Pages

29 April 2012

Pembagian Obat Menurut Undang-Undang

(1) Kelompok Obat Bebas


Kelompok obat-obatan bebas dijualbelikan secara bebas, tidak memerlukan resep dokter. Tanda khusus obat kelompok ini adalah lingkaran berwarna Hijau dengan garis tepi Hitam. Obat-obatan yang termasuk ke dalam kelompok ini antara lain Vitamin B complex, Vitamin B1, Vitamin A, Vitamin C, dan Multivitamin.


(2) Kelompok Obat Bebas Terbatas


Terdapat beberapa tanda peringatan untuk kelompok obat ini, yaitu:
- Peringatan No.1 Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
- Peringatan No.2 Awas! Obat keras. Hanya untuk kumur, jangan ditelan.
- Peringatan No.3 Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar badan.
- Peringatan No.4 Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar (untuk rokok asma)
- Peringatan No.5 Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
- Peringatan No.6 Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.


Tanda khusus untuk obat-obatan ini adalah lingkaran berwarna Biru dengan garis tepi Hitam. Contohnya antara lain: tablet antimo, merkurokrom, vitamin E (maksimal 120 mg), dan kreosol.


(3) Kelompok Obat Keras


Obat-obatan kelompok ini sangat berbahaya, memiliki efek samping yang sangat besar dan untuk mendapatkannya kita memerlukan resep dari dokter dan pembeliannya harus di apotek, tidak dapat diperoleh di warung-warung biasa. Tanda khusus untuk obat-obatan ini ialah lingkaran berwarna Merah dengan garis tepi Hitam.


(4) Kelompok Narkotika


Obat ini hanya dapat diperoleh di apotek dan harus disertai dengan resep dokter. Perbedaannya dari obat keras, obat narkotika mendapatkan pengawasan yang jauh lebih ketat dari badan pengawas obat. Tanda khusus untuk kelompok narkotika ialah pada pembungkusnya diberi tanda Palang Merah dengan latar belakang berwarna Putih, di dalam lingkaran berwarna Merah.


Referensi:


V. Nuraini Widjajanti, Dra., Apt. Obat-obatan. Kanisius: Jakarta.

18 April 2012

Globalisasi, Reformasi dan Prioritas Pendidikan Tinggi

Globalisasi menggambarkan sebuah perubahan baru dan berbeda dalam hubungan antara negara/pemerintah dan universitas. Dunia, demikian pendapat Marginson & Rhodes (2002), sedang berada dalam proses komodifikasi yang tiada henti dengan adanya rekomodifikasi ketentuan pelayanan publik dan dekomodifikasi  kesejahteraan. Peran dan fungsi pemerintah dalam konteks globalisasi membelok ke arah persaingan, yang kegiatan-kegiatannya memprioritaskan dimensi-dimensi ekonomi di atas bidang yang lain. Sehingga, terjadi pergeseran fokus kebijakan dari maksimalisasi kesejahteraan menuju peningkatan usaha, inovasi dan profitabilitas di dalam ruang swasta maupun publik korporatisasi, marketisasi dan privatisasi telah menjadi strategi-strategi kebijakan andalan untuk mereformasi berbagai bentuk pelayanan publik, termasuk sektor universitas (Mok & Currie, 2002). Bidang pendidikan universitas telah semakin menyerupai pasar dengan berpedoman pada prinsip-prinsip pilihan (choice) dan persaingan (competition), sedangkan tatakelola pendidikan terkait dengan apa yang mengalami desentralisasi dan dengan siapa saja hubungannya dengan tiga komponen penting, yakni pembiayaan, pelaksanaan dan regulasi (Dale, 1999, 2000).

