Pages

20 September 2014

Medali Asian Games Incheon 2014 - (Sabtu, 20 September)

AKUATIK - RENANG SINKRONISASI

Duets Technical Routine

[G] CHN Huang Xuechen/Sun Wenyan
[S]  JPN Yukiko Inui/Risako Mitsui
[B] Alexandra Nemich/Yekaterina Nemich

ANGGAR

Epee Individual Putra

[G] Jung Jin-sun (KOR)
[S] Park Kyoung-doo (KOR)
[B] Lim Wei Wen (SIN), Nguyen Tien Nhat (VIE)

Sabre Individual Putri

[G] Le Ra-jin (KOR)
[S] Kim Ji-yeon (KOR)
[B] Shen Chen (CHN), Li Fei (CHN)

ANGKAT BESI

48 kg Putri

[G] IND Saikhom Mirabai Chanu
[S] INA Sri Wahyuni Agustiani
[B] KOR Im Jyoung-hwa

56 kg Putra

[G] PRK Om Yun-chol
[S] VIE Thach Kim Tuan
[B] CHN Wu Jingbiao

BALAP SEPEDA - LINTASAN

Team Sprint Putri

[G] CHN Zhong Tianshi/Gong Jinjie
[S] KOR Lee Hye-jin/Kim Wong-yeong
[B] TPE Hsiao Mei-Yu/Huang Ting-Ying

Team Sprint Putra

[G] KOR Son Je-yong/Im Chae-bin/Kang Dong-jin
[S] CHN Xu Chao/Hu Ke/Bao Saifei
[B] JPN Tomoyuki Kawabata/Seiichiro Watanabe/Kazunari Watanabe

JUDO

-60 kg Putra

[G] KAZ Yeldos Smetov
[S] MGL Boldbaatar Ganbat
[B] JPN Toru Shishime, KOR Kim Won-jin

-66 kg Putra

[G] MGL Tumurkhuleg Davaadorj
[S] JPN Tomofumi Takajo
[B] UZB Mirzokhid Farmonov, KAZ Azamat Mukanov

-48 kg Putri

[G] MGL Urantsetseg Munkhbat
[S] JPN Emi Yamagishi
[B] PRK Kim Sol-mi, KOR Jeong Bokyeong

-52 kg Putri

[G] JPN Misato Nakamura
[S] TKM Gulbadam Babamuratova
[B] KOR Jung Eun-jung, KAZ Lenariya Mingazova

MENEMBAK

10 m Air Pistol Team Putri

[G] CHN (Guo Wenjun/Zhang Mengyuan/Zhou Qingyuan)
[S] TPE (Wu Chia Ying/Tu Yi Yi Tzu/Tien Chia Chen)
[B] MGL (Gundegma Otryad/Munkhzul Tsogbadrakh/Bayartsetseg Tumurchudur)

10 m Air Pistol Putri

[G] CHN Zhang Mengyuan
[S] KOR Jung Jee-hae
[B] IND Shweta Chaudhry

50 m Pistol Team Putra

[G] CHN (Pang Wei/Pu Qifeng/Wang Zhiwei)
[S] KOR (Jin Jong-oh/Lee Daem-yung/Choi Young-rae)
[B] VIE (Hoang Xuan Vinh/Nguyen Hoang Phuong/Tran Quoc Cuong)

50 m Pistol Putra

[G] IND Jitu Rai
[S] VIE Nguyen Hoang Phuong
[B] CHN Wang Zhiwei

WUSHU

Changquan Putra

[G] KOR Lee Ha-sung
[S] MAC Jia Rui
[B] JPN Daisuke Ichikizaki

Nanquan & Nandao All-Round Putri

[G] MAS Tai Cheau Xuen
[S] INA Juwita Niza Wasni
[B] CHN Wei Hong

Olahraga dan Perang

Pada titik nadir sejarah peradaban bangsa Barat, di sebuah "tempat yang tak bertuan" di antara parit-parit yang merupakan ladang pertempuran selama Perang Dunia I, tentara Inggris dan Jerman keluar dari persembunyian mereka selama berlangsungnya gencatan senjata untuk memperingati Natal dan menguburkan para serdadu yang tewas, menanam pohon, dan bermain sepakbola bersama-sama. Peristiwa tersebut merepresentasikan sebuah hal yang sangat penting mengenai sifat yang dimiliki oleh olahraga. Olahraga dan peperangan memiliki keterkaitan yang kuat di sepanjang sejarah umat manusia.

Era Klasik

Dalam budaya berburu dan meramu olahraga seperti lomba lari dan adu kekuatan merepresntasikan sebentuk permainan perang. Olahraga lainnya, seperti panahan, melempar tombak dan lempar lembing, perlombaan katapel, dan olahraga lainnya yang menggunakan filosofi pemerangan mengakrabkan orang dengan senjata. Kedua jenis olahraga ini sama-sama merupakan institusi dan sarana sosial yang penting untuk menularkan armada perang dari generasi ke generasi.

