Pages

29 September 2012

MENGHITUNG KEPADATAN PENDUDUK

Kepadatan penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per satuan unit wilayah. Kepadatan penduduk menjelaskan jumlah rata-rata penduduk pada setiap kilometer persegi dalam suatu wilayah.

Rumus umum kepadatan penduduk adalah sebagai berikut:

Lebih lanjut, kepadatan penduduk dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni: kepadatan aritmatik; kepadatan fisiologis; kepadatan agraris; dan kepadatan ekonomi.

Kepadatan penduduk aritmatik adalah kepadatan penduduk tiap satuan luas dan untuk mengetahuinya kita harus menghitung dengan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk fisiologis adalah jumlah penduduk tiap kilometer persegi luas tanah pertanian yang terdapat di suatu wilayah. Untuk mengetahuinya kita harus menghitungnya dengan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk yang matapencahariannya bertani (menjadi petani) tiap kilometer persegi tanah pertanian. Untuk menghitungnya kita menggunakan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Kemampuan wilayah di sini artinya kemampuan produksi yang dimiliki. Pengukuran kemampuan produksi jarang dilakukan sehingga jarang digunakan.

Penghitungan kepadatan penduduk secara aritmatik, fisiologis, agraris, dan ekonomi mengandung arti bahwa kepadatan penduduk dapat dinilai dari berbagai sudut pandang. Dari sini kita akan dapat menentukan faktor-faktor pengaruh bagi kepadatan suatu wilayah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah: a) faktor fisiologis; b) faktor biologis; dan c) faktor budaya dan teknologi.

Faktor fisiologis berhubungan dengan kondisi fisik suatu wilayah. Contoh kasus, wilayah yang datar dan memiliki sediaan air tanah yang memadai sering menjadi wilayah yang subur dan lebih terjangkau oleh sarana transportasi. Dampak negatif dari kemudahan tersebut antara lain ialah semakin bertambahnya kepadatan penduduk di wilayah tersebut. Faktor biologis berhubungan dengan angka kelahiran, kematian, dan perkawinan yang antara satu wilayah dan yang lainnya belum tentu sama. Dengan demikian akan terjadi perbedaan angka pertumbuhan. Faktor budaya dan teknologi berhubungan dengan perubahan pandangan masyarakat akibat modernisasi atau pergeseran teknologi. Salah satu akibat dari munculnya faktor ini ialah penekanan angka kelahiran dan angka kematian.

UNDERSTANDING NANOTECHNOLOGY

The prefix "nano" means one billionth. One nanometer (abbreviated as 1 nm) is 1/1,000,000,000 of a meter, which is close to 1/1,000,000,000 of a yard. To get a sense of the nano scale, a human hair measures 50,000 nanometers across, a bacterial cell measures a few hundred nanometers across, and the smallest features that are commonly etched on a commercial microchip as of February 2002 are around 130 nanometers across. The smallest things seeable with the unaided human eye are 10,000 nanometers across. Just ten hydrogen atoms in a line make up one nanometer. It's really very small indeed.

Nanoscience is, at its simplest, the study of the fundamental principles of molecules and structures with at least one dimension roughly between 1 and 100 nanometers. These structures are known, perhaps uncreatively, as nanostructures. Nanotechnology is the application of these nanostructures into useful nanoscale devices. That isn't a very sexy or fulfilling definition, and it is certainly not one that seems to explain the hoopla. To explain that, it's important to understand that the nanoscale isn't just small, it's a special kind of small.

Anything smaller than a nanometer in size is just a loose atom or small molecule floating in space as a little dilute speck of vapor. So nanostructures aren't just smaller than anything we've made before, they are the smallest solid things it is possible to make. Additionally, the nanoscale is unique because it is the size scale where the familiar day-to-day property of materials like conductivity, hardness, or melting point meet the more exotic properties of the atomic and molecular world such as wave-particle duality and quantum effects. At the nanoscale, the most fundamental properties of materials and machines depend on their size in a way they don't at any other scale. For example, a nanoscale wire or circuit component does not necessarily obey Ohm's law, the venerable equation that is the foundation of modern electronics. Ohm's law relates current, voltage, and resistance, but it depends on the concept of electrons flowing down a wire like water down a river, which they cannot do if a wire is just one atome wide and the electrons need to traverse it one by one. This coupling of size with the most fundamental chemical, electrical, and physical properties of materials is key to all nanoscience.

Nanotechnology should not be confused with its sister field, which is even more of a mouthful -- microelectromechanical systems (MEMS). MEMS scientists and engineers are interested in very small robots with manipulator arms that can do things like flow through the bloodstream, deliver drugs, and repair tissue. These tiny robots could also have a host of other applications including manufacturing, assembling, and repairing larger systems. MEMS is already used in triggering mechanisms for automobile airbags as well as other applications. But while MEMS does have some crossover with nanotechnology, they are by no means the same. For one thing, MEMS is concerned with structures between 1,000 and 1,000,000 nanometers, much bigger than the nanoscale. Further, nanoscience and nanotechnology are concerned with all properties of structures on the nanoscale, whether they are chemical, physical, quantum, or mechanical. It is more diverse and stretches into dozens of subfields. Nanotech is not nanobots.

Nanotechnology has been making its presence felt in industry for some time, and many applications are already standard. Because of the current national debate regarding energy policy and oil, a perfect example may be petroleum refining. Zeolites, the molecular sieves, are now used to extract as much as 40 percent more gasoline from a barrel of crude than the catalysts they replaced. This technique was first developed by Mobil and by some estimates saves approximately 400 million barrels of oil per year (around $12 billion) in the United States alone.

So, what forms of nanotechnology are we most likely to see and touch? Perhaps first on the list of consumer nanogoods are smart materials such as coatings and laminates. Even though you may not put "coatings and laminates" on your grocery list, they are around you everyday. In this case, they are thin layers of various materials that are engineered at the nanoscale to enhance of other products in various ways. For examples, the windows in Audi A4 series cars are coated with glass laminates that block harmful ultraviolet radiation that can cause skin cancer. German and Japanese manufacturers such as Nanogate Technologies have started selling bathroom and kitchen tile that cannot get dirty since it is impossible for dirt and grit particles to cling to the coating in much the same way that food cannot stick to Teflon pans. Slowly, clunky TV-like cathode-ray tubes (CRTs) have been replaced by flat-panel liquid-crystal displays (LCDs). LCDs are more energy efficient, cause less eyestrin, and are more compact than CRTs. But the viewable area of LCDs is typically smaller than that of CRTs (few exceed 24 inches) their images are generally less bright, and they must be viewed directly, not from the side. Also, LCDs tend to refresh the images that they display slowly, which can cause animation and video to look sloppy. Enter light-emitting diode displays.

Citation Source:
Mark A. Ratner & Daniel Ratner. 2003. Nanotechnology: A Gentle Introduction to the Next Big Idea. Prentice Hall Professional.

26 September 2012

KISAH SENSASIONAL BRUNO LANDGRAF


Nama Bruno Landgraf mungkin masih terasa asing bagi kita sebagai penggemar sepakbola. Benar sekali, Bruno sedianya adalah seorang pesepakbola berbakat Brasil. Ia adalah penjaga gawang timnas Brasil yang menjuarai FIFA U-17 World Cup tahun 2003 yang berlangsung di Finlandia. Dengan sukses tersebut Bruno mungkin saja bermimpi untuk mengawal gawang Selecao senior pada kelanjutan karirnya kelak. Ia seangkatan dengan sejumlah bintang sepakbola masa kini seperti Cesc Fabregas dan David Silva. Dua orang Spanyol inilah yang Landgraf kalahkan pada pertandingan final dan membawa timnya menjadi juara dunia.

Namun,...

Cerita perjalanan hidup Landgraf menuju ke arah lain. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sao Paulo "merenggut" mimpinya sebagai pesepakbola profesional. Ia mengalami cidera yang sangat parah dan harus dirawat di rumah sakit selama enam bulan. Pasca-kecelakaan yang mengerikan tersebut Bruno tidak dapat merasakan apa-apa pada bagian kakinya.

Sebuah mimpi, sebuah harapan telah sirna dari lembaran hidup Landgraf. Akan tetapi, ternyata pemuda yang kini berusaha 26  tahun tersebut tidak menyerah pada nasib. Ia berusaha keras untuk tetap berkiprah dalam dunia olahraga, dan.... pada suatu masa ketika momentum tersebut datang, Landgraf tidak membuangnya percuma. Ia merenda mimpi baru untuk berkiprah sebagai seorang olahragawan yang, jika memungkinkan, memberikan kontribusi bagi negara Brasil.
Elaine Cunha dan Bruno Landgraf, bersama Tim Layar Brasil

Pada masa rehabilitasi pasca-kecelakaan Landgraf berminat pada olahraga layar. Kesempatan pertama ia dapatkan pada tahun 2008. Salah satu alasan Bruno menyukai layar ialah bahwa berlayar dapat membuat orang belajar tentang cuaca dan arah angin. Ia menambahkan bahwa olahraga tersebut mendekatkan orang pada alam dan menjadi terapi yang tepat untuk menghindari stress. Namun demikian, ia tidak menampik bahwa jika layar masuk ke dalam ranah perlombaan, apalagi hingga perebutan medali, bobot tekanannya akan sama dengan olahraga lain.

Singkat cerita akhirnya Bruno Landgraf bergabung ke dalam tim Paralympics Brasil. Ia bertanding dalam cabang olahraga layar nomor Skud 18 berpasangan dengan Elaine Cunha. Landgraf melakukan debut sebagai seorang Paralympian di London 2012 dan menjadi satu-satunya tim layar dari kontingen Brasil yang bertanding dalam Paralympic Games tahun ini.

London 2012 telah berlalu dan Bruno Landgraf kini tengah membidik prestasi yang lebih baik. Apalagi jika bukan Paralympic Games 2016 di Rio de Janeiro. Mengenai ambisinya di Rio 2016 mendatang, seperti yang diutarakannya kepada FIFA.com, Landgraf mengatakan, "Tujuan kami adalah untuk dapat meraih medali di Rio nanti dengan organisasi dan persiapan yang lebih baik."

