Pages

23 February 2012

Supervisi untuk mendukung efektivitas belajar-mengajar

Menurut pendapat Segun (2004), pentingnya supervisi sekolah dalam sistem pendidikan sekarang ini memerlukan perhatian yang lebih serius. Orang menjadi semakin sadar akan pentingnya pendidikan secara umum dan oleh karena itu merka melahirkan ide untuk meningkatkan kegiatan sekolah dan sistem pendidikan. Para orang tua yang memiliki pemikiran maju lebih bersemangat untuk mengetahui fungsi-fungsi supervisor di dalam sistem pendidikan dan mengajukan sejumlah pertanyaan, seperti: Apakah penyebab gagalnya standar di dalam pendidikan kita? Apakah fungsi dari sekolah itu? Siapakah yang menjadi supervisor? Apakah yang mereka kerjakan? Mengapa kita melakukan supervisi? Instruksi siapakah yang harus dipatuhi oleh guru? Harapan apakah untuk masa depan sistem sekolah kita?

Definisi supervisor menurut Britannica Oxford Dictionary adalah “seorang yang melakukan supervisi (one who supervises)”. “Seorang yang menjalankan petunjuk atau pengendalain umum atas sebuah bisnis/usaha; sekelompok pekerja dsb. Orang yang memeriksa dan mengarahkan kerja orang lain.” Sementara menurut Good’s dictionary of education, supervisi didefinisikan sebagai segala bentuk usaha pejabat/personil sekolah untuk menunjukkan kepemimpinannya kepada semua guru/pengajar dan kerja pendidikan lainnya guna memperbaiki instruksi. Supervisi juga mencakup stimulasi pertumbuhan profesional dan pengembangan guru; pemilihan dan revisi tujuan pendiikan; materi belajar, metode mengajar; dan evaluasi instruksi.Dodd (2008) mengartikan ‘supervisi’ sebagai cara untuk memberikan nasehat; bimbingan; penyegaran; dorongan semangat; stimulasi; perbaikan; dan ulasan prediksi kepada kelompok tertentu dengan harapan menciptakan sebuah kerjasama guna menyukseskan tugas-tugas supervisi. Pendapat lainnya mendefinisikan ‘supervisi’ sebagai cara untuk mengajak/membujuk orang untuk tidak menjalankan kegiatan di luar prosedur yang telah ditetapkan.

Supervisi merupakan sebuah fungsi yang dapat dijalankan dalam berbagai tingkatan dan berbagai bentuk di organisasi sekolah manapun, baik pemerintah maupun swasta. Bermacam alasan yang mendasari pentingnya supervisi di dalam pendidikan sekolah. Salah satu alasan yang paling penting ialah untuk memastikan bahwa setiap pengajar di dalam sistem sekolah telah dan sedang menjalankan tugas/kewajiban sesuai petunjuk dan ketentuan. Alasan lainnya ialah meningkatkan efektivitas pengajar sehingga mereka dapat memberikan kontribusi secara maksimal untuk pencapaian sasaran sistem (Adesina, 2001).

Model Supervisi

Skill training model - adalah pendekatan diagnostik dan preskriptif tentang supervisi yang dimulai dengan menentukan unsur-unsur perilaku yang harus dimiliki oleh pengajar. Kecakapan pengajar akan berkembang melalui keikutsertaannya di dalam konferensi, seminar, pelatihan, guna menyempurnakan pelaksanaan tugas dan kewajibannya.
Counseling model - adalah model yang berpedoman pada asumsi: a) mengajar adalah ekspresi diri; b) perubahan psikologis menghasilkan perubahan perilaku pengajar; c) penciptaan rasa aman dan percaya diri akan membawa kesan positif di ruang kelas; d) solusi bagi masalah kegiatan mengajar terletak pada pengajar dan supervisi dapat membantu membentuk konsep-diri pengajar.
Clinical supervision - melalui prosedur yang sistematis dan cermat, model supervisi ini berusaha merespon perilaku dan perasaan melalui tahap supervisi yang mendukung, analitik, dan non-evaluatif. Tahap-tahap dimaksud adalah: a) merencanakan hubungan klinis antara pengajar dan supervisor; b) merencanakan pelajaran dengan pengajar; c) mencari instruksi dengan menghimpun data prestasi dan data pengaruh; d) menganalisis proses belajar-mengajar; e) merencanakan strategi konferensi; f) konferensi; g) memperbarui perencanaan.
Group model - adalah model supervisi yang memerlukan proses di dalam kelompok. Model ini dapat diterapkan untuk mencapai sasaran: a) menambah pengalaman mengajar, dan b) menyelesaikan sebuah tugas.
Intra-mural model - dalam situasi ini, pengajar melakukan supervisi tehadap koleganya secara kooperatif dan suportif. Hal demikian khususnya akan membantu sekali dalam lingkungan belajar di mana anggota pengajar teladan berperan menjadi tulang punggung untuk meningkatkan efektivitas kolega pengajar.

Dari model-model yang dibahas dalam tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa setiap pengagajar/guru, setiap sekolah, setiap kompleks pendidikan memiliki kemampuan untuk mengadakan supervisi kepada para pengajar guna memperbaiki kualitas instruksi sekolah. Pentingnya teknik-teknik supervisi dalam dunia sekolah sekarang ini harus pula didukung dengan teknik-teknik supervisi yang baik.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.