Pages

21 May 2012

Statistik Individu Liga Champions Eropa 2011-2012

PENCETAK GOL

14 Lionel Messi; 12 Mario Gomez; 10 Cristiano Ronaldo; 7 Karim Benzema; 6 Didier Drogba; 5 Jose Callejon, 5 Roberto Soldado, Bafetimbi Gomis, Alexander Frei, Seydou Doumbia, Roman Shirokov, Edinson Cavani, Zlatan Ibrahimovic; 4 Robin van Persie, Pedro Rodriguez, Hulk, Gustavo Manduca, Oscar Cardozo, Arjen Robben, Andre Ayew; 3 Giampaolo Pazzini, David Villa, Jonas, Kaka, Moussa Sow, Luiz Adriano, Kevin-Prince Boateng, Yaya Toure, Gonzalo Higuain, Robinho

ASSIST (UMPAN MENJADI GOL)

5 Kaka, Karim Benzema, Nicolas Gaitan, Lionel Messi, Franck Ribery; 4 Isaac Cuenca, Marcelo, Fernando Torres, Zlatan Ibrahimovic; 3 Vagner Love, Aly Cissokho, Cesc Fabregas, Ezequiel Lavezzi, Constantinos Charalambides, Mesut Ozil, Frank Lampard, Daniel Alves, Cristiano Ronaldo, Juan Mata, Toni Kroos

PERCOBAAN MENGENAI TARGET

36 Lionel Messi; 30 Cristiano Ronaldo; 29 Mario Gomez; 20 Karim Benzema; 17 Oscar Cardozo; 16 Robin van Persie, Hulk; 15 Arjen Robben; 13 Zlatan Ibrahimovic; 11 Mauro Zarate, Mesut Ozil; 10 Wesley Sneijder, Fernando Torres, Roman Shirokov, Franck Ribery, Didier Drogba; 9 Jonas, Daniel Sturridge, Diego Milito, Willian, Bafetimbi Gomis, Andre Schurrle, Pablo Aimar, Alexander Frei, Bruno Cesar, Andre Ayew

PERCOBAAN TIDAK MENGENAI TARGET

31 Lionel Messi; 25 Cristiano Ronaldo; 23 Hulk; 18 Karim Benzema; 15 Mario Gomez; 14 Aleksandr Bukharov; 13 Oscar Cardozo, Fernando Torres, Arjen Robben; 12 Michel Bastos, Edinson Cavani, Toni Kroos; 11 Renan Bressan; 10 Eren Derdiyok, Jimmy Briand, Bruno Cesar, Zlatan Ibrahimovic, Andre Ayew, Daniel Alves

OFFSIDE

21 Zlatan Ibrahimovic; 15 Gonzalo Higuain; 12 Bafetimbi Gomis, Karim Benzema; 11 Aleksandr Kerzhakov, Robin van Persie, Ailton; 10 Burak Yilmaz, Diego Milito, Didier Drogba, Mario Gomez; 9 Loic Remy, Ezequiel Lavezzi, Edinson Cavani, Lionel Messi; 8 Kevin Mirallas, Marco Streller, Ivan Trickovski

PELANGGARAN

27 Luiz Gustavo; 25 Zlatan Ibrahimovic; 24 Stefan Kiessling; 23 Franck Ribery; 22 Marco Streller, Alou Diarra, Toni Kroos; 21 Didier Zokora; 20 Didier Drogba, Mario Gomez; 19 Igor Denisov, Anatoliy Tymoshchuk; 18 Ailton, David Luiz; 17 Alvaro Arbeloa, Alan Dzagoev, Raul Meirelles, Constantinos Charalambides, Axel Witsel

DILANGGAR

46 Franck Ribery; 26 Lionel Messi; 25 Andre Ayew; 24 Ailton, Nicolas Gaitan, Toni Kroos; 23 Ezequiel Lavezzi; 22 Xherdan Shaqiri, Thomas Muller; 20 Mathieu Valbuena, Antonio Nocerino; 19 Cristiano Ronaldo, Sammir, Kevin Mirallas, Marcelo Oliveira, Salvatore Aronica, Mesut Ozil; 18 Eden Hazard, Viktor Fayzulin, Bruno Cesar, Constantinos Charalambides

KARTU KUNING

5 Maxi Pereira, Raul Meireles, Holger Badstuber; 4 Bruno Alves, Benjamin Huggel, Jerko Leko, Massimo Ambrosini, Pavel Mamaev, Pablo Aimar, Bastian Schweinsteiger, Paolo Cannavaro, Xabi Alonso; 3 Jordan Ayew, Stephane Mbia, Michael Carrick, Sergiu Costin, David Rozehnal, Kirill Nababkin, Nicolas Otamendi, Milan Perendija, Avraam Papadopoulos, Daniel Pudil, Marcel Schmelzer, Darijo Srna, Cristian Chivu, Mark van Bommel, Franck Beria, Marcelo, Luis Ibanez, Didier Zokora

KARTU MERAH

1 Nemanja Vidic, Jorge Fucile, Jordan Ayew, Dmytro Chygrynskiy, Alberto Aquilani, Rod Fanni, Yaroslav Rakitskiy, Adrian Salageanu, Bruno Alves, Marian Cisovsky, Benjamin Huggel, Jerko Leko, Milan Perendija, Marcelo, Gustavo Manduca, Seydou Doumbia, Juan Zuniga, John Terry, Maxi Pereira, Emerson, Steve Mandanda, Holger Badstuber