Selamat dan sukses, Bruno. Kisah sensasional ini akan menjadi sebuah inspirasi yang luar biasa bagi siapapun yang mencintai olahraga.

KONSEP DASAR TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang seseorang dimulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Perkembangan fisiologis dipengaruhi oleh faktor intelektual, emosional, lingkungan dan keluarga. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisiologis. Dengan mempelajari ini kita dapat menganalisis dan memahami tentang tumbuh kembang fisiologis.

Tujuan mempelajari konsep dasar tumbuh kembang meliputi hal-hal sebagai berikut:
Ilustrasi (childandfamily-nj.org)

1) mengetahui pengertian tentang pertumbuhan dan perkembangan;
2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan;
3) mengetahui tahap-tahap dari tumbuh kembang fisiologis;
4) mengetahui contoh-contoh tumbuh kembang pada anak.

Pertumbuhan merupakan peningkatan jumlah besar sel di dalam seluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan mensintesis protein-protein baru, menghasilkan peningkatan jumlah dan berat. Contoh dari pertumbuhan adalah pertambahan tinggi badan dan berat badan. Sedangkan perkembangan adalah perubahan secara berangsur dan meluasnya kapasitas sempurna dari fungsi alat tubuh. Kematangan/kedewasaan dan pembelajaran termasuk ke dalam wilayah perkembangan ini. Contoh terjadinya perkembangan antara lain pubertas dan berfungsinya alat reproduksi.

Di dalam proses pertumbuhan terjadi perubahan besar, jumlah dan ukuran pada tingkat sel maupun organ, sementara proses perkembangan yang terjadi adalah berupa perubahan bentuk, fungsi dan kematangan organ, mulai dari aspek fisik, intelektual, hinga emosional. Perkembangan fisik yang terjadi antara lain berupa semakin sempurnanya fungsi organ mulai dari tingkat sel hingga organ tubuh itu sendiri. Sedangkan perkembangan intelektual ditunjukkan oleh berkembangnya kemampuan simbolik maupun abstrak, seperti bicara, bermain, membaca, dan sebagainya. Terakhir, perkembangan emosional dapat diamati dari perilaku sosial di dalam lingkungan.

Menurut Havighurst (1961) tumbuh kembang adalah suatu tugas yang muncul pada periode dalam rentang waktu kehidupan yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya. Sebaliknya, apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan berikutnya.

Tumbuh kembang dapat dibagi ke dalam 2 (dua) tahap: 1) tugas perkembangan pada usia 0-6 tahun, dalam bentuk belajar berjalan, belajar bicara, belajar buang air kecil, mencapai kestabilan jasmaniah-fisiologis, membentuk konsep-konsep kesederhanaan, dan belajar mengadakan hubungan emisional; dan 2) tugas perkembangan pada usia 4-5 tahun, dalam bentuk berdiri dengan satu kaki, dapat mengancingkan baju, dan dapat mencuci tangan sendiri.

Terkait dengan tahap tumbuh kembang ini, kita dapat membaginya berdasarkan kurun waktu yang dianggap stabil, yakni: 1) pasangan baru, yaitu keluarga baru yang semula individu (suami-isteri) kemudian membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan keluarga asal masing-masing; 2) keluarga (melahirkan anak pertama/child bearing), yakni dimulai sejak hamil sampai dengan kelahiran anak pertama, berlanjut sampai anak mencapai umur 30 bulan atau 2,5 tahun; 3) keluarga prasekolah, yakni sejak anak berumur 2,5 tahun hingga anak berusia 5 tahun; 4) keluarga dengan anak bersekolah, yakni tahap yang dimulai sejak anak berusia 6 tahun hingga 12 tahun; 5) keluarga dengan anggota remaja, yakni dimulai saat anak berumur 13 tahun dan diakhiri pada saat anak berumur 19-20 tahun; 6) keluarga dengan anak dewasa, yakni mulai sejak anak pertama meninggalkan rumah dan berakhir ketika anak terakhir meninggalkan rumah; 7) keluarga usia pertengahan, yakni pada saat anak terakhir meninggalkan rumah sampai dengan saat orang tua pensiun atau salah satu dari pasangan orang tua tersebut meninggal dunia; dan 8) keluarga usia lanjut, yakni dimulai saat pensiun sampai dengan salah satu pasangan meninggal dunia, atau kedua-duanya meninggal dunia.

Referensi:

A. Hidayat & Aziz Alimul. 2005. "Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1". Salemba Medika: Salemba Medika.
Wang, Donna I. 2003. "Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik". EGC: Jakarta.

23 September 2012

LEGA CALCIO SERIE A & PRIMAVERA - 22/23.09.2012

SERIE A

22.09.2012

PARMA - FIORENTINA 1-1
Valdes; Roncaglia

PAR A.Mirante, A.Lucarelli, Y.Benaloune, G.Paletta, D.Galloppa, Valdes, M.Parolo, M.Gobbi, A.Rosi, I.Belfodil/R.Palladino/S.Ninis, D.Pablo/Amauri

FIO E.Viviano, R.Gonzalo, F.S.Roncaglia, N.Tomovic, D.M.Pizarro, Cuadrado/G.Migliaccio, Mati Fernandez/Romulo, M.Cassani, V.Borja, S.Jovetic, H.Seferovic/L.Toni

JUVENTUS - UDINESE 2-0
Quagliarella, Quagliarella

JUV G.Buffon, Lucio, G.Chiellini, L.Bonucci, P.Pogba, C.Marchisio/S.Lichtsteiner, K.Asamoah, E.Giaccherini, M.A.Isla/A.Vidal, M.Vucinic, F.Quagliarella/N.Bendtner

CHI S.Sorrentino, D.Dainelli/G.Sardo, B.Cesar, B.Jokic, N.S.Frey, M.Rigoni, L.Rigoni, K.Vacek, P.Hetemaj/Cruzado, S.Pellissier, C.Thereau/D.Moscardelli

23.09.2012

SAMPDORIA - TORINO 1-1
Pozzi; Bianchi

SAM S.G.Romero, A.Costa, D.Gastaldello, J.Rossini, E.Maresca, G.Munari/N.Pozzi, Obiang/R.Soriano, M.Estigarribia/Eder, Maxi, N.Krsticic

TOR J.F. Gillet, A.Ogbonna, S.Masiello, K.Glik, M.Darmian, A.C.Gazzi, G.Vives/M.Brighi, M.A.Santana/A.Stevanovic, R.Bianchi/A.Sgrigna, A.Cerci, R.Meggiorini

ATALANTA - PALERMO 1-0
Raimondi

ATA A.Consigli, T.Manfredini, S.Lucchini/G.Stendardo, D.Brivio, M.Ferri, G.Bonaventura/G.De Luca, M.Moralez, L.Cigarini, R.Cazzola, C.Raimondi, G.G.Denis

PAL S.Ujkani, E.M.Munoz, S.Von Bergen, S.Garcia, M.Morganella, E.O.Barreto, L.Giorgi/E.Pisano, E.R.Arevalo Rios, M.Donati, J.Ilicic/F.Miccoli, Hernandez

BOLOGNA - PESCARA 1-1
Gilardino; Quintero

BOL F.Agliardi, A.Morleo, M.Antonsson, C.Natali, S.S.Taider, G.Garics, N.Pulzetti/M.Gabbiadini, M.Pazienza, P.Kone/H.D. Gimenez, A.Gilardino, A.Diamanti

PES M.Perrin, A.Balzano, A.Bocchetti, U.Cosic, E.Cascione, F.Modesto/D.Zanon, G.Colucci, Nielsen, J.F.Quintero, A.Vukusic, G.Caprari/I.Pelizzoli

CAGLIARI - ROMA (match postponed)

CATANIA - NAPOLI 0-0

CAT M.G.Andujar, N.F.Spolli, N.Legrottaglie, G.Marchese, Alvarez, S.B.Almiron/L.N.Castro, F.Lodi, M.Biagianti/M.J.Izco, G.R.Bergessio, A.D.Gomez, P.C.Barrientos/G.Bellusci

NAP M.De Sanctis, S.Aronica/E.Vargas, H.A.Campagnaro, P.Cannavaro, C.Maggio, M.Hamsik, Zuniga, B.Dzemaili, G.Inler/L.Insigne, E.Cavani, G.Pandev

INTERNAZIONALE - SIENA 0-2
Vergassola, Valiani

INT S.Handanovic, A.Ranocchia, Alvaro, Juan, Y.Nagatomo, W.Sneijder, F.A.Guarin/R.G.Alvarez, E.M.Cambiasso, Gargano/Coutinho, D.A.Milito, A.Cassano/M.Livaja

SIE G.Pegolo, L.C.Novo Neto, Felipe, M.Paci, C.Del Grosso, Angelo, S.Vergassola, G.D'Agostino/R.Rodriguez, A.Rosina/A.Sestu, E.Calaio, E.J.Ze/F.Valiani

UDINESE - MILAN 2-1
Ranegie, Di Natale; El Shaarawy

UDI Z.Brkic, Danilo, A.Coda, Benatia, Allan, M.D.Faraoni/E.A.Badu, R.M.Pereyra, G.Pinzi, A.Di Natale, M.Ranegie

MIL C.Abbiati, P.Mexes, D.Mesbah, C.E.Zapata, I.Abate, A.Nocerino/Bojan, R.Montolivo, M.Ambrosini/K.P.Boateng, U.Emanuelson/F.Acerbi, G.Pazzini, S.El Shaarawy

LAZIO - GENOA 0-1
Borriello

PRIMAVERA - 22.09.2012

Girone A

Cagliari - Fiorentina 1-1, Genoa - Sampdoria 1-0, Empoli - Novara 4-3, Pro Vercelli - Parma 2-0, Siena - Livorno 1-1, Torino - Spezia 5-1, Grosseto - Juventus 0-0,

Girone B

Milan - Varese 3-2, Atalanta - Modena 3-0, Brescia - Padova 2-0, Cesena - Cittadella 2-3, Chievo Verona - Bologna 0-3, Sassuolo - Internazionale 1-3, Udinese - Hellas Verona 0-0

