Pages

3 October 2012

POLA SUSUNAN BATU ALAM UNTUK RUMAH


Batu-batuan alam merupakan salah satu unsur alam yang sangat sering dipergunakan untuk bangunan rumah, yakni dijadikan sebagai dinding, pagar, pilar, atau lantai. Pemanfaatan batu alam untuk perumahan telah berlangsung sejak zaman dahulu. Bukti dari pentingnya batu alam sebagai bagian dari kehidupan manusia dari waktu ke waktu adalah candi, arca, patung, dan benda-benda peninggalan zaman dulu lainnya yang terbuat dari batu. 

Dalam era modern ini nilai batu alam untuk bangunan rumah, baik sebagai elemen utama (dinding, lantai, pagar), maupun sebagai hiasan semakin bertambah karena menimbulkan kesan eksotis, klasik, dan unik. Modernisasi zaman justru membuat sejumlah pemilik rumah secara sengaja merancang rumah mereka dengan tampilan fisik yang kembali ke 'zaman batu' untuk menarik perhatian dan menimbulkan kesan istimewa pada rumah tersebut. 

Salah satu unsur yang berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya daya tarik fisik rumah dari bahan batu alam ialah cara penyusunannya. Berikut ini adalah sejumlah pola penyusunan batu alam untuk dinding, pagar, atau lantai rumah yang dapat menarik perhatian.

ACAK (Solehuddin, 2009)
Pola Acak

Pola penyusunan batu alam acak dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu pola acak natural dan pola acak buatan. Pola acak natural menggunakan ukuran dan bentuk batu sesuai dengan aselinya, misalnya pola acak batu bronjol dan pola acak koboi bandung. Sedangkan pola acak buatan ialah penyusunan batu setelah melalui proses pembentukan sedemikian rupa hingga menyerupai batu alami. Contoh dari pola acak natural ini adalah pola acak parasjogja. 
VH (Solehuddin, 2009)

Pola Vertikal Horisontal (vh)

Pola vertikal horisontal terbentuk oleh susunan batu ke dalam dua pola, yakni secara vertikal dan horisontal. Pola ini pun juga memiliki dua jenis yang berbeda seperti pola acak, yakni pola vh teratur dan pola vh alami. Pola vh cocok untuk rumah yang sifatnya minimalis dan bergaya tropis. 

 SUSUN BATA (Solehuddin, 2009)
Pola Susun Bata 

Pola susun bata dapat dipasang secara horisontal maupun vertikal. Pola ini memberikan kesan rapi dan sederhana dan cocok diterapkan untuk rumah minimalis. Batu-batu yang sering dipergunakan untuk pola susun bata antara lain candi, andesit, purwakarta, parasjogja, palimanan, dan sukabumi.
SUSUN SIRIH (Solehuddin, 2009)

Pola Susun Sirih

Disebut demikian karena komposisi pemasangannya menyerupai daun sirih. Pemasangan pola susun sirih lebih sulit sehingga memerlukan ketelitian dan kesabaran. Adapun jenis polanya antara lain pola susun sirih salagedang, nat, andesit, dan maju mundur. Salah satu contoh bagian rumah yang dapat dibentuk dengan pola ini ialah kolam air. 
KOBI BANDUNG (Solehuddin, 2009)

Pola Koboi Bandung

Disebut pola koboi bandung karena perkembangan awalnya berasal dari Bandung. Pola koboi bandung dapat kita lihat pada rumah peninggalan Belanda. Batu yang sering digunakan untuk pola ini antara lain salagedang, purwakarta, dan garut. 
MOSAIK (Solehuddin, 2009)

Pola Mosaik

Pola Mosaik terbentuk oleh kumpulan batu alam yang disusun dengan bantuan perekat (lem). Pola susunan ini sering diterapkan untuk bangunan restoran, kafe, hotel, dan perkantoran. 


Semua gambar disitasi dari buku "Kreasi Unik Batu Alam" karya Solehuddin (2009)

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.