Pages

3 October 2012

ANATOMI KERIS

[tosanaji.com]

Keris merupakan jenis senjata masyarakat Nusantara yang telah lama dikenal oleh dunia. Senjata ini dipercayai sebagai bagian dari kebudayaan asli Nusantara. Meskipun pada hakikatnya keris berfungsi sebagai senjata namun benda ini kemudian mengalami perluasan peran, antara lain sebagai benda bertuah, perlengkapan upacara adat, dan kekayaan seni yang bernilai tinggi. 

Secara garis besar keris terbagi menjadi empat bagian yakni hulu keris (ukiran), bilah keris (wilah), rangka (warangka) dan pembungkus rangka (pendhok). Lebih lanjut keris dapat dikelompokkan menjadi dua jenis menurut bentuk bilahnya, yakni keris berbilah lurus dan keris berbilah bergelombang (dikenal sebagai luk). 

Selain bagian-bagian dan bentuk-bentuk tersebut di atas orang dapat mempelajari anatomi keris layaknya mempelajari anatomi makhluk hidup. Anatomi keris dikenal dengan sebutan "ricikan". Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang anatomi sebuah keris.

Anatomi keris terdir atas 28 bagian sebagai berikut:

1. Pesi : tangkai keris yang masuk ke dalam pegangan atau ukir.
2. Ganja : dasar bilah  keris yang tebal, yang dapat menyatu dengan maupun terpisah dari bilah.
3. Buntut Mimi : bentuk meruncing pada ujung ganja.
4. Gunungan : bentuk menonjol sebelum bagian buntut mimi.
5. Greneng atau Polos : ornamen berbentuk aksara Jawa Dha yang berderet.
6. Thingil : tonjolan kecil pada bagian greneng atau pada bagian dasar aksara Jawa Dha.
7. Ri pandhan : bentuk ujung ang meruncing menyerupai duri pada aksara Jawa Dha.
8. Ron Dha : ornamen pada aksara Jawa Dha.
9. Sraweyan : dataran yang merendah di belakang bagian sogogan (baca anatomi no.19), di atas ganja.
10.Bungkul : berbentuk menyerupai bawang terletak di tengah-tengah dasar bilah dan di atas ganja.
11.Pejetan : berbentuk seperti bekas pijitan ibu jari yang terletak di belakang gandik (baca anatomi no.13).
12.Lambe Gajah : bentuk menyerupai bibir gajah yang menempel pada gandik.
13.Gandik : bentuk penebalan mendekati bulat memanjang yang terletak di atas ujung ganja yang sering disebut sirah cecak.

Bagian-bagian dari Keris
[Prasida Wibawa, Pesona Tosan Aji]

14.Kembang Kacang : bentuk menyerupai belalai gajah yang terletak pada gandik bagian atas.
15.Jalen : bentuk menyerupai taji ayam jantan yang menempel pada gandik.
17.Tikel Alis : bagian pada bagian atas pejetan yang menyerupai bulu mata.
18.Janur : bagian yang terdapat di antara dua sogokan (baca anatomi no.19-20).
19.Sogokan Depan : bentuk alur yang merupakan perpanjangan dari pejetan.
20.Sogokan Belakang : bentuk alur yang terdapat pada bagian belakang.
21.Pudhak Sategal ; sepasang bentuk menajam yang keluar dari bilah bagian kiri dan kanan.
22.Pudhak Sategal.
23.Poyuhan : bentuk yang menebal pada ujung sogokan.
24.Landep : bagian yang menajam pada bilah keris.
25.Gusen : bagian yang terdapat di belakang landep dengan bentuk memanjang dari bagian pangkal (sorsoran) ke bagian ujung (pucuk).
26.Gula Milir : bagian yang meninggi di antara gusen dan kruwingan (baca anatomi no.27)
27.Kruwingan : dataran yang terletak pada sisi kiri dan kanan adha-adha (baca anatomi no.28)
28.Adha-adha : penebalan pada pertengahan bilah keris dari bawah ke atas.

Terima kasih kepada Bapak Prasida Wibawa atas referensinya tentang "Pesona Tosan Aji"

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.