Pages

10 July 2015

Perundingan dan Perjanjian Semasa Dua Perang Besar

1902 Anglo-Japanese Treaty
Anglo-Japanese Treaty adalah perjanjian kerjasama militer antara Inggris dan Jepang yang ditandatangani pada tanggal 30 Januari 1902. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa jika salah satu pihak (Inggris atau Jepang) mendapatkan serangan dari negara lain, maka salah satu pihak akan bersikap netral.

1902 South African Peace Agreement
South African Peace Agreement berlangsung pada tanggal 31 Mei 1902 antara Boers dan Inggris. Perjanjian yang juga dikenal sebagai Peace of Vereeniging tersebut menandai berakhirnya Perang Boer  yang telah berlangsung sejak tahun 1900 antara Britania Raya, Boers of Transvaal (Afrika Selatan), dan Orange Free State.

1905 Russo-Japanese Treaty of Portsmouth
Russo-Japanese Treaty of Portsmouth antara Rusia dan Jepang menandai berakhirnya perang antara kedua negara yang secara definitif dimenangkan oleh pihak Jepang. Perjanjian Portsmouth tersebut dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt.

1907 Peace Conference at the Hague
Peace Conference at the Hague (Den Haag), Belanda, dilakukan atas prakarsa Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt. Konferensi tersebut dihadiri oleh para pemimpin negara besar dengan topik utama mengusahakan kesepakatan tentang pembatasan distribusi senjata.

1907 Gentlemen's Agreement
Gentlement's Agreement adalah perjanjian yang melibatkan Jepang dan Amerika Serikat. Pihak Jepang setuju untuk mengeluarkan paspor para buruh/pekerja yang berkeinginan untuk migrasi ke Amerika Serikat.  Sebaliknya, Amerika Serikat setuju untuk secara formal tidak membatasi imigrasi warga negara Jepang.

1918 Treaty of Brest-Litovsk
Treaty of Brest-Litovsk adalah sebuah perjanjian antara Kekuatan Sentral (Central Powers) dan Pemerintah Soviet di Rusia.

1918 Gencatan Senjata di Eropa
Pada tanggal 11 November gencatan senjata ditandangani bersama di Eropa dan menandai berakhirnya Perang Dunia I di kawasan Eropa.

1919 Versailles Peace Conference
Versailles Peace Conference berlangsung pada tanggal 29 Juni 1919. Isi dari konferensi perdamaian tersebut ialah usaha untuk mengakhiri Perang Dunia I.

1921 Washington Naval Conference
Washington Naval Conference adalah sebuah konferensi yang diikuti oleh Amerika Serikat, Britania Raya, Jepang, Prancis, dan Italia. Konferensi tersebut bertujuan untuk membatasi jumlah dan ukuran armada angkatan laut masing-masing pihak yang ikut di dalam konferensi.

1928 Kellogg-Brand Pact
Kellogg-Brand Pact adalah sebuah perundingan yang menjadi dasar hubungan bilateral antara Prancis dan Amerika Serikat. Hubungan tersebut kemudian berkembang hingga melibatkan 62 negara. Tujuan dari Kellogg-Brand Pact adalah untuk menghentikan perang.

1930 London Naval Accord
London Naval Accord adalah perjanjian kerjasama antara Amerika Serikat, Britania Raya, dan Jepang, dengan tujuan untuk membatasi jumlah armada besar negara masing-masing.

1935 Government of India Act
Government of India Act merupakan sebuah undang-undang yang dikeluarkan oleh parlemen Inggris yang mengatur bahwa Burma dan Aden adalah wilayah yang terpisah dari India, sementara India dan Burma mendapatkan wewenang yang lebih luas untuk mengatur sendiri pemerintahan masing-masing.

1936 Treaty between Egypt and Great Britain
Sebuah perjanjian antara Mesir dan Britania Raya yang menyatakan bahwa Britania Raya harus menarik pasukannya dari wilayah Mesir. Jumlah pasukan yang diperbolehkan berada di Mesir adalah tidak lebih dari 10.000 orang.

1938 Munich Agreement
Munich Agreement adalah perundingan antara para pemimpin Britania Raya dan Prancis dengan Hitler dan Mussolini di kota Munich pada bulan September. Dalam perundingan tersebut semua pihak meluluskan keinginan Hitler untuk mengklaim Sudetenland (Ceklosovakia) sebagai wilayah Jerman.

1939 Pact of Steel
Pact of Steel adalah pakta yang ditandatangani oleh Italia dan Jerman yang isinya adalah kesepakatan antara kedua pihak untuk saling membantu di dalam peperangan.

1939 The White Paper
The White Paper adalah sebuah ketentuan yang menyatakan bahwa karena Deklarasi Balfour hanya menuntut pembentukan perkampungan Yahudi di Palestina, dan karena terdapat lebih dari 450.000 orang Yahudi di Palestina, maka Inggris telah memenuhi tanggung jawabnya dan bahwa kemerdekaan harus diberikan dalam kurun waktu 10 tahun.

1939 Soviet-German Non-Aggression Pact
Soviet-German Non-Aggression Pact adalah sebuah perjanjian yang ditandatangani oleh Jerman Nazi dan Uni Soviet yang menyatakan bahwa antara kedua pihak tidak akan terjadi tindakan agresi.

1943 Casablanca Conference
Casablanca Conference adalah sebuah konferensi yang berlangsung pada tanggal 14-24 Januari di Casablanca, Maroko, yang saat itu dikuasai oleh Prancis. Konferensi tersebut dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat F. D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, bersama pejabat masing-masing negara.

1943 Quebec Conference
Quebec Conference adalah sebuah konferensi yang berlangsung di Quebec, Kanada. Dalam konferensi tersebut Winston Churchill dan F. D. Roosevelt membahas rencana pendaratan di Italia serta rencana konferensi tingkat tinggi dengan Joseph Stalin.

1943 Tehran Conference
Tehran Conference yang berlangsung di Tehran, Iran, merupakan sebuah konferensi tiga pihak (three-way conference) antara Winston Churchill, F. D. Roosevelt, dan Joseph Stalin.

1945 Yalta Conference
Yalta Conference adalah konferensi yang berlangsung di Yalta, daerah Uni Soviet bagian selatan, antara F. D. Roosevelt, Winston Churchill, dan Joseph Stalin. Agenda konferensi tertuju pada pernyataan perang Uni Soviet terhadap Jepang dan dunia setelah perang berakhir.

1945 San Francisco Conference
San Francisco Conference adalah konferensi yang berlangsung pada tanggal 25 April 1945 antara perwakilan empat negara besar (Allied Big Four), yaitu Amerika Serikat, Britania Raya, Cina, dan Uni Soviet) dengan tujuan membentuk United Nations (Perserikatan Bangsa Bangsa).
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.