Pages

14 October 2012

World Swimming Rankings (Short Course) - Oct. 2012



Women's events

Freestyle

50m : Sarah Sjostrom (SWE) | 23.82 | 26.01.2012
100m : Sarah Sjostrom (SWE) | 52.15 | 26.01.2012
200m : Katinka Hosszu (HUN) | 1:54.79 | 06.10.2012
400m : Lauren Boyle (NZL) | 4:02.26 | 30.09.2012
800m : Lauren Boyle (NZL) | 8:15.73 | 30.09.2012
1500m : Laura Crockart (AUS) | 16:10.41 | 12.09.2012

Backstroke 

50m : Etiene Medeiros (BRA) | 26.94 | 20.08.2012
100m : Grace Loh (AUS) | 57.52 | 12.09.2012
200m : Belinda Hocking (AUS) | 2:01.30 | 19.05.2012

Breastroke

50m : Satomi Suzuki (JPN) | 30.23 | 11.02.2012
100m : Rika Ohmoto (JPN) | 57.20 | 11.02.2012
200m : Rika Ohmoto (JPN) | 2:03.82 | 11.02.2012

Butterfly 

50m : Jeanette Ottesen (DEN) | 25.55 | 31.03.2012
100m : Sarah Sjostrom (SWE) | 56.70 | 26.01.2012
200m : Yai Watanabe (JPN) | 2:07.27 | 11.02.2012

Individual Medley

100m : Katinka Hosszu (HUN) | 59.74 | 06.10.2012
200m : Sarah Sjostrom (SWE) | 2:08.17 | 26.01.2012
400m : Miho Takahashi (JPN) | 4:27.65 | 11.02.2012

Men's events

Freestyle

50m : Cesar Cielo Filho (BRA) | 20.59 | 20.08.2012
100m : Roland Schoeman (RSA) | 46.50 | 16.08.2012
200m : Darian Townsend (RSA) | 1:42.71 : 02.10.2012
400m : Kosuke Hagino (JPN) | 3:49.77 | 02.10.2012
800m : Jordan Harrison (AUS) | 7:43.10 | 12.09.2012
1500m : Yohei Takaguchi (JPN) | 14:39.22 | 11.02.2012

Backstroke

50m : Guilherme Guido (BRA) | 23.31 | 20.08.2012
100m : Robert Hurley (AUS) | 50.18 | 06.10.2012
200m : Radoslaw Kawecki (POL) | 1:50.89 | 06.10.2012

Breastroke

50m : Cameron Van Den Burgh (RSA) | 25.95 | 06.10.2012
100m : Cameron Van Den Burgh (RSA) | 57.22 | 06.10.2012
200m : Daiya Seto (JPN) | 2:04.87 | 06.10.2012

Butterfly 

50m : Nicholas Santos (BRA) | 22.22 | 20.08.2012
100m : Chad Le Clos (RSA) | 49.60 | 06.10.2012
200m : Hidemasa Sano (JPN) | 1:50.28 | 11.02.2012

Individual Medley

100m : Kenneth To (AUS) | 51.43 | 02.10.2012
200m : Thiago Pereira (BRA) | 1:52.30 | 20.08.2012
400m : Thiago Pereira (BRA) | 4:01.91 | 20.08.2012

Source: Federation Internationale de Natation (FINA)

7 October 2012

KHASIAT TANAMAN DI SEKITAR KITA (Bagian 1)

Di sekitar tempat tinggal kita dijumpai banyak jenis tanaman. Namun demikian tidak semua jenis tanaman yang diketahui manfaatnya selain sebagai tanaman penghias, jalur hijau, atau paru-paru kota. Padahal tanaman-tanaman tersebut memiliki manfaat yang lebih, antara lain sebagai bahan obat-obatan untuk menanggulangi penyakit yang mungkin sedang kita derita. Berikut ini jenis tanaman yang berada di sekitar kita yang memiliki khasiat bagi kesehatan kita.