Girone C

Ascoli - Crotone 3-2, Ternana - Catania 0-2, Bari - Virtus Lanciano 2-2, Juve Stabia - Lazio 1-1, Palermo - Reggina 3-1, Pescara - Napoli 3-0, Roma - Vicenza 2-2


NEXT FIXTURES

SERIE A - 25/26.09.2012

Fiorentina - Juventus @ Artemio Franchi Firenze
Pescara - Palermo @ Adriatico Giovanni Cornachhia
Catania - Pescara @ Angelo Massimino
Chievo Verona - Internazionale @ Marc'antonio Bentegodi
Genoa - Parma @ Luigi Ferraris
Milan - Cagliari @ Giuseppe Meazza
Napoli - Lazio @ San Paolo
Roma - Sampdoria @ Olimpico Roma
Torino - Udinese @ Olimpico Turin
Siena - Bologna @ Artemio Franchi Montepaschi Arena


PRIMAVERA - 29.09.2012

Girone A : Genoa - Pro Vercelli, Livorno - Sampdoria, Novara - Bari, Parma - Cagliari, Spezia - Empoli, Torino - Grosseto, Fiorentina - Juventus.
Girone B : Bologna - Atalanta, Cittadella - Modena, Hellas Verona - Chievo Verona, Padova - Cesena, Sassuolo - Udinese, Varese - Milan, Internazionale - Brescia.
Girone C : Catania - Lazio, Crotone - Ternana, Napoli - Bari, Pescara - Juve Stabia, Reggina - Vicenza, Roma - Ascoli, Virtus Lanciano - Palermo.

22 September 2012

EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN DI DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI


Dalam era pendidikan yang terus berkembang sekarang ini, setiap kegiatan kelompok memerlukan kepemimpinan untuk mengatur dan mengarahkan usaha-usaha kelompok menuju sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun demikian, manajemen dan kepemimpinan memiliki perbedaan satu sama lain; mereka sebenarnya saling berdekatan pula, khususnya dalam dimensi hubungan manusia. Kepemimpinan merupakan sebentuk proses yang digunakan oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam kelompoknya untuk mencapai sasaran organisasi atau kelompok. Al-Shuaiby (2009) menyebutkan bahwa banyak sekali penelitian yang telah dilakukan oleh periset yang berbeda-beda tentang jumlah isu yang berhubungan dengan efektifitas kepemimpinan di dalam institusi pendidikan tinggi. Di dalam proses evaluasi setiap kinerja manusia, isu terpentingnya adalah mengidentifikasi/mencari serangkaian kriteria yang tepat. Guna mengidentifikasi kriteria untuk mengukur efektivitas kepemimpinan pada pimpinan universitas, McGoey (2005) mengadakan survei terhadap sejumlah Dekan, pejabat institusi tingkat menengah, Ketua Senat fakultas dan pimpinan organisasi mahasiswa.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Beck-Frazier (2005) dilakukan untuk menyelidiki apakah perbedaan-perbedaan signifikan benar-benar ada diantara persepsi-persepsi tentang perilaku kepemimpinan Dekan dan Ketua Jurusan. Dalam IHL para manajer tingkat menengah menduduki jabatan sebagai Dekan. Sifat dari peran dan tanggung jawab Dekan sering dipandang dari kacamata yang berbeda oleh fakultas, Wakil Rektor, mahasiswa dan Dekan itu sendiri (Gmelch, Wolverton, & Sarros 1999). Efektivitas Dekan sering merupakan hasil dari penilaian/kajian informal tentang gaya kepemimpinan, kinerja tugas yang mereka lakukan dan sifat atau kualitas individu mereka (Rosser et al. 2000). Sebuah kajian tentang teori ini menunjukkan bahwa sejumlah peneliti menemukan hubungan yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan dan gaya kepemimpinan tertentu (Corbin 2000; Wheatley 2001). Setelah dilakukan sebuah kajian literatur yang mendalam maka para periset menjadi semakin tertarik untuk mengetahui sejauh mana efektivitas kepemimpinan para Dekan terpilih dapat diprediksi dengan gabungan beberapa variabel, antara lainkompetensi, peran dan gaya kepemimpinan, agar mengetahui bahwa variabel-variabel ini merupakan faktor yang signifikan yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan (Billing & Alvesson 1994; Daugherty & Fich 1997; Eagly et al. 1992; Eagley & Johannesen-Schmidt 2003; Moss & Jensrud 1995; Rosser et al. 2003; Thorp et al. 1998). Teori situasional yang dirumuskan oleh Hersey dan Blanchard (2006) digunakan dalam penelitian ini untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan para dekan universitas. Berdasarkan teori situasional, Hersey dan Blanchard (2006) mengklasifikasikan efektivitas pimpinan ke dalam empat gaya yang berbeda yang dapat ditentukan berdasarkan situasi yang berbeda: (a) Telling, atau perilaku high task/low relationship, (b) Selling, atau perilaku high task/high relationship; (c) Participating, atau perilaku low task/high relationship; dan (d) Delegating, atau perilaku low task/low relationship.

Gaya Kepemimpinan Hersey dan Blanchard 

Gaya Kepemimpinan 1 (Telling): Gaya kepemimpinan ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku tugas dan jumlah di bawah rata-rata perilaku hubungan. Gaya ini cocok diterapkan jika sebuah kelompok memiliki kapasitas dan kesanggupan yang rendah dan memerlukan arah/pengarahan. Gaya ini menekankan pada perilaku pengarahan (directive behavior) yang di dalamnya terdapat pimpinan yang mengidentifikasi peran-peran para bawahan serta memberitahukan apa, bagaimana, kapan dan di mana melakukan berbagai jenis tugas (Hersey et al. 1996).
Gaya Kepemimpinan 2 (Selling): Gaya kepemimpinan ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku tugas dan jumlah di atas rata-rata perilaku hubungan. Perilaku tugas cocok karena orang masih dianggap tidak mampu, namun karena mereka terus berusaha, mereka perlu mendapatkan dukungan motivasi dan komitmen. Pimpinan mengadakan dan menjaga komunikasi dua-arah dan memberikan dukungan dan dorongan yang memadai sehingga bawahan akan secara psikologis menerima keputusan-keputusan yang diambil oleh pimpinan (Hersey et al. 1996).
Gaya Kepemimpinan 3 (Participating): Gaya kepemimpinan yang satu ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku hubungan dan jumlah di bawah rata-rata perilaku tugas. Prosedur pembuatan keputusan yang dibagi oleh pimpinan maupun bawahan merupakan ciri khas dari gaya kepemimpinan ini. Pimpinan menjaga peran kepercayaan (role of confidence) pada diri bawahan (Hersey et al. 1996).
Gaya Kepemimpinan 4 (Delegating): Gaya kepemimpinan ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku hubungan dan jumlah di atas rata-rata perilaku tugas. Bawahan diberi kesempatan untuk mengambil tanggung jawab dan memutuskan sendiri tentang apa, bagaimana, kapan dan dimana mereka menjalankan berbagai jenis tugas. Pimpinan menunjukkan kepercayaan yang penuh kepada bawahannya (Hersey et al. 1996).

Pimpinan yang lebih efektif akan mampu menentukan gaya kepemimpinan mana yang paling tepat bagi organisasi dengan pertama-tama mempelajari tingkat kesiapan yang dimiliki/dicapai oleh bawahan, yang merupakan gambaran dari kemampuan dan kesanggupan bawahan untuk menjalankan tugas. Dua faktor utama kesiapan terdiri atas kemampuan (ability) dan kesanggupan (willingness). Definisi kemampuan di sini adalah pengetahuan, pengalaman, dan kecakapan yang seseorang atau kelompok bawa untuk menjalankan tugas atau kegiatan tertentu. Kesanggupan adalah sejauh mana seseorang atau kelompok memiliki kepercayaan, komitmen, dan motivasi untuk mencapai/menyelesaikan tugas tertentu (Hersey et al. 1996).

Setelah mengetahui tingkat kesiapan individu atau kelompok yang berusaha untuk dipengaruhi, pimpinan kemudian perlu menentukan gaya kepemimpinan yang paling tepat. Dengan demikian, kemampuan adaptasi gaya menjadi sebentuk batasan di mana pimpinan mampu mengganti gaya mereka untuk merespon tuntutan/permintaan dari situasi atau masalah tertentu. Hersey et al. (1996) menyimpulkan bahwa semua pimpinan memiliki sebuah gaya kepemimpinan dan sebagian besar pimpinan memiliki gaya kepemimpinan sekunder (cadangan). Gaya kepemimpinan primer (utama) seorang pimpinan didefinisikan sebagai pola perilaku yang paling sering digunakan pada saat ia berusaha mempengaruhi aktivitas orang lain, misalnya, bawahan yang dijadikan target pengaruh. Di dalam gaya kepemimpinan sekunder pola perilaku hanya ditunjukkan dalam situasi-situasi tertentu atau sekali tempo saja. Lebih lanjut, pimpinan memiliki satu gaya kepemimpinan primer, dan mereka cenderung menggunakan satu dari empat gaya kepemimpinan dasar yang dijabarkan dalam teori Kepemimpinan Situasional dalam sebagian besar situasi. Mereka dapat saja tidak memiliki gaya kepemimpinan sekunder atau dapat pula memiliki sebanyak-banyaknya tiga gaya kepemimpinan sekunder.

Referensi:
- Retno Sunu Astuti, Universitas Diponegoro Semarang
- E. Shamandi et al., "Competency, Roles, and Effective Academic Leadership"

LAUREUS WORLD SPORTS AWARDS


Laureus World Sports Awards adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Laureus Sport for Good Foundation bagi insan olahraga yang diselenggarakan setiap tahun. Penghargaan ini mulai diadakan sejak tahun 2000 dan diperuntukkan bagi olahragawan/olahragawati yang memiliki prestasi tersendiri sepanjang tahun. Penjurian dan penentuan peraih Laureus World Sports Awards dilakukan oleh Selection Panel yang beranggotakan editor, penulis, dan penyiar olahraga dari berbagai negara di seluruh dunia. Para nominee kemudian disaring menjadi 6 (enam) kandidat akhir untuk 5 (lima) kategori penghargaan, yakni: a) Laureus World Sportsman of the Year, b) Laureus World Sportwoman of the Year, c) Laureus World Team of the Year, d) Laureus World Breakthrough of the Year, dan e) Laureus World Comeback of the Year. Selain itu masih ada pula 2 (dua) penghargaan tambahan yang penilaiannya dilakukan bukan oleh Selection Panel melainkan oleh Specialist Panels, yakni Laureus World Action Sportsperson of the Year dan Laureus World Sports person with a Disability.

