Pages

1 May 2013

Beberapa Contoh Perjanjian Internasional Bidang Lingkungan

Berikut ini adalah sejumlah contoh perjanjian internasional yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Convention on Fishing and Conservation of Living Resources of the High Seas
Nama lain: "Marine Life Conservation"
Tanggal penandatanganan: 29 April 1958
Tanggal mulai berlaku: 20 Maret 1966
Jumlah negara yang menandatangani: 38
Tujuan:
Memecahkan masalah pelestarian sumber daya hayati di laut lepas melalui kerjasama internasional dengan pertimbangan bahwa penggunaan teknologi modern untuk eksploitasi sumber daya secara berlebihan akan menyebabkan bahaya bagi sumber daya tersebut.

Antarctic Treaty
Tanggal penandatanganan: 1 Desember 1959
Tanggal mulai berlaku: 23 Juni 1961
Jumlah negara yang menandatangani: 46
Tujuan:
Untuk memastikan bahwa Antartika dipergunakan hanya untuk kepentingan perdamaian (misalnya, kerjasama internasional dalam riset ilmiah); menolak klaim wilayah Antartika oleh negara tertentu.

Treaty Banning Nuclear Weapon Tests in the Atmosphere, in Outer Space, and Under Water
Nama singkat: "Nuclear Test Ban"
Tanggal penandatanganan: 5 Agustus 1963
Tanggal mulai berlaku: 10 Oktober 1963
Jumlah negara yang menandatangani: 113 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Mencapai kesepakatan tentang perlucutan senjata secara umum dan menyeluruh di bawah pengawasan internasional yang ketat sesuai dengan tujuan Perserikatan Bangsa Bangsa; menghentikan perlombaan senjata dan menghapus insentif untuk produksi dan pengujian semua jenis senjata; termasuk senjata nuklir.

Convention on Wetlands of International Importance Especially as Waterfowl Habitat (Ramsar)
Nama lain: "Wetlands"
Tanggal penandatanganan: 2 Februari 1971
Tanggal mulai berlaku: 21 Desember 1975
Jumlah negara yang menandatangani: 154 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Mengendalikan perambahan secara terus-menerus lahan basah pada saat ini dan masa yang akan datang, dengan mengenali fungsi dasar ekologi lahan basah berikut nilai ekonomi, budaya, ilmiah, dan rekreasinya.

Convention for the Conservation of Antarctic Seals
Nama singkat: "Antarctic Seals"
Tanggal penandatanganan: 1 Juni 1972
Tanggal mulai berlaku: 11 Maret 1978
Jumlah negara yang menandatangani: 16
Tujuan:
Menggalakkan dan menyelenggarakan perlindungan, studi ilmiah, dan pemanfaatan secara rasional singa laut Antartika, dan menjaga keseimbangan di dalam sistem ekologi Antartika.

Convention on the Prevention of Marine Pollution by Dumping Wastes and Other Matter (London Convention)
Nama singkat: "Marine Dumping"
Tanggal penandatanganan: 29 Desember 1972
Tanggal mulai berlaku: 30 Agustus 1975
Jumlah negara yang menandatangani: 88
Tujuan:
Mengendalikan pencemaran laut karena penimbunan limbah dan materi lain dan mendorong perjanjian-perjanjian regional untuk melengkapi Konvensi; Konvensi London dalam prakteknya mulai berlaku sejak tahun 1996.

Convention on the International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES)
Nama singkat: "Endangered Species"
Tanggal penandatanganan: 3 Maret 1973
Tanggal mulai berlaku: 1 Juli 1975
Jumlah negara yang menandatangani: 170 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Melindungi spesies-spesies tertentu yang terancam kepunahan dari eksploitasi besar-besaran dengan memberlakukan ketentuan izin ekspor/impor.

International Convention for the Regulation of Whaling
Nama singkat: "Whaling"
Tanggal penandatanganan: 2 Desember 1976
Tanggal mulai berlaku: 10 November 1948
Jumlah negara yang menandatangani: 84
Tujuan:
Melindungi semua spesies ikan paus dari pemburuan yang berlebihan; menciptakan sistem regulasi internasional untuk perikanan paus guna memastikan pelestarian dan pengembangan ikan paus yang benar; dan menjaga generasi penerus sumber daya alam yang besar melalui penangkaran dan pembiakan ikan paus.