Adas

Nama latin: Foeniculum vulgare Mill
Jenis penyakit yang dapat diobati: tuberkulosis, gangguan saluran pencernaan, susah kentut (flatus), gangguan nafsu makan, batu ginjal, batuk rejan, insomnia, gangguan menstruasi.
Bagian yang digunakan: buah yang telah masak (dijemur hingga kering)

Alang-alang

Nama latin: Imperata cylidrica (L.) Beauv
Jenis penyakit yang dapat diobati: panas, penyakit saraf, gangguan air seni, demam, panas dalam.
Bagian yang digunakan: akar (rimpang)

Angsana

Nama latin: Pterocarpus Indicus Wild
Jenis penyakit yang dapat diobati: gangguan air seni, radang, panas dan demam, sariawan, batu ginjal, sifilis, radang telinga
Bagian yang digunakan: kulit kayu, akar, getah (resin), daun muda.

Apel

Nama latin: Pyrus malus Mill
Jenis penyakit yang dapat diobati: radang, susah buang air seni, diabetes melitus, diare.
Bagian yang digunakan: buah

Aren

Nama latin: Arenga pinnata Merr
Jenis penyakit yang dapat diobati: radang paru-paru, disentri, batu ginjal, susah kentut, gangguan menstruasi, sariawan.
Bagian yang digunakan: tuak/legen (hasil peragian air bunga aren), akar, nira atau gula, kulit pohon, dan buah.

Asam Jawa

Nama latin: Tamarindus indica L.
Jenis penyakit yang dapat diobati: radang, panas, bengkak, asma, batuk,d emam, panas, rheumatik, sakit perut, morbili, biduren, sariawan, luka, eksim, bisul, rambut rontok, gigitan ular berbisa.
Bagian yang digunakan: buah, daun, biji, kulit pohon

Alpukad

Nama latin: Persea gratissima Gaertin/Persea americana
Jenis penyakit yang dapat diobati: kencing batu, nyeri syaraf, tekanan darah tinggi, sakit kepala, nyeri lambung, pembengkakan saluran pernafasan, gangguan menstruasi.
Bagian yang digunakan: daging buah, daun, biji.

Bakau

Nama latin: Rhizophora apiculata BI
Jenis penyakit yang dapat diobati: disentri, kegemukan/penimbunan lemak, pendarahan, homeostatis
Bagian yang digunakan: kulit barang, daun.

Bawang Merah

Nama latin: Allium cepa
Jenis penyakit yang dapat diobati: perut kembung, batuk, gangguan air seni, kencing manis, gangguan menstruasi, demam, cacingan.
Bagian yang digunakan: umbi lapis

Bawang Putih

Nama latin: Allium sativum Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: sakit kuning, masuk angin, hipertensi, asma, batuk, sakit kepala, sesak napas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka terkena benda tajam, gigitan serangga, cacingan, dan insomnia.
Bagian yang digunakan: umbi

Bayam 

Nama latin: Amaranthus tricolor Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: gangguan pencernaan, gangguan ginjal, disentri, susah buang air besar, kencing manis, tekanan darah tinggi, obesitas, tekanan darah rendah, gagal ginjal, anemia.
Bagian yang digunakan: daun, akar.

Belimbing Wuluh

Nama latin: Averrhoa bilimbi Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: batuk, batuk rejan, encok, sariawan, hipertensi, diabetes melitus, demam, radang poros usus, sakit perut, gondok, bisul, skorbut, gangguan empedu, jerawat, ruam.
Bagian yang digunakan: buah, bunga, batang, daun.

Beringin

Nama latin: Ficus benjamina Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: demam, pilek, amandel, nyeri sendi, luka memar, influenza, radang saluran pernafasan, batuk rejan, malaria, radang usus, disentri, kejang.
Bagian yang digunakan: akar udara, daun.

bersambung...




3 October 2012

ANATOMI KERIS

[tosanaji.com]

Keris merupakan jenis senjata masyarakat Nusantara yang telah lama dikenal oleh dunia. Senjata ini dipercayai sebagai bagian dari kebudayaan asli Nusantara. Meskipun pada hakikatnya keris berfungsi sebagai senjata namun benda ini kemudian mengalami perluasan peran, antara lain sebagai benda bertuah, perlengkapan upacara adat, dan kekayaan seni yang bernilai tinggi. 

Secara garis besar keris terbagi menjadi empat bagian yakni hulu keris (ukiran), bilah keris (wilah), rangka (warangka) dan pembungkus rangka (pendhok). Lebih lanjut keris dapat dikelompokkan menjadi dua jenis menurut bentuk bilahnya, yakni keris berbilah lurus dan keris berbilah bergelombang (dikenal sebagai luk). 