Laureus Sport for Good Foundation sendiri adalah sebuah yayasan olahraga yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan dunia, terutama masalah sosial melalui kegiatan olahraga. Laureus didirikan pada tahun 1999 oleh perusahaan Daimler dan Richemont, dengan dukungan perusahaan Mercedes-Benz, IWC Schaffhausen, dan Vodafone. Markas besar Laureus Sport for Good Foundation berada di Fulham, London, Britania Raya, dan telah memiliki perwakilan di 9 (sembilan) negara: Argentina, Italia, Spanyol, Prancis, Jerman, Afrika Selatan, Swiss, Belanda, dan Amerika Serikat.

Laureus World Sports Awards pertama kali berlangsung di Monaco pada tanggal 25 Mei tahun 2000.

Untuk mengetahui siapa sajakah insan olahraga yang pernah mendapatkan penghargaan dari Laureus ini, berikut rangkuman pemenangnya sejak edisi pertama.

2000 - Grimaldi Forum, Monaco

Laureus World Sportsman of the Year TIGER WOODS (golf)
Laureus World Sportwoman of the Year MARION JONES (atletik)
Laureus World Team of the Year MANCHESTER UNITED (sepakbola)
Laureus World Breakthrough of the Year SERGIO GARCIA (golf)
Laureus World Comeback of the Year LANCE ARMSTRONG (balap sepeda)
Laureus World Action Sportsperson of the Year SHAUN PALMER (winter X games)
Laureus World Sports person with a Disability LOUISE SAVAGE (atletik)

2001 - Grimaldi Forum, Monaco

Laureus World Sportsman of the Year TIGER WOODS (golf)
Laureus World Sportwoman of the Year CATHY FREEMAN (atletik)
Laureus World Team of the Year TIMNAS PRANCIS (sepakbola)
Laureus World Breakthrough of the Year Year MARAT SAFIN (tenis)
Laureus World Comeback of the Year JENNIFER CAPRIATI (tenis)
Laureus World Action Sportsperson of the Year MIKE HORN (layar)
Laureus World Sports person with a Disability VINNY LAUWERS (layar)

2002 - Grimaldi Forum, Monaco

Laureus World Sportsman of the Year MICHAEL SCHUMACHER (Formula 1)
Laureus World Sportwoman of the Year JENNIFER CAPRIATI (tenis)
Laureus World Team of the Year TIMNAS PUTRA AUSTRALIA (kriket)
Laureus World Breakthrough of the JUAN PABLO MONTOYA (Formula 1)
Laureus World Comeback of the Year GORAN IVANISEVIC (tenis)
Laureus World Action Sportsperson of the Year BOB BURNQUIST (skateboarding)
Laureus World Sports person with a Disability ESTHER VERGEER (tenis kursi roda)

2003 - Grimaldi Forum, Monaco

Laureus World Sportsman of the Year LANCE ARMSTRONG (balap sepeda)
Laureus World Sportwoman of the Year SERENA WILLIAMS (tenis)
Laureus World Team of the Year TIMNAS BRASIL (sepakbola)
Laureus World Breakthrough of the Year YAO MING (bola basket)
Laureus World Comeback of the Year RONALDO LUIZ NAZARIO (sepakbola)
Laureus World Action Sportsperson of the Year DEAN POTTER (speed climbing)
Laureus World Sports person with a Disability MICHAEL MILTON (Alpine skiing)

2004 - CCIB Lisbon, Portugal

Laureus World Sportsman of the Year ROGER FEDERER (tenis)
Laureus World Sportwoman of the Year ANNIKA SORENSTAM (golf)
Laureus World Team of the Year TIMNAS INGGRIS (rugby)
Laureus World Breakthrough of the Year MICHELLE WIE (golf)
Laureus World Comeback of the Year HERMANN MAIER (Alpine skiing)
Laureus World Action Sportsperson of the Year LAYNE BEACHLEY (selancar)
Laureus World Sports person with a Disability EARLE CONNOR (atletik)

2005 - Estoril Casino, Estoril, Portugal

Laureus World Sportsman of the Year ROGER FEDERER (tenis)
Laureus World Sportwoman of the Year KELLY HOLMES (atletik)
Laureus World Team of the Year TIMNAS YUNANI (sepakbola)
Laureus World Breakthrough of the Year LIU XIANG (atletik)
Laureus World Comeback of the Year ALESSANDRO ZANARDI (balap motor)
Laureus World Action Sportsperson of the Year ELLEN McARTHUR (layar)
Laureus World Sports person with a Disability CHANTAL PETITCLERQ (atletik)

2006 - Forum, Barcelona, Spanyol

Laureus World Sportsman of the Year ROGER FEDERER (tenis)
Laureus World Sportwoman of the Year JANICA KOSTELIC (Alpine skiing)
Laureus World Team of the Year TIM RENAULT (Formula 1)
Laureus World Breakthrough of the Year RAFAEL NADAL (tenis)
Laureus World Comeback of the Year MARTINA HINGIS (tenis)
Laureus World Action Sportsperson of the Year ANGELO D'ARRIGO (aviation)
Laureus World Sports person with a Disability ERNST VAN DYK (wheelchair racing)

2007 - Barcelona, Spanyol

Laureus World Sportsman of the Year ROGER FEDERER (tenis)
Laureus World Sportwoman of the Year ELENA ISINBAEVA (atletik)
Laureus World Team of the Year TIMNAS ITALIA (sepakbola)
Laureus World Breakthrough of the Year AMELIE MAURESMO (tenis)
Laureus World Comeback of the Year SERENA WILLIAMS (tenis)
Laureus World Action Sportsperson of the Year KELLY SLATER (selancar)
Laureus World Sports person with a Disability MARTIN BRAXENTHALER (ski)

2008 - Mariinsky Theatre, St. Petersburg, Rusia

Laureus World Sportsman of the Year ROGER FEDERER (tenis)
Laureus World Sportwoman of the Year JUSTINE HENIN (tenis)
Laureus World Team of the Year TIMNAS AFRIKA SELATAN (rugby)
Laureus World Breakthrough of the Year LEWIS HAMILTON (Formula 1)
Laureus World Comeback of the Year PAULA RADCLIFFE (atletik)
Laureus World Action Sportsperson of the Year SHAUN WHITE (snowboarding)
Laureus World Sports person with a Disability ESTHER VERGEER (tenis kursi roda)

2009 - (tidak ada upacara khusus)

Laureus World Sportsman of the Year USAIN BOLT (atletik)
Laureus World Sportwoman of the Year ELENA ISINBAEVA (atletik)
Laureus World Team of the Year TIM OLIMPIADE REP. RAKYAT CINA
Laureus World Breakthrough of the Year REBECCA ADDLINGTON (renang)
Laureus World Comeback of the Year VITALI KLITSCHKO (tinju)
Laureus World Action Sportsperson of the Year KELLY SLATER (selancar)
Laureus World Sports person with a Disability DANIEL DIAS (renang)

2010 - Emirates Palace, Abu Dhabi

Laureus World Sportsman of the Year USAIN BOLT (atletik)
Laureus World Sportwoman of the Year SERENA WILLIAMS (tenis)
Laureus World Team of the Year TIM BRAWN (Formula 1)
Laureus World Breakthrough of the Year JENSON BUTTON (Formula 1)
Laureus World Comeback of the Year KIM CLIJSTERS (tenis)
Laureus World Action Sportsperson of the Year STEPHANIE GILLMORE (selancar)
Laureus World Sports person with a Disability NATALIE DU TOIT (renang)

2011 - Emirates Palace, Abu Dhabi

Laureus World Sportsman of the Year RAFAEL NADAL (tenis)
Laureus World Sportwoman of the Year SERENA WILLIAMS (tenis)
Laureus World Team of the Year TIMNAS SPANYOL (sepakbola)
Laureus World Breakthrough of the Year MARTIN KAYMER (golf)
Laureus World Comeback of the Year VALENTINO ROSSI (motogp)
Laureus World Action Sportsperson of the Year KELLY SLATER (selancar)
Laureus World Sports person with a Disability VERENA BENTELE (biathlon)

2012 - Central Hall Westminster, London, Britania Raya

Laureus World Sportsman of the Year NOVAK DJOKOVIC (tenis)
Laureus World Sportwoman of the Year VIVIAN CHERUIYOT (atletik)
Laureus World Team of the Year BARCELONA (sepakbola)
Laureus World Breakthrough of the Year RORY McILLROY (golf)
Laureus World Comeback of the Year DARREN CLARKE (golf)
Laureus World Action Sportsperson of the Year KELLY SLATER (selancar)
Laureus World Sports person with a Disability OSCAR PISTORIUS (atletik)


Untuk informasi selengkapnya kunjungi situs resmi Laureus World Sports Award

20 September 2012

FIFA U-17 WOMEN'S WORLD CUP AZERBAIJAN 2012


FIFA U-17 Women's World Cup Azerbaijan 2012 is underway. There are 16 qualified teams from each continental confederation taking part into the most prestigious women's youth football tournament in the world from September 22nd to October 13th. Gambia, Nigeria, and Ghana represent CAF; PR China, Korea DPR, and Japan represent AFC; UEFA is represented by Germany, France, and the host Azerbaijan; CONCACAF enters with Canada, United States, and Mexico; New Zealand become the sole delegation from the OCF; and CONMEBOL will go with Brazil, Uruguay, and Colombia. This year's biennial tournament is the third of the history after New Zealand 2008 and Trinidad & Tobago 2010.
DZSENIFER MAROZSAN, FWC U17 pedigree (ffc-frankfurt.tumblr.com)

After having had World Cup Qualifications, the 16 finalists will be divided into 4 different groups, in which none of the groups consists of more than one team from the same confederation. The group stage matches will kick-off on September 22, when Korea DPR taking on Gambia. The group drawings are as follows:

Group A : Azerbaijan, Colombia, Nigeria, Canada
Group B : France, United States, Korea DPR, Gambia
Group C : Mexico, New Zealand, Brazil, Japan
Group D : Uruguay, PR China, Ghana, Germany

It is unfortunate for Korea Republic (South Korea), the U-17 Women's world champions two years ago in Trinidad & Tobago, not to qualify the Azerbaijan finals this year. Furthermore, the bronze medal winner, Spain, will not also show up due to their loss in the European qualifications. However, Japan (the 2010 runners-up) and Korea DPR (the 2010 semifinalist) are still able to survive the current final tournament.