Statistik oleh UEFA.com

20 May 2012

Kemenangan Chelsea Dapat Mengubah Nasib Inggris dalam Adu Tendangan Penalti

Kekalahan Bayern Munich dalam adu tendangan penalti ketika menghadapi Chelsea dalam pertandingan final Liga Champions 2012 menghentikan "unbeaten run" Jerman dalam adu tendangan penalti yang telah lama bertahan. Terakhir kali Jerman kalah melalui cara ini dalam turnamen besar adalah pada tahun 1976. Saat itu tim nasional Jerman ditaklukkan oleh tim nasional Cekoslovakia pada pertandingan final Piala Eropa.

Kemenangan adu tendangan penalti yang diraih oleh Chelsea ini sudah sepantasnya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap dan mentalitas para pesepakbola Inggris, baik pada tingkat klub maupun tingkat tim nasional. Mereka seharusnya berhenti dari rasa putus asa dan pasrah jika dihadapkan pada situasi serupa. Chelsea meraih sukses melawan tim dari negara yang selama ini sangat sulit ditaklukkan dalam adu tendangan penalti.

Seperti yang kita ketahui bersama, tim sepakbola Inggris sangat jarang meraih kesuksesan di dalam adu tendangan penalti. Dalam turnamen besar, terakhir kali Inggris berhasil menang adu tendangan penalti adalah pada Euro 1996 ketika Tony Adams dkk mengalahkan Spanyol pada babak perempatfinal. Setelah itu Inggris tidak pernah lolos dari maut jika pertandingan berakhir dengan adu tendangan penalti.

Asumsi bahwa tim sepakbola Jerman selalu memiliki mental yang lebih kuat dibantah oleh determinasi para pemain Chelsea. Mereka memiliki mental yang lebih kuat menghadapi tekanan. Meskipun jumlah antara suporter Bayern dan suporter Chelsea yang berada di Fussball-Arena Munich malam itu sama, tetapi tetap saja terkesan lain karena Fussball-Arena adalah markas Bayern Munich. Chelsea berhasil menepis situasi yang tidak kondusif bagi tim mereka dengan menunjukkan permainan yang "berani". Roberto Di Matteo rupanya telah menumbuhkan semangat kepada Frank Lampard dkk, bahwa keberhasilan mencapai final Liga Champions 2012 bukanlah tujuan akhir. Karena mereka telah melaju ke final maka sekalian saja target juara ditetapkan.

Chelsea memberikan contoh kepada kita bahwa keadaan yang tidak menguntungkan dapat melahirkan motivasi yang berlipat. Situasi menjelang berlangsungnya laga final cenderung tidak memihak kepada The Blues. Dari kehilangan pemain utama, kegagalan meraih "Zona Liga Champions" musim depan, dan status sebagai tim yang lebih tidak diunggulkan, adalah serentetan situasi yang membayangi langkah mereka. Termasuk ketika mereka digempur habis-habisan pada babak semifinal melawan Barcelona, yang salah satunya menyebabkan sejumlah pemain harus melakukan pelanggaran dan diberi hukuman kartu, sebenarnya Chelsea menuju ke Munich dengan tim yang "compang-camping". Kesemua faktor penghambat ini membuat mereka bermain sepenuh hati karena tidak ada kekuatan selain dari dalam diri yang mampu menepis semua keraguan.

Chelsea memberikan contoh kepada tim nasional Inggris tentang bagaimana membalikkan sebuah asumsi bahwa tidak selamanya sepakbola Inggris tunduk dari aturan tidak tertulis "Jerman selalu menang adu penalti atas Inggris".

Langkah selanjutnya yang perlu diambil oleh Roy Hodgson sebagai pelatih kepala St. George's Cross pada Euro 2012 bulan Juni-Juli nanti ialah menularkan semangat yang ditunjukkan oleh Chelsea ke tim nasional Inggris. Sejumlah pemain dari The Blues akan mewarnai skuad Three Lions, yakni Ashley Cole, John Terry, Gary Cahill, dan Frank Lampard. Keempatnya adalah elemen utama tim sehingga wajar sekali jika orang Inggris sekarang berharap lebih: bahwa mereka (Inggris) tidak perlu takut lagi jika ditantang adu tendangan penalti.

19 May 2012

UEFA Champions League Anthem & Tony Britten

UEFA ChampionsLeague Anthem

Eksistensi sebuah lagu menjadi semakin bernilai jika ia tidak sekedar kita persepsikan sebagai karya musik dan vokal. Musik dan olahraga telah menyatu sejak lama. Sebagai contoh, setiap kali saya mendengar lagu Whitney Houston, "One Moment In Time", ingatan saya langsung kembali musim panas tahun 1988, yakni saat berlangsungnya Olimpiade Musim Panas (Summer Olympic Games) di Seoul, Korea.

Lebih lanjut, lagu dapat dijadikan sebagai perlambang atau simbol, seperti halnya setiap negara memiliki Lagu Kebangsaan (National Anthem). Lagu dalam definisi "anthem" kemudian dipergunakan pula sebagai lagu resmi sebuah acara.

