Pages

29 January 2013

Akhirnya Kerajaan Belanda Akan Dipimpin Seorang Raja


Masyarakat dunia akan menyaksikan sebuah peristiwa bersejarah yang direncanakan terjadi pada tanggal 30 April 2013 mendatang di negeri Belanda. Peristiwa tersebut berupa upacara resmi penyerahan tahta Kerajaan dari Ratu Beatrix kepada putra mahkota Pangeran Willem-Alexander. Dikatakan bersejarah karena untuk pertama kalinya di dalam kurun waktu 123 tahun Kerajaan Belanda akan dipimpin oleh seorang Raja, setelah selama tiga periode berturut-turut sejak tahun 1890 (naik tahtanya Ratu Wilhelmina), negara tersebut selalu dipimpin oleh perempuan. 

Kabar menyebutkan bahwa Ratu Beatrix direncanakan akan melepaskan tampuk kekuasaan yang telah ia pegang sejak tanggal 30 April 1980 kepada Pangeran Willem-Alexander setelah 33 tahun masa pemerintahannya. Menjadi lebih fenomenal lagi karena mungkin kali inilah kesempatan langka -- kepemimpinan seorang Raja -- terjadi. Pada urutan pewaris tahta Kerajaan Belanda selanjutnya akan kembali ke tangan perempuan karena Pangeran William-Alexander dikaruniai tiga orang anak perempuan, yakni Catharina-Amalia, Alexia, dan Ariane, hasil pernikahannya dengan Maxima Zorreguieta Cerruti, seorang berkebangsaan Argentina.

Willem-Alexander Claus George Ferdinand adalah anak pertama dan pewaris tahta langsung Ratu Beatrix. Ia lahir di kota Utrecht pada tanggal 27 April 1967. Selain menjadi anak pertama Ratu, Willem-Alexander juga merupakan cucu pertama mendiang Ratu Juliana. Sejak kelahirannya Willem-Alexander telah diberi gelar Prins der Nederlanden, Prins van Oranje-Nassau, dan Jonker van Armsberg. Ia dibaptis sebagai anggota Dutch Reformed Church di Gereja Saint Jacob, Den Haag, pada tanggal 2 September 1967. Salah satu orang tua baptisnya adalah Ratu Margarethe II yang bertahta di Kerajaan Denmark. Semenjak wafatnya ayahandanya, Pangeran Claus, pada tahun 2002, Pangeran Willem-Alexander diangkat sebagai kepala House of Armsberg.

Pangeran Willem-Alexander mengawali pendidikan formalnya di Nieuwe Baarnse Elementary School (1973-1979). Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di Baarns Lyceum Belgia (1979-1981), Eerste Vrijzinnig Christelijk Lyceum Den Haag (1981), dan United World College of the Atlantic Wales (1983-1985). Setelah lulus Pangeran Willem-Alexander  ditugaskan dalam Angkatan Laut Kerajaan Belanda (1985-1987), mendapatkan pelatihan militer dari Royal Netherlands Naval College. Pada tahun 1988 Pangeran Willem-Alexander mengikuti pelatihan tambahan di kapal HNLMS Van Kinsbergen dan diberi pangkat letnan. Pendidikan tinggi yang dijalani oleh Pangeran Willem-Alexander ialah Leiden University, tempat ia kuliah jurusan sejarah dan lulus dari kampus tersebut pada tahun 1993.

Pangeran Willem-Alexander sangat tertarik mendalami masalah-masalah pengelolaan perairan. Saat ini ia menjadi salah satu anggota kehormatan World Commission on Water for the 21 Century dan ikut terlibat pula di dalam Global Water Partnership yang dikelola bersama oleh Bank Dunia, PBB, dan Kementrian Pembangunan Kerajaan Swedia. Pada tahun 2006 Pangeran Willem-Alexander ditunjuk sebagai Chairperson untuk United Nations Secretary General's Advisory Board on Water and Sanitation. Dalam bidang olahraga Pangeran Wilem-Alexander juga tidak ketinggalan berpartisipasi. Ini dibuktikan dengan keikutsertaannya sebagai anggota International Olympic Committee (IOC) sejak tahun 1998.

Tentang pribadi Willem-Alexander, sang isteri, sekaligus calon permaisuri raja pada bulan April mendatang, menyatakan sebagai berikut: "Ia orangnya cerdas, lembut namun kuat dalam berpendirian."  Ia diyakini oleh banyak pengamat memiliki karakteristik yang lebih progresif dan lebih dekat dengan rakyat, dibandingkan ibundanya. Kedekatannya dengan khalayak ramai ditunjukkan dengan melakukan modernisasi Keluarga Kerajaan, kunjungan ke negara-negara lain, dan inisiatifnya membuat online blog. Hal lain yang unik ialah bahwa Pangeran Willem-Alexander bertabiat layaknya bukan keluarga kerajaan dengan berusaha mendapatkan lisensi pilot komersial. Artinya, selain memegang lisensi pilot pesawat tempur tentara kerajaan, ia juga memiliki lisensi pilot sipil. Tidak jarang Pangeran Willem-Alexander menerbangkan pesawat terbang penumpang milik maskapai penerbangan Belanda, KLM.

Terakhir, pernah suatu ketika Pangeran Willem-Alexander mengikuti lomba marathon New York. Ia mendaftarkan sebagai peserta marathon tersebut dengan nama samaran, W. A. van Buren!

Akhirnya, setelah menanti lebih dari satu abad,  rakyat Belanda dapat mengucapkan "Long Life the King". Ya, ucapkanlah secara lantang dan menggema karena kejadian tersebut mungkin tidak terlalu sering terjadi di di negeri tersebut pada zaman sekarang.

Selamat naik tahta, Prins Willem-Alexander.

Lampiran: Silsilah Raja/Ratu Kerajaan Belanda

(1) Kingdom of Holland
5 Juni 1806 - 1 Juli 1810 : Louis I (Louis Napoleon Bonaparte, Prince Francais, Comte de Saint-Leu)
1 Juli 1910 - 9 Juli 1810 : Louis II (Napoleon Louis Bonaparte)

(2) United Kingdom of the Netherlands
15 Maret 1815 - 19 April 1839 : William I (Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau)

(3) Kingdom of the Netherlands
19 April 1839 - 7 Oktober 1840 : William I (Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau)
7 Oktober 1840 - 17 Maret 1849 : William II (Willem Frederik George Lodewijks van Oranje-Nassau)
17 Maret 1849 - 23 November 1890 : William III (Willem Alexander Paul Frederik Lodewijks)
23 November 1890 - 4 September 1948 : Wilhelmina Helena Pauline Maria
4 September 1948 - 30 April 1980 : Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina
30 April 1980 - sekarang : Beatrix Wilhelmina Armgard

Thanks to:
en.wikipedia.org
royalinsight.com
rappler.com
dutchnews.nl
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.