Pages

31 August 2012

Pengaruh Krisis Global Terhadap Pendidikan Tinggi Negara Thailand


Akibat dari krisis keuangan global bagi negara Thailand sangatlah nyata. Di antaranya ialah terjadinya pengurangan permintaan untuk barang-barang olahan dari pembeli-pembeli utama seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan Jepang. Sektor lain yang terkena dampak krisis adalah pariwisata. Angka pengangguran di negara Thailand, khususnya yang berasal dari masyarakat terdidik, juga mengalami peningkatan. Data tahun 2008 menyebutkan bahwa angka pengangguran Thailand mencapai 28,98 persen.

Di negara Thailand terdapat 8 (delapan) kategorisasi pendidikan tersier, sebagai berikut:
- universitas publik
- universitas publik otonom
- universitas terbuka
- Rajabhat University
- Rajamongala University of Technology
- sekolah tinggi kejuruan publik
- universitas swasta, dan
- sekolah tinggi swasta

Jumlah total institusi pendidikan tinggi yang terdapat di negara Thailand adalah 143 buah, terbagi atas 77 swasta dan 66 publik (atau di Indonesia disebut perguruan tinggi negeri). Pada periode 2006-2009 terjadi penurunan jumlah mahasiswa pendaftar pendidikan tinggi, yakni dari 2,05 juta (2006) menjadi 2,00 juta (2008). Pada tahun 2006 jumlah belanja pemerintah Thailand untuk pendidikan adalah 21,7 persen dari belanja total, kemudian bertambah menjadi 22,7 persen pada tahun 2009 dan kemudian 23,7 persen pada tahun 2010. Sebagian besar belanja dialokasikan untuk penyelenggaraan pendidikan dasar. Belanja pemerintah untuk universitas publik masih dikatakan belum memenuhi kebutuhan dan di negara tersebut sedang terjadi krisis potensi sumber daya manusia karena terlalu banyaknya peserta didik pendidikan tinggi yang tidak memiliki kompetensi dalam bidang mereka masing-masing.

Menanggapi minimnya kualitas tersebut sejumlah langkah telah ditempuh, antara lain dengan memberlakukan dana pinjaman kuliah, pendirian universitas-universitas baru, transformasi institusi publik menjadi universitas swasta, reformasi sistem pendaftaran, hingga penggalakan riset dan inovasi. Akan tetapi, seperti halnya yang dialami oleh negara lain pada saat menderita krisis ekonomi, langkah-langkah tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Akibat terjadinya krisis keuangan global ialah berkurangnya dana alokasi institusi pendidikan tinggi. Penurunan dana ini membuat pelaksanaan program-program yang telah direncanakan menjadi terhambat. Krisis ekonomi global telah benar-benar mempengaruhi situasi pendidikan tinggi di negara Thailand dan banyak pihak, terutama akademisi di negara tersebut, terus mendorong pemerintah untuk melakukan reformasi struktural. Meskipun langkah ini tidak muda namun merupakan tindakan yang signifikan guna memperkuat sistem administrasi dan memperbaiki kualitas pendidikan, terutama pendidikan tinggi.

Dokumen rujukan:

UNESCO Bangkok. 2009. Concept Note. Consultation Meeting on the Impact of the Economic Crisis on Higher Education in Asia and the Pacific. Bangkok, Thailand, 22-23 October. www.unescobkk.org/education/apeid/news/news-details/article/consultation-meeting-on-the-impact-of-theeconomic-
crisis-on-higher-education-in-asia-and-the-pacific
UNESCO Bangkok. 2010. Information Note. Regional Seminar on the Impact of the Economic Crisis on Higher Education and the Use of ICT in Universities in Asia and the Pacific. Bangkok, 30 June – 2 July. www.unescobkk.org/?id=9709
OECD. 2010. Education at a Glance. OECD, Paris.
Schneller, C. (2010), “Introductory Paper”, in C. Schneller and S. Golden, The Impact of the Financial Crisis to Higher Education, Asia-Europe Foundation, Singapore, pp. 8 – 24.
Schneller, C. and Golden, S., eds. (2010), “Workshop Summary”, in C. Schneller and S. Golden, The Impact of the Financial Crisis to Higher Education, Asia-Europe Foundation, Singapore, pp. 25 – 42.
UNESCO (2009), Quick Survey, UNESCO, Paris.
Union of Colleges and Universities (UCU) United Kingdom (2011), “Draft Resolution on Higher Education and Research and the Global Financial Crisis”, in Congress Book 5: Draft Congress Resolutions, Education International 6th World Congress, Education International, Brussels, p. 43.
Varghese, N.V. (2010) Running to stand still: Higher education in a period of global economic crisis, UNESCO: International Institute for Educational Planning, Paris.
Varghese, N.V. (2001) Impact of the economic crisis on higher education in East Asia: Country experiences, UNESCO: International Institute for Educational Planning, Paris.

Sumber:
The Impact of Economic Crisis on Higher Education
Asia and Pacific Regional Bureau for Education
UNESCO Bangkok 2012

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.