The matches will take place in two cities, Baku and Lankaran. All the groups play a round-robin system, in which the two top teams of each group will qualify to the knock-out stage, beginning with quarterfinals. The quarterfinals will start on October 4, the semifinals on October 9, the third place match and final match on October 13.

Host Cities at glace

Azerbaijan
BAKU (Source: Azerbaijani Ministry of  Tourism)
Baku is the capital of Azerbaijan and the country's largest city. It is situated on the Western Coast of the Caspian Sea in the southern part of the Apsheron Peninsula. Modern Baku boasts many industrial centres, with oil and gas extraction and petro-chemical, machine-engineering and metalworking industries all prevalent within the city's boundaries. The city is famous for its numerous historical monuments including the Maiden's Towers, Shirvanshahs' Palace, and the ancient Ateshgah Fire Tempel. The matches of the FIFA U-17 Women's World Cup Azerbaijan 2012 in Baku will be held at Dalgha Arena,Tofiq Bahramov, Bayil, 8 km, and Shafa Stadia. [FIFA.com]

Lankaran is a small seaside city near the southern border with Iran and has a population of 45,000. The city was built on a swamp along the northern bank of the river bearing the city's name. Lankaran is commonly referred to as the land of citric plants. Pheikhoa, lemon, orange, mandarin, and other citric fruits are all produced in the area. The construction of the Lankaran Cannery for Fruits and Vegetable production was a big step in the development of this field. The matches of the FIFA U-17 Women's World Cup Azerbaijan 2012 in Lankaran will be held at Lankaran City Stadium. [FIFA.com]

Complete match fixtures : FIFA U-17 Women's World Cup Azerbaijan 2012

19 September 2012

PERKENALKAN ARMADILLO MASKOT FIFA WORLD CUP BRASIL 2014

FIFA World Cup Brasil 2014
Inaugurasi di Recife
FIFA.com pada tanggal 16 September 2012 mengumumkan sosialisasi Armadillo, maskot FIFA World Cup 2014 yang akan diselenggarakan di negara Brasil. Armadillo (Tolypeutes tricinctus) merupakan salah satu spesies yang berasal dari daerah pelosok Brasil. Maskot ini secara resmi diumumkan oleh TV Globo, dalam acara hiburan Fantastico. Dalam acara tersebut Armadillo disambut oleh Ronaldo Luiz Nazario da Lima, juara dan top skorer Piala Dunia Korea/Jepang 2002.

FIFA World Cup Brasil 2014
FIFA.com
Armadillo mengusung warna khas Brasil, kuning-biru-hijau, pada bagian tubuhnya. Bersamaan dengan peluncuran resmi maskot FIFA World Cup Brasil 2014 tersebut, sebanyak 2014 bola berwarna biru dibagi-bagikan di Pantai Boa Viagem, Recife. Armadillo juga telah memiliki 'jingle' resmi berjudul "Tatu Bom de Bola", yang dinyanyikan oleh musisi terkenal Brasil, Arlindo Cruz.


Armadillo terpilih sebagai maskot FIFA World Cup BraSil 2014 setelah mengalahkan 46 pesaing lainnya yang diusulkan oleh enam agen desain di seluruh Brasil, melalui survei terhadap responden berusia 4-12 tahun. Adapun desainer Armadillo adalah 100%Design.
FIFA World Cup 2014
FIFA.com

Terpilihnya Armadillo juga melanjutkan kirah Zakumi, spesies fauna dilindungi yang menjadi maskot South Africa 2010, Goleo (Germany 2006), dan Willie (England 1966). 


Mari kita mengenal lebih dekat kawan baru kita yang lucu ini :)

Situs Resmi Armadillo
Video Resmi Armadillo

MALNUTRISI DAN PENYAKIT INFEKSI


Infeksi dan malnutrisi selalu dicampuradukkan satu sama lain. Malnutrisi adalah penyebab utama gangguan akibat penurunan kekebalan tubuh di seluruh dunia, dan dalam penelitian ini kita akan mempelajari lebih jauh tentang patogenesis dari interaksi yang terjadi antara infeksi dan malnutrisi. Lebih dari setengah angka kematian anak balita di dunia disebabkan oleh lima penyakit yang disebabkan oleh infeksi, dan sebagian besar penderita disebabkan karena kekurangan gizi. Angka pertumbuhan infeksi parasit di dunia telah sedemikian tingginya. Dapat dimengerti bahwa parasit adalah salah satu penyebab terjadinya malnutrisi, namun sejauh mana malnutrisi menyebabkan kenaikan infestasi parasit belum diketahui; sehingga, kondisi ini perlu diteliti bersama. Kekurangan gizi atau nutrisi yang berhubungan dengan kehamilan juga memiliki hubungan dengan rendahnya respon kekebalan terhadap infeksi. Karena penurunan kekebalan ini sebagian dapat dikompensasi dengan air susu ibu, maka ASI menjadi satu-satunya cara terbaik untuk melindungi bayi dari serangan infeksi. Malnutrisi dan alternasi nutrisi, yang merupakan komplikasi yang biasa menyebabkan infeksi virus penyebab penurunan kekebalan tubuh (atau, HIV), diantaranya meliputi gangguan asupan makanan, gangguan absorpsi makanan, dan metabolisme intermediari dan masing-masing berperan signifikan di dalam morbiditas dan mortalitas. Perkembangan abad XXI memungkinkan penyebaran informasi sekaligus tantangan baru. Dengan adanya teknologi baru dan perubahan politik, kita sangat berharap agar penduduk dunia akan mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik, terbebas dari penyakit dan memiliki kualitas gizi yang lebih baik.

Sepanjang era 1950an tidak banyak hal yang diketahui tentang hubungan antara nutrisi dan infeksi. Hingga pada suatu saat, muncul kepercayaan dan pendapat bahwa kekurangan protein (kwashiorkor), lebih dari kekurangan kalori total (marasmus), menjadi penyebab utama terjadinya masalah nutrisi, karena kekurangan protein yang parah menyebabkan hubungan dengan pembentukan antibodi dan perkembangan sistem kekebalan pada bayi dan anak-anak. Fokus perhatian kemudian bergesar pada energi, dengan asumsi bahwa jika seseorang mengkonsumsi energi dengan kilokalori yang cukup, maka kebutuhan gizi akan dapat terpenuhi.

Siklus Malnutrisi dan Infeksi

Malnutrisi dapat membuat orang menderita infeksi, dan infeksi juga menyebabkan malnutrisi, yang kemudian kedua unsur ini menghasilkan sebuah siklus yang berbahaya. Asupan makanan yang tidak memadai menyebabkan turunnya berat badan, menurunnya kekebalan, invasi oleh patogen, dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Nutrisi pada orang sakit lebih rentan terhadap gangguan diare, malabsorpsi, hilangnya selera makan, diversi nutrisi untuk respon kekebalan, dan hilangnya nitrogen pada urin, yang kesemuanya menyebabkan kekurangan nutrisi dan kemudian merusak mekanisme pertahanan. Rangkaian kejadian ini pada gilirannya menyebabkan semakin rendahnya asupan makanan. Selain itu, demam yang sering pula ikut terjadi akan membuat penderita memerlukan lebih banyak energi dan mikronutrisi. Sebagai contoh, malaria dan influenza memiliki angka kematian yang proporsional dengan tingkat malnutrisi.

Penyebab malnutrisi dan penyakit berpengaruh pada tingkat yang berbeda. Faktor-faktor yang berpengaruh adalah ketersediaan makanan di rumah, kesehatan persona, pelayanan kesehatan, dan lingkungan pelayanan psikologis. Infrastruktur pelayanan kesehatan yang ada saat ini meliputi jenis-jenis pelayanan yang diberikan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (jarak dan kemampuan untuk mengganti pelayanan). Hal yang melatarbelakangi masalah malnutrisi dan penyakit adalah rendahnya tingkat keamanan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga, yang menurut definisi US Departemen of Agriculture sbb::’ “akses bagi semua anggota (keluarga) sepanjang waktu untuk mendapatkan makanan yang cukup untuk menciptakan kehidupan yang aktif dan sehat”, bukan semata makanan yang cukup untuk mempertahankan hidup.

Akses menuju pelayanan kesehatan dan kondisi lingkungan yang sehat berhubungan dengan obat-obatan yang esensial dan imunisasi, air bersih yang aman, sanitasi, dan perumahan. Perlakuan yang tidak baik juga memperparah kejadian penyakit.

Banyak hal yang menyebabkan malnutrisi, baik pada tingkat nasional maupun internasional, yang berhubungan dengan ketersediaan dan kontrol terhadap makanan. Ideologi politik dari pemerintah penguasa dan komitmennya untuk mencegah penyakit akibat infeksi dan malnutrisi mempengaruhi kesehatan dari penduduknya. Sebagai contoh, kelaparan adalah sebuah bencana yang penyebabnya bukan hanya kegagalan bidang pertanian atau bencana alam, melainkan juga oleh politik. Faktor-faktor politik sangat berpengaruh bagi hampir semua kejadian kelaparan. Bahkan dengan terjadinya kekeringan di Ethiopia dan West Bengal, kebijakan pemerintah dinilai lebih bertanggung jawab dibandingkan kegagalan pembangunan pertanian terhadap terjadinya krisis kemanusiaan tersebut.

