Pages

1 October 2012

KEBERADAAN MERKURI DI DALAM LINGKUNGAN


MERKURI [periodictable.com]
Merkuri (Hg) adalah salah satu bentuk logam berat (heavy metals) elemen yang bersifat alami yang sering mencemari lingkungan. Sebagian besar merkuri yang berasal dari alam dalam bentuk gabungan dengan elemen lainnya. Dengan kata lain tidak banyak merkuri yang ditemukan dalam bentuk yang terpisah dari elemen lain. Komponen merkuri banyak tersebar di karang-karang, tanah, udara, air dan organisme hidup melalui proses fisika, kimia, dan biologi yang sifatnya kompleks.

Sifat-sifat Merkuri

Sifat-sifat kimia dan fisika merkuri menjadikan logam berat tersebut digunakan oleh manusia untuk banya keperluan dan kegiatan, terutama kegiatan ilmiah industri. Merkuri memiliki sifat-sifat antara lain:
- menjadi satu-satunya logam yang berbentuk cair pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan memiliki titik beku terendah untuk kategori logam (-39 derajat Celsius);
- memiliki kisaran suhu 396 derajat Celsius pada saat berbentuk cair dan pada kisaran suhu ini dapat mengembang secara merata;
- memiliki volatilitas tertinggi diantara semua jenis logam;
- memiliki ketahanan listrik yang sangat rendah sehingga menjadi konduktor logam yang paling baik;
- memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak logam lain dan membentuk komponen amalgam (alloy);
- memiliki sifat toksik terhadap semua makhluk hidup.

Secara umum merkuri dihasilkan melalui proses pembakaran merkuri sulfida (HgS) di udara. Merkuri dilepaskan sebagai uap, mengalami kondensasi, tidak seperti gas-gas lainnya yang terlepas atau terkumpul di atmosfer.

Bentuk merkuri yang terdapat di alam adalah: a) merkuri anorganik, misalnya logam merkuri dan garam-garamannya (merkuri klorida, merkuri oksida); b) merkuri organik, atau organomerkuri, yang terdiri atas aril merkuri (mengandung hidrokarbon aromatik seperti fenil merkuri asetat) dan alkil merkuri seperti metil merkuri dan etil merkuri; c) alkoksialkil merkuri (R-O-Hg)

Manfaat Merkuri

Merkuri dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, misalnya industri khlor-alkali, alat-alat listrik, cat, instrumen, katalis, kedokteran gigi, pertanian, alat-alat laboratorium, obat-obatan, industri kertas, dan amalgam.

Dampak Negatif Merkuri

Penggunaan merkuri di dalam berbagai industri tidak jarang menimbulkan pencemaran/kontaminasi lingkungan. Media pencemarannya dapat melalui air buangan maupun ventilasi udara. Merkuri yang terbuang ke sungai, pantai atau badan air di sekitar industri berpotensi mencemari ikan-ikan dan makhluk air lainnya. Penggunaan merkuri di dalam bidang pertanian sebagai pelapis benih dapat menyebabkan kontaminasi tanah pertanian yang berakibat pencemaran hasil pertanian, terutama sayur-sayuran.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa semua ikan yang tidak terkontaminasi langsung oleh merkuri dalam pertumbuhannya masih tetap mengandung merkuri di dalam tubuhnya, meskipun dalam konsentrasi rendah (0,005-0,075 ppm). Penelitian juga menyebutkan bahwa akumulasi merkuri di dalam tubuh ikan berbeda-beda menurut keadaan dan bagian organ yang terkena kontaminasi.

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan tentang daya toksik merkuri terhadap tubuh manusia:

- semua komponen merkuri dalam jumlah yang cukup akan mengandung racun dan membahayakan tubuh;
- setiap komponen merkuri memiliki daya toksik, distribusi, akumulasi, dan waktu retensi yang berbeda-beda di dalam tubuh;
- transformasi biologi dapat terjadi di lingkungan maupun di dalam tubuh, di mana merkuri akan mengalami perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain;
- merkuri di dalam tubuh akan menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakan sel;
- kerusakan tubuh yang disebabkan oleh merkuri memiliki sifat permanen dan belum ada cara penyembuhan yang benar-benar berhasil.
MINAMATA BAY [japanfocus.org]

Merkuri anorganik memiliki kecenderungan terakumulasi di dalam tenunan hati dan ginjal. Hal demikian dapat merusak tenunan tersebut. Uap logam merkuri memiliki kapasitas tinggi untuk terdifusi melalui paru-paru ke dalam darah, kemudian ke otak, sehingga menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Dalam kasus keracunan merkuri di Minamata Bay, Jepang, merkuri sulfat yang dipergunakan untuk katalis industri vinil khloride dibuang ke laut Minamata Bay. Komponen merkuri tersebut menuju ke dasar laut dan di sana mengalami perubahan oleh mikroorganisme anaerobik. Komponen merkuri yang mengalami perubahan memiliki sifat yang sangat volatil dan terlepas dari lumpur atau pasir pada dasar laut ke air di sekelilingnya.

Kendala Penanggulangan Kontaminasi Merkuri

Sumber pencemaran merkuri di lingkungan sebenarnya tidak sulit untuk ditemukan. Kontaminasi merkuri dapat ditemukan pada industri-industri pengguna merkuri pada saat mereka menjalankan proses.  Sejumlah kendala yang menghadang usaha penanggulangan kontaminasi merkuri antara lain sebagai berikut:

- merkuri bersifat volatil sehingga dapat mencemari udara;
- merkuri berbentuk cair sehingga mudah menyebar di permukaan air dan sulit untuk dikumpulkan;
- merkuri mengalami translokasi pada tanaman dan hewan;
- merkuri, berikut komponennya, dapat mengalami perubahan oleh mikroorganisme laut, sungai, atau danau menjadi komponen metil merkuri yang sifatnya beracun.

Referensi:

Srikandi Fardiaz. 1992. "Polusi Air dan Udara". Kanisius: Yogyakarta.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.