama di dalam bidang-bidang keuangan, perdagangan, alih teknologi berbasis lingkungan, pengembangan kapasitas dan tata kelola, serta usaha kepemilikan resmi atas tanah (land tenure), khususnya yang berhubungan dengan pembuatan keputusan dan pembagian manfaat, sesuai dengan undang-undang dan prioritas masing-masing negara.

Di dalam ayat 194 Resolusi meminta implementasi sesegera mungkin instrumen yang tidak mengikat secara hukum untuk semua jenis hutan dan deklarasi tingkat menteri yang disampaikan pada sesi kesembilan United Nations Forum on Forests sebagai rangkaian dari acara International Year of Forests (United Nations, 2011).

Ayat 195 menyebutkan bahwa United Nations Forum on Forests berikut keanggotaannya secara universal dan mandatnya yang komprehensif, berperan penting di dalam menanggapi isu-isu yang berhubungan dengan kehutanan dengan cara yang menyeluruh dan terpadu serta mengadakan koordinasi dan kerjasama kebijakan internasional untuk mewujudkan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Collaborative Partnership on Forests diharapkan terus memberikan dukungan kepada Forum dan mendorong stakeholders agar tetap aktif terlibat di dalam kegiatan Forum.

Ayat 196 berisi tentang pernyataan pentingnya integrasi tujuan dan praktek pengelolaan hutan secara berkelanjutan ke dalam arusperdana kebijakan dan pembuatan keputusan ekonomi. Lembaga-lembaga yang berwenang dari semua organisasi anggota Collaborative Partnership on Forests harus mengintegrasikan pengelolaan berkelanjutan terhadap semua jenis hutan ke dalam strategi dan programa.

b. Isu Wilayah Pegunungan di dalam Resolusi MU PBB 66/288

Ayat 210 menyatakan bahwa para pemimpin negara anggota mengakui manfaat yang diberikan oleh kawasan pegunungan bagi pembangunan berkelanjutan. Ekosistem pegunungan berperan penting di dalam menyediakan sumber daya air bagi populasi dunia. Oleh karena itu ekosistem pegunungan yang rapuh akan lebih mudah menerima dampak negatif dari perubahan iklim, penggundulan dan degradasi hutan, pengalihan tataguna lahan, degradasi lahan dan bencana alam.

Ayat 211 menyebutkan bahwa pegunungan merupakan rumah/kediaman bagi masyarakat, termasuk di antaranya masyarakat asli dan tempatan. Mereka telah memanfaatkan sumber daya pegunungan secara berkelanjutan lintas generasi. Akan tetapi, kelompok masyarakat tersebut sering terpinggirkan dan oleh sebab itu mereka rawan terhadap bahaya kemiskinan, kelangkaan pangan dan kekurangan gizi, pengucilan sosial dan degradasi lingkungan. Dengan demikian semua negara anggota wajib memperkuat tindakan kooperatif dengan pelibatan yang efektif dan tukar pengalaman antar stakeholders yang terkait dengan memperkuat rancangan, perjanjian dan pusat-pusat studi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan wilayah pegunungan.

Ayat 212 menuntut usaha yang lebih giat lagi untuk konservasi ekosistem pegunungan dan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya. Semua negara anggota diharapkan mengambil visi jangka panjang dan pendekatan yang menyeluruh, antara lain dengan mencantumkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan wilayah pegunungan ke dalam strategi nasional pembangunan berkelanjutan, yang dapat meliputi, antara lain, rencana penurunan angka kemiskinan dan programa-programa untuk daerah pegunungan, khususnya di negara-negara berkembang. Berkenaan dengan hal tersebut dukungan skala internasional akan ikut melancarkan pembangunan wilayah pegunungan secara berkelanjutan di negara-negara berkembang.

Referensi:

United Nations. Resolution 62/98, annex.
United Nations. Decision 66/543.
United Nations. 2011. Official Records of the Economic and Social Council, Supplement No. 22 (E/2011/42), chap. I, sect. A., draft decision I.
United Nations. 2012. General Assembly, A/RES/66/288 "The future we want", Sixty-sixth session, Agenda item 19.

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.