Pages

7 May 2012

Dream Team Serie A Musim 2011/2012

Susunan Dream Team Serie A 2011/2012 ini sangat subyektif karena menurut pendapat saya sendiri, sesuai dengan pengamatan sepanjang musim kompetisi, yang pasti banyak kekurangan. Kompetisi sepakbola Liga Italia Serie A tinggal menyisakan satu giornata tetapi pada giornata ke-33 kita telah mengetahui juaranya. Aksi kejar-kejaran antara Juventus dan Milan akhirnya "dihentikan" oleh Internazionale di Estadio Communale Giuseppe Meazza, San Siro, Milan. Profesionalisme Nerazzurri, yang notabene adalah "archrivals" bagi La Vecchia Signora, ketika menghadapi Rossoneri dalam "Derby della Madonnina" layak diacungi jempol. Iklim persaingan Derby Milan boleh dikatakan menjadi "malaikat penyelamat" bagi Juventus untuk meraih scudetto pertama semenjak mereka kembali dari "pengasingan di Serie B".

Dalam sepanjang musim Serie A 2011/2012, kita memperhatikan beberapa aksi menawan dari para punggawa Serie A. Reputasi kompetisi yang pernah tercoreng oleh kasus pengaturan hasil pertandingan ("Calciopoli") beranjak dilupakan dan klub-klub Italia sekarang memperagakan sepakbola menyerang dan aksi yang agresif. Meskipun tidak melupakan platform mereka sebagai penganut faham "catenaccio", saya mengamati Serie A musim ini lebih berkualitas dibandingkan, misalnya, La Liga Primera Divicion Spanyol yang hanya berkutat pada persaingan antara Real Madrid dan Barcelona. Saya memberikan "rating" Serie A hanya kalah dari English Premier League sebagai liga terbaik di kawasan Eropa. Pesaing utama Serie A ini bukan dari Spanyol atau Prancis, melainkan 1.Bundesliga Jerman yang semakin hari semakin tumbuh dan berkembang seiring pemasaran yang gencar dan budaya organisasi yang sehat.

Kembali pada aksi para bintang Serie A musim 2011/2012, berikut ini saya ingin mencoba memberikan gambaran tentang 11 (sebelas) pemain yang saya pilih ke dalam "Dream Team Serie A 2011/2012". Penampilan kesebelas pesepakbola berikut ini sangat signifikan artinya bagi tim masing-masing. Mereka mencetak gol-gol penting, melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang, dan memberikan "second wind" kepada tim manakala tim menemui jalan buntu. Intinya, banyak faktor yang menjadi latar belakang penilaian saya. Baiklah kita mulai daftarnya. "Dream Team Serie A Musim 2011/2012" menganut formasi 1-4-4-2.

(1) Penjaga Gawang : FEDERICO MARCHETTI (LAZIO)
Tempat, tanggal lahir: Bassano del Grappa, 7 Pebruari 1983

Ada beberapa penjaga gawang yang memberikan kontribusi yang signifikan. Di antara mereka masih terdapat nama-nama seperti Gianluigi Buffon, Julio Cesar dan Christian Abbiati. Akan tetapi saya memilih Federico Marchetti dengan pertimbangan kualitas pertahanan Gli Aquilotti yang tidak sebagus Juve, Inter, maupun Milan. Satu penampilan yang paling mengesankan saya saksikan ketika Lazio menghadapi Juventus. Meskipun timnya kalah, tetapi Marchetti telah menunjukkan kualitasnya sebagai penantang utama Buffon sebagai portiere Gli Azzurri Italia.

(2) Belakang-1 : JAVIER ADELMAR ZANETTI (INTERNAZIONALE MILAN)
Tempat, tanggal lahir: Buenos Aires, 10 Agustus 1973

Pesepakbola Argentina ini sepertinya tidak mengenal umur. Seperti penuturan penyiar siaran langsung Derby Milan awal pekan ini, "He is 'ageless'". Akselerasi Il Tractor masih seperti sedia kala. Zanetti adalah bek sayap terbaik dunia sepeninggal Paolo Maldini. Dalam usianya yang ke-38 Zanetti masih mampu melayani permainan cepat dan keras. Menurut saya JZ4 layak meraih "Oscar" Serie A musim ini.

(3) Belakang-2 : STEPHAN LICHTSTEINER (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Luzern, 16 Januari 1984

Lichtsteiner merupakan pembelian terbaik untuk barisan belakang La Vecchia Signora. Profesionalismenya sangat total seperti yang ia tunjukkan ketika menghadapi mantan klubnya, Lazio. Dalam penampilan awal bersama Juve, Lichtsteiner telah memberikan andil penting dengan mencetak gol. Aksi "overlap" dan kembali dengan cepat ke posisi semula membuat pemain internasional Swiss ini sulit untuk digantikan.

(4) Belakang-3 : LUCIMAR DA SILVA FERREIRA (INTERNAZIONALE MILAN)
Tempat, tanggal lahir: Brasilia, 8 Mei 1978

Lucio, demikian "nickname" pria asal Sao Paulo ini, adalah elemen penting bagi La Beneamata. Entah kalah maupun menang Lucio menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam setiap pertandingan yang ia jalani. Dalam makna positif, Lucio adalah "tukang jagal" yang paling ditakuti di Serie A saat ini. Kegarangannya sering membuat miris para penyerang lawan. Penampilannya sepanjang musim relatif stabil meskipun Inter gagal meraih scudetto. Tanpa Lucio, mungkin Inter akan berprestasi lebih buruk.

