Pages

1 September 2012

Meningkatkan Standar Prestasi Atlet PON

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan perlombaan multievent tertinggi Indonesia. PON boleh dikatakan sebagai puncak pembinaan olahraga skala nasional -- sekaligus menjadi awal pencapaian prestasi olahraga tingkat internasional. Keberadaan PON yang semula mungkin menjadi alat promosi olahraga Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan, sekarang semakin penting. Meskipun setiap cabang olahraga yang diorganisasikan di Indonesia memiliki perlombaan sendiri berupa Kejuaraan Nasional, akan tetapi PON memiliki tempat tersendiri karena bersifat integral (perpaduan banyak cabang olahraga).

Jika PON ingin dijadikan sebagai titik awal pencapaian olahraga internasional maka penyelenggara PON perlu meningkatkan standar kompetensi atlet pada setiap penyelenggaraannya. Hal ini dimaksudkan untuk semakin mengimbangi pencapaian yang diraih oleh atlet dari negara lain. Meskipun tugas ini sangat berat namun pada akhirnya nanti Indonesia akan memiliki atlet-atlet yang berstandar internasional. Sebagai contoh, limit waktu/jarak/tinggi untuk atletik dan renang, limit angkatan untuk angkat besi, dan limit waktu untuk balap sepeda harus selalu diperbaharui dengan menyesuaikan perkembangan rekor internasional. Dengan demikian hasilnya kelak kan menunjukkan peningkatan kemampuan atlet nasional.

Peningkatan standar atlet dalam Pekan Olahraga Nasional memiliki dampak, yaitu semakin sedikitnya jumlah atlet yang dapat mengikutinya. Ini jelas wajar dan merupakan seleksi alam. Namun, bukan berarti bahwa peningkatan standar prestasi atlet bertujuan untuk membatasi partisipasi, melainkan sebagai faktor pendorong bagi para atlet agar berusaha lebih giat dan serius untuk memperbaiki rekor mereka, baik catatan waktu, jarak, tinggi, maupun angkatan.

Pekan Olahraga Nasional harus dipahami sebagai arena seleksi tertinggi atlet-atlet terbaik nasional yang kelak akan memperkuat kontingen Indonesia di dalam kejuaraan internasional. Pekan Olahraga Nasional tidak boleh dianggap sebagai ajang unjuk diri kemampuan daerah atau adu gengsi antardaerah karena mentalitas seperti ini akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan olahraga nasional. Karena PON mengandung unsur persaudaraan dan sportivitas maka hendaknya nilai-nilai gengsi kedaerahan dibuang jauh-jauh. Akan jauh lebih baik jika setiap provinsi yang akan bertanding di dalam PON mendatang saling memberikan motivasi dalam bentuk capaian atlet yang lebih baik di lapangan.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.