Pages

14 March 2012

Mengenal Bahan Pengawet Makanan

Zat pengawet untuk makanan berfungsi untuk menjaga ketahanan makanan atau mencegah pembusukan makanan lebih cepat. Jenis-jenis zat pengawet dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori: zat pengawet organik dan zat pengawet anorganik.

A. Zat Pengawet Organik

1. Kalsium Benzoat

Kalsium Benzoat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin, spora, dan bakteri bukan pembusuk. Zat pengawet ini digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, sari buah, sirup, dan ikan asin.

2. Kalium Asetat

Kalium Asetat menjadi bahan pendukung makanan yang berasa asam.

3. Natrium Metasulfat

Natrium Metasulfat digunakan untuk mengawetkan roti dan tepung.

4. Kalsium Propionat (Natrium Propionat)

Bahan pengawet ini berfungsi mencegah pertumbuhan jamur dan kapang pada roti dan tepung.

5. Asam Sorbat

Asam Sorbat mengawetkan bahan makanan yang beraroma jeruk, makanan dari keju, salad, dan minuman. Fungsinya ialah mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

6. Asam Propionat

Asam propionat mencegah pertumbuhan jamur. Jenis pengawet ini antara lain berbentuk cuka.

B. Pengawet Anorganik

1. Sulfur Dioksida

Sulfur Dioksida sering digunakan untuk mengawetkan sari buah, buah kering, kacang kering, sirup, dan acar.

2. Kalium Nitrit

Bahan pengawet ini menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan. Daging yang telah layu dapat terlihat segar, misalnya daging kornet.

3. Bisulfit dan Metabisulfit

Bahan pengawet ini menghambat pernafasan dan pertumbuhan mikroba pada daging.

4. Antioksidan

Antioksidan yang terdapat pada minyak sayur, mentega atau margarin, kacang-kacangan, dan makanan lainnya yang mengandung minyak berupa butylhydroxy anisol (BHA), butylhydroxytoluene (BHT) dan tertiarybutylhidroxy quanoline (TBGQ).

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.