Selain bagian-bagian dan bentuk-bentuk tersebut di atas orang dapat mempelajari anatomi keris layaknya mempelajari anatomi makhluk hidup. Anatomi keris dikenal dengan sebutan "ricikan". Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang anatomi sebuah keris.

Anatomi keris terdir atas 28 bagian sebagai berikut:

1. Pesi : tangkai keris yang masuk ke dalam pegangan atau ukir.
2. Ganja : dasar bilah  keris yang tebal, yang dapat menyatu dengan maupun terpisah dari bilah.
3. Buntut Mimi : bentuk meruncing pada ujung ganja.
4. Gunungan : bentuk menonjol sebelum bagian buntut mimi.
5. Greneng atau Polos : ornamen berbentuk aksara Jawa Dha yang berderet.
6. Thingil : tonjolan kecil pada bagian greneng atau pada bagian dasar aksara Jawa Dha.
7. Ri pandhan : bentuk ujung ang meruncing menyerupai duri pada aksara Jawa Dha.
8. Ron Dha : ornamen pada aksara Jawa Dha.
9. Sraweyan : dataran yang merendah di belakang bagian sogogan (baca anatomi no.19), di atas ganja.
10.Bungkul : berbentuk menyerupai bawang terletak di tengah-tengah dasar bilah dan di atas ganja.
11.Pejetan : berbentuk seperti bekas pijitan ibu jari yang terletak di belakang gandik (baca anatomi no.13).
12.Lambe Gajah : bentuk menyerupai bibir gajah yang menempel pada gandik.
13.Gandik : bentuk penebalan mendekati bulat memanjang yang terletak di atas ujung ganja yang sering disebut sirah cecak.

Bagian-bagian dari Keris
[Prasida Wibawa, Pesona Tosan Aji]

14.Kembang Kacang : bentuk menyerupai belalai gajah yang terletak pada gandik bagian atas.
15.Jalen : bentuk menyerupai taji ayam jantan yang menempel pada gandik.
17.Tikel Alis : bagian pada bagian atas pejetan yang menyerupai bulu mata.
18.Janur : bagian yang terdapat di antara dua sogokan (baca anatomi no.19-20).
19.Sogokan Depan : bentuk alur yang merupakan perpanjangan dari pejetan.
20.Sogokan Belakang : bentuk alur yang terdapat pada bagian belakang.
21.Pudhak Sategal ; sepasang bentuk menajam yang keluar dari bilah bagian kiri dan kanan.
22.Pudhak Sategal.
23.Poyuhan : bentuk yang menebal pada ujung sogokan.
24.Landep : bagian yang menajam pada bilah keris.
25.Gusen : bagian yang terdapat di belakang landep dengan bentuk memanjang dari bagian pangkal (sorsoran) ke bagian ujung (pucuk).
26.Gula Milir : bagian yang meninggi di antara gusen dan kruwingan (baca anatomi no.27)
27.Kruwingan : dataran yang terletak pada sisi kiri dan kanan adha-adha (baca anatomi no.28)
28.Adha-adha : penebalan pada pertengahan bilah keris dari bawah ke atas.

Terima kasih kepada Bapak Prasida Wibawa atas referensinya tentang "Pesona Tosan Aji"

POLA SUSUNAN BATU ALAM UNTUK RUMAH


Batu-batuan alam merupakan salah satu unsur alam yang sangat sering dipergunakan untuk bangunan rumah, yakni dijadikan sebagai dinding, pagar, pilar, atau lantai. Pemanfaatan batu alam untuk perumahan telah berlangsung sejak zaman dahulu. Bukti dari pentingnya batu alam sebagai bagian dari kehidupan manusia dari waktu ke waktu adalah candi, arca, patung, dan benda-benda peninggalan zaman dulu lainnya yang terbuat dari batu. 

Dalam era modern ini nilai batu alam untuk bangunan rumah, baik sebagai elemen utama (dinding, lantai, pagar), maupun sebagai hiasan semakin bertambah karena menimbulkan kesan eksotis, klasik, dan unik. Modernisasi zaman justru membuat sejumlah pemilik rumah secara sengaja merancang rumah mereka dengan tampilan fisik yang kembali ke 'zaman batu' untuk menarik perhatian dan menimbulkan kesan istimewa pada rumah tersebut. 

Salah satu unsur yang berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya daya tarik fisik rumah dari bahan batu alam ialah cara penyusunannya. Berikut ini adalah sejumlah pola penyusunan batu alam untuk dinding, pagar, atau lantai rumah yang dapat menarik perhatian.