Permainan perang beradaptasi dengan lahirnya peradaban agraris (kira-kira 15.000-10.000 SM) untuk beradaptasi dengan pola-pola budaya alat peperangan yang lebih baru. Sebagian besar permainan perang masih berperan di dalam membentuk stamina fisik dan psikologis yang diperlukan untuk bertempur dan melatih orang untuk menggunakan persenjataan yang semakin canggih. Peradaban agraris juga memanfaatkan permainan perang untuk membangun solidaritas komunal dan menciptakan organisasi-organisasi sosial yang kompleks yang diperlukan untuk perlengkapan perang zaman kuno. Peradaban ini melahirkan permainan bola, perlombaan lari dan berkuda, dan berbagai macam olahraga lainnya yang merayakan keberhasilan para pejuang di medan perang.

Meskipun olahraga-olahraga kuno dipastikan memiliki komponen-komponen agama, politik dan sosial yang berhubungan secara tidak langsung dengan pertempuran, namun sebagian besar berhubungan dengan perang baik secara langsung maupun tidak langsung. Di Mesoamerika kuno dan Mesir kuno, permainan bola secara besar-besaran dilakukan untuk memberikan simulasi mengenai keadaan perang dan perlombaan untuk memberikan penghormatan kepada para dewa. Dalam perlombaan masyarakat Mesoamerika, pihak yang kalah, seperti halnya dalam pertempuran yang sesungguhnya, terkadang menghadapi kematian. Para juara atletik dan penakluk militer diangkat sebagai pahlawan yang patut dipuja. Dalam kenyataannya, istilah klasik Yunani untuk perlombaan olahraga, yaitu "agon", juga menggambarkan pertempuran militer.

Bangsa Yunani klasik mengembangkan sebuah sistem yang lebih sempurna tentang olahraga, yang memiliki signifikansi penting baik dalam bidang agama, politik, maupun militer. Festival olahraga Yunani memperlombakan olahraga-olahraga yang berhubungan langsung dengan aplikasi militer -- balap kereta, lomba lari, gulat dan tinju, duel dengan tombak, lembar lembing, dan panahan.. Festival dan kemudian Olimpiade yang mulai berkembang sejak tahun 776 SM berfungsi sebagai upacara keagamaan yang penting sekaligus perayaan "warrior prowess." Olimpiade memperlombakan event-event seperti lomba lari yang dilakukan oleh atlet yang mengenakan baju perang/zirah dan "pankration" yang penuh dengan kekerasan -- pertarungan brutal antar-atlet di mana hampir semua taktik diperbolehkan dan terkadang menyebabkan pesertanya terbunuh. Olimpiade kuno ini bertahan hingga setidaknya tahun 390 SM.

Olahraga-olahraga Romawi lebih erat kaitannya dengan pelatihan bagi tentara dibandingkan olahraga-olahraga Yunani. Orang Romawi membangun coliseum-coliseum di seluruh pelosok kerajaan untuk dijadikan arena perlombaan menyerupai perang seperti balap kereta perang, pertarungan hewan, pertempuran maritim buatan, dan, yang paling populer dari itu semua, gladiator. Tontonan-tontonan brutal tersebut bertahan selama beberapa abad, meskipun ditentang oleh sejumlah kritikus Yunani, intelektual Romawi sendiri, dan masyarakat Kristen yang terus menjadi martir di dalam sirkus coliseum. Pada abad V, setelah agama Kristen mencapai zaman keemasan di Kerajaan Romawi, tontonan-tontonan pagan dilarang untuk diadakan. Bahkan Olimpiade sendiri, yang oleh masyarakat Kristen dianggap berhubungan dengan paganisme, lambat laun menjadi tidak terdengar gaungnya.

Bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Romawi, kelas-kelas pejuang elit pada abad pertengahan -- para ksatria feudal -- ikut serta dalam lomba-lomba yang berhubungan langsung dengan bentuk dominan perlengkapan perang -- pertarungan tentara bersenjata yang mengendarai kuda. Balap kuda, berburu secara berkelompok, dan "mock combats" pada turnamen-turnamen yang diadakan melatih aristokrasi tentang cara bertempur. Mereka menunjukkan kedudukan sosial mereka di dalam permainan perang yang diadakan oleh para penguasa feudal. Para ksatria berkompetisi di dalam "melees" -- pertarungan satu lawan satu di tengah-tengah para petarung yang lain. Mereka juga berkompetisi dalam perlombaan "jousts" -- perlombaan di mana dua pengendara kuda yang diperlengkapi dengan "lances" saling menyerang untuk menjatuhkan lawan dari "steed". Permainan-permainan abad pertengahan diadakan untuk mengobarkan semangat rivalitas kehormatan, kelas, dan kewajiban. Para ksatria bertarung untuk kehormatan peremuan atau wilayah. Tidak ada satupun orang yang pangkatnya lebih rendah dari kesatria yang boleh ikut berlomba, dan konsepsi-konsepsi kavaleri tentang kewajiban mewajibkan para kesatria untuk ikut serta di dalam permainan perang yang terkadang berakibat fatal.

