Pages

29 August 2013

Sekilas Tentang Tanaman Untuk Pagar Pekarangan

Sumber: Bayu I. & Desi S.
Kegunaan Tanaman Pagar

Selain berfungsi sebagai pembatas kavling atau kepemilikan terdapat beberapa kegunaan lain pagar hidup di lingkungan rumah kita. Sebagai penyaring suara pagar hidup yang rimbun dan tinggi dapat meredam kebisingan.. Sebagai penyaring bau biasanya tanaman diletakkan di sekitar bak sampah agar bau tersaring. Hal ini dikarenakan pada siang hari tanaman melakukan fotosintesis yang menyerap karbondioksida (CO2) dan melepaskan oksigen (O2) sehingga menghasilkan udara segar di sekitar tanaman tersebut. 

Namun demikian, tidak semua jenis tanaman dapat digunakan untuk pagar. Untuk menentukan suatu jenis tanaman yang dapat kita manfaatkan sekaligus sebagai pagar di halaman rumah kita harus memperhatikan pemeliharaannya pada masa yang akan datang. Tanaman yang berdaut cantuk merupakan pilihan yang tepat untuk pagar. Selain terlihat cantik, pagar juga akan terlihat hijau dan segar. 

Kriteria dan Jenis Tanaman Untuk Pagar

Tanaman yang biasa digunakan sebagai penghias taman sekaligus pagar halaman harus memenuhi sejumlah kriteria sebagai berikut:

1) Tahan terhadap perubahan cuaca. Pagar yang selalu kontak dengan cuaca, cahaya matahari, air hujan, hingga perubahan suhu dari siang ke malam, dapa menyebabkan pagar tersebut mudah rusak. Oleh karena itu jenis tanaman yang digunakan sebagai pagar harus mudah beradaptasi dengan perubahan cuaca. Tanaman jenis perdu (mawar, lantana, teh-tehan, bougenville, dan soka) cocok digunakan sebagai tanaman pagar.
2) Bersifat tahunan. jenis tanaman untuk pagar umumnya bersifat tahunan, yakni memiliki siklus hidup yang lama, memiliki usia tanam yang panjang, dan memiliki pertumbuhan yang relatif lambat. 
3) Tidak mudah mengugurkan daun. Jenis tanaman yang mudah menggugurkan daun akan kurang menarik. Selain itu perawatannya akan lebih sulit sehingga lebih baik tidak dipilih sebagai pagar. 
4) Tidak disukai hewan herbivora. Jika rumah tidak berada di lingkungan kompleks atau perumahan, dan tertutup (cluster), maka pilihlah jenis tanaman yang tidak disukai oleh hewan herbivora (pemakan tumbuhan), misalnya tanaman beraroma (mint, rempah-rempahan), tanaman berdaun runcing, tanaman berbatang tebal (bambu).
5) Mudah dirawat dan bukan tanaman produktif. Pergunakanlah jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak perlakuan dan pemeliharaan khusus. Tanaman produktif, misalnya buah-buahan, memerlukan perlakuan khusus sehingga kurang tepat dijadikan sebagai tanaman pagar.
6) Bentuk dan ukurannya proporsional dengan luas pekarangan dan kondisi lingkungan. Bentuk dan ukuran tanaman yang dipilih harus disesuaikan dengan luas lahan serta kondisi lingkungan setempat. Untuk pekarangan yang sempit dan jalan lingkungan yang tidak terlalu lebar, sebaiknya dipilih jenis tanaman yang berukuran kecil atau sedang, atau bahkan tanaman yang dapat ditanam di dalam pot.

Jenis Tanaman Pagar

1) Semak dan perdu. Tanaman semak sangat bervariasi, tinggi, dan volumenya bergradasi. Tingginya mulai dari atas ground cover sampai setinggi pohon sebagai peneduh. Jenis perdu tinggi misalnya teh-tehan (Duranta repens), kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), soka (Ixora hybrida), kaca piring (Gardenia jasminoides), kemuning (Muraya paniculata), klerodendron (Clerodendrum bungei), dan puring (Cordiaenum variegatum).
2) Pohon. Sebagai tanaman peneduh sekaligus tanaman pagar kelompok pohon sangat beragam jenis dan ukurannya. Pada umumnya, pohon jenis ini memiliki kanopi daun yang berguna sebagai payung untuk meneduhi area pada radius tertentu. Pohon peneduh dapat ditanam di luar pagar sebagai tanaman tepi jalan atau ditanam di dalam pagar. Untuk peneduh di luar pagar dapat dipilih tanaman yang berukuran besar, misalnya palem, Cerbera odollam, sikat botol dan glodokan tiang. Untuk tanaman di dalam pagar contohnya antara  lain kenanga, kamboja, dan terong hias (Solanum).
3) Tanaman rambat. Tanaman rambat memiliki karakter tumbuh menjalar. Tanaman ini dapat dipadukan dengan pagar yang terbuat dari elemen keras, seperti besi dan kayu. Terdapat dua jenis tanaman rambat, yakni yang merambat dengan sendirinya (contoh: stefanot, Passiflora, Mucuna, Pseudocayma, Costus maroon, dan Thunbergia) dan yang perlu dirambatkan (contoh: nona makan sirih, air mata pengantin, asparagus, beluntas, kembang telang, Ipomoea purpurea).
4) Bambu-bambuan. Tanaman jenis bambu-bambuan berguna untuk membatasi area taman dengan jalan umum. Jenis tanaman ini memiliki daun berukuran kecil dan rapat dengan pertumbuhan yang memiliki kemampuan menghalau debu serta meredam suara.
5) Kaktus. Kaktus memiliki habitat asli daerah gurun sehingga tidak menuntut penyiraman secara rutin. Beberapa jenis kaktus memerlukan cahaya matahari sehingga cocok ditanam di halaman atau di teras rumah. 
6) Tanaman air. Tanaman air dapat ditanam pada sebuah wadah yang berbentuk sedemikian rupa sehingga menarik, misalnya gentong. Perpaduan antara soft material dari tanaman air dan hard material dari gentong/tempayan menimbulkan kesan menarik. Contoh jenis tanamannya antara lain lotus, papyrus (Cyperus papyrus), cyperus (Cyperus alternifolius), typha (Thypa angustifollia), melati air (Echinodorus palaefolius), dan Thalia geniculata.