Referensi:

Katona, P, dan J. Katona, "The Interaction between Nutrition and Infection"

17 September 2012

Lega Calcio Serie A - 15/16.09.2012


15.09.2012

PALERMO - CAGLIARI 1-1
Arevalo Rios; Sau

PAL A. Mantovani, S. Von Bergen/E.M. Munoz, S. Garcia, M. Morganella, N.S. Bertolo, E.R. Arevalo Rios, M. Donati/E. Psano, J. Ilicic/J. Kurtic, F. Miccoli

CAG M. Agazzi, L. Ariaudo, L. Rossettini, G. Perico, Radja N., D. Conti, A. Ekdal/Nene, A. Cossu/V. Ibarbo, Thiago Ribeiro/M. Sau
Daniele Bonera
Milan's second home defeat

MILAN - ATALANTA 0-1
Cigarini

MIL C. Abbiati, F. Acerbi, I. Abate, D. Bonera, K.P. Boateng, M. Ambrosini/A. Nocerino, U. Emanuelson/K. Constant, N. De Jong, G. Pazzini, S. El Shaarawy/Bojan

ATA A. Consigli, S. Lucchini, T. Manfredini, G. Bellini, D. Brivio/M. Ferri, G. Bonaventura/G. De Luca, M. Morales, L. Cigarini/R. Cazzola, C. Raimondi, D. Biondini, G.G. Denis

16.09.2012

CHIEVO VERONA - LAZIO 1-3
Pellissier; Hernanes, Klose, Hernanes

CHI S. Sorrentino, D. Dainelli, B. Cesar, B. Jokic, G. Sardo, Luciano, L. Rigoni, P. Hetemaj/M. Rigoni, C. Thereau/A. Stoian, D. Di Michele/D. Moscarelli, S. Pellissier

LAZ F. Marchetti, Dias, G. Biava, A. Konko/L.S. Scaloni, L.P. Cavanda, S. Mauri, Hernanes, Gonzalez/L. Cana, C. Ledesma, A. Candreva/Ederson, M. Klose

FIORENTINA - CATANIA 2-0
Jovetic, Toni

FIO E. Viviano, R. Gonzalo, N. Tomovic, D.M. Pizarro, Cuadrado/Mati Fernandez, V. Borja, G. Migliaccio, M. Pasqual/M. Cassani, S. Jovetic, A. Ljajic/L. Toni

CAT M.G. Andujar, N.F. Spolli, N. Legrottaglie, G. Marchese, Alvarez, S.B. Almiron/L.N Castro, F. Lodi, M. Biagianti/M.J. Izco, G.R. Bergessio, A.D. Gomez/S. Doukara, P.C. Barrientos

GENOA - JUVENTUS 1-3
Immobile; Giaccherini, Vucinic (p), Asamoah

GEN S. Frey, C. Bovo/A. Granqvist, M. Canini, M. Sampirisi/D. Ferronetti, B. Jankovic, F. Seymour, J. Kucka, A. Bertolacci, C. Immobile, M. Borriello

JUV G. Buffon, G. Chiellini, A. Barzagli, L. Bonucci, J.M. Caceres/S. Lichtsteiner, C. Marchisio, P. De Ceglie/K. Asamoah, A. Pirlo, E. Giaccherini, S. Giovinco, A. Matri/M. Vucinic

NAPOLI - PARMA 3-1
Cavani (p), Pandev, Insigne; Parolo

NAP M. De Sanctis, S. Aronica/A. Gamberini, H.A. Campagnaro, P. Cannavaro, C. Maggio, M. Hamsik, Zuniga, B. Dzemaili, G. Inler/V. Behrami, E. Cavani/L. Insigne, G. Pandev

PAR A. Mirante, C. Zaccardo, A. Lucarelli, G. Paletta, D. Galloppa, Valdes, M. Parolo/A. Acquah, M. Gobbi, A. Rosi/R. Palladino, I. Belfodil, S. Ninis/D. Pabon

PESCARA - SAMPDORIA 2-3
Celik, Caprari; Maxi, Estigarribia, Maxi

PES M. Perin, D. Zanon/G. Caprari, M. Capuano, F. Modesto, U. Cosic, E. Cascione, A. Balzano, V. Weiss/M. Celik, G. Colucci, J.F. Quintero, A. Vukusic/E. Abbruscato

SAM T. Berni, A. Costa/P. Castellini, G. Berardi, D. Gastaldello, J. Rossini, E. Maresca, Obiang, A. Poli/R. Soriano, M. Estigarribia, Maxi Lopez, Eder/N. Kristicic

ROMA - BOLOGNA 2-3
Florenzi, Lamela; Gilardino, Diamanti, Gilardino

ROM M. Stekelenburg, L. Castan, I.R. Piris/Marquinhos, N.A. Burdisso, F. Balzaretti, M. Pjanic/Marquinho, A. Florenzi, P. Tachtsidis, E. Lamela/Nico Lopez, F. Totti, M. Destro

BOL F. Agliardi, M. Antonsson, M. Motta/G. Garics, N. Cherubin, S.S. Taider, D. Perez/M. Pazienza, T. Guarante/N. Pulzetti, P. Kone, A. Gilardino, A. Diamanti

SIENA - UDINESE 2-2
Calaio, Ze Eduardo; Basta, Di Natale

SIE G. Pegolo, C. Del Grosso, L.C. Novo Neto, M. Paci, Angelo, S. Vergassola, G. D'Agostino/J. Ze Eduardo, R. Ribair, A. Rosina/M. Paolucci, M. Rubin/A. Sestu, E. Calaio

UDI D. Padelli, Danilo, M. Domizzi, Benatia, Allan, D. Basta, A. Lazzari, G. Pasquale, G. Pinzi, Barreto/D. Fabbrini, A. Di Natale/M. Ranegie

TORINO - INTERNAZIONALE 0-2
Milito, Cassano

TOR J.F. Gillet, S. Masiello, A. Ogbonna, K. Glik, M. Darmian, M.A. Santana, A.C. Gazzi, A. Stevanovic/A. Cerci, M. Brighi, R. Bianchi/G. Sansone, A. Sgrigna/R. Meggiorini

INT S. Handanovic, A. Ranocchia, Juan Jesus, Jonathan/R.G. Alvarez, Y. Nagatomo, J.A. Zanetti, F.A. Guarin/Gargano, E.M. Cambiasso, Alvaro Pereira, W. Sneijder/A. Cassano, D.A. Milito

Next Fixtures - 22.09.2012

PARMA - FIORENTINA, Ennio Tardini
JUVENTUS - CHIEVO VERONA, Juventus Arena

Next Fixtures - 23.09.2012

SAMPDORIA - TORINO @ Luigi Ferraris
ATALANTA - PALERMO @ Atleti Azzuri d'Italia
BOLOGNA - TORINO @ Renato Dall 'Ara
CAGLIARI - ROMA @ Is Arenas Quartu Sant' Elena
CATANIA - NAPOLI @ Angelo Massimino
INTERNAZIONALE - SIENA @ Giuseppe Meazza
UDINESE - MILAN @ Friuli
LAZIO - GENOA @ Olimpico

15 September 2012

Kebijakan Lingkungan Badminton World Federation

GREEN BADMINTON (digubah dari piktogram Beijing 2008)

Badminton World Federation (BWF) sebagai sebuah organisasi internasional telah mengambil langkah maju terkait dengan isu-isu lingkungan yang saat ini sedang menjadi "trending topic". Pernyataan kepedulian kepada lingkungan dari BWF tertuang di dalam BWF Policy on the Environment, atau BWF Environmental Policy.

"Tanggung Jawab Lingkungan (Environmental Responsibility)" telah secara resmi tercantum di dalam Statuta BWF, Klausul 4.5 dengan pernyataan sebagai berikut:

The Federation shall take a responsible approach to safeguarding the environment and managing resources through its practices in hosting events and in managing its operations.

Dari pernyataan tersebut jelas bahwa BWF merasa ikut bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya dalam wujud kegiatan olahraga bulutangkis yang tidak merugikan lingkungan sekitar.

BWF Environmental Policy memiliki tujuan untuk: a) menggalakkan praktek-praktek pelestarian lingkungan, b) memberikan pedoman dan menyelenggarakan penyuluhan, c) menjaga tanggung jawab sosial dan ekonomi guna menjamin segala bentuk kebutuhan olahraga dan BWF saat ini dan masa mendatang. Adapun prinsip kebijakan lingkungan yang dipegang oleh BWF adalah: a) pelestarian sumber daya, b) pengurangan limbah, c) kondisi kesehatan untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa dan kegiatan bulutangkis, dan d) kepedulian dan pendidikan lingkungan.

Hal-hal yang melatarbelakangi Kebijakan Lingkungan antara lain sebagai berikut: Pertama, pemahaman tentang perlunya peralatan dan perlengkapan olahraga yang bersumber dari alam, seperti pencahayaan, udara, dan arena tempat bermain bulutangkis. Kedua, Statuta IOC (International Olympic Committee) dan Agenda 21 for Sport yang mengatur tanggung jawab terhadap isu-isu lingkungan. Ketiga, Statuta BWF tentang pengambilan langkah-langkah untuk melestarikan lingkungan dan mengelola sumber dayanya. Keempat, pebulutangkis, anggota Federasi, pelaksana kegiatan, administratur, dan setiap pihak terkait dapat ikut berperan.

Pelaksanaan Kebijakan Lingkungan dilimpahkan kepada BWF Administration Committee, yang kemudian akan mengemban tanggung jawab dalam bidang-bidang berikut ini:
1. Menjalankan tanggung jawab lingkungan di dalam merencanakan dan menyusun kegiatan-kegiatan bulutangkis;
2. Meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan melalui komunitas bulutangkis;
3. Mengikuti dan mempelajari perkembangan publikasi/pedoman tentang kelestarian lingkungan untuk bidang olahraga, pengelolaan kegiatan dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya, kepedulian secara menyeluruh terhadap isu-isu lingkungan yang berhubungan dengan kegiatan olahraga;
4. Menggalakkan riset yang bertujuan memasyarakatkan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk perlengkapan dan peralatan olahraga bulutangkis;
5. Mengadakan mediasi dengan institusi-institusi selain BWF seperti otoritas pemerintah, organisasi lingkungan dan lembaga-lembaga olahraga lainnya; dan
6. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dan pedoman lingkungan BWF.