Era Modern

Pada era modern Eropa (kira-kira 1400-1750) kerajaan-kerajaan baru terus memberikan dukungan dan mempertahankan olahraga-olahraga menyerupai perang, namun perlombaan yang mengharuskan kontak jarak dekat digantikan dengan perlombaan-perlombaan yang menggunakan teknologi yang lebih baru seperti anggar dan menembak. Di Britania Raya "seni kejantanan (manly art)" dalam bentuk olahraga tinju berkembang dan diselenggarakan perlombaannya pertama kali sejak runtuhnya Kerajaan Romawi.

Seiring dengan penaklukan oleh bangsa Eropa dan kolonisasi terhadap benua Amerika, mereka dihadapkan oleh penduduk pribumi yang juga memainkan olahraga-olahraga yang berhubungan dengan gaya peperangan masyarakat setempat. Berbagai bentuk permainan bola, gulat, lomba lari, dan lempar tombak dan panahan melatih para pejuang Amerika Pribumi di dalam seni berperang.

Hubungan dengan bangsa Eropa sering mengubah atau menghilangkan budaya asli berikut olahraga-olahraga unik masyarakat setempat. Di Jepang budaya Samurai feudal yang begitu luas pengaruhnya dalam bentuk olahraga-olahraga yang berfungsi melatih kelas-kelas pejuang -- yang hampir menyerupai olahraga-olahraga kavaleri Eropa -- punah pada abad XIX setelah Jepang memutuskan untuk melakukan modernisasi dan Westernisasi. Sebagai contoh kasus olahraga baseball, pertama kali dimainkan orang Jepang pada tahun 1873, dengan segera menggantikan dominasi olahraga-olahraga Samurai "tradisional."

Revolusi industri dan lahirnya nasionalisme, yang mengubah peradaban dunia dari akhir abad XVIII hingga akhir abad XX, menyebabkan berubahnya sifat baik perang maupun olahraga. Pola-pola baru peperangan membuat pertempuran semakin jauh dari pertarungan fisik dan lebih mengarah pada adu stamina psikologis, moral sosial, dan permesinan yang efisien. Meskipun tentara modern masih memerlukan dukungan dan stamina fisik, namun mereka mulai berpaling ke energi yang lebih patriotik, ketahanan mental, dan kerjasama tim. Olahraga-olahraga modern menekankan pada rekreasi sosial dan psikologis peperangan dibandingkan pada praktek keterampilan fisik yang aktual yang diperlukan oleh pertempuran modern.

Gerakan senam massal yang menyebar luas pada awal abad XIX di Jerman dan wilayah Skandinavia mencirikan sebuah bentuk permainan perang modern. Para instruktur memimpin kelompok melalui serangkaian gerakan/latihan olahraga yang didesain sebagai versi olahraga dari latihan militer; hal demikian menuju pada terciptanya masyarakat-masyarakat "Turnen" (sebutan untuk klub-klub olahraga senam di Jerman) di Jerman dan Skandinavia. Gerakan "turnen" segera masuk ke dalam latihan militer untuk kesatuan tentara era baru seperti yang ditunjukkan oleh legiun-legiun yang berada di bawah komando Napoleon Bonaparte (1769-1821).

Di Britania Raya dan koloni-koloninya modernisasi versi-versi permainan lokal tradisional dapat dikatakan sebagai produk dari  militer nasional.  Inggris memproklamasikan bahwa "pertempuran di Waterloo dimenangkan di arena permainan di Eton." Gagasan bahwa olahraga-olahraga Anglo-Amerika membentuk militer dapat menjadi sebuah ideologi yang kuat di dalam dunia era industrialisasi memasuki pertengahan abad XIX. Kekuasaan kolonial, termasuk di antaranya Amerika Serikat, juga memanfaatkan olahraga untuk mempertunjukkan gaya peradaban Barat di hadapan bangsa Asia, Afrika dan Pasifik.