Terkait dengan hal tersebut, kompetisi sepakbola antarklub Eropa, UEFA Champions League, juga memiliki lagu resmi, yang secara umum kita kenal sebagai "UEFA Champions League Anthem". Kita selalu mendengarnya setiap kali menyaksikan siaran langsung Liga Champions Eropa pada layar televisi kita. Penonton di stadion tempat berlangsungnya pertandingan juga mendengarkannya sebelum pertandingan dimulai.

Keberadaan "UEFA Champions League Anthem" dapat kita telusuri hingga tahun 1992. Saat itu, UEFA memberikan mandat kepada Tony Britten, seorang komposer musik dari Inggris. untuk menciptakan lagu resmi, tepatnya pada bulan Agustus. Atas instruksi dari UEFA ini Britten kemudian mengadopsi musik karya Georg Friedrich Handel yang berjudul "Zadok the Priest". Pengerjaan aransemen musik ia lakukan bersama Royal Philharmonic Orchestra London dan dinyanyikan oleh Academy of St Martin in the Fields. "UEFA Champions League Anthem" resmi diperdengarkan pada bulan Nopember 1992.

Sekilas tentang Tony Britten

Tony Britten adalah seorang komposer musik lulusan Royal College of Music. Ia menjalani karir beberapa tahun lamanya sebagai music director dan bekerja untuk Cameron MacKintosh sebagai music supervisor. Ia tampil dalam banyak pertunjukan musik, antara lain Godspell, The Rocky Horror Show, dan Oliver!.

Karir Britten berikutnya ialah bekerja untuk National Theather sebagai arranger/musical director, sebelum melebarkan sayapnya ke dunia film dan televisi sebagai penata musik. Salah satu karyanya dapat kita perdengarkan dalam film "Robocop".

Pada tahun 1994 ia menjadi penata musik film animasi berdurasi 30 menit yang berjudul Mole's Christmas; 1996 menjadi penata musik film Boheme; dan tahun 2007 menjadi penata musik film komedi She Stoops to Conquer.

Lirik "UEFA Champions League Anthem"

Lirik "UEFA Champions League Anthem" memuat kalimat tiga bahasa yang berbeda, yakni bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis. Berikut liriknya:

Ce sont les meilleurs équipes
Es sind die allerbesten Mannschaften
These are the Champions

Die Meister
Die Besten
Les grandes équipes
The champions!

Une grande réunion
Eine große sportliche Veranstaltung
The main event
Ils sont les meilleurs
Sie sind die Besten
These are the champions

Die Meister
Die Besten
Les grandes équipes
The champions!

Die Meister
Die Besten
Les grandes équipes
The champions!

13 May 2012

Skuad Sementara Timnas Jerman untuk Euro 2012

Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew mengumumkan skuad sementara timnas Jerman yang akan bertanding pada putaran final Piala Eropa (Euro) 2012 di Polandia dan Ukraina. Skuad ini berjumlah 27 pemain. Terdapat dua muka baru yang belum pernah memperkuat Der Panzer, yakni penjaga gawang Marc-Andre ter Stegen dan gelandang Julian Draxler. Loew tidak mencantumkan Stefan Kiessling, Patrick Helmes, dan Simon Rolfes. Berikut daftar skuad selengkapnya, seperti dilansir oleh Deutsche Welle.

Penjaga Gawang:

Manuel Neuer (Bayern Munich)
Marc-Andre ter Stegen (Borussia Moenchengladbach)
Tim Wiese (Werder Bremen)
Ron-Robert Zieler (Hannover 96)

Pemain Belakang:

Holger Badstuber (Bayern Munich)
Jerome Boateng (Bayern Munich)
Benedikt Hoewedes (Schalke 04)
Mats Hummels (Borussia Dortmund)
Philipp Lahm (Bayern Munich)
Per Mertesacker (Arsenal)
Marcel Schmelzer (Borussia Dortmund)

Pemain Tengah:

Lars Bender (Bayer 04 Leverkusen)
Sven Bender (Borussia Dortmund)
Julian Draxler (Schalke 04)
Mario Goetze (Borussia Dortmund)
Ilkay Guendogan (Borussia Dortmund)
Sami Khedira (Real Madrid)
Toni Kroos (Bayern Munich)
Thomas Mueller (Bayern Munich)
Mesut Oezil (Real Madrid)
Lukas Podolski (Arsenal)
Andre Schuerrle (Bayer 04 Leverkusen)
Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich)
Marco Reus (Borussia Dortmund)

Pemain Depan:

Cacau (VfB Stuttgart)
Mario Gomez (Bayern Munich)
Miroslav Klose (SS Lazio)

12 May 2012

Borussia Dortmund Deutsche Meister 2012

THE SQUADS 

Goalkeepers

Roman Weidenfeller. Germany. 33 apps, 0 goals
Mitchel Langerak. Australia. 2 apps, 0 goals
Johannes Focher. Germany. 0 apps, 0 goals

Defenses

Neven Subotic. Serbia. 25 apps, 0 goals
Mats Hummels. Germany. 33 apps, 1 goal
Patrick Owomoyela. Germany. 11 apps, 1 goal
Felipe Santana. Brazil. 13 apps, 1 goal
Lukasz Piszczek. Poland. 32 apps, 4 goals
Chris Loewe. Germany. 7 apps, 4 goals
Marcel Schmelzer. Germany. 28 apps, 1 goal

