Tentang....

WAR. In many instances, the history of a people is the history of its wars. I have defined war fairly broadly, to mean an overt, armed conflict carried on between nations or states (international war) or between parties, factions, or people in the same state (civil war). There are multifarious reasons for war.

George Childs Kohn | Dictionary of Wars (2006)

29 September 2012

MENGHITUNG KEPADATAN PENDUDUK

Kepadatan penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per satuan unit wilayah. Kepadatan penduduk menjelaskan jumlah rata-rata penduduk pada setiap kilometer persegi dalam suatu wilayah.

Rumus umum kepadatan penduduk adalah sebagai berikut:

Lebih lanjut, kepadatan penduduk dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni: kepadatan aritmatik; kepadatan fisiologis; kepadatan agraris; dan kepadatan ekonomi.

Kepadatan penduduk aritmatik adalah kepadatan penduduk tiap satuan luas dan untuk mengetahuinya kita harus menghitung dengan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk fisiologis adalah jumlah penduduk tiap kilometer persegi luas tanah pertanian yang terdapat di suatu wilayah. Untuk mengetahuinya kita harus menghitungnya dengan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk yang matapencahariannya bertani (menjadi petani) tiap kilometer persegi tanah pertanian. Untuk menghitungnya kita menggunakan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Kemampuan wilayah di sini artinya kemampuan produksi yang dimiliki. Pengukuran kemampuan produksi jarang dilakukan sehingga jarang digunakan.

Penghitungan kepadatan penduduk secara aritmatik, fisiologis, agraris, dan ekonomi mengandung arti bahwa kepadatan penduduk dapat dinilai dari berbagai sudut pandang. Dari sini kita akan dapat menentukan faktor-faktor pengaruh bagi kepadatan suatu wilayah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah: a) faktor fisiologis; b) faktor biologis; dan c) faktor budaya dan teknologi.

Faktor fisiologis berhubungan dengan kondisi fisik suatu wilayah. Contoh kasus, wilayah yang datar dan memiliki sediaan air tanah yang memadai sering menjadi wilayah yang subur dan lebih terjangkau oleh sarana transportasi. Dampak negatif dari kemudahan tersebut antara lain ialah semakin bertambahnya kepadatan penduduk di wilayah tersebut. Faktor biologis berhubungan dengan angka kelahiran, kematian, dan perkawinan yang antara satu wilayah dan yang lainnya belum tentu sama. Dengan demikian akan terjadi perbedaan angka pertumbuhan. Faktor budaya dan teknologi berhubungan dengan perubahan pandangan masyarakat akibat modernisasi atau pergeseran teknologi. Salah satu akibat dari munculnya faktor ini ialah penekanan angka kelahiran dan angka kematian.

1 comment:

berita aneh said...

mas setyo ini pasti seorang camat ya
pinter sekali, soal gituan