Pages

31 January 2012

Arahkan Mobnas Sebagai Angkutan Massal

Merupakan sebuah kebanggaan bahwa putra-putri Indonesia telah semakin pandai dalam berkreasi untuk mengimbangi kemajuan zaman, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun pada masa lalu kita pernah memiliki produk otomotif berlabel 'mobil nasional' (mobnas), artinya yang sekarang ini bukanlah 'initiative of excellence', tetapi kemunculan mobnas 'Kiat Esemka' dapat dijadikan sebagai awal kebangkitan teknologi nasional, khususnya dalam bidang otomotif.

Pasar mobil Indonesia makin semarak dengan kehadiran model dan/atau tipe baru yang silih-berganti. Hal ini menyebabkan volume kendaraan di jalan menjadi semakin besar. Akibatnya lalu-lintas menjadi bertambah macet saja. Kemacetan terjadi karena produsen mobil sepertinya mengutamakan produk yang lazimnya di Indonesia difungsikan sebagai kendaraan pribadi.

Dari fakta tersebut di atas, maka program Mobnas perlu diarahkan menuju pengadaan kendaraan umum atau angkutan barang untuk kepentingan masyarakat, bukan perorangan. Karena jika prioritasnya sama dengan mobil pabrikan impor maka nilai kreasi dan kemajuan teknologi bangsa akan terkaburkan oleh dampak negatif yang ditimbulkannya: semakin menambah masalah lalu-lintas.

Langkah kedua agar Mobnas menjadi 'tuan rumah di negeri sendiri' ialah dengan mengurangi peredaran mobil merk impor yang beredar di Indonesia. Jika tidak ada keberanian seperti ini maka eksistensi Mobnas, sekali lagi, hanya akan memperburuk situasi lalu-lintas.

Terlepas dari nuansa politik -- dan kita sebaiknya tidak perlu terlalu memikirkannya -- Mobnas dapat kita manfaatkan sebagai faktor penguat kemandirian bangsa. Mobnas harus berwawasan lingkungan dan mengutamakan efisiensi (menjaga keseimbangan kondisi lingkungan) dan efektivitas (lebih mengutamakan kebutuhan angkutan masyarakat umum).

Akan percuma Indonesia memiliki Mobnas jika misinya sekedar 'menyaingi' mobil-mobil merk terkenal yang fungsinya sebagai 'simbol kekayaan materi' perorangan. Misi khusus Mobnas harus bercirikhas secara konsisten, yakni mengambilalih dominasi mobil merk impor untuk angkutan umum dan angkutan barang untuk keperluan masyarakat, bukan perorangan, agar terjadi keseimbangan antara investor asing dan pelaku usaha dalam negeri. Dari misi awal ini, diharapkan agar pada saatnya nanti Mobnas menjadi 'overal winners' dengan mengurangi, atau jika mungkin menghentikan, peredaran mobil keluaran pabrik asing di jalan raya Indonesia.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.