Perubahan tatakelola universitas telah menunjukkan sebuah komitmen terhadap pemberian pelayanan yang berorientasi pada pasar dan mendorong etos konsumeris. Otonomi yang lebih luas yang diperoleh universitas terikat oleh kebijakan dan pedoman pendanaan yang ditetapkan oleh pusat serta munculnya bentuk tatakelola berbasis pasar berdasarkan asumsi-asumsi mengenai pilihan konsumen dan akuntabilitas publik (Green, 1999; Henry et al., 1999; Marginson, 1999). Bottery (2000) berpendapat bahwa konsepsi-konsepsi tentang globalisasi sebaliknya tidak sebatas dikaitkan dengan dimensi ekonomi tetapi “globalisasi manajerial” tetap harus dibahas karena terjadinya perubahan pendidikan institusi secara tak terduga dan disebabkan oleh reformasi sektor publik dengan munculnya New Public Management (NPM). Praktek-praktek sektor swasta telah diterapkan dan ditiru oleh institusi pendidikan dan institusi publik/pemerintah. Pada satu pihak, para manajer telah menjadi semakin proaktif, bukan sekedar menjadi fasilitator atau administratur yang reaktif. Pada pihak lain, para manajer memiliki kebebasan yang lebih luas untuk berinovasi di dalam parameter kualitas yang sangat terbatas. Arah dan strategi kebijakan desentralisasi dan marketisasi pendidikan universitas ditujukan pada penciptaan sebuah universitas yang memiliki akuntabilitas yang lebih baik di mata konsumen, pemilik/pengelola usaha, dan mahasiswa.

Globalisasi telah menyebabkan terjadinya perubahan hubungan antara pemerintah dan perguruan tinggi. Menurut Marginson & Rhodes (2002), dunia saat ini tengah menjalani sebuah proses komodifikasi yang tiada henti dengan adanya re-komodifikasi aturan pelayanan publik dan de-komodifikasi kesejahteraan.

Peran dan fungsi pemerintah di dalam konteks globalisasi cenderung menuju ke arah persaingan, yang kegiatan-kegiatannya memprioritaskan dimensi-dimensi ekonomi di atas bidang lainnya. Akibatnya, terjadi pergeseran fokus kebijakan dari maksimalisasi kesejahteraan menuju peningkatan usaha, inovasi dan profitabilitas di dalam ruang swasta maupun ruang publik melalui korporatisasi, marketisasi dan privatisasi. Langkah-langkah ini sekarang telah dijadikan sebagai bagian dari strategi kebijakan untuk mendukung reformasi dalam berbagai jenis pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan tinggi.

Korporatisasi, marketisasi, dan privatisasi seperti menjadi serangkaian fenomena yang tak dapat dibendung kemunculannya. Para pembuat kebijakan perlu mewaspadai dan menganggap serius potensi ancaman di dalam usaha mereka menjadikan pendidikan universitas sebagai komoditi. Para pembuat kebijakan tidak boleh sekedar menjadikan pendidikan universitas sebagai alat untuk mencapai tujuan, khususnya tujuan yang bernuansa ekonomi, yang keadaannya terus berubah dari waktu ke waktu. Akan tetapi, asumsi yang berkembang sepertinya tidak mendukung usaha mengendalikan komodifikasi pendidikan universitas sebagai sumber pendapatan, karena saat ini kualitas lebih sering diinterpretasikan sebagai efisiensi alokasi sumber daya, yang lebih dekat hubungannya dengan kepentingan ekonomi. Idealnya, usaha reformasi pendidikan tinggi lebih diarahkan pada pencapaian tujuan yang lebih mulia, yakni mencerdaskan masyarakat dan melembagakan nilai-nilai sosial humanistik.

Akibat dari perubahan prioritas yang sepertinya berorientasi ekonomi, universitas diskenario sedemikian rupa sehingga menjalankan peran selayaknya pasar yang berpedoman pada prinsip pilihan dan persaingan, sedangkan tata kelola pendidikan semakin dipengaruhi oleh etika konsumerisme. Otonomi yang lebih luas bagi universitas ditunjukkan dengan pembuatan kebijakan dan peraturan pendanaan, dan tata kelola berbasis pasar. Dalam situasi demikian, maka faktor yang berperan penting adalah pilihan konsumen dan akuntabilitas publik. Melihat kenyataan seperti ini, Bottery (2000) berpendapat bahwa konsepsi tentang globalisasi sebaiknya tidak hanya dikaitkan dengan dimensi ekonomi. Globalisasi manajerial harus pula ikut dipikirkan karena isu manajerial sangat penting untuk mengantisipasi perubahan institusi pendidikan dan reformasi sektor publik, yang kemudian menghasilkan manajemen publik baru (NPM).

Praktek-praktek yang ditunjukkan oleh sektor swasta telah diterapkan oleh institusi pendidikan dan institusi publik. Pada satu pihak, pengelola institusi menjadi semakin proaktif, tidak sebatas menjadi fasilitator atau administrator yang reaktif. Pada pihak lain, mereka menjadi semakin bebas berinovasi untuk mencapai kualitas yang lebih baik. Arah dan strategi kebijakan desentralisasi dan marketisasi pendidikan tinggi ditujukan pada pembentukan sebuah universitas yang memiliki akuntabilitas yang lebih baik di mata konsumen, pelaku usaha, dan mahasiswa.

