Pages

20 May 2012

Kemenang Chelsea Dapat Mengubah Nasib Inggris Dalam Adu Tendangan Penalti

Kekalahan Bayern Munich dalam adu tendangan penalti ketika menghadapi Chelsea dalam pertandingan final Liga Champions 2012 menghentikan "unbeaten run" Jerman dalam adu tendangan penalti yang telah lama bertahan. Terakhir kali Jerman kalah melalui cara ini dalam turnamen besar adalah pada tahun 1976. Saat itu tim nasional Jerman ditaklukkan oleh tim nasional Cekoslovakia pada pertandingan final Piala Eropa.

Kemenangan adu tendangan penalti yang diraih oleh Chelsea ini sudah sepantasnya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap dan mentalitas para pesepakbola Inggris, baik pada tingkat klub maupun tingkat tim nasional. Mereka seharusnya berhenti dari rasa putus asa dan pasrah jika dihadapkan pada situasi serupa. Chelsea meraih sukses melawan tim dari negara yang selama ini sangat sulit ditaklukkan dalam adu tendangan penalti.

Seperti yang kita ketahui bersama, tim sepakbola Inggris sangat jarang meraih kesuksesan di dalam adu tendangan penalti. Dalam turnamen besar, terakhir kali Inggris berhasil menang adu tendangan penalti adalah pada Euro 1996 ketika Tony Adams dkk mengalahkan Spanyol pada babak perempatfinal. Setelah itu Inggris tidak pernah lolos dari maut jika pertandingan berakhir dengan adu tendangan penalti.

Asumsi bahwa tim sepakbola Jerman selalu memiliki mental yang lebih kuat dibantah oleh determinasi para pemain Chelsea. Mereka memiliki mental yang lebih kuat menghadapi tekanan. Meskipun jumlah antara suporter Bayern dan suporter Chelsea yang berada di Fussball-Arena Munich malam itu sama, tetapi tetap saja terkesan lain karena Fussball-Arena adalah markas Bayern Munich. Chelsea berhasil menepis situasi yang tidak kondusif bagi tim mereka dengan menunjukkan permainan yang "berani". Roberto Di Matteo rupanya telah menumbuhkan semangat kepada Frank Lampard dkk, bahwa keberhasilan mencapai final Liga Champions 2012 bukanlah tujuan akhir. Karena mereka telah melaju ke final maka sekalian saja target juara ditetapkan.

Chelsea memberikan contoh kepada kita bahwa keadaan yang tidak menguntungkan dapat melahirkan motivasi yang berlipat. Situasi menjelang berlangsungnya laga final cenderung tidak memihak kepada The Blues. Dari kehilangan pemain utama, kegagalan meraih "Zona Liga Champions" musim depan, dan status sebagai tim yang lebih tidak diunggulkan, adalah serentetan situasi yang membayangi langkah mereka. Termasuk ketika mereka digempur habis-habisan pada babak semifinal melawan Barcelona, yang salah satunya menyebabkan sejumlah pemain harus melakukan pelanggaran dan diberi hukuman kartu, sebenarnya Chelsea menuju ke Munich dengan tim yang "compang-camping". Kesemua faktor penghambat ini membuat mereka bermain sepenuh hati karena tidak ada kekuatan selain dari dalam diri yang mampu menepis semua keraguan.

Chelsea memberikan contoh kepada tim nasional Inggris tentang bagaimana membalikkan sebuah asumsi bahwa tidak selamanya sepakbola Inggris tunduk dari aturan tidak tertulis "Jerman selalu menang adu penalti atas Inggris".

Langkah selanjutnya yang perlu diambil oleh Roy Hodgson sebagai pelatih kepala St. George's Cross pada Euro 2012 bulan Juni-Juli nanti ialah menularkan semangat yang ditunjukkan oleh Chelsea ke tim nasional Inggris. Sejumlah pemain dari The Blues akan mewarnai skuad Three Lions, yakni Ashley Cole, John Terry, Gary Cahill, dan Frank Lampard. Keempatnya adalah elemen utama tim sehingga wajar sekali jika orang Inggris sekarang berharap lebih: bahwa mereka (Inggris) tidak perlu takut lagi jika ditantang adu tendangan penalti.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.