ACAK (Solehuddin, 2009)
Pola Acak

Pola penyusunan batu alam acak dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu pola acak natural dan pola acak buatan. Pola acak natural menggunakan ukuran dan bentuk batu sesuai dengan aselinya, misalnya pola acak batu bronjol dan pola acak koboi bandung. Sedangkan pola acak buatan ialah penyusunan batu setelah melalui proses pembentukan sedemikian rupa hingga menyerupai batu alami. Contoh dari pola acak natural ini adalah pola acak parasjogja. 
VH (Solehuddin, 2009)

Pola Vertikal Horisontal (vh)

Pola vertikal horisontal terbentuk oleh susunan batu ke dalam dua pola, yakni secara vertikal dan horisontal. Pola ini pun juga memiliki dua jenis yang berbeda seperti pola acak, yakni pola vh teratur dan pola vh alami. Pola vh cocok untuk rumah yang sifatnya minimalis dan bergaya tropis. 

 SUSUN BATA (Solehuddin, 2009)
Pola Susun Bata 

Pola susun bata dapat dipasang secara horisontal maupun vertikal. Pola ini memberikan kesan rapi dan sederhana dan cocok diterapkan untuk rumah minimalis. Batu-batu yang sering dipergunakan untuk pola susun bata antara lain candi, andesit, purwakarta, parasjogja, palimanan, dan sukabumi.
SUSUN SIRIH (Solehuddin, 2009)

Pola Susun Sirih

Disebut demikian karena komposisi pemasangannya menyerupai daun sirih. Pemasangan pola susun sirih lebih sulit sehingga memerlukan ketelitian dan kesabaran. Adapun jenis polanya antara lain pola susun sirih salagedang, nat, andesit, dan maju mundur. Salah satu contoh bagian rumah yang dapat dibentuk dengan pola ini ialah kolam air. 
KOBI BANDUNG (Solehuddin, 2009)

Pola Koboi Bandung

Disebut pola koboi bandung karena perkembangan awalnya berasal dari Bandung. Pola koboi bandung dapat kita lihat pada rumah peninggalan Belanda. Batu yang sering digunakan untuk pola ini antara lain salagedang, purwakarta, dan garut. 
MOSAIK (Solehuddin, 2009)

Pola Mosaik

Pola Mosaik terbentuk oleh kumpulan batu alam yang disusun dengan bantuan perekat (lem). Pola susunan ini sering diterapkan untuk bangunan restoran, kafe, hotel, dan perkantoran. 


Semua gambar disitasi dari buku "Kreasi Unik Batu Alam" karya Solehuddin (2009)

1 October 2012

KEBERADAAN MERKURI DI DALAM LINGKUNGAN


MERKURI [periodictable.com]
Merkuri (Hg) adalah salah satu bentuk logam berat (heavy metals) elemen yang bersifat alami yang sering mencemari lingkungan. Sebagian besar merkuri yang berasal dari alam dalam bentuk gabungan dengan elemen lainnya. Dengan kata lain tidak banyak merkuri yang ditemukan dalam bentuk yang terpisah dari elemen lain. Komponen merkuri banyak tersebar di karang-karang, tanah, udara, air dan organisme hidup melalui proses fisika, kimia, dan biologi yang sifatnya kompleks.

Sifat-sifat Merkuri

Sifat-sifat kimia dan fisika merkuri menjadikan logam berat tersebut digunakan oleh manusia untuk banya keperluan dan kegiatan, terutama kegiatan ilmiah industri. Merkuri memiliki sifat-sifat antara lain:
- menjadi satu-satunya logam yang berbentuk cair pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan memiliki titik beku terendah untuk kategori logam (-39 derajat Celsius);
- memiliki kisaran suhu 396 derajat Celsius pada saat berbentuk cair dan pada kisaran suhu ini dapat mengembang secara merata;
- memiliki volatilitas tertinggi diantara semua jenis logam;
- memiliki ketahanan listrik yang sangat rendah sehingga menjadi konduktor logam yang paling baik;
- memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak logam lain dan membentuk komponen amalgam (alloy);
- memiliki sifat toksik terhadap semua makhluk hidup.