Berkenaan dengan fenomena yang terjadi, barangkali para pendidik, akademisi, dan pembuat kebijakan perlu mempelajari kembali pernyataan yang tertuang di dalam "World Declaration on Higher Education for the Twenty-first Century: Vision and Action, yang diterbitkan oleh UNESCO. Deklarasi ini mengakui perlunya usaha memperkuat sistem pengelolaan dan pembiayaan pendidikan tinggi, sebagai berikut:

The management and financing of higher education require the development of appropriate planning and policy-analysis capacities and strategies, based on partnership established between higher education insitutions and state and national planning and co-ordination bodies, so as to secure appropriately streamlined management and the cost-effective use of resources. Higher education institutions should adopt forward-looking management practices that respond to the needs of their environments. managers in higher education must be responsive, competent and able to evaluate regularly, by internal and external mechanisms, the effectiveness of procedures and administrative rules... The ultimate goal of management should be to enhance institutional mission by ensuring high-quality teaching, training and research, and services to the community. This objective requires governance that combines social vision, including understanding of global issues, with efficient managerial skills... (UNESCO, 1998a: 10, dalam Lee & Gopinathan, 2003).

Dari pernyataan Deklarasi tersebut di atas tersirat bahwa  perbaikan kualitas hidup masyarakat harus menjadi tujuan utama pendidikan universitas. Arah globalisasi pendidikan tinggi diharapkan tidak terlalu mementingkan kebutuhan ekonomi melalui komodifikasi institusi. Reformasi yang dilakukan tetap harus menciptakan keseimbangan antara kemampuan untuk menghimpun sumber daya dan menghasilkan produk, yang dalam konteks pendidikan tinggi adalah lulusan yang berupa sumber daya manusia, yang berkualitas, berguna, berbekal keahlian yang mumpuni dan ikut membangun masyarakat ke arah yang kehidupan yang lebih baik.

16 April 2012

Antara JUST DO IT dan IMPOSSIBLE IS NOTHING

Semifinal Liga Champions 2012 akan menampilkan empat tim yang mengenakan seragam yang disponsori oleh dua merek terkenal, NIKE(TM) dan ADIDAS(TM). Satu lawan tiga, karena NIKE(TM) yang menjadi "kit sponsor" Barcelona akan dikeroyok oleh trio ADIDAS(TM), kit sponsor Chelsea, Bayern Munich dan Real Madrid.

Dalam 10 tahun terakhir NIKE(TM) boleh berbangga karena mengantarkan klub-klubnya menjuarai Liga Champions sebanyak 6 kali (Porto 2004; Barcelona 2006, 2009, 2011; Manchester United 20010; dan Internazionale 2010), sedangkan ADIDAS(TM) mendapatkan 3 gelar bersama Real Madrid (2002) dan Milan (2003, 2007). Sebagai tambahan informasi, merk REEBOK(TM) sukses "mencuri" satu gelar pada tahun 2005 atas nama Liverpool.

"Just Do It" adalah semboyan merek NIKE(TM). Semboyan ini sangat cocok dialamatkan kepada Barcelona. Gaya permainan mereka mengutamakan kerjasama tim, penguasaan bola melalui operan-operan sederhana. "They just do it." Mereka melakukan aksi apa adanya tanpa atraksi-atraksi sensasional. Kesederhanaan bermain ternyata menjadi kunci sukses El Barca menguasai sepakbola antarklub Eropa.

ADIDAS(TM) memiliki semboyan "Impossible Is Nothing". Semboyan ini tepat sekali dialamatkan kepada Chelsea, Bayern Munich dan Real Madrid. Saat ini Barcelona adalah klub terbaik dunia. Status ini tidak dapat dibantah. Lalu, siapakah yang mampu menghentikan Barcelona? Ya, itu tadi, "impossible is nothing". Tidak ada yang mustahil karena sepakbola penuh dengan fenomena, drama, dan cerita.

FENOMENA:

Lionel Messi adalah "leading actor" Barcelona. Ia berbalut baju, celana, dan kaus kaki bermerk NIKE(TM). Tetapi Messi akan menari-nari di atas lapangan beralaskan sepatu bermerk ADIDAS(TM). Luar biasa! Jika anda menonton aksi Messi maka nikmati sajalah dan "just do it". Jika bola berada di kaki Messi maka "impossible is nothing".