Sumber informasi: Bayu Ismaya & Desi Saraswati. Ragam Disain Pagar Tanaman. Niaga Swadaya

Judoka Indonesia dalam IJF World Rankings (Juli 2013)

Kriteria Penilaian (Scoring)

Olimpiade : - Juara = 1000; - Runner-up = 600; - Peringkat 3/4 = 400; - Peringkat 5/6 = 200; - Peringkat 7/8 = 160; - Babak 16 besar = 120; - Babak 32 besar = 80; - Tiap kemenangan dalam 1 pertandingan = 40; - Partisipasi = 0;
Kejuaraan Dunia : - Juara = 900; - Runner-up = 540; - Peringkat 3/4 = 360; - Peringkat 5/6 = 180; - Peringkat 7/8 = 144; - Babak 16 besar = 108; - Babak 32 besar = 72; - Tiap kemenangan dalam 1 pertandingan = 36; - Partisipasi = 4
Kejuaraan Masters : - Juara = 700; - Runner-up = 420; - Peringkat 3/4 = 280; - Peringkat 5/6 = 140; - Peringkat 7/8 = 112; - Babak 16 besar = 0; - Babak 32 besar = 0; - Tiap kemenangan dalam 1 pertandingan = 28; - Partisipasi = 0
Grand Slam : - Juara = 500; - Runner-up = 300; - Peringkat 3/4 = 200; - Peringkat 5/6 = 100; - Peringkat 7/8 = 80; - Babak 16 besar = 60; - Babak 32 besar = 40; - Tiap kemenangan dalam 1 pertandingan = 20; - Partisipasi = 2;
Kejuaraan Kontinental (Tingkat Benua) : - Juara = 400; - Runner-up = 240; - Peringkat 3/4 = 160; - Peringkat 5/6 = 80; - Peringkat 7/8 = 64; - Babak 16 besar = 48; - Babak 32 besar = 32; - Tiap kemenangan dalam 1 pertandingan = 16; - Partisipasi = 2
Gran Prix : - Juara = 300; - Runner-up = 180; - Peringkat 3/4 = 120; - Peringkat 5/6 = 60; - Peringkat 7/8 = 48; - Babak 16 besar = 36; - Babak 32 besar = 24; - Tiap kemenangan dalam 1 pertandingan = 12; - Partisipasi = 2
Continental Open : - Juara = 100; - Runner-up = 60; - Peringkat 3/4 = 40; - Peringkat 5/6 = 20; - Peringkat 7/8 = 16; - Babak 16 besar = 12; - Babak 32 besar = 8; - Tiap kemenangan dalam 1 pertandingan = 4; - Partisipasi = 0

Daftar Judoka Indonesia dalam IJF World Rankings (Juli 2013)
Angka di dalam kurung menunjukkan peringkat

Kelas -60 kg (Putra)
(250). Toni Irawan 
- 32 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
- 16 besar Kejuaraan Asia, Abu Dhabi 2011
- 16 besar Piala Dunia, Suwon 2010
Kelas -66 kg (Putra)
---belum terdaftar---
Kelas -73 kg (Putra)
(318). Iksan Apriyadi
- 16 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
Kelas -81 kg (Putra)
(287). Putu Wiradamungga Adesta
- 16 besar Piala Dunia, Suwon 2010
- 16 besar Kejuaraan Asia, Abu Dhabi 2011
- 16 besar Kejuaraan Asia, Tashkent 2012
- 32 besar Olimpiade, London 2012
- 16 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
Kelas -90 kg (Putra)
(243). Horas Manurung
- 16 besar Piala Dunia, Suwon 2009
- 16 besar Piala Dunia, Suwon 2010
- 16 besar Kejuaraan Asia, Abu Dhabi 2011
- 16 besar World Military Games, Rio de Janeiro 2011
- 16 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
Kelas -100 kg (Putra)
(217). Adwin Sumantri
- 16 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
Kelas +100 kg (Putra)
---belum terdaftar---
Kelas -48 kg (Putri)
(89). Terry Kusumawardani Susanti
- 16 besar Piala Dunia, Suwon 2010
- 16 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
Kelas -52 kg (Putri)
(176). Dewinda Ariani Trisna
Kelas -57 kg (Putri)
(185). Ni Putu Prapti Virginia
- 16 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
Kelas -63 kg (Putri)
---belum terdaftar---
Kelas -70 kg (Putri)
---belum terdaftar---
Kelas -78 kg (Putri)
(130). Desi Yudiyanti
- 16 besar Piala Dunia, Suwon 2010
- 16 besar Kejuaraan Asia, Abu Dhabi 2011
- 16 besar Kejuaraan Asia, Bangkok 2013
Kelas +78 kg (Putri)
---belum terdaftar---

Sumber informasi:
International Judo Federation
Ippon.org
Judo Inside
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.