Dengan diterapkannya permainan-permainan peran di dalam bentuk olahraga guna mempersiapkan tentara menuju ke medan pertempuran dan mengajarkan keahlian beladiri melalui simulasi perang, perdebatan muncul mengenai sistem keolahragaan apa yang menghasilkan prajurit yang lebih baik. kekalahan Prancis dalam Perang Prancis-Prusia (1870-1871) memberikan keyakinan kepada banyak nasionalis dan militeris Prancis bahwa mereka semestinya mengadopsi praktek-praktek olahraga Jerman atau Anglo-Amerika untuk melahirkan bakat beladiri bangsa dan mengembalikan prestise Prancis. Meskipun beberapa pengamat, khususnya kritikus Anglo-Amerika, secara sarkastis mengklaim bahwa bangsa Prancis gagal mengadopsi gaya olahraga, Prancis menyerap permainan-permainan gaya Anglo-Amerika ke dalam budaya olahraga unik negara tersebut. Pada dekade 1890an Baron Pierre de Coubertin (1863-1937) menghidupkan kembali Olimpiade. Olahraga-olahraga Anglo-Amerika memberikan landasan bagi sebagian besar perlombaan Olimpiade. Secara paradoks, de Coubertin menegakkan kembali Olimpiade yang pernah runtuh untuk memperkecil kemungkinan adanya perang antarbangsa dan membangun nasionalisme Prancis bilamana Olimpiade gagal mengamankan perdamaian internasional. Dengan menggalakkan nasionalisme Olimpiade modern telah senantiasa, setidaknya sebagian, menjadi sebentuk permainan perang.

Selama Restorasi Meiji (1868) di tengah usaha Jepang untuk melakukan modernisasi pada akhir abad XIX, para kaum elite Jepang meminjam olahraga-olahraga Barat untuk mereorganisasi sistem pendidikan dan militer mereka. Diilhami oleh pemikiran-pemikiran Amerika yang menghubungkan keterampilan yang dibentuk oleh olahraga baseball dengan pelaksanaan tugas-tugas yang dibutuhkan oleh praktek peperangan modern, para pemimpin bangsa Jepang menganggap bahwa baseball akan mengajarkan disiplin, bakat, dan pengetahuan teknologis bagi massa, di mana kesemua elemen tersebut diperlukan untuk bersaing di dalam peperangan modern.

Di Amerika Serikat sepakbola Amerika modern berperan sebagai permainan perang bagi budaya beladiri Amerika. Dipromosikan oleh para militeris nasionalistik seperti Theodore Roosevelt (1858-1919), ethos dan struktur sepakbola Amerika digunakan sebagai simulasi organisasi militer. Kompetisi tahunan diselenggarakan oleh dua akademi militer tertua negara Amerika Serikat, yakni angkatan darat dan angkatan laut. Kompetisi tersebut telah menjadi semacam ritual penting di dalam budaya populer Amerika. Di negara-negara Persemakmuran dan bekas koloni Britania Raya olahraga rugby merepresentasikan organisasi dan ethos militer yang sama seperti yang ditunjukkan oleh sepakbola Amerika. Di Jepang era demiliterisasi olahraga baseball masih berperan sebagai pengganti bagi permainan perang.

Di banyak negara di dunia, ideologi-ideologi militeristik lahir dalam permainan sepakbola. Bangsa-bangsa Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Latin menganggap World Cup (Piala Dunia) sebagai ujian utama kemampuan bangsa dan indikasi dari kekuatan militer. Pada tahun 1936, pertandingan sepakbola Olimpiade antara Peru dan Austria mengobarkan sentimen Jerman terhadap Austria. Pada tahun 1970, El Salvador dan Honduras terlibat di dalam sebuah konflik militer (dikenal sebagai "Soccer War") menyusul kontroversi dan sengketa pertandingan kedua tim di dalam Kualifikasi Piala Dunia.

Pada tahun Olimpiade musim panas (Summer Olympic Games) 1912 diperkenalkanlah olahraga baru, pancalomba modern ("modern pentathlon"), sebuah permainan perang yang dianggap menirukan tugas tentara di dalam sebuah pertempuran. Modern pentathlon menggabungkan olahraga berkuda, renang, dan lomba lari; anggar; dan menembak. Pertandingan ini masih menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade dan terus didominasi oleh para atlet yang berlatar belakang militer. Sebelum Olimpiade 1952 Helsinki Olimpiade tidak diikuti oleh atlet militer. Adalah Lars Hall, seorang tentara yang merupakan atlet kontingen Swedia, yang menjadi militer pertama yang meraih medali emas Olimpiade musim panas.

Olahraga biathlon menggabungkan olahraga lintas alam ("cross country"), ski, dan menembak. Biathlon berkembang sejak awal abad XX di kawasan Skandinavia dalam bentuk perlombaan patroli ski militer. Kejuaraan internasional biathlon diawali pada era 1950an, dan, pada tahun 1960 resmi terdaftar sebagai cabang olahraga Olimpiade musim dingin (Winter Olympic Games).

Semakin mendekati abad XXI, olahraga-olahraga modern terus dimainkan di seluruh dunia di dalam program-program persiapan yang menyerupai militer. Event-event olahraga internasional, khususnya pertandingan sepakbola dan Olimpiade, terus menumbuhkan nasionalisme yang terkadang menyebabkan konflik senjata. Barangkali olahraga internasional akan terus mendukung terciptanya dunia yang harmonis. Barangkali usaha untuk membuat olahraga menjadi permainan perdamaian belum berhasil untuk mengenali keterkaitan historis kuno antara olahraga dan perang. Pastinya, selama olahraga masih melahirkan nasionalisme, maka olahraga akan kesulitan untuk memperkecil potensi terjadinya konflik antarbangsa.