Sumber: BWF Policy on the Environmental, Badminton World Federation publications. Diakses pada tanggal 9 September 2012.

Salam Olahraga! Jayalah Bulutangkis!

13 September 2012

5+ QS Stars Untuk Nanyang Technological University



Nanyang Technological University (NTU), yang berkedudukan di negara Singapura, baru-baru ini mendapatkan predikat bintang 5 plus dari QS World University Rankings 2012-2013. Reputasi ini menjadikan NTU sebagai universitas Asia yang memperoleh predikat bintang 5+ (5+ QS Stars). Pada peringkat QS-WUR 2012-2013 Nanyang Technological University memang tidak menjadi universitas teratas di kawasan Asia (yang didokumentasikan secara lebih khusus oleh QS-WUR dalam QS Asian University Rankings). NTU berada pada peringkat ke-17, sedangkan secara keseluruhan NTU menduduki peringkat ke-47 dunia. 

Entah seberapa pengaruh predikat bintang 5+ tersebut bagi NTU dan bagi para pesaingnya, yang jelas NTU saat ini boleh dikatakan semakin disegani di kawasan Asia pada umumnya, dan Asia Tenggara pada khususnya. Dengan predikat bintang 5+, NTU dapat pula dikatakan telah memenuhi semua kriteria universitas yang ideal untuk kegiatan belajar-mengajar dan riset menurut QS-WUR.

Mari kita tengok sejarah singkat dan perjalanan Nanyang Technological University hingga mencapai status elite saat ini.

Sejarah Singkat Nanyang Technological University

Nanyang Technological University mulai beroperasi pada tahun 1955 dengan nama Nanyang University, atau Nantah. Universitas ini menjadi perguruan tinggi pertama di luar negara Cina yang mempergunakan bahasa Cina. Perkembangan Nanyang University tidak lepas dari peran serta pihak penyandang dana, The Singapore Hokkien Huay Kuan. 

Pintu Gerbang (dulu)

Pintu Gerbang (sekarang)

Memasuki era 1980an, Nanyang University melakukan 'merger' dengan University of Singapore (1980). Setahun berikutnya, berdirilah Nanyang Technological Institute (NTI) dan NTI inilah yang menjadi awal dipergunakannya bahasa Inggris di dalam kegiatan belajar-mengajar. Menurut penilaian Commonwealth Engineering Council waktu itu, NTI merupakan salah satu institusi pendidikan jurusan teknik terbaik di dunia. Pada tahun 1985 satu lagi cabang kampus didirikan, yakni School of Accountancy and Business (sekarang berganti nama Nanyang Business School).

Perubahan nama Nanyang University menjadi Nanyang Technological University terjadi pada tahun 1991. Perubahan nama ini dilatarbelakangi oleh berdirinya National Institute of Education yang merupakan institusi yang otonom terhadap NTU. Pada tahun 1995, School of Accountancy and Business berubah nama menjadi Nanyang Business School dan mempertahankan nama Cina, "Nantah", sebagai bentuk pengakuan terhadap cikal-bakal berdirinya Nanyang University. 

Awal millennium kedua ditandai dengan terbentuknya institusi baru bernama School of Applied Science, School of Biological Sciences, perubahan nama School of Communication Studies menjadi School of Communication & Information (yang kemudian sekarang dikenal sebagai Wee Kim Wee School of Communication and Information), dan perubahan nama School of Civil and Structural Engineering menjadi School of Civil and Environmental Engineering. 

Kegiatan tingkat internasional yang berlangsung di Nanyang Technological University antara lain Olimpiade Fisika ke-37 (2006) yang diikuti oleh 400 peserta dari 86 negara (rekor terbesar dalam sejarah Olimpiade Fisika) dan multievent olahraga terbesar dunia untuk kategori mahasiswa, Youth Olympic Games (2010).

Kondisi Terkini Nanyang Technological University 

Nanyang Technological University menduduki wilayah seluas 200 hektar (yang ditata sedemikian rupa sehingga berbentuk kampus taman, atau "garden campus"). Masuk akal jika prinsip "garden campus" dijalankan di Singapura mengingat negara tersebut tidak memiliki terlalu banyak "jalur hijau". Kampus ini memiliki 16 gedung untuk asrama mahasiswa jenjang sarjana dan satu gedung tambahan lagi di Youth Olympic Village untuk asrama para mahasiswa yang mengikuti Youth Olympic Games 2010
Garden Campus NTU
Nanyang Technological University saat ini menjadi sebuah universitas riset dengan disiplin andalan sains dan teknik. Jumlah mahasiswa (jenjang sarjana dan pascasarjana) saat ini mencapai 33.500 orang, baik domestik maupun internasional.

Pada tahun 2010 Nanyang Technological University mencanangkan 'Five Peaks of Excellence' ke dalam rencana strategis 5 tahun institusi tersebut (NTU 2015). Targetnya ialah menjadi universitas global (atau, World-Class University) pada tahun 2015. Disebut sebagai 'Five Peaks of Excellence' karena NTU mengutamakan lima bidang yang menjadi pilar kekuatannya: kesinambungan (sustainability), pelayanan kesehatan (healthcare), media baru (new media), menggabungkan unsur terbaik dari Timur dan Barat (tbe best of the East and West), dan inovasi (innovation). Kelima pilar ini menjadi pengawal kekuatan institusi NTU, khususnya dalam bidang teknik dan bisnis. Sebagai penyokong sukses 'Five Peaks of Excellence' NTU telah mempersiapkan dana riset senilai 849 juta dollar Singapura. 
Diskusi Tentang Pemilu Indonesia (2004)
Pada bulan Juli 2005 Nanyang Technological University menjadi institusi pendidikan tinggi pertama Asia yang memperoleh predikat bintang 5 dari QS Stars. Predikat QS Stars ini mencakup delapan bidang penting yaitu riset, tingkat tenaga kerja yang dihasilkan (employability), pengajaran, infrastruktur, internasionalisasi, inovasi, keterlibatan, dan kekuatan spesialis.

Kerjasama dengan institusi pendidikan internasional yang saat ini dilakukan oleh NTU antara lain dengan Massachusetts Institute of Tehnology (MIT), Stanford University, Cornell University, Carnegie Mellon University, University of Cambridge, Technische Universitaet Muenchen, Peking University, dan Waseda University. Sedangkan kerjasama dengan institusi selain pendidikan dilakukan bersama Thales, Rolls-Royce, Fraunhofer-Gesellschaft, Robert Bosch, dan Toray Industries Inc. 

Reputasi NTU yang dimiliki oleh masing-masing jurusan antara lain sebagai berikut: NTU College of Engineering saat ini menjadi institusi bidang teknik terbesar di dunia dengan memiliki enam jurusan bidang teknologi dan inovasi. NTU CoE terlibat i dalam kegiatan riset dengan tiga universitas terbaik di dunia; NTU College of Science menyabet penghargaan fakultas dan laboratorium kelas-dunia dan menjadi satu-satunya institusi yang memberikan gelar sarjana kehormatan langsung dalam bidang ilmu biologi, fisika, dan matematika; Nanyang Business School menduduki peringkat pertama Asia dalam riset akuntansi dan menjadi satu dari hanya tiga institusi sejenis dari Asia yang mendapatkan akreditasi kualitas internasional dari European Quality Improvement System (EQUIS) dan Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB); College of Humanities, Arts, & Social Sciences yang menjadi markas Wee Kim Wee School of Communication and Information merupakan salah satu institusi jurnalisme dan media elite di Asia, menjadi institusi pertama Singapura yang membuka jurusan profesi seni, desain, dan media digital interaktif; National Institute of Education menjadi konsultan pendidikan untuk negara lain, dari Asia Tenggara hingga Arab; S Rajaratnam School of International (RSIS) yang merupakan institusi otonom dari NTU mendapatkan pengakuan internasional untuk studi strategi dan keamanan melalui Institute of Defence and Strategic Studies. RSIS merupakan salah satu pelaku utama Global Go-To Think Tank Asia tahun 2011; Singapore Centre on Environmental Life Sciences Engineering sedang berusaha menjadi institusi riset terkemuka di dunia dalam bidang biofilm mikroba yang fokus perhatiannya tertuju pada pencarian solusi-solusi baru untuk pelestarian kualitas air dan lingkungan. 

Open House NTU (2012)
Demikianlah sekilas tentang Nanyang Technological University (NTU) yang pada QS World University Rankings periode 2012-2013 memperoleh predikat 5+ QS Stars. Sebuah pengakuan yang sebanding dengan usaha yang selama ini dilakukan dan diperjuangkan untuk memantapkan diri sebagai salah satu World-Class Universities. 

Anda tertarik untuk kuliah di Nanyang Technological University sana?? Ya belajar dong ah, jangan bisanya cuma tuker-tukeran nomor pin... Cekakak!

20 Universitas Top Asia Versi QS Asian University Rankings

QS World University Rankings
topuniversities.com
Asia telah dimasukkan ke dalam kategorisasi tersendiri QS World University Rankings sejak tahun 2009. Penentuan peringkat universitas/perguruan tinggi kawasan Asia, yang kemudian diberi nama QS Asian University Rankings, dilakukan atas kerjasama QS-WUR dengan The Chosun Ilbo, sebuah surat kabar yang berkedudukan di Korea. Kedua pihak ini menerbitkan laporan tahunan 200 Universitas Terbaik Asia. Berikut ini adalah 20 universitas terbaik versi "QS Asian University Rankings" periode 2012-2013 berdasarkan peringkat overall. Top 20 QS Asian University Rankings 2012-2013



# Nama Institusi Asal Negara
1 The Hong Kong University of Science & Technology Hong Kong, Cina
2 National University of Singapore Singapura
3 University of Hong Kong Hong Kong, Cina
4 Seoul National University Korea Selatan
5 The Chinese University of Hong Kong Hong Kong, Cina
6 Peking University Republik Rakyat Cina
7 Korea Advanced Institute of Science & Technology Korea Selatan
8 The University of Tokyo Jepang
9 Pohang University of Science & Technology Singapura
10 Kyoto University Jepang
11 Osaka University Jepang
12 City University of Hong Kong Hong Kong, Cina
13 Tokyo Institute of Technology Jepang
14 Tohoku University Jepang
15 Tsinghua University Republik Rakyat Cina
16 Yonsei University Korea Selatan
17 Nanyang Technological University Singapura
18 Nagoya University Jepang
19 Fudan University Republik Rakyat Cina
20 National Taiwan University Cina Taipei

12 September 2012

Pengertian, Dampak, dan Pengukuran Kebisingan

Kebisingan adalah salah satu bentuk pencemaran yang terjadi di dalam lingkungan tempat tinggal kita. Istilah bahasa Inggris untuk kebisingan ialah noise pollution, sehingga kita dapat pula menyebutnya dengan polusi suara. Kebisingan dapat didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki atau suara yang salah tempat dan salah waktu.