Convention on the Pollution of Military or Any Other Hostile Use of Environmental Modification Techniques
Nama singkat: "Environmental Modification"
Tanggal penandatanganan: 10 Desember 1976
Tanggal mulai berlaku: 5 Oktober 1978
Jumlah negara yang menandatangani: 73
Tujuan:
Melarang penyalahgunaan teknik-teknik modifikasi lingkungan untuk tujuan aksi militer dan tindakan yang merugikan lainnya guna menciptakan dan memelihara perdamaian dunia dan rasa saling percaya antarbangsa.

Protocol of 1978 Relating to the International Convention for the Prevention of Pollution From Ships, 1973 (MARPOL)
Nama singkat: "Ship Pollution"
Tanggal penandatanganan: 17 Februari 1978
Tanggal mulai berlaku: 2 Oktober 1983
Jumlah negara yang menandatangani: 139 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Melestarikan lingkungan perairan/laut dengan melarang pencemaran minyak dan substansi berbahaya lainnya serta menekan kadar pembuangan substansi berbahaya yang dilakukan secara tidak sengaja (misalnya: akibat kecelakaan)

Convention on Long-Range Transboundary Air Pollution
Nama singkat: "Air Pollution"
Tanggal penandatanganan: 13 November 1979
Tanggal mulai berlaku: 29 Desember 16 Maret 1983
Jumlah negara yang menandatangani: 51
Tujuan:
Melindungi lingkungan manusia dari pencemaran udara dan secara bertahap mengurangi dan mencegah pencemaran udara, termasuk pencemaran udara lintas-negara jangka-panjang.

Convention on the Conservation of Antarctic Marine Living Resources
Nama lain: "Antarctic-Marine Living Resources"
Tanggal penandatanganan: 5 Mei 1980
Tanggal berlaku: 7 April 1982
Jumlah negara yang menandatangani: 84
Tujuan:
Menjaga lingkungan dan melindungi integritas ekosistem perairan di sekitar Antartika, dan melestarikan sumber daya perairan Antartika.

United Nations Covention on the Law of the Sea (LOS)
Nama singkat: "Law of the Sea"
Tanggal penandatanganan: 10 Desember 1982
Tanggal mulai berlaku: 16 November 1994
Jumlah negara yang menandatangani: 157 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Menetapkan peraturan legal yang komprehensif untuk laut dan lautan; mencantumkan aturan-aturan yang berhubungan dengan standar lingkungan serta ketentuan yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan perairan/laut.

International Tropical Timber Agreement
Nama lain: "Tropical Timber 83"
Tanggal penandatanganan: 18 November 1983
Tanggal mulai berlaku: 1 April 1985
Tanggal berakhir: 1994 (digantikan oleh "International Tropical Timber Agreement")
Jumlah negara yang menandatangani: 59
Tujuan:
Menciptakan sebuah kerangka yang efektif untuk kerjasama antara produsen dan konsumen kayu tropis dan mendorong penyusunan kebijakan nasional yang bertujuan untuk memanfaatkan dan melestarian hutan tropis berikut sumber daya genetiknya secara berkesinambungan.

Protocol to the 1979 Convention on Long-Range Transboundary Air Pollution on the Reduction of Sulphur Emissions or Their Transboundary Fluxes by at Least 30%
Nama singkat: "Air Pollution - Sulphur 85"
Tanggal penandantanganan: 8 Juli 1985
Tanggal mulai berlaku: 2 September 1987
Jumlah negara yang menandatangani: 23
Tujuan:
Menetapkan tingkat pengurangan emisi sulfur (belerang) atau fluks lintas negaranya hingga senilai 30 % pada tahun 1983.

Protocol to 1979 Convention on Long-Range Transboundary Air Pollution Concerning the Control of Emissions of Nitrogen Oxides or Their Transboundary Fluxes
Nama singkat: "Air Pollution - Nitrogen Oxides"
Tanggal penandatanganan: 31 Oktober 1988
Tanggal mulai berlaku: 14 Februari 1991
Jumlah negara yang menandatangani: 32
Tujuan:
Mengadakan kontrol atau pengurangan nitrogen oksida dan fluks lintas-negaranya.

Montreal Protocol on Substances That Deplete the Ozone Layer
Nama singkat: "Ozone Layer Protection"
Tanggal penandatanganan: 16 September 1987
Tanggal mulai berlaku: 1 Januari 1989
Jumlah negara yang menandatangani: 194 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Melindungi lapizan ozone dengan mengendalikan emisi substansi-substansi yang dapat merusak lapisan tersebut.