Midfields

Sebastian Kehl. Germany. 27 apps, 3 goals
Florian Kringe. Germany. 1 app, 0 goals
Moritz Leitner. Germany. 17 apps, 0 goals
Antonio da Silva. Brazil. 5 apps, 0 goals
Mario Goetze. Germany. 17 apps, 6 goals
Ivan Perisic. Croatia. 28 apps, 7 goals
Jakub "Kuba" Blaszczykowski. Poland. 29 apps, 6 goals
Ilkay Gundogan. Germany. 28 apps, 3 goals
Kevin Grosskreutz. Germany. 31 apps, 7 goals
Sven Bender. Germany, 24 apps, 1 goals
Marvin Bakalorz. Germany, 0 apps, 0 goals
Mario Vrancic. Germany, 0 apps, 0 goals

Fowards

Robert Lewandowski. Poland. 34 apps, 22 goals
Shinji Kagawa. Japan. 31 apps, 13 goals
Lucas Barrios. Paraguay. 18 apps, 4 goals
Terrence Boyd. United States. 0 apps, 0 goals

BUNDESLIGA 2011-2012

Home matches

06.08.11 vs. Hamburger SV 3-1
20.08.11 vs. Nurnberg 3-1
10.09.11 vs. Hertha BSC 1-2
01.10.11 vs. Augsburg 4-0
22.10.11 vs. Koeln 5-0
05.11.11 vs. Wolfsburg 5-1
26.11.11 vs. Schalke 04 2-0
11.12.11 vs. Kaiserslautern 1-1
28.01.12 vs. Hoffenheim 3-1
11.02.12 vs. Bayer Leverkusen 1-0
26.02.12 vs. Hannover 96 3-1
04.03.12 vs. Mainz 05 2-1
17.03.12 vs. Werder Bremen 1-0
31.03.12 vs. VfB Stuttgart 4-4
12.04.12 vs. Bayern Munich 1-0
21.04.12 vs. Borussia Moenchengladbach 2-0
05.05.12 vs. Freiburg 4-0

Away matches

13.08.11 vs. Hoffenheim 0-1
27.08.11 vs. Bayer Leverkusen 0-0
18.09.11 vs. Hannover 96 1-2
24.09.11 vs. Mainz 05 2-1
15.10.11 vs. Werder Bremen 2-0
29.10.11 vs. VfB Stuttgart 1-1
20.11.11 vs. Bayern Munich 1-0
03.12.11 vs. Borussia Moenchengladbach 1-1
17.12.11 vs. Freiburg 4-1
22.01.12 vs. Hamburger SV 5-1
04.02.12 vs. Nurnberg 2-0
18.02.12 vs. Hertha BSC 1-0
11.03.12 vs. Augsburg 0-0
25.03.12 vs. Koeln 6-1
07.04.12 vs. Wolfsburg 3-1
14.04.12 vs. Schalke 04 2-1
28.04.12 vs. Kaiserslautern 5-2

UEFA CHAMPIONS LEAGUE 2011-2012

Home matches

14.09.11 vs. Arsenal 1-1
02.11.11 vs. Olympiacos Piraeus 1-0
07.12.11 vs. Olympique Marseille 2-3

Away matches

29.09.11 vs. Olympique Marseille 0-3
20.10.11 vs. Olympiacos Piraeus 1-3
24.11.11 vs. Arsenal 1-2


DFB POKAL 2011-2012

Home matches

26.10.11 vs. Dynamo Dresden 2-0
13.05.11 vs. Bayern Munich ...

Away matches

21.12.11 vs. Fortuna Duesseldorf 0-0
08.02.12 vs. Holstein Kiel 4-0
21.03.12 vs. Greuther Fuerth 1-0

9 May 2012

Daftar Pelatih Juara Piala UEFA / Liga Europa

Kamis dini hari (waktu Indonesia Barat) kita akan disuguhi oleh tontonan menarik: pertandingan final Liga Europa 2012, yang mempertemukan dua klub La Liga, Athletic Bilbao dan Atletico Madrid. Pertandingan final berlangsung di kota Bukarest, ibukota negara Rumania, tepatnya di stadion Arena Nationala.

Keberhasilan sebuah tim jelas tidak terlepas dari keberhasilan pelatih di dalam meramu strategi dan mengarahkan taktik ketika tim bermain di lapangan. Sejarah mencatat sejumlah nama besar yang pernah sukses mengantarkan tim mereka menjuarai kejuaraan antarklub Eropa selain Piala/Liga Champions ini. Sebut saja nama-nama seperti Bobby Robson, Giovanni Trapattoni, Franz Beckenbauer, Sven-Goran Eriksson, Udo Lattek.

Sejak kejuaraan bernama UEFA Cup, telah terdapat tiga orang pelatih yang menjadi juara lebih dari satu kali. Mereka adalah Giovanni Trapattoni (3 kali), Luis Molowny (2 kali), dan Juande Ramos (2 kali).

Berikut daftar selengkapnya para pelatih yang sukses menjuarai Piala UEFA/Liga Europa.

