Pages

6 June 2012

Karakteristik High Performing Managers

Kedudukan seorang manajer pada zaman sekarang ini mencakup banyak tanggung jawab dan stres (Nickols, 2008). Saat ini manajer diharapkan untuk memberikan hasil berdasarkan fakta apakah situasi yang terjadi berpihak pada mereka atau tidak. Manajer perlu memikirkan solusi untuk berbagai tantangan yang muncul saat itu dan nanti. Tantangan-tantangan seperti anggaran yang terbatas, penugasan kembali staf, reorganisasi unit, penarikan dana, kurangnya sumber daya, kebijakan pemerintah, dsb., terus bermunculan silih berganti. Menurut pendapat Cawood (1992), keberadaan orang yang memiliki kemampuan untuk memimpin massa semakin signifikan untuk membantu menjawab tantangan-tantangan masa kini dan masa mendatang.

Konsep tentang high performing manager (manajer berkinerja tinggi) berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Seorang manajer yang ideal menurut konsep orang Jepang, menurut Misumi (1989) dan Misumi & Peterson (1985), didefinisikan dalam hal orientasi kinerja dan orientasi pemeliharaan, yakni, seorang manajer yang bukan hanya memimpin kelompok menuju pencapaian sasaran, tetapi juga seorang yang mampu menjaga stabilitas sosial.

Berdasarkan sejumlah penelitian yang telah dilakukan selama ini sifat-sifat penting tertentu yang sebaiknya dimiliki oleh seorang manajer agar ia mendapatkan sebutan manajer yang baik adalah sebagai berikut:

People-oriented

Seorang manajer harus “berorientasi pada orang”, misalkan, ia harus memfokuskan perhatian pada tindakan menciptakan, membimbing dan memotivasi tim yang hendak ia pimpin. McShane & Von Glinow (2000) menjelaskan kepemimpinan yang baik sebagai proses mempengaruhi orang dan menciptakan lingkungan bagi orang tersebut guna mencapai tujuan tim dan organisasi. Mereka juga harus memiliki waktu yang cukup untuk membangun hubungan/relasi dan menjalin ikatan. Sering kali manajer tersita waktunya untuk kegiatan rapat, membawa serta laporan yang belum ia selesaikan mengenai kualitas pemanfaatan waktu dengan tim-tim yang ada. Memandang tim sebagai sekumpulan manusia, bukan sebagai sumber untuk menyelesaikan pekerjaan, akan menjadi salah satu indikator bagi manajer yang baik.

Thinking Out of the Box

Kualitas ini berhubungan dengan kemampuan untuk tampil membawa ide-ide yang asli dan jelas untuk menyelesaikan masalah. Keaslian ide, menurut pendapat Cougar (1995), adalah kapasitas untuk menghasilkan ide-ide yang unik/luar biasa, memecahkan masalah dengan cara unik, dan memanfaatkan barang dan situasi dengan cara yang unik. Memikirkan pendekatan-pendekatan alternatif untuk membantu mengembangkan proses-proses kerja amatlah berguna, demikian pula kemampuan dalam menangani sebuah masalah secara kreatif. Guilford (1957) berpendapat bahwa langkah-langkah kreatif diperlukan di dalam memecahkan masalah-masalah baru.

Performance driven

Seorang manajer sangat dianjurkan untuk memahami Indikator Kineja Kunci bagi pekerjaannya. Selain harus mengetahui “Apa” yang dimaksud dengan indikator kinerja kunci, manajer harus pula memahami “Mengapa” indikator dibentuk dan apa kegunaannya. Setelah manajer memahami pertanyaan “Mengapa”, maka pemahaman berikutnya ialah “Bagaimana” indikator tersebut dijalankan. Bass et al. (1987) & Avolio (1985) berpendapat bahwa Pemimpin Transformasional menstimulasi usaha-usaha yang dilakukan oleh para pengikutnya agar inovatif dan kreatif dengan mempertanyakan asumsi, reframing masalah organisasi, dan mendekati situasi lama dengan cara yang baru, dengan mengindikasikan bahwa syarat penting lainnya bagi seorang manajer yang baik adalah memotivasi karyawan agar menciptakan high performance.

Bakat manajerial adalah persyaratan yang sangat penting dan menjadi tantangan utama bagi banyak organisasi. Das (1987) berpendapat bahwa seorang manajer yang efisien akan memberikan contoh kepada bawahannya dengan kualitas persona, pengetahuan tentang pekerjaan, business acumen, dan kemampuan manajemen. Seorang manajer dengan modal tersebut akan dapat mendorong kinerja karyawan dan membantu mengembangkan organisasi. Organisasi yang ada saat ini bersedia untuk mengeluarkan banyak biaya untuk pelatihan, pendidikan dan seminar tentang Pengembangan Manajer. Seorang manajer yang baik merupakan aset yang riil bagi sebuah perusahaan.

Sumber bacaan:

C. Thomas & V. Pandev. Relationship between Personality and Managerial Performance.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.