Selamat menikmati Semifinal Liga Champions 2012.

7 April 2012

Mantabkan Stamina Sebelum Berpikir Kalahkan Barcelona

Banyak faktor yang menentukan keberhasilan sebuah tim sepakbola. Salah satu faktor yang penting ialah stamina. Kecuali pada sejumlah pesepakbola "ekstraterestrial" seperti Zinedine Zidane, Javier Zanetti, Paolo Maldini atau Lothar Matthaeus, faktor stamina menjadi alasan utama dalam bersaing pada sepakbola tingkat tinggi. Jika stamina, menurun maka konsentrasi akan menjadi hilang.

Barcelona adalah sebuah klub sepakbola yang sedang menikmati masa kejayaan, menjadi klub tersukses di dunia dalam 2-3 tahun terakhir ini. El Barca memang istimewa. Mobilitas permainan mereka benar-benar membuat hampir semua lawan merasa "bodoh" karena tak mengerti cara menghadapi "possessing football" yang mereka terapkan. Sebelum diputus oleh Milan di San Siro pada pertemuan pertama perempatfinal Liga Champions 2012, Barca selalu mencetak gol ke gawang lawan dalam kompetisi antarklub Eropa. Penampilan mereka menarik, menghibur, tetapi menyeramkan dan mematikan. Barcelona itu dapat diibaratkan "sleeping child assassin". Para pemain kuncinya yang "imut-imut" (Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta) mendadak dapat berubah menjadi monster yang menakutkan di depan gawang lawan.

Mobilitas penguasaan bola menjadi kunci permainan Barcelona. Dengan kitab suci "ball possession" mereka menguasai sepakbola antarklub Eropa, bahkan dunia. Barcelona bermain secara sederhana. Kecuali Messi yang dikaruniai bakat istimewa, permainan Azulgrana sangat "sepakbola". Artinya, mereka menunjukkan kepada kita bahwa sepakbola adalah sebuah permainan tim.

Melihat mobilitas para pemainnya, kita menjadi mengerti bahwa Barcelona membekali diri dengan stamina yang prima. Atau, kalau tidak, karena tidak semua pemain mampu bertingkah seperti Messi, mereka lebih memilih "berbagi bola" daripada melakukan aksi "one man show".

Dengan kedigdayaan yang mereka miliki sekarang, adakah tim yang mampu membendung Barcelona untuk menjadi juara Eropa tahun ini? Bagaimanapun, peluang itu tetap tersedia.

Salah satu cara untuk menangkal intimidasi "possessing football" Barcelona ialah dengan memiliki stamina yang prima. Melawan Barcelona tidak cukup dengan menumpuk banyak pemain di daerah pertahanan sendiri. Sepakbola negatif tidak akan berhasil mengatasi mereka. Justru sebaliknya, pemain-pemain Barca akan semakin leluasa mengintimidasi dan gol hanya menunggu waktu.

Apa yang dipertunjukkan oleh Massimiliano Allegri melalui para pemainnya dapat dijadikan sebagai bahan referensi. "Pressing football" Milan sangat mengganggu "kedaulatan" Xavi di dalam mengatur organisasi permainan. Alhasil, aliran bola menjadi macet. Dengan keadaan seperti ini, Barca praktis bergantung pada kreativitas Messi, yang sialnya, kurang nyaman jika Xavi mendapatkan pengawalan ekstra ketat. "Closing down" yang diperagakan Milan terbukti efektif, setidaknya sebelum gol kedua untuk Barca terjadi pada pertemuan kedua di Camp Nou. Sedangkan pada pertemuan pertama tak perlu dibahas: Barca benar-benar frustrasi di San Siro.

Petaka bagi Rossoneri, karena stamina habis. Pemeran utama "pressing football" mereka, Massimo Ambrosini dan Clarence Seedorf, tidak sebugar dulu. Di lini belakang, Alessandro Nesta terpaksa "full stretching" seperti yang biasa ia lakukan bersama Lazio, dekade lalu. Faktor stamina ini membuat Milan takluk.

Faktor staminalah yang seharusnya membuat Roberto Di Matteo merasa optimistis untuk menghadapi Barcelona. Chelsea layak diorbitkan untuk menghentikan langkah Barca. Selain memiliki motivasi tambahan karena sukses mengalahkan Napoli dan Benfica, The Blues memiliki pemain-pemain yang staminanya lebih prima daripada Rossoneri.

