Pages

19 March 2016

Teori Atribusi

Teori atribusi adalah sekelompok orientasi psikologi sosial yang berusaha untuk menggambarkan usaha manusia untuk memahami struktur sebab-akibat dari peristiwa-peristiwa. Heider (1958) berpendapat bahwa orang secara logika berusaha mengungkap keterkaitan antara sebab dan akibat. Kelley (1967) dan beberapa pakar lainnya menelaah proses-proses yang dipergunakan oleh manusia untuk menyimpulkan maksud dan karakteristik manusia lainnya sekaligus menjelaskan peristiwa-peristiwa dalam yang disebabkan oleh diri atau lainnya atau Tuhan atau keberuntungan.

Bern (1978) berteori bahwa manusia menjadi tahu tentang sikap, emosi, dan keadaan-keadaan internal lain mereka antara lain dengan menjelaskannya dari pengamatan perilaku diri yang terungkap. Sebagai contoh, orang yang menghadiri gereja secara teratur akan mempersepsikan dirinya sebagai seorang religius. Hipotesis yang dikembangkan oleh Bern ialah bahwa atribusi-diri muncul dengan cara yang sama dengan apa yang kita pelajari mengenai sikap dan karakteristik. Emosi manusia dilabel-diri menjurut karakteristik situasi. Bilamana tindakan-tindakan tertentu dipersepsikan sebagai hal yang bermanfaat, orang cenderung untuk menyimpulkan bahwa, karena mereka menikmati perilaku tersebut, mereka harus memiliki tipe tertentu. Orang yang menghadiri ritual keagamaan akan mempersepsikan dirinya sebagai seorang yang religius.

Teori atribusi juga memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman-pengalaman religius yang spontan. Faktor-faktor lingkungan dan budaya mempengaruhi tingkat sebuah pengalaman untuk dipersepsikan sebagai "religius". Sebuah kecenderungan untuk melakukan sesuatu dan latar membentuk atribusi orang tersebut mengenai sebuah pengalaman yang unik untuk memikirkan Tuhan atau kepercayaan.

Referensi:

Bern, D. J. (1978). Sel-Perception Theory, dalam L. Berkowitz (ed). Cognitive Theories in Social Psychology. New York: Academic Press.
Heider, F. (1958). The Psychology of Interpersonal Relations. New York: Wiley.
Kelley, H. H. (1967). Attribution Theory in Social Psychology, dalam D. Levine (ed). Nebraska Symposium on Motivation. Lincoln: University of Nebraska Press.

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.