Pages

24 July 2012

Amelia Earhart, Queen of the Air

Lady Lindy
Jones, V.G. Amelia Earhart: A Life in Flight (2009)
Hari ini, 24 Juli 2012, adalah ulang tahun yang ke-115 bagi salah seorang tokoh penerbangan dunia, Amelia Earhart. Amelia Mary Earhart terkenal di seluruh dunia karena reputasinya sebagai perempuan pertama yang terbang sendiri (solo fly) menyeberangi Samudera Atlantik. Hingga kini sebenarnya belum ada yang mengetahui apakah Earhart masih hidup atau sudah meninggal menyusul peristiwa hilangnya pesawat Lockheed Model 10 Electra yang dikemudikannya pada tahun 1937 saat berusaha terbang mengelilingi dunia. Pesawat hilang kontak di atas Samudera Pasifik di dekat Howland Island. Karena tidak kunjung ditemukan Earhart kemudian dinyatakan meninggal secara 'in absentia'  pada tanggal 5 Januari 1939.

Earheart adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1897 di Kansas. Ia adalah keturunan Jerman, anak dari pasangan Samuel Earhart dan Amelia Otis. Semangat berpetualang perempuan hebat ini telah lahir sejak masa kanak-kanak, yakni sering ikut serta dalam kegiatan berburu. Ia senang mengamati lingkungan sekitar dan perilakunya yang tidak lazim bagi anak perempuan membuatnya dijuluki cewek tomboy. Ia suka menyimpan hewan-hewan yang mungkin sebagian orang menganggapnya jijik, seperti cacing, moths, katydids, dan tree toad. 

Pengalaman pertama dalam dunia penerbangan didapatkan saat ia mengunjungi sebuah pameran dirgantara yang diselenggarakan dalam Canadian National Exposition di Toronto. Pada tahun 1920 Earheart dan ayahnya berkunjung ke sebuah lapangan udara. Momentum inilah yang mengubah jalan hidup Amelia. Ia segera merenda rencana untuk terbang sendiri. Maka mulailah ia belajar mengemudikan pesawat terbang. Pertama kali belajar menjadi pilot ia dapatkan pada awal tahun 1921 di Kinner Field, Long Beach. Ia dipandu oleh Anita Snook, pionir penerbang perempuan. Pesawat pertama yang digunakan untuk belajar adalah Curtiss JN-4. Kebulatan tekad Earhart untuk menjadi pilot ditunjukkan dengan mencitrakan diri sebagai seorang penerbang, termasuk di antaranya dengan memotong pendek rambutnya. Enam bulan berselang Earhart maju satu langkah dengan membeli pesawat bekas Kinner Airster berwarna kuning yang kemudian ia beri nama "The Canary". Bulan Oktober 1922 Earhart pertama kali menerbangkan "The Canary" hingga ketinggian 4300 meter dan angka ini merupakan rekor dunia ketinggian pesawat yang diterbangkan oleh pilot perempuan. Bulan Mei 1953, Earhart menjadi perempuan ke-16 yang mendapatkan lisensi pilot dari Federation Aeronatique Internationale (FIA). 

Akhirnya sejarah tercipta pada tanggal 20 Mei 1932. Dalam usia ke-34 tahun Earhart bersiap-siap untuk terbang solo Atlantik di Harbour Grace, Newfoundland. Ia membawa serta surat kabar yang terbit pada hari itu sebagai tanda bahwa pada hari tersebut ia akan terbang sendirian di atas Lautan Atlantik. Ia berencana terbang menuju Paris dengan pesawat Lockheed Vega 5B untuk mengikuti jejak Lindbergh. Setelah penerbangan berlangsung selama 14 jam 56 menit, diwarnai dengan hembusan angin utara yang sangat kencang, udara dingin bersalju dan masalah mesin, Earhart berhasil mendarat di Culmore, Irlandia Utara. Pendaratan tersebut disaksikan oleh Cecil King dan T. Sawyer. Pada saat seorang petani bertanya "Apakah anda telah terbang jauh?" Earhart menjawab, "dari Amerika". Tempat pendaratan pertama tersebut sekarang menjadi lokasi berdirinya sebuah museum kecil yang diberi nama Amelia Earhart Centre. 

Prestasi fenomenal Earhart membuatnya memperoleh penghargaan Distinguished Flying Cross dari Congress, Cross of Kinght of the Legion Honor dari Pemerintah Prancis dan Gold Medal of the National Geographic Society dari Presiden Herbert Hoover. 

Wherever you are actually, Happy Birthday, Queen of the Air

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.