Pages

2 July 2012

Beginilah Cara Del Bosque Melepaskan Bayang Aragones

Manakala Vicente Del Bosque membawa Spanyol meraih gelar juara dunia 2010, boleh dikatakan ia memiliki tim yang telah terbentuk yang diwariskan oleh pendahulunya, Luis Aragones, yang sukses membawa La Furia Roja meraih gelar juara Eropa tahun 2008. Dengan sedikit perubahan -- yang sangat normal terjadi pada sebuah tim sepakbola -- Del Bosque tinggal menyesuaikan strategi sesuai dengan kebutuhan tim dan lawan yang mereka hadapi selama berlaga di Afrika Selatan. Tanpa mengecilkan arti kehadiran dan instruksinya di dalam FIFA World Cup 2010 tersebut, bayang-bayang 'masterpiece' Aragones sangat dominan.

Dua tahun berselang tentu saja Del Bosque semakin berpengaruh bagi timnas Spanyol. Seiring berjalannya waktu Aragones menjadi cerita lalu dengan segenap kejayaannya. Pada Euro 2012 inilah era Del Bosque yang sesungguhnya terjadi. Meskipun pemain-pemain inti kesebelasan Spanyol tidak jauh berbeda dari skuad yang menjadi juara di Austria/Swiss empat tahun sebelumnya, Spanyol yang berlaga di Polandia/Ukraina memiliki warna Del Bosque yang lebih pekat.

Diwarnai oleh cideranya salah satu pilar lini depan, David Villa, top scorer Euro 2008, dan buruknya penampilan Fernando Torres sepanjang musim Liga Inggris, Del Bosque kemudian membuat sebuah strategi yang kelak oleh media dan pengamat sepakbola disebut 'false No.9'. Strategi ini berupa keputusan untuk tidak memainkan pemain yang bertipe penyerang murni, yang identik dengan kostum bernomor punggung 9. Langkah yang menulai kecaman dari penggemar, terlebih setelah mengalami 'kemacetan kreasi' di hadapan Italia pada pertandingan fase grup. Namun, perlahan tapi pasti Del Bosque membuktikan bahwa  cara yang ia tempuh tak lebih sekadar bagian dari beratus cara yang dapat dan mungkin ditempuh oleh seorang pelatih sepakbola. Tidak ada yang kurang dari 'false No.9'.

Temuan Del Bosque tersebut justru memperkaya bentuk permainan Spanyol. Manakala lawan telah terlena oleh 'false No.9', maka Del Bosque secara tiba-tiba memasukkan penyerang. Ketika lawan merasa putus asa karena terintimidasi oleh permainan bola-bola pendek para pemain Spanyol, Del Bosque seperti memiliki insting untuk menyelesaikan pertandingan dengan sukses. Seorang kawan mengatakan bahwa pada akhirnya pencetak gol terbanyak Spanyol dalam Euro 2012 adalah seorang 'Number 9', bahkan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen sekaligus. Ini adalah sebuah jawaban yang mantap dari Del Bosque bahwa 'false No.9' adalah sekedar julukan yang diberikan oleh pengamat dan media sepakbola. Ia pastinya tidak bermaksud dan tidak ingin menggunakan istilah 'false No.9' untuk strategi yang ia perkenalkan. Ia sekedar ingin menunjukkan bahwa dirinya bukanlah bayang-bayang Aragones yang harus kita akui merupakan penemu sepakbola Spanyol gaya baru, yang menyatukan semua unsur bangsa tersebut, berbeda dari skuad-skuad sebelumnya yang terpusat pada satu atau dua wilayah sepakbola.

Dengan berbekal ilm dan materi yang ia pelajari dari Aragones, Del Bosque berusaha keluar dari bayang-bayang seniornya tersebut dengan menciptakan strategi bermain yang terasa 'asing' bagi pemirsa, pengamat, media, dan para penantang mereka. Pada saat gaya permainan 'tiki-taka' mulai dikenali, ia segera membuat derivasinya, yang oleh media ditulis sebagai 'false No.9' tersebut. Del Bosque ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya bukanlah Aragones.  Layaknya seorang peneliti yang berpedoman pada hasil penelitian terdahulu, Del Bosque berusaha melengkapi temuan Aragones. Memang demikianlah seharusnya jika ingin tetap mempertahankan kualitas karena gaya permainan yang monoton lambat laun akan dapat dilumpuhkan. Del Bosque telah mengajarkan kita cara mengambil tindakan pencegahan sebelum sesuatu hal yang fatal menimpa secara tak terhindarkan.

Momentum Bersejarah Itu Milik Fernando Torres

Photo source : uefa.com
Keberhasilan Fernando Torres mencetak gol pada Final Euro 2012 menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Spanyol dalam putaran final Piala Eropa. Bersama Alfonso Perez, Cesc Fabregas dan David Silva, 'El Nino' masuk dalam daftar pencetak gol dua Piala Eropa secara 'berturut-turut'.

Daftar pencetak gol Spanyol Euro 1960-1964


5 GOL
Fernando Torres
4 GOL
David Villa
3 GOL
Alfonso Perez Munoz, Cesc Fabregas, David Silva
2 GOL
Xabi Alonso, Daniel Guiza, Antonio Maceda, Gaizka Mendieta, Jesus M Pereda
1 GOL

Jordi Alba, Amancio, Guillermo Amor, Juan Mata, Emilio Butragueno, Jose L Caminero, Francisco Carrasco, Dani, Ruben de la Red, Joseba Etxeberria, Rafael Gordillo, Javier Manjarin, Marcelino, Michel, Fernando Morientes, Pedro Munitis, Jesus Navas, Quini, Raul, Santillana, Juan C Valeron, Xavi.

Lampiran 1 : Daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa tiap tim kontestan Euro 2012

REP. CEKO : Milan Baros (5 gol)
YUNANI : Angelos Charisteas (4 gol)
RUSIA : ROMAN PAVLIUCHENKO (4 gol)
POLANDIA : Roger Guerreiro, ROBERT LEWANDOWSKI, JAKUB BLASZCZYKOWSKI (1 gol)
JERMAN : Jurgen Klinsmann (5 gol)
PORTUGAL : CRISTIANO RONALDO (6 gol)
DENMARK : Frank Arnesen, Henrik Larsen, Brian Laudrup, Jon-Dahl Tomasson (3 gol)
BELANDA : Patrick Kluivert, Ruud van Nistelrooij (6 gol)
SPANYOL : FERNANDO TORRES (5 gol)
ITALIA : MARIO BALOTELLI, ANTONIO CASSANO (3 gol)
KROASIA : MARIO MANDZUKIC, Davor Suker (3 gol)
REP. IRLANDIA : Ray Houghton, SEAN ST LEDGER, Ronnie Whelan (1 gol)
INGGRIS : Alan Shearer (7 gol)
PRANCIS : Michel Platini (9 gol) *All Time Top Scorer of Euro
SWEDIA : ZLATAN IBRAHIMOVIC (6 gol)
UKRAINA : ANDRIY SHEVCHENKO (2 gol)


Lampiran 2 : Daftar jumlah gol sepanjang masa tiap tim kontestan Euro 2012

65 Jerman (termasuk Jerman Barat)
57 Belanda
50 Spanyol (gol ke-50 Spanyol dicetak oleh Juan Mata)
49 Prancis
40 Rep. Ceko (termasuk Cekoslovakia)
40 Portugal
36 Inggris
36 Rusia (termasuk Uni Soviet & CIS)
33 Italia
30 Denmark
24 Swedia
18 Kroasia
14 Yunani
3 Polandia
3 Rep. Irlandia
2 Ukraina
 
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.