Sumber tulisan:
Dyreson, Mark (1999). "Encyclopedia of World of Sport, From Ancient Times to the Present." Editors David Levinson & Karen Christensen.

Referensi pendukung:
Baker, William (1982). "Sports in the Western World." Totowa, NJ: Rowman and Littlefield.
Carter, John Marshall (1988). "Sports and Pastimes of the Middle Ages." New York: University Press of America.
Guttmann, Allen (1994). "Games and Empires: Modern Sports and Cultural Imperialism." New York: Columbia University Press.
Hoberman, John (1984). "Sport and Political Ideology." Austin: University of Texas Press.
Holt, Richard (1989). "Sport and the British: A Modern History." Oxford: Clarendon.
Keegan, John (1993). "A History of Warfare." New York: Alfred A. Knopf.

17 August 2014

Coppa Italia 2014/2015 (Putaran I, II, III)

PUTARAN PERTAMA
10 Agustus 2014

Alessandria 1-0 Salernitana
Albinoleffe 0-1 Renate
Benevento 2-0 Correggese
Catanzaro 2-0 Akragas
Como 5-0 Matelica
Cremonese 3-2 Cosenza
FeralpiSalò 1-0 Santarcangelo
L’Aquila 2-1 Altovicentino (aet)
Lecce 5-0 Foligno
Juve Stabia 1-0 Prato
Monza 2-1 Olginatese
Pisa 4-0 RapalloBogliasco
Pontedera 3-1 Messina
Reggina 0-1 Casertana
Salernitana 0-1 Alessandria
Savona 6-0 Terracina
Sudtirol 3-2 Teramo
Venezia 5-1 Taranto
Vicenza 1-2 Bassano

PUTARAN KEDUA
17 Agustus 2014

Cittadella 2-1 Pontedera
Entella 2-2 Benevento (7-6 on pens)
Modena 0-0 Monza (3-2 on pens)
Spezia 1-0 Lecce
Avellino-Venezia
Bari-Savona
Bologna-L’Aquila
Brescia-Pro Vercelli
Carpi-Pisa
Catania-Sudtirol
Crotone-Casertana
Frosinone-Como
Lanciano-Alessandria
Latina-Novara
Livorno-Bassano
Perugia-FeralpiSalò
Pescara-Renate
Varese-Juve Stabia
Ternana-Catanzaro
Trapani-Cremonese

PUTARAN KETIGA
24 Agustus 2014

Genoa vs Lanciano/Alessandria
Empoli vs Bologna/L'Aquila
Atalanta vs Carpi/Pisa
Bari/Savona vs Avellino/Venezia
Verona vs Trapani/Cremonese
Perugia/FeralpiSalò vs Spezia
Cagliari vs Catania/Sudtirol
Palermo vs Modena
Chievo vs Pescara/Renate
Sassuolo vs Cittadella
Lazio vs Livorno/Bassano
Varese/Juve Stabia vs Entella
Sampdoria vs Frosinone/Como
Brescia/Pro Vercelli vs Latina/Novara
Udinese vs Ternana/Catanzaro
Cesena vs Crotone/Casertana

22 April 2014

76th Blue Stars/FIFA Youth Cup, Zurich 2014 Fixtures

Group A:

28.05.2014

Benfica x FC Blue Stars
FC Zurich x Villareal
Asante Kotoko x Benfica
Villareal x FC Blue Stars
FC Zurich x Asante Kotoko
Benfica x Villareal

29.05.2014

FC Blue Stars x FC Zurich
Asante Kotoko x Villareal
Benfica x FC Zurich
FC Blue Stars x Asante Kotoko

Group B:

28.05.2014

Atletico Paranaense x Grasshopper Club
FC Sion x Olympiakos Piraeus
FC Bayern Munich x Atletico Paranaense
Olympiakos Piraeus x Grasshopper Club
FC Sion x FC Bayern Munich
Atletico Paranaense x Olympiakos

29.05.2014

FC Bayern Munich x Olympiakos Piraeus
Grasshopper Club x FC Sion
Atletico Paranaense x FC Sion
Grasshopper Club x FC Bayern Munich

31 March 2014

FIFA World Cup's Best Young Player Stats

2010 Thomas Muller (Jerman)
World Cup stats (2010):
6 matches
5 wins
1 loss
5 goals
2 yellow cards

2006 Lukas Podolski (Jerman)
World Cup stats (2006, 2010):
13 matches
9 wins
1 draw
3 losses
5 goals
1 yellow card

2002 Landon Donovan (Amerika Serikat)
World Cup stats (2002, 2006, 2010):
12 matches
3 wins
4 draws
5 losses
5 goals

1998 Michael Owen (Inggris)
World Cup stats (1998, 2002, 2006):
12 matches
6 wins
4 draws
2 losses
4 goals

1994 Marc Overmars (Belanda)
World Cup stats (1994, 1998):
11 matches
6 wins
2 draws
3 losses
1 goal

1990 Robert Prosinecki (Yugoslavia)
World Cup stats (1990, 1998, 2002):
9 matches
4 wins
1 draw
4 losses
3 goals
1 yellow card

