Pages

30 January 2012

Hideki Shirakawa mengubah plastik menjadi konduktor

Hideki Shirakawa adalah salah seorang penemu bidang polimer konduktor yang dikenal pula dengan "synthetic metals" (logam sintetis). Ia adalah seorang kimiawan yang pada tahun 1977 melakukan doping elektrokimia pada polyacetylene (CH)x, yang merupakan "purwarupa" dari polimer konduktor. Shirakawa meraih penghargaan Nobel tahun 2000 dalam bidang Kimia bersama Alan J. Heeger dan Alan G. MacDarmid. Penghargaan lainnya ia peroleh dari The Royal Swedish Academy of Sciences atas capaiannya menghasilkan temuan dan pengembangan polimer konduktif.

Hideki Shirakawa lahir di Tokyo pada tanggal 20 Agustus 1936. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Tokyo Institute of Technology jurusan teknik kimia pada tahun 1961, Shirakawa melanjutkan studinya pada kampus yang sama hingga meraih gelar doktor teknik pada tahun 1966. Setelah itu ia bekerja sebagai asisten pada Chemical Resources Laboratory TIT hingga tahun 1976, kemudian pindah ke University of Pennsylvania sebagai peneliti. Tiga tahun berikutnya Shirakawa kembali ke Jepang sebagai associate professor' pada University of Tsukuba. Tahun 1982 ia diangkat menjadi professor dan tahun 2000 menjadi professor emeritus.

Hideki shirakawa menerima Hadiah Nobel dalam upacara penganugerahan yang berlangsung di kota Stockholm, Swedia, tanggal 10 Desember 2000.

Hideki Ishikawa mengutarakan penemuannya tentang cara membuat bahan plastik menjadi konduktor, atau penghantar muatan listrik dalam Konferensi Pers yang berlangsung pada tanggal 13 Oktober 2000. Ia menyatakan bahwa plastik dapat direkayasa agar memiliki sifat konduktif. Plastik adalah polimer, yakni kumpulan molekul yang membentuk rantai yang panjang, mengulang dengan sendirinya seperti untaian batu permata yang dijadikan perhiasan kalung. Untuk menjadi penghantar listrik, sebuah polimer harus meniru sifat-sifat dari logam, yakni, elektron-elektronnya perlu bebas bergerak dan tidak terikat pada atom. Kondisi pertama yang harus dicapai yakni polimer tersebut harus memiliki ikatan ganda terkonjugasi. Plastik harus 'diganggu' kondisi aslinya dengan melepaskan elektron dari materi tersebut (oksidasi), atau memasukkan elektron ke dalam materi (reduksi). Proses inilah yang oleh Shirakawa sebut sebagai 'doping'.

Inovasi plastik konduktif tak lepas dari hidrokarbon polyacetilene, sebuah molekul datar yang antarsenyawanya memiliki sudut 120-derajat sehingga menghasilkan dua bentuk yang berbeda, yakni isomer-isomer cis-polyacetylene dan trans-polyacetylene.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.