Kebisingan dapat dikategorikan berdasarkan kontinuitas, intensitas, dan spektrum frekuensi suara.

1) Steady state and narrow band noise

Adalah jenis kebisingan yang terus-menerus dengan spektrum suara yang sempit, misalnya suara mesin dan kipas angin.

2) Nonsteady state and narrow band noise

Adalah jenis kebisingan yang terjadi tidak terus-menerus dengan spektrum suara yang sempit, misalnya suara mesin gergaji dan katup uap.

3) Intermitten noise

Adalah jenis kebisingan yang terjadi sewaktu-waktu dan terputus-putus, misalnya suara pesawat terbang dan kereta api.

3) Impulsive noise

Adalah jenis kebisingan yang memekakkan telinga, misalnya suara tembakan senapan, meriam, dan ledakan bom.

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kesehatan

Seperti halnya jenis pencemaran lainnya, kebisingan berpengaruh bagi kesehatan manusia, antara lain menyebabkan bertambahnya tingkat kepekaan tubuh, sistem kardiovaskular, tekanan darah, dan denyut jantung. Terlalu sering bersinggungan dengan kebisingan dalam waktu yang lama dapat menurunkan konsentrasi dan menyebabkan kelelahan.

Pengaruh yang paling nyata dari kebisingan bagi kesehatan ialah gangguan, bahkan kerusakan, organ pendengaran. Pengaruh kebisingan terhadap organ pendengaran sebenarnya bersifat sementara, masih dapat disembuhkan. Namun apabila seseorang telah terlalu sering berada di tempat yang bising dan tergaduh maka akibatnya akan lebih parah dan berubah menjadi kerusakan permanen.

Untuk mencegah dampak negatif kebisingan terhadap kesehatan manusia maka diperlukan batasan tingkat kebisingan di dalam lingkungan. Batas kebisingan di lingkungan sekitar, atau community noise level, dapat kita bagi menjadi 4 (empat) kelompok, sebagai berikut:

1) kelompok suara yang memekakkan telinga (100-120 desibel) , yang disebabkan oleh suara halilintar, ledakan bom, meriam, mesin uap, dan jalan yang sangat ramai.

2) kelompok suara gaduh (60-90 desibel), yang bersumber dari kegiatan perusahaan, kantor, jalan, rumah.

3) kelompok suara sedang (30-40 desibel), yang bersumber dari kantor, rumah, percakapan dengan suara keras, suara radio/televisi/tape recorder

4) kelompok suara tenang (10-20 desibel), yakni suara yang tidak mengganggu konsentrasi orang-orang yang mendengarkan dan masih dalam batas kewajaran.

Mengukur Tingkat Kebisingan

Untuk dapat menentukan seberapa tinggi (atau rendah) tingkat kebisingan sebuah suara kita memerlukan sebuah alat ukur. Saat ini perkembangan sains dan teknologi telah menghasilkan sejumlah alat ukur. Pertama,  sound level meter. Alat ukur ini dapat dipergunakan untuk mengukur tingkat kebisingan dengan batas terendah 30 desibel (dB) dan batas tertinggi 130 desibel (dB) dan frekuensi antara 20 Hz dan 20 kHz. Kedua, octave band analyzers. Alat ini terdiri atas sejumlah filter yang dapat membagi-bagi tingkat octave suara. Ketiga, narrow band analyzers. Alat ini dipergunakan untuk mengukur frekuensi yang berbeda-beda. Keempat, impact noise analyzer. Alat ukur ini digunakan untuk menentukan intensitas kebisingan pada waktu dan tempat tertentu.

10 September 2012

Mengenal Lebih Dekat Barbel Angkat Besi


Pencapaian atlet angkat besi Eko Yuli Irawan dan Triyatno begitu membanggakan. Dengan dua keping medali yang mereka peroleh kontingen Indonesia berhasil mempertahankan tradisi medali Olimpiade yang telah dirintis sejak Olimpiade Seoul 1988.

Dalam kesempatan ini kita akan sejenak menengok salah satu peralatan penting olahraga angkat besi yang kita kenal dengan sebutan "barbel". Apa saja bagian dari barbel tersebut? Berikut ini adalah fitur singkat tentang bagian-bagian dari barbel untuk olahraga angkat besi.

Semua gambar di bawah ini dikutip dari situs resmi ELEIKO yang merupakan produsen peralatan angkat besi, powerlifting, dan piranti latihan kebugaran. ELEIKO adalah perusahaan yang bermarkas besar di Halmstad, Swedia dan telah dipercaya oleh International Weightlifting Federation (IWF) sebagai supplier olahraga angkat besi tingkat internasional.

Perlu diketahui bahwa bagian-bagian barbel berikut ini adalah spesifikasi untuk angkat besi perlombaan atau kompetisi, bukan untuk latihan, dan spesifikasi inilah yang dipergunakan dalam pertandingan angkat besi Olimpiade.

Secara garis besar satu set barbel terdiri atas 3 (tiga) bagian utama: 1) BAR, 2) COLLARS, dan 3) DISCS.


BAR

Bar adalah sebutan dari palang untuk pegangan atlet angkat besi/powerlifting (atau kita sebut "lifter") pada saat mengangkat barbel.
Bar (lifter putra)

Spesifikasi bar untuk lifter putra
Berat: 20 kg
Panjang: 2200 milimeter
Lingkar pegangan: 28 milimeter
Bar (lifter putri)

Spesifikasi bar untuk lifter putri
Berat: 15 kg
Panjang: 2010 milimeter
Lingkar pegangan: 25 milimeter


COLLARS

Collar adalah bagian set barbel yang berfungsi untuk mengunci barbel yang terdapat pada bagian paling luar (lihat gambar).
Collars
Tidak ada spesifikasi tersendiri untuk lifter putra maupun putri.

DISCS

Disc atau cakram terdiri atas tiga jenis, yakni:

1) disc tanpa selubung karet (4 warna dan ukuran berbeda)

Disc 10 kg
Disc 15 kg
Disc 20 kg

Disc 25 kg

2) disc dengan selubung karet, atau 'rubbercoated' (RC) (2 warna dan ukuran berbeda)
Disc RC - 2,5 kg

Disc RC - 5 kg

3) disc penahan geser atau 'friction grip (FG)' (3 warna dan ukuran berbeda).
Disc FG - 0,5 kg

Disc FG - 1,5 kg

Disc FG - 2 kg

Komposisi lengkap bar, collars, dan discs, jika digabungkan menjadi satu akan menghasilkan berat total 195 kilogram untuk lifter putra dan 185 kilogram untuk lifter putri.
Barbel lengkap (lifter putra)
Barbel lengkap (lifter putri)



All pictures are the copyrights of eleikosport.se 


8 September 2012

Kategorisasi Air Dalam Lingkungan

worldtruth.tv
Air merupakan kebutuhan mutlak bagi makhluk hidup, baik flora maupun fauna, termasuk juga manusia. Air merupakan zat cair yang tersusun oleh hidrogen dan oksigen yang membentuk senyawa H2O. Kebutuhan air bagi manusia mencapai 70% dari total bagian tubuh. Selain itu hampir semua proses biokimia yang berlangsung pada diri manusia memerlukan air sebagai medium.

Dalam kesempatan ini kita akan lebih dekat mengetahui definisi tentang sejumlah kategorisasi air.

Air Angkasa

Air angkasa ialah istilah yang digunakan untuk menyebut air hujan, salju, dan es.

Air Baku

Air baku adalah air yang berlokasi di sumber air yang kemudian diolah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Air Bawah Tanah

Air bawah tanah adalah air yang terdapat di bawah permukaan tanah. Kategori air ini dapat dikelompokkan menjadi air sumur gali, air pompa tangan, dan air tanah dalam.

Air Bersih

Air bersih adalah air yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk dapat disebut air bersih, air harus memenuhi kualitas kesehatan dan layak untuk diminum. Air bersih lazimnya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Air Minum

Air minum adalah air yang memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi. Air minum memiliki tiga sifat dasar: tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Syarat kimia yang harus dipenuhi ialah tidak mengandung zat-zat beracun, sedangkan syarat biologisnya ialah tidak mengandung bakteri.

Air Artesis

Air artesis merupakan air yang asalnya dari tanah dan memancar dengan kuat ke permukaan tanah.

Air Limbah Domestik

Air limba domestik adalah jenis limbah cair yang berasal dari aktivitas domestik (rumah tangga). Air limbah domestik dinyatakan aman bagi lingkungan jika masih memenuhi syarat-syarat aman untuk dialirkan secara langsung ke tempat pembuangan.

Air Limbah Bukan Domestik

Air limbah bukan domestik adalah air yang karakteristiknya belum memenuhi syarat untuk dialirkan secara langsung ke tempat pembuangan di dalam lingkungan.

Air Permukaan

Air permukaan adalah air yang terhimpun ke permukaan bumi dalam bentuk sungai, telaga, waduk, danau, dan laut.

Air Sadah

Air sadah adalah air yang mengandung bahan-bahan logam terlarut yang kadarnya banyak, misalnya logam Fe, Ca, Mg, dan Na.

Air Tanah

Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah.

globalhealingcenter.com

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.