Era Piala UEFA Format 2 Final (1972 s.d. 1997)

1972 Bil Nichols (ENG, Tottenham Hotspur)
1973 Bill Shankly (SCO, Liverpool)
1974 Wiel Coerver (NED, Feyenoord)
1975 Hennes Weisweiler (FRG, BOrussia Moenchengladbach)
1976 Bob Paisley (ENG, Liverpool)
1977 Giovanni Trapattoni (ITA, Juventus)
1978 Kees Rijves (NED, PSV Eindhoven)
1979 Udo Lattek (FRG, Borussia Moenchengladbach)
1980 Friedel Rausch (FRG, Eintracht Frankfurt)
1981 Bobby Robson (ENG, Ipswich Town)
1982 Sven-Goran Eriksson (SWE, IFK Gotheborg)
1983 Paul Van Himst (BEL, Andrelecht)
1984 Keith Burkinshaw (ENG, Tottenham Hotspur)
1985 Luis Molowny (ESP, Real Madrid)
1986 Luis Molowny (ESP, Real Madrid)
1987 Gunder Bengtsson (SWE, IFK Gotheborg)
1988 Erich Ribbeck (FRG, Bayer Leverkusen)
1989 Ottavio Bianchi (ITA, Napoli)
1990 Dino Zoff (ITA, Juventus)
1991 Giovanni Trapattoni (ITA, Inter Milan)
1992 Louis van Gaal (NED, Ajax Amsterdam)
1993 Giovanni Trapattoni (ITA, Juventus)
1994 Giampiero Marini (ITA, Inter Milan)
1995 Nevio Scala (ITA, Parma)
1996 Franz Beckenbauer (GER, Bayern Munich)
1997 Huub Stevens (NED, Schalke 04)

Era Piala UEFA Format 1 Final (1998 s.d. 2009)

1998 Luigi Simoni (ITA, Inter Milan)
1999 Alberto Malesani (ITA, Parma)
2000 Fatih Terim (TUR, Galatasaray)
2001 Gerard Houllier (FRA, Liverpool)
2002 Bert van Maarwijk (NED, Feyenoord)
2003 Jose Mourinho (POR, FC Porto)
2004 Valery Gazzaev (RUS, CSKA Moskow)
2005 Rafael Benitez (ESP, Valencia)
2006 Juande Ramos (ESP, Sevilla)
2007 Juande Ramos (ESP, Sevilla)
2008 Dick Advocaat (NED, Zenit St-Petersburg)
2009 Mircea Lucescu (ROM, Shakhtar Donetsk)

Era Liga Europa (sejak 2010)

2010 Quique Sanchez Flores (ESP, Atletico Madrid)
2011 Andre Villas-Boas (POR, FC Porto)

7 May 2012

Dream Team Serie A Musim 2011/2012

Susunan Dream Team Serie A 2011/2012 ini sangat subyektif karena menurut pendapat saya sendiri, sesuai dengan pengamatan sepanjang musim kompetisi, yang pasti banyak kekurangan. Kompetisi sepakbola Liga Italia Serie A tinggal menyisakan satu giornata tetapi pada giornata ke-33 kita telah mengetahui juaranya. Aksi kejar-kejaran antara Juventus dan Milan akhirnya "dihentikan" oleh Internazionale di Estadio Communale Giuseppe Meazza, San Siro, Milan. Profesionalisme Nerazzurri, yang notabene adalah "archrivals" bagi La Vecchia Signora, ketika menghadapi Rossoneri dalam "Derby della Madonnina" layak diacungi jempol. Iklim persaingan Derby Milan boleh dikatakan menjadi "malaikat penyelamat" bagi Juventus untuk meraih scudetto pertama semenjak mereka kembali dari "pengasingan di Serie B".

Dalam sepanjang musim Serie A 2011/2012, kita memperhatikan beberapa aksi menawan dari para punggawa Serie A. Reputasi kompetisi yang pernah tercoreng oleh kasus pengaturan hasil pertandingan ("Calciopoli") beranjak dilupakan dan klub-klub Italia sekarang memperagakan sepakbola menyerang dan aksi yang agresif. Meskipun tidak melupakan platform mereka sebagai penganut faham "catenaccio", saya mengamati Serie A musim ini lebih berkualitas dibandingkan, misalnya, La Liga Primera Divicion Spanyol yang hanya berkutat pada persaingan antara Real Madrid dan Barcelona. Saya memberikan "rating" Serie A hanya kalah dari English Premier League sebagai liga terbaik di kawasan Eropa. Pesaing utama Serie A ini bukan dari Spanyol atau Prancis, melainkan 1.Bundesliga Jerman yang semakin hari semakin tumbuh dan berkembang seiring pemasaran yang gencar dan budaya organisasi yang sehat.

Kembali pada aksi para bintang Serie A musim 2011/2012, berikut ini saya ingin mencoba memberikan gambaran tentang 11 (sebelas) pemain yang saya pilih ke dalam "Dream Team Serie A 2011/2012". Penampilan kesebelas pesepakbola berikut ini sangat signifikan artinya bagi tim masing-masing. Mereka mencetak gol-gol penting, melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang, dan memberikan "second wind" kepada tim manakala tim menemui jalan buntu. Intinya, banyak faktor yang menjadi latar belakang penilaian saya. Baiklah kita mulai daftarnya. "Dream Team Serie A Musim 2011/2012" menganut formasi 1-4-4-2.

