Pages

15 July 2015

Indeks Daya Saing Perjalanan dan Pariwisata

Indeks daya saing bidang perjalanan dan pariwisata (Travel & Tourism Competitiveness, TTCI) merupakan sebuah dokumen laporan yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) sejak tahun 2007, dan dalam perkembangannya terbit dua tahun sekali. TTCI adalah mekanisme pengukuran daya saing suatu negara di dalam bidang perjalanan dan pariwisata berdasarkan faktor dan kebijakan yang mempengaruhi kegiatan perjalanan dan pariwisata.

TTCI edisi tahun 2015 memuat 4 subindeks, 14 pilar, dan 90 faktor. Berdasarkan penilaian dari tim WEF, lima besar peringkat TTCI 2015 diduduki oleh Spanyol dengan poin indeks 5,31, Prancis (5,24), Jerman (5,22), Amerika Serikat (5,12), dan Britania Raya (5,12).

TTCI 2015 untuk kawasan Asia Tenggara

Kawasan Asia Tenggara mengalami perkembangan pesat di dalam kegiatan kunjungan perjalanan dan pariwisata, dengan ditunjukkan oleh naiknya angka kedatangan internasional (international arrivals). Berbekal harga yang bersaing dan modal alami (natural capital), Asia Tenggara dianggap mampu bersaing dengan kawasan lain. Mendukung penggalakan bidang pariwisata dan perjalanan regional tersebut, negara-negara Asia Tenggara memberlakukan kebijakan bebas visa bagi warganya. Menurut laporan dari United Nations World Tourism Organization (2014), kebijakan bebas visa Asia Tenggara menghasilkan angka perjalanan dan pariwisata hingga 10 juta pengunjung.

Indonesia sebagai salah satu tujuan perjalanan dan pariwisata menempati peringkat 50 dunia dari 141 negara yang terdaftar dengan poin indeks 4,04. Untuk kawasan Asia Indonesia menempati peringkat 10, sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara Indonesia berada pada posisi keempat di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Peringkat TTCI 2015 Asia Tenggara
*angka di dalam kurung adalah peringkat dunia.

4,86 Singapura (11)
4,41 Malaysia (25)
4,26 Thailand (35)
4,04 Indonesia (50)
3,63 Filipina (74)
3,60 Vietnam (75)
3,32 Laos (97)
3,24 Kamboja (105)
2,75 Myanmar (134)

Referensi: wef.org

13 July 2015

Athletics at Universiade 2015 - Women's Field Competition Results

High jump (in meters):
1.84 LTU Airine Palsyte - gold
1.80 USA Elizabeth Boyer - silver
1.80 LAT Madara Onuzane - silver
1.80 AUS Nicola McDermott
1.80 MNE Marija Vukovic
1.80 NOR Katarina Moegenburg
1.80 RUS Katerina Fedotova
1.75 NZL Elizabeth Lamb
1.75 NZL Keeley O'Hagan
1.75 EST Teele Palumaa

Pole vault (in meters):
4.45 CHN Li Ling - gold
4.40 NZL Eliza McCartney - silver
4.40 BEL Chole Henry - bronze
4.35 RUS Olga Mulina
4.35 RUS Tatiana Shvydkina
4.25 CZE Romana Malacova
4.25 GER Anna Felzmann

Long jump (in meters):
6.79 RUS Iuliia Pidluzhnaia - gold
6.57 POL Anna Jagaciak-Michalska - silver
6.55 AUS Naa Adjeley Anang - bronze
6.52 CYP Nektaria Panayi
6.42 USA Nataliyah Friar
6.33 FIN Sanna Sofia Nygaard

Triple jump (in meters):
14.60 RUS Ekaterina Koneva - gold
13.86 GER Jenny Elbe - silver
13.81 POL Anna Jagaciak-Michalska - bronze
13.75 CHN Wang Wu Pin
13.56 LAT Madara Apine

Shot put (in meters):
18.00 GER Lena Urbaniak - gold
17.94 POL Paulina Guba - silver
17.27 CAN Brittany Crew - bronze
16.80 RUS Vera Kunova
16.43 RUS Irina Kirichenko
15.76 IND Manpreet Kaur