1986 Enzo Scifo (Belgia)
World Cup stats (1986, 1990, 1994, 1998):
17 matches
6 wins
4 draws
7 losses
3 goals
1 yellow card

1982 Manuel Amoros (Prancis)
World Cup stats (1982, 1986):
12 matches
6 wins
2 draws
1 loss
1 goal
3 yellow cards

1978 Antonio Cabrini (Italia)
World Cup stats (1978, 1982, 1982, 1986):
18 matches
9 wins
6 draws
3 losses
1 goal
2 yellow cards

1974 Wladyslaw Zmuda (Polandia)
World Cup stats (1974, 1978, 1982, 1986):
21 matches
12 wins
4 draws
5 losses
0 goals
1 yellow card

1970 Teofilo Cubillas (Peru)
World Cup stats (1970, 1978, 1982):
13 matches
4 wins
3 draws
6 losses
10 goals

1966 Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
World Cup stats (1966, 1970, 1974):
18 matches
14 wins
1 draw
3 losses
5 goals
2 yellow cards

1962 Florian Albert (Hungaria)
World Cup stats (1962, 1966):
7 matches
4 wins
0 draws
3 losses
4 goals

1958 Pele (Brasil)
World Cup stats (1958, 1962, 1966, 1970):
14 matches
12 wins
1 draw
1 loss
12 goals

Reference: FIFA.com

5 February 2014

FIA World Endurance Championship 2014, Kategori dan Tim


KELAS/KATEGORI 

LMP1-H & LMP-L
- Warna nomor mobil : angka Putih dengan dasar Merah.
- Berat minimal : 900 kg.
- Kapasitas mesin : 3,4 L (untuk aspirated petrol), 2,0 L (untuk Turbo/Supercharged petrol), 2,7 L (untuk Turbocharged Diesel)
- Jumlah silinder : bebas
- Panjang maksimal (termasuk sayap belakang) : 4650 mm
- Lebar maksimal : 2000 mm
- Tinggi maksimal: 1030 mm
- Kategori pengemudi : pengemudi kategori Bronze tidak diperbolehkan.

LMP2
- Warna nomor mobil : angka Putih dengan dasar Biru.
- Berat minimal : 900 kg.
- Kapasitas mesin : 5,0 L (untuk aspirated petrol), 3,2 L (untuk turbo supercharged petrol)
- Jumlah silinder : 8 (aspirated petrol), 6 (turbo supercharged petrol)
- Panjang maksimal (termasuk sayap belakang) : 4650 mm
- Lebar maksimal : 2000 mm
- Tinggi maksimal: 1030 mm
- Kategori pengemudi : terdapat sekurang-kurangnya 1 (satu) orang pengemudi kategori Silver atau Bronze.

LGTE PRO
- Warna nomor mobil : angka Putih dengan dasar Hijau.
- Berat minimal : 1245 kg.
- Kapasitas mesin : 5,5 L (untuk aspirated petrol), 4,0 L (untuk Turbo/Supercharged petrol)
- Jumlah silinder : bebas
- Panjang maksimal (termasuk sayap belakang) : 4800 mm
- Lebar maksimal (termasuk spion) : 2050 mm
- Kategori pengemudi : bebas

LMGTE AM
- Warna nomor mobil : angka Putih dengan dasar Oranye.
- Berat minimal : 1245 kg.
- Kapasitas mesin : 5,5 L (untuk aspirated petrol), 4,0 L (untuk Turbo/Supercharged petrol)
- Panjang maksimal (termasuk sayap belakang) : 4800 mm
- Lebar maksimal (termasuk spion) : 2050 mm
- Kategori pengemudi : terdapat sebanyak-banyaknya 1 (satu) orang pengemudi kategori Gold atau Platinum.

TIM PESERTA 
(data terakhir)

Daftar Tim dan pembalap yang telah terdaftar mengikuti FIA World Endurance Championships 2014 adalah sebagai berikut:

LMP1-H

Audi Sport Team Joest
Mobil : Audi R18 e-tron quattro
Mesin : Audi TDI 3.7 L Turbo V6 (Diesel)
- Tom Kristensen (DEN), Loic Duval (FRA), Lucas di Grassi (BRA), Andre Lotterer (GER), Benoit Treluyer (FRA), Marcel Fassler (SUI), Oliver Jarvis (GBR), Marco Bonanomi (ITA), Filipe Albuquerque (POR).

