Pages

26 September 2012

KISAH SENSASIONAL BRUNO LANDGRAF


Nama Bruno Landgraf mungkin masih terasa asing bagi kita sebagai penggemar sepakbola. Benar sekali, Bruno sedianya adalah seorang pesepakbola berbakat Brasil. Ia adalah penjaga gawang timnas Brasil yang menjuarai FIFA U-17 World Cup tahun 2003 yang berlangsung di Finlandia. Dengan sukses tersebut Bruno mungkin saja bermimpi untuk mengawal gawang Selecao senior pada kelanjutan karirnya kelak. Ia seangkatan dengan sejumlah bintang sepakbola masa kini seperti Cesc Fabregas dan David Silva. Dua orang Spanyol inilah yang Landgraf kalahkan pada pertandingan final dan membawa timnya menjadi juara dunia.

Namun,...

Cerita perjalanan hidup Landgraf menuju ke arah lain. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sao Paulo "merenggut" mimpinya sebagai pesepakbola profesional. Ia mengalami cidera yang sangat parah dan harus dirawat di rumah sakit selama enam bulan. Pasca-kecelakaan yang mengerikan tersebut Bruno tidak dapat merasakan apa-apa pada bagian kakinya.

Sebuah mimpi, sebuah harapan telah sirna dari lembaran hidup Landgraf. Akan tetapi, ternyata pemuda yang kini berusaha 26  tahun tersebut tidak menyerah pada nasib. Ia berusaha keras untuk tetap berkiprah dalam dunia olahraga, dan.... pada suatu masa ketika momentum tersebut datang, Landgraf tidak membuangnya percuma. Ia merenda mimpi baru untuk berkiprah sebagai seorang olahragawan yang, jika memungkinkan, memberikan kontribusi bagi negara Brasil.
Elaine Cunha dan Bruno Landgraf, bersama Tim Layar Brasil

Pada masa rehabilitasi pasca-kecelakaan Landgraf berminat pada olahraga layar. Kesempatan pertama ia dapatkan pada tahun 2008. Salah satu alasan Bruno menyukai layar ialah bahwa berlayar dapat membuat orang belajar tentang cuaca dan arah angin. Ia menambahkan bahwa olahraga tersebut mendekatkan orang pada alam dan menjadi terapi yang tepat untuk menghindari stress. Namun demikian, ia tidak menampik bahwa jika layar masuk ke dalam ranah perlombaan, apalagi hingga perebutan medali, bobot tekanannya akan sama dengan olahraga lain.

Singkat cerita akhirnya Bruno Landgraf bergabung ke dalam tim Paralympics Brasil. Ia bertanding dalam cabang olahraga layar nomor Skud 18 berpasangan dengan Elaine Cunha. Landgraf melakukan debut sebagai seorang Paralympian di London 2012 dan menjadi satu-satunya tim layar dari kontingen Brasil yang bertanding dalam Paralympic Games tahun ini.

London 2012 telah berlalu dan Bruno Landgraf kini tengah membidik prestasi yang lebih baik. Apalagi jika bukan Paralympic Games 2016 di Rio de Janeiro. Mengenai ambisinya di Rio 2016 mendatang, seperti yang diutarakannya kepada FIFA.com, Landgraf mengatakan, "Tujuan kami adalah untuk dapat meraih medali di Rio nanti dengan organisasi dan persiapan yang lebih baik."

Selamat dan sukses, Bruno. Kisah sensasional ini akan menjadi sebuah inspirasi yang luar biasa bagi siapapun yang mencintai olahraga.

KONSEP DASAR TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang seseorang dimulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Perkembangan fisiologis dipengaruhi oleh faktor intelektual, emosional, lingkungan dan keluarga. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisiologis. Dengan mempelajari ini kita dapat menganalisis dan memahami tentang tumbuh kembang fisiologis.