(5) Belakang-4 : GIORGIO CHIELLINI (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Pisa, 14 Agustus 1984

Chiellini juga pernah saya masukkan ke dalam "Dream Team Paruh Musim Eropa 2011/2012". Ia menjadi palang pintu terakhir sebelum Gigi Buffon. Duetnya bersama siapapun yang mendampinginya,sangat solid dan sukses mengawal Juve hingga menjadi scudetto 2011/2012. Menurut saya, Chiellini akan menjadi pilihan pertama Cesare Prandelli, alenatore Gli Azzurri, dalam Euro 2012 nanti.

(6) Tengah-1 : ANDREA PIRLO (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Flero Lombardia, 19 Mei 1979

Pirlo mempertahankan statusnya sebagai pengatur serangan. Kepindahannya dari Milan tidak mempengaruhi antusiasmenya sebagai seorang "playmaker" bagi tim. Semua pergerakan pemain Juve berawal dari aksinya. Antonio Conte sangat memperoleh kemudahan dengan hadirnya Pirlo. Kerjasamanya bersama para "centrocampista" Si Nyonya Tua begitu cair sehingga membentuk sebuah organisasi lini kedua yang tangguh. Musim ini ia membuktikan bahwa dalam tim manapun ia bermain, ia sanggup menjalankan tugas sebagai pengatur serangan.

(7) Tengah-2 : ARTURO ERASMO VIDAL PARDO (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Santiago, 22 Mei 1987

Bersama Lichsteiner dan Pirlo, Vidal membentuk "trisula" maut dan masuk dalam pembelian terbaik musim ini, bukan hanya bagi Juventus, melainkan bagi Serie A. Pemain internasional Chile tersebut berhasil melanjutkan penampilan impresifnya dalam Piala Dunia 2010 dengan memberikan segalanya kepada Juventus musim ini. Selain berhasil menghidupkan lini kedua, Vidal juga produktif dalam mencetak gol.

(8) Tengah-3 : EZEQUIEL IVAN LAVEZZI (NAPOLI)
Tempat, tanggal lahir: Villa Gobernador Galvez, 3 Mei 1985

Dalam beberapa kesempatan Lavezzi sering didorong ke depan untuk membentuk "tridente" bersama Edinson Cavani dan Marek Hamsik. Tetapi operasinya dari lini tengah juga signifikan. Inilah alasan mengapa saya menempatkan Lavezzi pada barisan gelandang "Dream Team Serie A 2011/2012". Pergerakannya sangat efektif dan jika dibandingkan rekan seklubnya, Hernanez, Lavezzi lebih rajin dan giat. Bermodal kualitas individu yang bagus, pemain internasional Argentina tersebut memberikan rasa aman kepada alenatore Walter Mazzari dengan menghadirkan keberuntungan bagi Il Partenopei.

(9) Tengah-2 : SEBASTIAN GIOVINCO (PARMA)
Tempat, tanggal lahir: Turin, 26 Januari 1987

Parma boleh tidak berbicara banyak dalam Serie A musim 2011/2012 ini, tetapi Giovinco tidak boleh kita kesampingkan. Mentalnya semakin kokoh dan meskipun memiliki postur tubuh yang kecil, tidak gentar menghadapi para defender yang berpostur tinggi besar. Aksi individunya termasuk istimewa, penempatan posisinya juga membahayakan pertahanan lawan. Giovinco dapat dipertimbangkan sebagai salah satu calon pemain besar Italia suatu saat nanti.

(10) Depan-1 : ZLATAN IBRAHIMOVIC (MILAN)
Tempat, tanggal lahir:  Malmo, 3 Oktober 1981

Aneh rasanya jika saya tidak mencantumkannya sebagai anggota "Dream Team Serie A Musim 2011/2012" karena Zlatan adalah capocanonniere musim ini. Terus terang, Milan sangat memerlukan kiprahnya di sepanjang musim. Selain ahli mencetak gol, Ibrahimovic juga sering membuka peluang bagi rekan setimnya. Salah satu hal yang mungkin kurang disukai dari pemain internasional Swedia ini ialah perangainya yang kontroversial, yang tak jarang membuat manajemen Milan merasa gerah. Di luar itu, Ibrahimovic adalah striker yang brilian dan berkali-kali menjadi penyelamat tim.

(11) Depan-2 : ANTONIO DI NATALE (UDINESE)
Tempat, tanggal lahir: Napoli, 13 Oktober 1977

Sepanjang musim Serie A 2011/2012 ini Di Natale hampir selalu memberikan harapan bagi publik Friuli, Udine. Senioritas dan kepemimpinannya bagi I Bianconeri membuat rekan-rekan setimnya bermain melebihi batas kemampuan mereka masing-masing. Kontribusi penting Di Natale membuat Udinese mampu menjaga stabilitas untuk bertahan pada jajaran atas liga Italia, sekurang-kurangnya dalam dua musim terakhir. Ia pantas menjadi salah satu striker terbaik musim ini dengan menilik fakta bahwa Udinese adalah tim dengan materi pemain yang tidak luar biasa.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.