Discus throw (in meters):
59.37 RUS Yulia Maltseva - gold
58.83 GER Marike Steinacker - silver
58.22 ITA Stefania Strumillo - bronze
57.75 THA Subenrat Insaeng
55.58 USA Valarie Allman
54.80 TPE Li Tsai Yi

Hammer throw (in meters):
70.67 AZE Hanna Skydan - gold
69.69 POL Joanna Fiodorow - silver
67.54 NZL Julia Ratcliffe - bronze
67.11 CHN Luo Na
66.64 CZE Tereza Kralova
64.93 EST Kati Ojaloo
63.34 AUS Lara Nielsen

Javelin throw (in meters):
60.45 BLR Tatsiana Khaladovich - gold
60.26 LAT Lina Muze - silver
59.89 CZE Irena Sediva - bronze
58.34 SWE Anna Wessman
55.63 CHN Duo Xiao Wei
55.00 NZL Victoria Peeters

Men's results HERE

Athletics at Universiade 2015 - Men's Field Competition Results

MEN'S EVENTS

High jump (in meters):
2.31 RUS Daniil Tsyplakov - gold
2.28 SVK Matus Bubenik - silver
2.28 TPE Hsiang Chun Hsien - bronze
2.24 LTU Raivydas Stanys
2.24 KOR Woo Sang Hyeok
2.20 POL Sylwester Bednarek
2.20 SVK Lukas Beer
2.20 KOR Yun Seung Hyun
2.15 RUS Dmitrii Semenov
2.15 FRA Florian Labourel
2.15 NOR Ivan Kristoffer Nilsen
2.10 CHN Gao Wo Qi
2.10 RSA Mpo Benjamin Links

Pole vault (in meters):
5.50 KAZ Nikita Filippov - gold
5.50 RUS Ilia Mudrov - silver
5.50 POL Robert Sobera - bronze
5.40 FRA Noel Ost
5.30 KOR Han Du Hyeon
5.30 KOR Jin Min Sub
5.30 GER Daniel Clemens
5.30 FRA Alexandre Feger
5.15 KAZ Sergey Grigoryev
5.15 USA Michael Woepse

Long jump (in meters):
8.29 RUS Pavel Shalin - gold
8.13 RUS Vasilii Kopeikin - silver
7.98 RS Rudolph Pienaar - bronze
7.89 HKG Chan Ming Tai
7.83 TPE Ted Hooper
7.83 BEL Cedric Nolf
7.77 JPN Yasuhiro Moro
7.72 TPE Lin Hung Min
7.68 KOR Joo Eun Jae
7.61 IRL Adam McMullen
7.53 POR Bruno Filipe Leite Da Costa
7.31 EST Henrik Kutberg

Triple Jump (in meters):
17.29 RUS Dmitrii Sorokin - gold
16.76 BUR Hugues Zango - silver
16.76 CHN Xu Xiao Long - bronze
16.59 MAS Muhammad Ismail
16.35 RUS Alexey Fedorov
16.22 MEX Alberto Alvarez Munoz
16.10 ROU Adrian Adel Daianu
16.07 USA Matthew O'Neal
15.87 IND Mohammed Sharfudeen Nizamuddin
15.86 RSA Rudolph Pienaar
15.74 VEN Roy Mario Martinez Aristimuno

Shot put (in meters):
20.27 IND Inderjeet Singh - gold
19.92 ROU Andrei Marius Gag - silver
19.84 RUS Alexander Bulanov - bronze
19.48 BLR Mikhail Abramchuk
19.24 IND Tanjiderpal Toor
19.20 RSA Jacob Engelbrecht
18.66 LTU Sarunas Banevicius
18.43 CHN Guo Yan Xiang
18.43 RUS Konstantin Liadusov
18.40 USA Braheme Days
17.29 ARG Nicolas Martina
17.06 POR Pereira Boavida Belo
16.66 DEN Kenneth Hudlebusch Mertz
16.28 CAN Mathieu Marcoccia
16.17 KOR Lee Hyung Geun
12.58 LIB Charbel Saad

Discus throw (in meters):
64.15 BEL Philip Milanov - gold
62.58 AUS Matthew Denny - silver
62.54 LTU Andrius Gudzius - bronze
60.10 JAM Chad Wright
59.70 ITA Federico Apolloni
58.61 HUN Janos Huszak
57.31 RSA Russel Tucker
56.20 RUS Mikhail Dvornikov
54.59 NZL Marshal Hall
54.21 RUS Magomedsalam Magomedov
53.83 SLO Tadej Hribar
53.79 MAS Muhammad Irfan Shamshuddin
52.40 POR Pereira Boavida Belo