Toyota Racing 
Mobil : Toyota TS040 Hybrid
Mesin : Toyota 3.4 L V8
- Alexander Wurz (AUT), Nicholas Lapierre (FRA), Kazuki Nakajima (JPN), Anthony Davidson (GBR), Sebastien Buemi (SUI), Stephane Sarrazin (FRA).

Porsche AG
Mobil : Porsche 919 hybrid
Mesin : Porsche 2.0 L Turbo V4
- Timo Bernhard (GER), Mark Webber (AUS), Brendon Hartley (AUS), Marc Lieb (GER), Romain Dumas (FRA), Neel Jani (SUI).

LMP1-L

Rebellion Racing
Mobil : Rebellion R-One
Mesin : Toyota RV8KLM 3.4 L V8
- Nicolas Prost (FRA).

Lotus 
Mobil : Lotus T129
Mesin : ?
- Christijan Albers (NED).

LMP2

Millennium Racing 
Mobil : Oreca 03
Mesin : Nissan VK45DE 4.5 L V8
- Fabien Giroix (FRA), Stefan Johansson (SWE).

SMP Racing
Mobil : Oreca 03
Mesin : Nissan VK45DE 4.5 L V8
- Sergey Zlobin (RUS), Maurizio Mediani (ITA), Nicolas Minassian (FRA), Viktor Shaitar (RUS), Kirill Ladygin (RUS), Anton Ladygin (RUS).

KCMG
Mobil : ?
Mesin : ?

Strakka Racing 
Mobil : Strakka Dome S103
Mesin : Nissan VK45DE 4.5 L V8
- Nick Leventis (GBR), Jonny Kane (GBR), Danny Watts (GBR).

LMGTE Pro

AF Corse 
Mobil : Ferrari 458 Italia GT2
Mesin : Ferrari 4.5 L V8
- Toni Vilander (FIN), Davide Rigon (ITA), Granmaria Bruni (ITA).

Porsche AG Team Manthey
Mobil : Porsche 911 RSR
Mesin : Porsche 4.0 L Flat-6
- Frederic Makowiecki (FRA).

Ram Racing
Mobil : Ferrari 458 Italia GT2
Mesin : Ferrari 4.5 L V8
- Johnny Mowlem (GBR), Matt Griffin (IRL)

LMGTE Am

AF Corse
Mobil : Ferrari 458 Italia GT2
Mesin : Ferrari 4.5 L V8
- ?

8 Star Motorsports
Mobil : Ferrari 458 Italia GT2
Mesin : Ferrari 4.5 L V8
- Enzo Potolicchio (VEN)

5 January 2014

Kalender Kejuaraan Autosport FIA Musim 2014

Kejuaraan autosport yang diselenggarakan oleh Federation Internationale l'Automobile (FIA) untuk musim 2014 terdiri atas sebagai berikut:

FIA FORMULA ONE (F1) WORLD CHAMPIONSHIP
16.03.2014 GP Australia (Albert Park, Melbourne)
30.03.2014 GP Malaysia (Sepang, Kuala Lumpur)
06.04.2014 GP Bahrain (International Circuit, Manama)
20.04.2014 GP Cina (International Circuit, Shanghai)
11.05.2014 GP Spanyol (Circuit de Catalunya, Barcelona)
25.05.2014 GP Monaco (Circuit de Monaco)
08.06.2014 GP Kanada (Circuit Gilles Villeneuve, Montreal)
22.06.2014 GP Austria (Salzburgring)
06.07.2014 GP Britania Raya (Silverstone)
20.07.2014 GP Jerman (Nuerburgring)
27.07.2014 GP Hungaria (Hungaroring, Budapest)
24.08.2014 GP Belgia (Circuit de Spa-Francorchamps)
07.09.2014 GP Italia (Autodromo di Monza)
21.09.2014 GP Singapura (Marina Bay Street Circuit)
05.10.2014 GP Jepang (Suzuka)
12.10.2014 GP Rusia (Sochi)
02.11.2014 GP Amerika Serikat (Circuit of the Americas, Austin)
09.11.2014 GP Brasil (Interlagos, Sao Paulo)
23.11.2014 GP Abu Dhabi (Yas Marina)

FIA WORLD RALLY CHAMPIONSHIP
19.01.2014 Monte Carlo
09.02.2014 Swedia
09.03.2014 Meksiko
06.04.2014 Portugal
11.05.2014 Argentina
08.06.2014 Italia
29.06.2014 Polandia
03.08.2014 Finlandia
24.08.2014 Jerman
14.09.2014 Australia
05.10.2014 Prancis
26.10.2014 Spanyol
16.11.2014 Britania Raya

