Pages

5 September 2012

Double Degrees: Pengalaman Negara Australia

Double degrees (juga dikenal dengan dual, combined, atau joint degrees) adalah sebuah kegiatan kuliah yang menggabungkan dua gelar yang ditempuh oleh mahasiswa selama sekitar lima tahun (untuk program studi tiga tahun) hingga enam tahun (untuk program studi empat tahun, misalnya jurusan hukum dan teknik). Double degrees biasanya menetapkan persyaratan nilai yang lebih tinggi bagi mahasiswa pendaftaran dibandingkan single degrees. Mahasiswa yang lulus kuliah double degrees akan berhak mendapatkan dua gelar, menerima 'diskon' kredit dan waktu dibandingkan dengan jumlah total jangka waktu kuliah yang sesungguhnya. Diskon ini umumnya ditetapkan berdasarkan cicilan biaya kuliah di luar fakultas atau bidang disiplin ilmu yang  seharusnya diikuti oleh mahasiswa. Program double degrees pada sebagian besar universitas di Australia meliputi integrasi muatan, keterampilan atau pengajaran tidak formal, antara lain dengan penggabungan sejumlah disiplin ilmu Terlepas dari masih terbatasnya jumlah program kuliah dalam bidang-bidang tertentu seperti bidang lingkungan atau kesehatan, double degrees tak lebih dari sekedar kegiatan kuliah yang bertujuan untuk mendapatkan dua gelar yang berlangsung dalam waktu yang bersamaan. Dengan sistem seperti ini, maka double degrees memiliki struktur yang sifatnya lebih administratif dibandingkan pedagogis.

Double degrees yang menawarkan lebih dari satu disiplin ilmu kepada mahasiswanya, cenderung berfungsi sebagai penyedia pendidikan yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan di dalam lingkup masyarakat yang kompleks, terus berubah dan memiliki intensitas pengetahuan yang tinggi (Batson et al. 2002). Untuk memulainya, dua jenis gelar yang ditawarkan melalui program double degrees memberikan opsi kepada mahasiswa sehingga mereka tidak hanya memiliki satu jenjang karir. Sejumlah disiplin ilmu baru tersedia bagi mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang bercampur-baur: ilmu biologi digabungkan dengan ilmu hukum (menghasilkan lulusan yang dapat berkarya pada perusahaan bioteknologi), ilmu sejarah digabungkan dengan ilmu manajemen (menghasilkan lulusan yang dapat bekerja pada lembaga-lembaga publik), teknologi informasi digabungkan dengan seni kreatif (menghasilkan lulusan yang dapat bekerja dalam desain web). Selain itu, mahasiswa double degrees dapat pula menambah pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang kebijakan dan inisiatif pemerintah di dalam universitas (Rosenman 1996; Batson et al. 2002; North 2005). Sejumlah penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa banyak keterampilan dan pengetahuan yang berkembang di dalam konteks disiplin ilmu khusus dan dalam prakteknya tidak mudah untuk ditranser (North 2005; Neumann et al. 2005). Di dalam mengembangkan keterampilan dalam sekurang-kurangnya dua disiplin ilmu, dan di dalam belajar untuk berpindah dari satu disiplin ilmu ke disiplin ilmu yang lain, mahasiswa double degrees akan melatih diri untuk menyesuaikan keterampilan dan pengetahuan yang ia kuasai dengan konteks-konteks baru dengan cara yang fleksibel dan responsif.

Selain membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang fleksibel dan keterampilan yang dapat ditransferkan, double degrees juga berpotensi untuk memberikan kontribusi bagi pendidikan lintas-disiplin (transdiciplinary), yang menjembatani atau menghubungkan antara satu disiplin ilmu dan disiplin ilmu yang lain. Kelebihan inilah yang paling sering tidak diperhatikan, padahal kontribusi inilah yang memberikan kesempatan menarik bagi peserta double degrees. Lintas-disiplin pada double degrees ditunjukkan dengan produksi pengetahuan yang menitikberatkan pada masalah (problem-focused), mengambil pengetahuan dan metode-metode secara fleksibel dari sumber yang berbeda-beda, melibatkan kerjasama/kolaborasi antardisiplin akademik dan bagian-bagian lain dari masyarakat, serta menghasilkan pengetahuan yang 'kaya akan muatan sosial' (Wickson et al. 2006; Thompson Klein et al. 2001; Nowotny et al. 2003). Pendekatan semacam ini diperkenalkan karena memiliki kemampuan untuk menghasi masalah-masalah sehari-hari yang kompleks, khususnya yang berhubungan dengan keberlanjutan (sustainability) (Thompson Klein 2004; Rapport 2000; Meppem dan Gill 1998). Lintas-disiplin dapat menjadi respon yang penting di dalam mengubah konteks di mana penghasil dan pengguna pengetahuan baru berinteraksi dengan universitas (Gibbons et al. 1994) dan di mana universitas menjalankan peran baru (King 2004; Etzkowitz 2000; Gunasekara 2004).

Referensi:
A. Wendy Russell, Sara Dolnicar, Marina Ayoub (2007)

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.