Hammer throw (in meters):
80.05 POL Pawel Fajdek - gold
75.75 BLR Pavel Bareisha - silver
74.68 BLR Siarhei Kalamoyets - bronze
73.65 ROU Sherghei Marghiev
73.65 RUS Denis Lukyanov
71.47 NOR Eivind Henriksen
70.85 RUS Anatoli Pozdniakov
70.58 ITA Simone Falloni
69.07 SVK Tomas Kruzliak
68.91 CYP Konstantinos Stathelakos
66.31 SWE Mattias Lindberg
64.28 RSA Renaldo Frechou
63.84 CHN Qi Da Kai
63.48 MAS Jackie Cheer Wong Siew
62.73 USA Alec Faldermeyer
61.78 KOR Park Young Sic
61.04 DEN Taj Murmann
52.23 QAT Saleem Fadel

Javelin throw (in meters):
81.71 EST Tanel Laanmae - gold
81.27 TPE Huang Shih Feng - silver
79.37 LAT Zigismunds Sirmais - bronze
79.35 TPE Cheng Chao Tsun
78.96 SRB Vedran Samac
78.96 POL Hubert Chmielak
77.72 FIN Sami Markus Peltomaeki
76.65 EST Magnus Kirt
75.37 BIH Dejan Mileusnic
74.39 NZL Benjamin Langton Burnell
74.30 UKR Oleksandr Nychyporchuk
73.77 SWE Jiannis Smalios

Women's results HERE

10 July 2015

Perundingan dan Perjanjian Semasa Dua Perang Besar

1902 Anglo-Japanese Treaty
Anglo-Japanese Treaty adalah perjanjian kerjasama militer antara Inggris dan Jepang yang ditandatangani pada tanggal 30 Januari 1902. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa jika salah satu pihak (Inggris atau Jepang) mendapatkan serangan dari negara lain, maka salah satu pihak akan bersikap netral.

1902 South African Peace Agreement
South African Peace Agreement berlangsung pada tanggal 31 Mei 1902 antara Boers dan Inggris. Perjanjian yang juga dikenal sebagai Peace of Vereeniging tersebut menandai berakhirnya Perang Boer  yang telah berlangsung sejak tahun 1900 antara Britania Raya, Boers of Transvaal (Afrika Selatan), dan Orange Free State.

1905 Russo-Japanese Treaty of Portsmouth
Russo-Japanese Treaty of Portsmouth antara Rusia dan Jepang menandai berakhirnya perang antara kedua negara yang secara definitif dimenangkan oleh pihak Jepang. Perjanjian Portsmouth tersebut dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt.

1907 Peace Conference at the Hague
Peace Conference at the Hague (Den Haag), Belanda, dilakukan atas prakarsa Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt. Konferensi tersebut dihadiri oleh para pemimpin negara besar dengan topik utama mengusahakan kesepakatan tentang pembatasan distribusi senjata.

1907 Gentlemen's Agreement
Gentlement's Agreement adalah perjanjian yang melibatkan Jepang dan Amerika Serikat. Pihak Jepang setuju untuk mengeluarkan paspor para buruh/pekerja yang berkeinginan untuk migrasi ke Amerika Serikat.  Sebaliknya, Amerika Serikat setuju untuk secara formal tidak membatasi imigrasi warga negara Jepang.

1918 Treaty of Brest-Litovsk
Treaty of Brest-Litovsk adalah sebuah perjanjian antara Kekuatan Sentral (Central Powers) dan Pemerintah Soviet di Rusia.

1918 Gencatan Senjata di Eropa
Pada tanggal 11 November gencatan senjata ditandangani bersama di Eropa dan menandai berakhirnya Perang Dunia I di kawasan Eropa.

1919 Versailles Peace Conference
Versailles Peace Conference berlangsung pada tanggal 29 Juni 1919. Isi dari konferensi perdamaian tersebut ialah usaha untuk mengakhiri Perang Dunia I.