Tujuan mempelajari konsep dasar tumbuh kembang meliputi hal-hal sebagai berikut:
Ilustrasi (childandfamily-nj.org)

1) mengetahui pengertian tentang pertumbuhan dan perkembangan;
2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan;
3) mengetahui tahap-tahap dari tumbuh kembang fisiologis;
4) mengetahui contoh-contoh tumbuh kembang pada anak.

Pertumbuhan merupakan peningkatan jumlah besar sel di dalam seluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan mensintesis protein-protein baru, menghasilkan peningkatan jumlah dan berat. Contoh dari pertumbuhan adalah pertambahan tinggi badan dan berat badan. Sedangkan perkembangan adalah perubahan secara berangsur dan meluasnya kapasitas sempurna dari fungsi alat tubuh. Kematangan/kedewasaan dan pembelajaran termasuk ke dalam wilayah perkembangan ini. Contoh terjadinya perkembangan antara lain pubertas dan berfungsinya alat reproduksi.

Di dalam proses pertumbuhan terjadi perubahan besar, jumlah dan ukuran pada tingkat sel maupun organ, sementara proses perkembangan yang terjadi adalah berupa perubahan bentuk, fungsi dan kematangan organ, mulai dari aspek fisik, intelektual, hinga emosional. Perkembangan fisik yang terjadi antara lain berupa semakin sempurnanya fungsi organ mulai dari tingkat sel hingga organ tubuh itu sendiri. Sedangkan perkembangan intelektual ditunjukkan oleh berkembangnya kemampuan simbolik maupun abstrak, seperti bicara, bermain, membaca, dan sebagainya. Terakhir, perkembangan emosional dapat diamati dari perilaku sosial di dalam lingkungan.

Menurut Havighurst (1961) tumbuh kembang adalah suatu tugas yang muncul pada periode dalam rentang waktu kehidupan yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya. Sebaliknya, apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan berikutnya.

Tumbuh kembang dapat dibagi ke dalam 2 (dua) tahap: 1) tugas perkembangan pada usia 0-6 tahun, dalam bentuk belajar berjalan, belajar bicara, belajar buang air kecil, mencapai kestabilan jasmaniah-fisiologis, membentuk konsep-konsep kesederhanaan, dan belajar mengadakan hubungan emisional; dan 2) tugas perkembangan pada usia 4-5 tahun, dalam bentuk berdiri dengan satu kaki, dapat mengancingkan baju, dan dapat mencuci tangan sendiri.

Terkait dengan tahap tumbuh kembang ini, kita dapat membaginya berdasarkan kurun waktu yang dianggap stabil, yakni: 1) pasangan baru, yaitu keluarga baru yang semula individu (suami-isteri) kemudian membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan keluarga asal masing-masing; 2) keluarga (melahirkan anak pertama/child bearing), yakni dimulai sejak hamil sampai dengan kelahiran anak pertama, berlanjut sampai anak mencapai umur 30 bulan atau 2,5 tahun; 3) keluarga prasekolah, yakni sejak anak berumur 2,5 tahun hingga anak berusia 5 tahun; 4) keluarga dengan anak bersekolah, yakni tahap yang dimulai sejak anak berusia 6 tahun hingga 12 tahun; 5) keluarga dengan anggota remaja, yakni dimulai saat anak berumur 13 tahun dan diakhiri pada saat anak berumur 19-20 tahun; 6) keluarga dengan anak dewasa, yakni mulai sejak anak pertama meninggalkan rumah dan berakhir ketika anak terakhir meninggalkan rumah; 7) keluarga usia pertengahan, yakni pada saat anak terakhir meninggalkan rumah sampai dengan saat orang tua pensiun atau salah satu dari pasangan orang tua tersebut meninggal dunia; dan 8) keluarga usia lanjut, yakni dimulai saat pensiun sampai dengan salah satu pasangan meninggal dunia, atau kedua-duanya meninggal dunia.

Referensi:

A. Hidayat & Aziz Alimul. 2005. "Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1". Salemba Medika: Salemba Medika.
Wang, Donna I. 2003. "Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik". EGC: Jakarta.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.