(1) Penjaga Gawang : FEDERICO MARCHETTI (LAZIO)
Tempat, tanggal lahir: Bassano del Grappa, 7 Pebruari 1983

Ada beberapa penjaga gawang yang memberikan kontribusi yang signifikan. Di antara mereka masih terdapat nama-nama seperti Gianluigi Buffon, Julio Cesar dan Christian Abbiati. Akan tetapi saya memilih Federico Marchetti dengan pertimbangan kualitas pertahanan Gli Aquilotti yang tidak sebagus Juve, Inter, maupun Milan. Satu penampilan yang paling mengesankan saya saksikan ketika Lazio menghadapi Juventus. Meskipun timnya kalah, tetapi Marchetti telah menunjukkan kualitasnya sebagai penantang utama Buffon sebagai portiere Gli Azzurri Italia.

(2) Belakang-1 : JAVIER ADELMAR ZANETTI (INTERNAZIONALE MILAN)
Tempat, tanggal lahir: Buenos Aires, 10 Agustus 1973

Pesepakbola Argentina ini sepertinya tidak mengenal umur. Seperti penuturan penyiar siaran langsung Derby Milan awal pekan ini, "He is 'ageless'". Akselerasi Il Tractor masih seperti sedia kala. Zanetti adalah bek sayap terbaik dunia sepeninggal Paolo Maldini. Dalam usianya yang ke-38 Zanetti masih mampu melayani permainan cepat dan keras. Menurut saya JZ4 layak meraih "Oscar" Serie A musim ini.

(3) Belakang-2 : STEPHAN LICHTSTEINER (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Luzern, 16 Januari 1984

Lichtsteiner merupakan pembelian terbaik untuk barisan belakang La Vecchia Signora. Profesionalismenya sangat total seperti yang ia tunjukkan ketika menghadapi mantan klubnya, Lazio. Dalam penampilan awal bersama Juve, Lichtsteiner telah memberikan andil penting dengan mencetak gol. Aksi "overlap" dan kembali dengan cepat ke posisi semula membuat pemain internasional Swiss ini sulit untuk digantikan.

(4) Belakang-3 : LUCIMAR DA SILVA FERREIRA (INTERNAZIONALE MILAN)
Tempat, tanggal lahir: Brasilia, 8 Mei 1978

Lucio, demikian "nickname" pria asal Sao Paulo ini, adalah elemen penting bagi La Beneamata. Entah kalah maupun menang Lucio menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam setiap pertandingan yang ia jalani. Dalam makna positif, Lucio adalah "tukang jagal" yang paling ditakuti di Serie A saat ini. Kegarangannya sering membuat miris para penyerang lawan. Penampilannya sepanjang musim relatif stabil meskipun Inter gagal meraih scudetto. Tanpa Lucio, mungkin Inter akan berprestasi lebih buruk.

(5) Belakang-4 : GIORGIO CHIELLINI (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Pisa, 14 Agustus 1984

Chiellini juga pernah saya masukkan ke dalam "Dream Team Paruh Musim Eropa 2011/2012". Ia menjadi palang pintu terakhir sebelum Gigi Buffon. Duetnya bersama siapapun yang mendampinginya,sangat solid dan sukses mengawal Juve hingga menjadi scudetto 2011/2012. Menurut saya, Chiellini akan menjadi pilihan pertama Cesare Prandelli, alenatore Gli Azzurri, dalam Euro 2012 nanti.

(6) Tengah-1 : ANDREA PIRLO (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Flero Lombardia, 19 Mei 1979

Pirlo mempertahankan statusnya sebagai pengatur serangan. Kepindahannya dari Milan tidak mempengaruhi antusiasmenya sebagai seorang "playmaker" bagi tim. Semua pergerakan pemain Juve berawal dari aksinya. Antonio Conte sangat memperoleh kemudahan dengan hadirnya Pirlo. Kerjasamanya bersama para "centrocampista" Si Nyonya Tua begitu cair sehingga membentuk sebuah organisasi lini kedua yang tangguh. Musim ini ia membuktikan bahwa dalam tim manapun ia bermain, ia sanggup menjalankan tugas sebagai pengatur serangan.

(7) Tengah-2 : ARTURO ERASMO VIDAL PARDO (JUVENTUS)
Tempat, tanggal lahir: Santiago, 22 Mei 1987

Bersama Lichsteiner dan Pirlo, Vidal membentuk "trisula" maut dan masuk dalam pembelian terbaik musim ini, bukan hanya bagi Juventus, melainkan bagi Serie A. Pemain internasional Chile tersebut berhasil melanjutkan penampilan impresifnya dalam Piala Dunia 2010 dengan memberikan segalanya kepada Juventus musim ini. Selain berhasil menghidupkan lini kedua, Vidal juga produktif dalam mencetak gol.

(8) Tengah-3 : EZEQUIEL IVAN LAVEZZI (NAPOLI)
Tempat, tanggal lahir: Villa Gobernador Galvez, 3 Mei 1985

Dalam beberapa kesempatan Lavezzi sering didorong ke depan untuk membentuk "tridente" bersama Edinson Cavani dan Marek Hamsik. Tetapi operasinya dari lini tengah juga signifikan. Inilah alasan mengapa saya menempatkan Lavezzi pada barisan gelandang "Dream Team Serie A 2011/2012". Pergerakannya sangat efektif dan jika dibandingkan rekan seklubnya, Hernanez, Lavezzi lebih rajin dan giat. Bermodal kualitas individu yang bagus, pemain internasional Argentina tersebut memberikan rasa aman kepada alenatore Walter Mazzari dengan menghadirkan keberuntungan bagi Il Partenopei.