1921 Washington Naval Conference
Washington Naval Conference adalah sebuah konferensi yang diikuti oleh Amerika Serikat, Britania Raya, Jepang, Prancis, dan Italia. Konferensi tersebut bertujuan untuk membatasi jumlah dan ukuran armada angkatan laut masing-masing pihak yang ikut di dalam konferensi.

1928 Kellogg-Brand Pact
Kellogg-Brand Pact adalah sebuah perundingan yang menjadi dasar hubungan bilateral antara Prancis dan Amerika Serikat. Hubungan tersebut kemudian berkembang hingga melibatkan 62 negara. Tujuan dari Kellogg-Brand Pact adalah untuk menghentikan perang.

1930 London Naval Accord
London Naval Accord adalah perjanjian kerjasama antara Amerika Serikat, Britania Raya, dan Jepang, dengan tujuan untuk membatasi jumlah armada besar negara masing-masing.

1935 Government of India Act
Government of India Act merupakan sebuah undang-undang yang dikeluarkan oleh parlemen Inggris yang mengatur bahwa Burma dan Aden adalah wilayah yang terpisah dari India, sementara India dan Burma mendapatkan wewenang yang lebih luas untuk mengatur sendiri pemerintahan masing-masing.

1936 Treaty between Egypt and Great Britain
Sebuah perjanjian antara Mesir dan Britania Raya yang menyatakan bahwa Britania Raya harus menarik pasukannya dari wilayah Mesir. Jumlah pasukan yang diperbolehkan berada di Mesir adalah tidak lebih dari 10.000 orang.

1938 Munich Agreement
Munich Agreement adalah perundingan antara para pemimpin Britania Raya dan Prancis dengan Hitler dan Mussolini di kota Munich pada bulan September. Dalam perundingan tersebut semua pihak meluluskan keinginan Hitler untuk mengklaim Sudetenland (Ceklosovakia) sebagai wilayah Jerman.

1939 Pact of Steel
Pact of Steel adalah pakta yang ditandatangani oleh Italia dan Jerman yang isinya adalah kesepakatan antara kedua pihak untuk saling membantu di dalam peperangan.

1939 The White Paper
The White Paper adalah sebuah ketentuan yang menyatakan bahwa karena Deklarasi Balfour hanya menuntut pembentukan perkampungan Yahudi di Palestina, dan karena terdapat lebih dari 450.000 orang Yahudi di Palestina, maka Inggris telah memenuhi tanggung jawabnya dan bahwa kemerdekaan harus diberikan dalam kurun waktu 10 tahun.

1939 Soviet-German Non-Aggression Pact
Soviet-German Non-Aggression Pact adalah sebuah perjanjian yang ditandatangani oleh Jerman Nazi dan Uni Soviet yang menyatakan bahwa antara kedua pihak tidak akan terjadi tindakan agresi.

1943 Casablanca Conference
Casablanca Conference adalah sebuah konferensi yang berlangsung pada tanggal 14-24 Januari di Casablanca, Maroko, yang saat itu dikuasai oleh Prancis. Konferensi tersebut dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat F. D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, bersama pejabat masing-masing negara.

1943 Quebec Conference
Quebec Conference adalah sebuah konferensi yang berlangsung di Quebec, Kanada. Dalam konferensi tersebut Winston Churchill dan F. D. Roosevelt membahas rencana pendaratan di Italia serta rencana konferensi tingkat tinggi dengan Joseph Stalin.

1943 Tehran Conference
Tehran Conference yang berlangsung di Tehran, Iran, merupakan sebuah konferensi tiga pihak (three-way conference) antara Winston Churchill, F. D. Roosevelt, dan Joseph Stalin.

1945 Yalta Conference
Yalta Conference adalah konferensi yang berlangsung di Yalta, daerah Uni Soviet bagian selatan, antara F. D. Roosevelt, Winston Churchill, dan Joseph Stalin. Agenda konferensi tertuju pada pernyataan perang Uni Soviet terhadap Jepang dan dunia setelah perang berakhir.

1945 San Francisco Conference
San Francisco Conference adalah konferensi yang berlangsung pada tanggal 25 April 1945 antara perwakilan empat negara besar (Allied Big Four), yaitu Amerika Serikat, Britania Raya, Cina, dan Uni Soviet) dengan tujuan membentuk United Nations (Perserikatan Bangsa Bangsa).
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.