Secara umum merkuri dihasilkan melalui proses pembakaran merkuri sulfida (HgS) di udara. Merkuri dilepaskan sebagai uap, mengalami kondensasi, tidak seperti gas-gas lainnya yang terlepas atau terkumpul di atmosfer.

Bentuk merkuri yang terdapat di alam adalah: a) merkuri anorganik, misalnya logam merkuri dan garam-garamannya (merkuri klorida, merkuri oksida); b) merkuri organik, atau organomerkuri, yang terdiri atas aril merkuri (mengandung hidrokarbon aromatik seperti fenil merkuri asetat) dan alkil merkuri seperti metil merkuri dan etil merkuri; c) alkoksialkil merkuri (R-O-Hg)

Manfaat Merkuri

Merkuri dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, misalnya industri khlor-alkali, alat-alat listrik, cat, instrumen, katalis, kedokteran gigi, pertanian, alat-alat laboratorium, obat-obatan, industri kertas, dan amalgam.

Dampak Negatif Merkuri

Penggunaan merkuri di dalam berbagai industri tidak jarang menimbulkan pencemaran/kontaminasi lingkungan. Media pencemarannya dapat melalui air buangan maupun ventilasi udara. Merkuri yang terbuang ke sungai, pantai atau badan air di sekitar industri berpotensi mencemari ikan-ikan dan makhluk air lainnya. Penggunaan merkuri di dalam bidang pertanian sebagai pelapis benih dapat menyebabkan kontaminasi tanah pertanian yang berakibat pencemaran hasil pertanian, terutama sayur-sayuran.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa semua ikan yang tidak terkontaminasi langsung oleh merkuri dalam pertumbuhannya masih tetap mengandung merkuri di dalam tubuhnya, meskipun dalam konsentrasi rendah (0,005-0,075 ppm). Penelitian juga menyebutkan bahwa akumulasi merkuri di dalam tubuh ikan berbeda-beda menurut keadaan dan bagian organ yang terkena kontaminasi.

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan tentang daya toksik merkuri terhadap tubuh manusia:

- semua komponen merkuri dalam jumlah yang cukup akan mengandung racun dan membahayakan tubuh;
- setiap komponen merkuri memiliki daya toksik, distribusi, akumulasi, dan waktu retensi yang berbeda-beda di dalam tubuh;
- transformasi biologi dapat terjadi di lingkungan maupun di dalam tubuh, di mana merkuri akan mengalami perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain;
- merkuri di dalam tubuh akan menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakan sel;
- kerusakan tubuh yang disebabkan oleh merkuri memiliki sifat permanen dan belum ada cara penyembuhan yang benar-benar berhasil.
MINAMATA BAY [japanfocus.org]

Merkuri anorganik memiliki kecenderungan terakumulasi di dalam tenunan hati dan ginjal. Hal demikian dapat merusak tenunan tersebut. Uap logam merkuri memiliki kapasitas tinggi untuk terdifusi melalui paru-paru ke dalam darah, kemudian ke otak, sehingga menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Dalam kasus keracunan merkuri di Minamata Bay, Jepang, merkuri sulfat yang dipergunakan untuk katalis industri vinil khloride dibuang ke laut Minamata Bay. Komponen merkuri tersebut menuju ke dasar laut dan di sana mengalami perubahan oleh mikroorganisme anaerobik. Komponen merkuri yang mengalami perubahan memiliki sifat yang sangat volatil dan terlepas dari lumpur atau pasir pada dasar laut ke air di sekelilingnya.

Kendala Penanggulangan Kontaminasi Merkuri

Sumber pencemaran merkuri di lingkungan sebenarnya tidak sulit untuk ditemukan. Kontaminasi merkuri dapat ditemukan pada industri-industri pengguna merkuri pada saat mereka menjalankan proses.  Sejumlah kendala yang menghadang usaha penanggulangan kontaminasi merkuri antara lain sebagai berikut:

- merkuri bersifat volatil sehingga dapat mencemari udara;
- merkuri berbentuk cair sehingga mudah menyebar di permukaan air dan sulit untuk dikumpulkan;
- merkuri mengalami translokasi pada tanaman dan hewan;
- merkuri, berikut komponennya, dapat mengalami perubahan oleh mikroorganisme laut, sungai, atau danau menjadi komponen metil merkuri yang sifatnya beracun.

Referensi:

Srikandi Fardiaz. 1992. "Polusi Air dan Udara". Kanisius: Yogyakarta.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.