Basel Convention on the Control of Transboundary Movements of Hazardous Wastes and Their Disposal
Nama singkat:  "Harzadous Wastes"
Tanggal penandatanganan: 22 Maret 1989
Tanggal berlaku: 5 Mei 1922
Jumlah negara yang menandatangani: 172 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Mengurangi perpindahan limbah lintas-negara sesuai dengan batas minimal Konvensi guna menciptakan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan efisien; mengurangi kadar racun limbah yang dihasilkan dan memastikan bahwa pengelolaan lingkungan menjadi dasar untuk pengembangan sumber daya.

Protocol on Environmental Protection to the Antarctic Treaty
Nama singkat: "Antarctic-Environmental Protocol"
Tanggal penandatanganan: 4 Oktober 1991
Tanggal mulai berlaku: 14 Januari 1998
Jumlah negara yang menandatangani: 31
Tujuan:
Memberikan perlindungan yang komprehensif kepada lingkungan Antartika dan ekosistem yang bergantung dan berhubungan dengannya; berlaku untuk wilayah yang termasuk ke dalam "Antarctic Treaty".

Protocol to the 1979 Convention on Long-Range Transboundary Air Pollution Concerning the Control of Emissions of Volatile Organic Compounds or Their Transboundary Fluxes
Nama singkat: "Air Pollution - Volatile Organic Compounds"
Tanggal penandatanganan: 18 November 1991
Tanggal mulai berlaku: 29 September 1997
Jumlah negara yang menandatangani: 23
Tujuan:
Mengadakan kontrol dan pengurangan emisi senyawa organik volatile untuk mengurangi fluks lintas-negara sehingga dapat melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari dampak negatif dari emisi tersebut.

United Nations Framework Convention on Climate Change
Nama singkat: "Climate Change"
Tanggal penandatanganan: 9 Mei 1992
Tanggal mulai berlaku: 21 Maret 1994
Negara yang menandatangani: 192 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Mencapai stabilisasi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer serendah mungkin untuk mencegah interferensi antropogenik yang berbahaya dengan iklim.

Convention on Biological Diversity
Tanggal penandatanganan: 5 Juni 1992
Tanggal berlaku: 29 Desember 1993
Jumlah negara yang menandatangani: 191 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Menyusun strategi nasional untuk pelestarian dan pemanfaatan secara berkesinambungan keragaman hayati.

International Tropical Timber Agreement
Nama singkat: "Tropical Timber 94"
Tanggal penandatanganan: 26 Januari 1994
Tanggal mulai berlaku: 1 Januari 1997
Jumlah negara yang menandatangani: 61 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Memastikan bahwa  pada tahun 2000 ekspor kayu tropis berasal dari sumber daya yang dikelola secara berkesinambungan; menggalang dana untuk membantu produsen kayu tropis di dalam mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Protocol to the 1979 Convention on Long-Range Transboundary Air Pollution on Further Reduction of Sulphur Emissions
Nama singkat: "Air Pollution - Sulphur 94
Tanggal penandatanganan: 14 Juni 1994
Tanggal mulai berlaku: 5 Agustus 1998
Jumlah negara yang menandatangani: 28
Tujuan:
Melakukan pengurangan lebih lanjut emisi sulfur (belerang) atau fluks lintas-negaranya.

United Nations Convention to Combat Desertification in Those Countries Experiencing Serious Drought and/or Desertification, Particularly in Africa
Nama singkat: "Desertification"
Tanggal penandatanganan: 14 Oktober 1994
Tanggal mulai berlaku: 26 Desember 1996
Jumlah negara yang menandatangani: 193 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Memerangi desertifikasi dan mitigasi dampak kekeringan melalui program-program tindakan nasional yang memuat strategi-strategi jangka panjang yang didukung oleh kerjasama dan perjanjian internasional.

Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change
Nama singkat: "Climate Change-Kyoto Protocol"
Tanggal penandatanganan: 16 Maret 1998
Tanggal mulai berlaku: 23 Februari 2005
Jumlah negara yang menandatangani: 184 (termasuk Indonesia)
Tujuan:
Mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menggalakkan program-program nasional di negara-negara maju yang bertujuan untuk reduksi emisi gas rumah kaca tersebut dan menetapkan persentase target reduksi bagi negara-negara maju.

Protocol to the 1979 Convention on Long-Range Transboundary Air Pollution on Persistent Organic Pollutants
Nama singkat: "Air Pollution - Persistent Organic Pollutants"
Tanggal penandatanganan: 24 Juni 1998
Tanggal mulai berlaku: 23 Oktober 2003
Jumlah negara yang menandatangani: 29
Tujuan:
Mengadakan kontrol dan pengurangan emisi polutan organik persisten guna menekan fluks lintas-negara emisi tersebut dengan tujuan melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari dampak negatif emisi.

(Dikutip dari berbagai sumber)

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.