Pages

19 September 2012

MALNUTRISI DAN PENYAKIT INFEKSI


Infeksi dan malnutrisi selalu dicampuradukkan satu sama lain. Malnutrisi adalah penyebab utama gangguan akibat penurunan kekebalan tubuh di seluruh dunia, dan dalam penelitian ini kita akan mempelajari lebih jauh tentang patogenesis dari interaksi yang terjadi antara infeksi dan malnutrisi. Lebih dari setengah angka kematian anak balita di dunia disebabkan oleh lima penyakit yang disebabkan oleh infeksi, dan sebagian besar penderita disebabkan karena kekurangan gizi. Angka pertumbuhan infeksi parasit di dunia telah sedemikian tingginya. Dapat dimengerti bahwa parasit adalah salah satu penyebab terjadinya malnutrisi, namun sejauh mana malnutrisi menyebabkan kenaikan infestasi parasit belum diketahui; sehingga, kondisi ini perlu diteliti bersama. Kekurangan gizi atau nutrisi yang berhubungan dengan kehamilan juga memiliki hubungan dengan rendahnya respon kekebalan terhadap infeksi. Karena penurunan kekebalan ini sebagian dapat dikompensasi dengan air susu ibu, maka ASI menjadi satu-satunya cara terbaik untuk melindungi bayi dari serangan infeksi. Malnutrisi dan alternasi nutrisi, yang merupakan komplikasi yang biasa menyebabkan infeksi virus penyebab penurunan kekebalan tubuh (atau, HIV), diantaranya meliputi gangguan asupan makanan, gangguan absorpsi makanan, dan metabolisme intermediari dan masing-masing berperan signifikan di dalam morbiditas dan mortalitas. Perkembangan abad XXI memungkinkan penyebaran informasi sekaligus tantangan baru. Dengan adanya teknologi baru dan perubahan politik, kita sangat berharap agar penduduk dunia akan mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik, terbebas dari penyakit dan memiliki kualitas gizi yang lebih baik.

Sepanjang era 1950an tidak banyak hal yang diketahui tentang hubungan antara nutrisi dan infeksi. Hingga pada suatu saat, muncul kepercayaan dan pendapat bahwa kekurangan protein (kwashiorkor), lebih dari kekurangan kalori total (marasmus), menjadi penyebab utama terjadinya masalah nutrisi, karena kekurangan protein yang parah menyebabkan hubungan dengan pembentukan antibodi dan perkembangan sistem kekebalan pada bayi dan anak-anak. Fokus perhatian kemudian bergesar pada energi, dengan asumsi bahwa jika seseorang mengkonsumsi energi dengan kilokalori yang cukup, maka kebutuhan gizi akan dapat terpenuhi.

Siklus Malnutrisi dan Infeksi

Malnutrisi dapat membuat orang menderita infeksi, dan infeksi juga menyebabkan malnutrisi, yang kemudian kedua unsur ini menghasilkan sebuah siklus yang berbahaya. Asupan makanan yang tidak memadai menyebabkan turunnya berat badan, menurunnya kekebalan, invasi oleh patogen, dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Nutrisi pada orang sakit lebih rentan terhadap gangguan diare, malabsorpsi, hilangnya selera makan, diversi nutrisi untuk respon kekebalan, dan hilangnya nitrogen pada urin, yang kesemuanya menyebabkan kekurangan nutrisi dan kemudian merusak mekanisme pertahanan. Rangkaian kejadian ini pada gilirannya menyebabkan semakin rendahnya asupan makanan. Selain itu, demam yang sering pula ikut terjadi akan membuat penderita memerlukan lebih banyak energi dan mikronutrisi. Sebagai contoh, malaria dan influenza memiliki angka kematian yang proporsional dengan tingkat malnutrisi.

Penyebab malnutrisi dan penyakit berpengaruh pada tingkat yang berbeda. Faktor-faktor yang berpengaruh adalah ketersediaan makanan di rumah, kesehatan persona, pelayanan kesehatan, dan lingkungan pelayanan psikologis. Infrastruktur pelayanan kesehatan yang ada saat ini meliputi jenis-jenis pelayanan yang diberikan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (jarak dan kemampuan untuk mengganti pelayanan). Hal yang melatarbelakangi masalah malnutrisi dan penyakit adalah rendahnya tingkat keamanan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga, yang menurut definisi US Departemen of Agriculture sbb::’ “akses bagi semua anggota (keluarga) sepanjang waktu untuk mendapatkan makanan yang cukup untuk menciptakan kehidupan yang aktif dan sehat”, bukan semata makanan yang cukup untuk mempertahankan hidup.

Akses menuju pelayanan kesehatan dan kondisi lingkungan yang sehat berhubungan dengan obat-obatan yang esensial dan imunisasi, air bersih yang aman, sanitasi, dan perumahan. Perlakuan yang tidak baik juga memperparah kejadian penyakit.

Banyak hal yang menyebabkan malnutrisi, baik pada tingkat nasional maupun internasional, yang berhubungan dengan ketersediaan dan kontrol terhadap makanan. Ideologi politik dari pemerintah penguasa dan komitmennya untuk mencegah penyakit akibat infeksi dan malnutrisi mempengaruhi kesehatan dari penduduknya. Sebagai contoh, kelaparan adalah sebuah bencana yang penyebabnya bukan hanya kegagalan bidang pertanian atau bencana alam, melainkan juga oleh politik. Faktor-faktor politik sangat berpengaruh bagi hampir semua kejadian kelaparan. Bahkan dengan terjadinya kekeringan di Ethiopia dan West Bengal, kebijakan pemerintah dinilai lebih bertanggung jawab dibandingkan kegagalan pembangunan pertanian terhadap terjadinya krisis kemanusiaan tersebut.

Referensi:

Katona, P, dan J. Katona, "The Interaction between Nutrition and Infection"

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.