Pages

7 March 2013

Total Quality Management dan Quality Assurance

Menurut Tjiptono dan Diana (2003) Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya. Penerapan TQM dalam suatu perusahaan dapat memberikan beberapa manfaat utama yang pada gilirannya meningkatkan laba serta daya saing perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan dapat memperbaiki posisi persaingannya sehingga pangsa pasarnya semakin besar dan harga jualnya dapat lebih tinggi. Perusahaan dapat meningkatkan output yang bebas dari kerusakan melalui upaya perbaikan kualitas. Menurut Hensler dan Bronell, seperti yang disitasi oleh Tiptono dan Diana (2003), TQM merupakan suatu konsep yang berupaya melaksanakan sistem manajemen kualitas kelas dunia, untuk itu diperlukan perubahan besar dalam upaya dan sistem nilai suatu organisasi ada empat prinsip utama dalam TQM, sebagai berikut:

Kepuasan Pelanggan. Dalam TQM konsep mengenal kualitas dan pelanggan diperluas. Kualitas tidak lagi hanya bermakna kesesuaian dengan spesifikasi tertentu, tetapi kaulitas tersebut ditentukan oleh pelanggan. Pelanggan itu sendiri meliputi pelanggan internal dan pelanggan eksternal. Kebutuhan pelanggan diusahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek, termasuk di dalamnya harga, keamanan dan ketepatan waktu. Oleh karena itu segala aktivitas perusahaan harus dikoordinasikan untuk memuaskan para pelanggan.

Respek terhadap Setiap Orang. Dalam perusahaan yang kualitasnya kelas dunia setiap karyawan dipandang sebagai individu yang memiliki talenta dan kreativitas tersendiri yang unik. Dengan demikian karyawan meurpakan sumber daya organisasi yang paling bernilai. Oleh karena itu setiap orang dalam organisasi diperlukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambilan keputusan.

Manajemen Berdasarkan Fakta. Perusahaan kelas dunia berorientasi pada fakta. Maksudnya bahwa setiap keputusan selalu didasarkan pada fakta/data, bukan sekedar pada perasaan (feeling). Ada dua konsep pokok berkaitan dengan hal ini. Pertama, prioritisasi yaitu konsep bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada saat bersamaan, mengingat keterbatasan yang ada. Konsep kedua, variasi atau variabilitas kerja manusia. Data statistik dapat memberikan gambaran mengenai variabilitas yang merupakan bagian yang wajar dari setiap organisasi.

Perbaikan Berkesinambungan. Agar dapat sukses setiap perusahaan perlu melakukan proses secara sistematis dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Konsep yang berlaku di sini adalah siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act), yang terdiri dari langkah-langkah perencanaan pelaksanaan rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana dan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh.

Quality Assurance diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan guna menetapkan standar-standar dan melakukan monitoring terhadap upaya peningkatan kinerja sehingga pelayanan yang diberikan dapat bejralan dengan efektif dan aman. Konsep quality assurance selain menekankan pada standar juga perlu ditekankan pada pendekatan “bad apple” individu. Jika tidak memenuhi standar maka kecendeurngannya dicari individu yang salah atau yang bukan system (Mukti, 2007).  Dalam era konsep mutu mengalami perluasan dari konsep yang sempit ke tahap desain dan koordinasi dengan departemen jasa (seperti bengkel, energi, perencanaan dan pengendalian produksi serta pergudangan), keterlibatan manajemen dalam penanganan mutu produk mulai disadari pentingnya karena pelibatan pemasuk dalam penentuan mutu produk memerlukan koordinasi dan kebijakan manajemen. Sementara itu program Quality Assurance (Jaminan Mutu) merupakan sebuah upaya yang dilaksanakan secara berkesinambungan, sistematis, objektif dan terpadu dalam menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu pelayanan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Pada menjaga mutu (quality assurance) produk (barang dan jasa pelayanan) menekankan pada karyawan agar senantiasa mematuhi standard operating procedure (SOP) (Wijono, 1999).
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.