FIA WORLD TOURING CAR CHAMPIONSHIP
06.04.2014 Maroko (Marrakech)
20.04.2014 Prancis (Le Castellet)
04.05.2014 Hungaria (Hungaroring)
11.05.2014 Slovakia (Slovakiaring)
25.05.2014 Austria (Salzburgring)
08.06.2014 Rusia (Autodrome Moskva)
22.06.2014 Belgia (Spa-Francorchamps)
03.08.2014 Argentina (Termas de Rio Hondo)
14.09.2014 Amerika Serikat (Sonoma)
12.10.2014 Cina (Shanghai)
26.10.2014 Jepang (Suzuka)
16.11.2014 Macau (Macau)

FIA WORLD ENDURANCE CHAMPIONSHP
20.04.2014 Britania Raya - 6 Hours of Silverstone
03.05.2014 Belgia - 6 Heures de Spa-Francorchamps
14-15.06.2014 Prancis - 24 Heures du Mans
31.08.2014 Brasil 6 Hours of Sao Paulo
20.08.2014 Amerika Serikat - 6 Hours of Circuit of the Americas
12.10.2014 Jepang - 6 Hours of Fuji
01.11.2014 Cina - 6 Hours of Shanghai
15.11.2014 Bahrain - 6 Hours of Bahrain

FIA FORMULA E CHAMPIONSHIP (2014/2015)
13.09.2014 Cina (Beijing)
18.10.2014 Malaysia (Putrajaya)
15.11.2014 Brasil (Rio de Janeiro)
13.12.2014 Uruguay (Punta del Este)
10.01.2015 Argentina (Buenos Aires)
14.02.2015 Amerika Serikat (Los Angeles)
14.03.2015 Amerika Serikat (Miami)
09.05.2015 Monaco (Monaco)
30.05.2015 Jerman (Berlin)
27.06.2015 Britania Raya (London)

FIA FORMULA 3 INTERCONTINENTAL CUP
16.11.2014 Macau (Macau Grand Prix)

FIA EUROPEAN FORMULA 3 CHAMPIONSHIP
20.04.2014 Britania Raya (Silverstone)
04.05.2014 Jerman (Hockenheim)
11.05.2014 Prancis (Pau)
01.06.2014 Hungaria (Hungaroring)
22.06.2014 Belgia (Spa-Francorchamps)
29.06.2014 Jerman (Norisring)
13.07.2014 Rusia (Moskva)
03.08.2014 Austria (Red Bull Ring)
17.08.2014 Jerman (Nuerburgring)
12.10.2014 Italia (Imola)
19.10.2014 Jerman (Hockenheim)

FIA EUROPEAN TRUCK RACING CHAMPIONSHIP
04.05.2014 Turki (Istanbul Park)
25.05.2014 Italia (Misano Adriatico)
08.06.2014 Spanyol (Navarra)
22.06.2014 Prancis (Nogaro)
06.07.2014 Austria (Red Bull-Spielberg)
20.07.2014 Jerman (Nuerburgring)
31.08.2014 Republik Ceko (Most)
21.09.2014 Belgia (Zolder)
05.10.2014 Spanyol (Jarama)
12.10.2014 Prancis (Le Mans Bugatti)

FIA LURANI TROPHY FOR FORMULA JUNIOR CARS
11-13.04.2014 Jerman (Hockenheim)
25-26.05.2014 Britania Raya (Brands Hatch)
06-08.06.2014 Prancis (Dijon)
04-06.07.2014 Republik Ceko (Brno)
09-11.08.2014 Jerman (Nuerburgring)
29-31.08.2014 Belanda (Zandvoort)
10-12.10.2014 Spanyol (Jerez)
17-19.10.2014 Portugal (Portimao)

FIA EUROPEAN TOURING CAR CUP
20.04.2014 Prancis (Le Castellet)
11.05.2014 Slovakia (Slovakiaring)
25.05.2014 Austria (Salzburgring)
22.06.2014 Belgia (Spa-Francorchamps)
28.09.2014 Itala

FIA MASTERS HISTORIC FORMULA ONE CHAMPIONSHIP
04-06.04.2014 Spanyol (Catalunya)
24-25.05.2014 Britania Raya (Brands Hatch GP)
04-06.07.2014 Republik Ceko (Brno)
25-27.07.2014 Britania Raya (Silverstone)
08-10.08.2014 Jerman (Nuerburgring)
29-31.08.2014 Belanda (Zandvoort)
19-21.09.2014 Belgia (Spa-Franchorchamps)
10-12.10.2014 Spanyol (Jerez)

FIA MASTERS HISTORIC SPORTSCAR CHAMPIONSHIP
04-06.04.2014 Spanyol (Catalunya)
03-05.05.2014 Britania Raya (Donington)
24-25.05.2014 Britania Raya (Brands Hatch GP)
04-06.07.2014 Republik Ceko (Brno)
25-27.07.2014 Britania Raya (Silverstone)
08-10.08.2014 Jerman (Nuerburgring)
29-31.08.2014 Belanda (Zandvoort)
19-21.09.2014 Belgia (Spa-Francorchamps)
10-12.10.2014 Spanyol (Jerez)

Sumber: fia.com
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.