(9) Tengah-2 : SEBASTIAN GIOVINCO (PARMA)
Tempat, tanggal lahir: Turin, 26 Januari 1987

Parma boleh tidak berbicara banyak dalam Serie A musim 2011/2012 ini, tetapi Giovinco tidak boleh kita kesampingkan. Mentalnya semakin kokoh dan meskipun memiliki postur tubuh yang kecil, tidak gentar menghadapi para defender yang berpostur tinggi besar. Aksi individunya termasuk istimewa, penempatan posisinya juga membahayakan pertahanan lawan. Giovinco dapat dipertimbangkan sebagai salah satu calon pemain besar Italia suatu saat nanti.

(10) Depan-1 : ZLATAN IBRAHIMOVIC (MILAN)
Tempat, tanggal lahir:  Malmo, 3 Oktober 1981

Aneh rasanya jika saya tidak mencantumkannya sebagai anggota "Dream Team Serie A Musim 2011/2012" karena Zlatan adalah capocanonniere musim ini. Terus terang, Milan sangat memerlukan kiprahnya di sepanjang musim. Selain ahli mencetak gol, Ibrahimovic juga sering membuka peluang bagi rekan setimnya. Salah satu hal yang mungkin kurang disukai dari pemain internasional Swedia ini ialah perangainya yang kontroversial, yang tak jarang membuat manajemen Milan merasa gerah. Di luar itu, Ibrahimovic adalah striker yang brilian dan berkali-kali menjadi penyelamat tim.

(11) Depan-2 : ANTONIO DI NATALE (UDINESE)
Tempat, tanggal lahir: Napoli, 13 Oktober 1977

Sepanjang musim Serie A 2011/2012 ini Di Natale hampir selalu memberikan harapan bagi publik Friuli, Udine. Senioritas dan kepemimpinannya bagi I Bianconeri membuat rekan-rekan setimnya bermain melebihi batas kemampuan mereka masing-masing. Kontribusi penting Di Natale membuat Udinese mampu menjaga stabilitas untuk bertahan pada jajaran atas liga Italia, sekurang-kurangnya dalam dua musim terakhir. Ia pantas menjadi salah satu striker terbaik musim ini dengan menilik fakta bahwa Udinese adalah tim dengan materi pemain yang tidak luar biasa.

2 May 2012

Fasilitas Transportasi di Kota Wuhan

Menyambung tulisan yang sebelumnya tentang profil kota Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, Republik Rakyat Cina, yang akan menjadi tuan rumah Putaran Final Piala Thomas & Uber 2012, pada kesempatan ini kita akan belajar lebih banyak mengenai fasilitas transportasi yang tersedia di Wuhan.

Transportasi Udara

Transportasi melalui udara di Wuhan telah mendapatkan status internasional sebagai pelengkap bagi penerbangan domestik. Di kota ini terdapat lebih dari 150 jalur penerbangan internasional dan domestik yang menghubungkan sekitar 60 tempat baik di dalam maupun di luar negeri Cina. Saat ini Wuhan memiliki 5 (lima) jalur penerbangan langsung internasional ke jurusan Osaka dan Fukuoka (Jepang), Seoul (Korea, Republik), Bangkok (Thailand), dan Singapura (Singapura). Sedangkan jalur tidak langsung internasional adalah jurusan Paris (Prancis) melalui kota Guangzhou, yang disponsori oleh China Southern Airlines.

Untuk mendukung perjalanan udara ini, di kota Wuhan juga tersedia bus bandara yang mengantarkan para calon penumpang pesawat menuju Tianhe Airport. Transportasi bus terbagi menjadi 3 (tiga) jalur dengan tempat pemberhentian atau terminal: Fujiapo Bus Station, Xinhualu Bus Station, dan Luxiang.

Transportasi Darat, Kereta Api

Sebagai penghubung transportasi di wilayah Cina Tengah, Wuhan memperlengkapi diri dengan tiga stasiun induk kereta api, yaitu Jingguang (Beijing-Guangzhou), Handan (Hankou-anjiangkou-Chongqing-Chengdu), dan Wujan (Wuchang-Jiujiang-Shanghai).

Perjalanan dengan kereta api dapat membawa penumpang menuju sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) kota besar Cina, antara lain Beijing, Zhengzhou, Tianjin, Luoyang, Chonqing, Xian, Guangzhou dan Nanchang. Kereta api dari Wuhan menuju kota-kota lain di Provinsi Hubei tersedia tiap hari. Tersedianya kereta api jalur cepat (dengan kecepatan 350 km per jam) mempersingkat waktu perjalanan dari semula 11 jam menjadi 3 jam saja.