Dengan stamina yang sepertinya lebih menjanjikan, Chelsea secara teori dapat berbuat lebih baik daripada Milan. Tinggal bagaimana Di Matteo mempelajari rekaman pertandingan Barcelona-Milan karena di sebuah sudut semarak plaza Catalonia sana Josep Guardiola juga siap memutar rekaman pertandingan Chelsea.

6 April 2012

Badminton Tournament Calendar 2012 for Junior Levels

There have been 5 (five) junior tournaments launched, or accredited, by the Badminton World Federation, since January. They were Polish International Junior Championships (Kedzierzyn-Kozle, 19-22 January), Turkiye Junior International (Ankara, 16-19 February), Spanish Junior International (Sevilla, 24-26 February), Dutch Junior (Haarlem, 29 February-4 March).

The reimaining events are as the followings:

March 2012

8/3-11/3 German Junior in Berlin, Germany
15/3-18/3 Hungarian International Junior Championships in Pecs, Hungary
22/3-25/3 Uppsala Junior International in Uppsala, Sweden
30/3-1/4 Italian Junior International in Milan, Italy
30/3-1/4 Israel Junior International in Rishon, Israel

April 2012

There are no junior tournaments in this month.

May 2012

4/5-6/5 Australian Junior International in Perth, Australia
11/5-13/5 New Zealand Junior International in Hamilton, New Zealand

June-July 2012

30/6-7/7 Asia Junior Championships U-19 in Gimcheon, Korea Republic

July 2012

15/7-20/7 Manhattan Beach Badminton Club 20th Annual International Championships in Manhattan, United States
22/7-29/7 Pan Am Junior Championships in Alberta, Canada

August 2012

17/8-19/8 Bulgarian Junior International in Pazardzhik, Bulgaria
23/8-29/8 Ramenskoe Junior International in Ramenskoe, Russia

August-September 2012

30/8-2/9 Sushant Chipalkatti Memorial India International Junior Badminton Championships in Pune, India

September 2012

7/9-9/9 Irish U19 in Dublin, Republic of Ireland
11/9-16/9 Lithuanian Junior International Badminton Championships in Kaunas, Lithuania
21/9-23/9 Belgian Junior in Herstal, Belgium
28/9-30/9 Swiss Junior International in Prilly-Lausanne, Switzerland

October 2012

5/10-7/10 Croatian Junior International in Porec, Croatia
11/10-14/10 Danish Junior Cup in Gentofte, Denmark

October-November 2012

25/10-3/11 BWF World Junior Mixed Team and Individual Championships in Chiiba, Japan

November 2012

9/11-11/11 Slovak Junior in Dubnica and Vahom, Slovakia
23/11-25/11 Finnish International Junior Championships in Vantaa, Finland

November-December 2012

26/11-2/12 Singapore Youth International Series in Pasir ris Central, Singapore
30/11-2/12 Portuguese International Junior Championships in Caldas da Rainha, Portugal

Information source: Badminton World Federation

5 April 2012

Earth Hour Untuk Apa???

Beberapa tahun belakangan semakin banyak orang Indonesia yang mengetahui kampanye atau gerakan tingkat internasional. Salah satu bentuk gerakan yang populer ialah gerakan "pembelaan" terhadap lingkungan, seperti penanggulangan pemanasan global, penolakan terhadap pembangkit tenaga nuklir, dan sebagainya.

Bentuk gerakan lain yang memiliki hubungan dengan lingkungan ialah "Jam Bumi" atau "Earth Hour". Gerakan ini, salah satunya dan yang dilakukan di negara kita, ialah pemadaman lampu selama 1 (satu) jam. Sebuah gerakan yang positif sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Pemadaman lampu juga bertujuan untuk melakukan penghematan energi.

Pertanyaannya ialah, apakah kampanye tersebut efektif? Berdampak signifikan? Ataukah sekedar ikut-ikutan orang Barat yang selama ini begitu gencarnya melakukan "intimidasi" kepada masyarakat Timur perihal masalah lingkungan?

Dari layar televisi saya menyaksikan daerah di sekitar Bundaran Hotel Indonesia yang biasanya gemerlap dengan lampu yang beraneka warna menjadi gelap gulita ketika berlangsung "Earth Hour". Akan tetapi, pada waktu yang bersamaan saya juga menemukan sejumlah, atau mungkin lebih banyak dari pandangan mata saya yang sebatas layar televisi, yang berlalu-lalang di jalan lingkar tersebut. Jadi, apa gunanya "Earth Hour"?