Transportasi Darat, Bus Antarkota Antarprovinsi

Wuhan memiliki jalur bus cepat jarak jauh ke hampir seluruh kota besar dan provinsi di Cina Tengah dan Selatan. Terminal-terminal utama untuk perjalanan darat dengan bus adalah Fu Jia Po (di Wuchang) dan Jin Jia Dun (di dekat Hankou Railway Station). Fu Jia Po digunakan untuk jalur menuju Shanghai, Jiangsu, Anhui, Shandong, Guanxi, Shaanxi, Jianxi, Hunan, Hubei, Henan dan Zhejiang. SEdangkan Jin Jia Du untuk jalur menuju Hubei, Jianxi, Guangdong, Zhejiang, dan Jiangsu.

Transportasi Air

Unsur utama transportasi air kota Wuhan tentu saja adalah Sungai Yangtze. Kapal ferry yang melintasi sungai ini memiliki jalur edar ke Chonqing, Shanghai, dan kota-kota lain di sepanjang tepi sungai. Dermaga sungai terletak di tepi sebelah barat Sungai Yangtze, pada ujung sebelah kanan Jianhan Road.

Informasi lebih lengkap mengenai transportasi di kota Wuhan dapat anda peroleh dari website Travel China Guide

1 May 2012

Memperkuat Muatan Lokal Pendidikan Indonesia

Kedudukan sebagai negara yang berkembang (developing) dari kacamata negara lain yang menganggap diri sebagai negara maju (developed) membuat Indonesia lebih sering menjadi negara "periphery" yang dikendalikan oleh pengaruh-pengaruh negara "center".

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei, saya ingin memberikan sedikit usulan kepada pengelola pendidikan nasional berupa inisiasi pemberdayaan muatan lokal pada pendidikan tingkat internasional. Tujuannya ialah untuk memperkuat jatidiri bangsa dan memperjelas "aksen" pendidikan Indonesia. Latar belakang dari usulan ini ialah perkembangan yang dialami oleh negara Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia telah mencapai kemerdekaannya sebagai "sovereign country" selama lebih dari setengah abad. Menurut saya telah tiba saatnya untuk belajar "melepaskan diri" dari kebergantungan yang teramat sangat dari negara-negara yang selama ini menjadi "model" bagi bangsa kita.

Pemberdayaan muatan lokal di arena internasional untuk memperjelas "aksen" pendidikan Indonesia adalah salah satu usaha yang dapat ditempuh dengan alasan bahwa Indonesia memiliki peran yang aktif di dalam dinamika kehidupan dunia. Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah memprakarsai Gerakan Non Blok, membentuk ASEAN, ikut serta aktif dalam FAO, OKI, dan OPEC. Mengapa kita tidak memanfaatkannya sebagai modal untuk tampil sebagai "model"?

Indonesia memiliki sumber daya pendidikan yang sangat banyak karena negara ini terbentuk oleh beragam suku bangsa yang di dalamnya terangkum bermacam-macam adat istiadat dan nilai kehidupan.

Memang benar bahwa muatan lokal bukan sebuah hal yang baru. Akan tetapi sejauh ini perhatian kepada kelompok bahan ajar ini, menurut pengamatan saya, tidak serius. Eksistensinya tenggelam oleh "euforia" standar pendidikan berbasis internasional. sepertinya segala sesuatu yang berlabel internasional itu lebih baik. Akhirnya terjadilah "pemaksaan" sedemikian rupa pada peserta didik demi tercapainya status internasional ("internationalized"). Padahal tidak demikian semestinya. Saya memandang langkah yang ditempuh oleh pembuat kebijakan pendidikan nasional menuju ke arah yang kurang tepat. Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Hans De Wit (2011), telah terjadi "miskonsepsi tentang internasionalisasi (di dalam pendidikan)".

Muatan lokal pendidikan Indonesia tidak hanya sebatas penyelenggaraan pendidikan/pelajaran bahasa daerah dan kesenian daerah. Lebih dari itu, muatan lokal akan lebih bernilai jika penyelenggara pendidikan juga mengajarkan tentang cara pandang, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat lokal (budaya nusantara) dalam disiplin ekonomi, sosial, politik, bahkan pertahanan dan keamanan, bilamana perlu.

engan mengubah pandangan bahwa muatan lokal identik dengan primitivisme, anti-modern, "kuno", atau "ndeso", pendidikan Indonesia akan memiliki senjata yang ampuh untuk memperkuat identitas bangsa. Lebih lanjut, pengenalan muatan lokal ke lingkungan pendidikan internasional akan membantu mengangkat "pamor" pendidikan nasional Indonesia.

Salah satu contoh pemberdayaan muatan lokal, yang mungkin juga telah dirintis oleh para cendekia Indonesia, ialah dengan mengadakan uji kompetensi/kemampuan berbahasa Indonesia bagi pelajar internasional yang bersekolah/kuliah di Indonesia. Uji kompetensi ini mirip dengan uji kemampuan berbahasa Inggris (contoh, TOEFL, IELTS). Cara seperti ini mungkin dapat pula diterapkan oleh disiplin ilmu selain bahasa.

Karena kita pasti tidak ingin selamanya mendapatkan diktasi dari negara-negara "model", sementara arus globalisasi teramat deras untuk dapat dibendung, maka kita, bangsa Indonesia, harus mencari jalan keluar agar berbicara lebih lantang di panggung pendidikan internasional. Ini bukan berarti bahwa muatan lokal dijadikan sebagai penghambat internasionalisasi, melainkan sebagai unsur penggerak internasionalisasi pendidikan nasional.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.