Jika kampanye ini sekedar ditandai dengan pemadaman lampu, alangkah dangkalnya nalar kita.
Bagi orang yang terbiasa hidup di bawah gemerlap lampu, gerakan pemadaman merupakan aksi yang sangat luar biasa. Kemudian coba kita saksikan sebagian masyarakat kita yang setiap hari "gelap-gelapan" karena tidak mendapatkan asupan energi listrik, terutama di daerah pelosok dan pedalaman. Bagi masyarakat kelompok ini "Earth Hour" terjadi setiap saat sehingga bukan merupakan kejadian yang luar biasa. Sehingga, tak perlu kita buru-buru mengaku peduli kepada lingkungan, kepada bumi.

Gerakan "Earth Hour" tidak jauh berbeda dari gerakan "anti Global Warming", "anti Gas Rumah Kaca (Greenhouse Gas)", anti pembalakan hutan, anti nuklir, yang dihembuskan dari arah Barat. Padahal, selama ini, selama berpuluh-puluh tahun, mereka juga ikut "menyumbang" pengrusakan lingkungan. Salah satu bentuknya ialah dengan adanya industrialisasi sejak terjadi "Revolusi Industri".

Terlepas dari aksi apapun yang dikampanyekan selama ini, masyarakat tradisional kita sebenarnya telah memiliki cara sendiri untuk menyelamatkan lingkungan. Kitalah orangnya, yang mengaku sebagai "manusia modern" yang sering mengada-ada, padahal pada lain hal kita terus merusak lingkungan dengan gaya hidup "masa kini" kita, seperti mencemari udara dengan emisi gas buang dan dengan radiasi gelombang dari alat komunikasi, mengganggu lingkungan dengan keramaian dan kebisingan, meracuni tanah dengan sampah sintetis yang tidak atau sulit diuraikan.

4 April 2012

Daftar Unggulan Kejuaraan Bulutangkis Eropa Perorangan 2012


Setelah melaksanakan Kejuaraan Beregu pada awal tahun ini, Badminton Europe kembali mempunyai hajatan besar, yakni Kejuaraan Eropa Perorangan 2012. Kejuaraan ini akan berlangsung di Karlskrona, Swedia, 17-21 April 2012.

Berikut daftar unggulan utama masing-masing nomor.

Tunggal Putra

1. Peter Hoeg Gade (Denmark)
2. Jan O Jorgensen (Denmark)
3. Hans-Kristian Vittinghus (Denmark)
4. Marc Zwiebler (Jerman)
5. Pablo Abian (Spanyol)
6. Rajiv Ouseph (Inggris)
7. Viktor Axelsen (Denmark)
8. Przemyslaw Wacha (Polandia)

Tunggal Putri

1. Tine Baun (Denmark)
2. Juliane Schenk (Jerman)
3. Petya Nedelcheva (Bulgaria)
4. Pi Hongyan (Prancis)
5. Yao Jie (Belanda)
6. Carolina Marin (Spanyol)
7. Linda Zechiri (Bulgaria)
8. Agnese Allegrini (Italia)

Ganda Putra

1. Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)
2. Mads Conrad-Petersen/Jonas Rasmussen (Denmark)
3. Ingo Kindervater/Johannes Schoettler (Jerman)
4. Michal Logosz/Adam Cwalina (Polandia)
5. Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia)
6. Chris Adcock/Andrew Ellis (Inggris)
7. Michael Fuchs/Oliver Roth (Jerman)
8. Ruud Bosch/Koen Ridder (Belanda)

Ganda Putri

1. Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark)
2. Valeri Sorokina/Nina Vislova (Rusia)
3. Line Damkjaer Kruse/Marie Roepke (Denmark)
4. Sandra Marinello/Birgit Michels (Jerman)
5. Lotte Jonathans/Paulien van Dooremalen (Belanda)
6. Heather Olver/Mariana Agathangelou (Inggris)
7. Emelie Lennartsson/Emma Wengberg (Swedia)
8. Jenny Wallwork/Gabrielle White (Inggris)

Ganda Campuran

1. Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark)
3. Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)
4. Alexandr Nikoalenko/Valeri Sorokina (Rusia)
5. Chris Adcock/Imogen Bankier (Britania Raya)
6. Michael Fuchs/Birgit Michels (Jerman)
7. Nathan Robertson/Jenny Wallwork (Inggris)
8. Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (Polandia)
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.