Pages

18 February 2012

Mengenal tiga pakar ilmu bumi: Bowen, Burke, dan Cloos

NORMAN LEVI BOWEN (1887-1956)
Norman Levi Bowen adalah seorang pakar petrologi dan geologi berkebangsaan Kanada. Ia merupakan salah satu dari pakar petrologi unsur berapi (igneous) yang paling brilian pada abad ke-20. Meskipun lahir di Ontario, Kanada, hidupnya lebih banyak ia habiskan di Washington, D.C., tepatnya di Geophysical Laboratories, Carnegie Institute.

Bowen mempelajari dan meneliti tentang hubungan antara plagioclase feldspar dan iron-magnesium silicates di dalam eksperimen kritalisasi dan peleburan.Berdasarkan hasil eksperimen ini, ia menghasilkan rangkaian reaksi yang kontinyu dan diskontinyu yang menjelaskan urutan kritalisasi dan peleburan mineral di dalam magma. Ia juga menunjukkan bagaimana leburan granit magmatik oleh kristalisasi fraksional dapat disebabkan oleh kristalisasi mineral mafik secara berkala, yang meninggalkan leburan felsik. Selain itu, ia juga memberitahukan bahwa leburan sebagian dari satu jenis karang dapat menghasilkan sebuah leburan dengan komposisi yang berbeda dibandingkang karang asalnya, dan meninggalkan residu yang lebih mafik (atau restite). Norman Levi Bowen juga mengadakan reaksi karang pada suhu dan tekanan tinggi, dan penelitian tentang peran air di dalam magma. Pada tahun 1928, Norman Levi Bowen menerbitkan sebuah buku yang kemudian terkenal berjudul "The Evolution of Igneous Rocks".

KEVIN C. BURKE (lahir 1929)

Kevin C. Burke  adalah ahli bidang tektonik yang lahir di London, Inggris pada tanggal 13 Nopember 1929. Burke menjadi warga negara Inggris hingga usia 23 tahun, di mana ia memperoleh gelar sarja dan doktor pada University College, London.

Dalam kapasitasnya sebagai doktor, Kevin C. Burke terlibat di dalam 'field-mapping' batuan karang crystalline di Galway, Republik Irlandia. Pada tahun 1953 Burke diangkat menjadi pengajar University of Ghana, meskipun ia juga sempat berkarya di British Geological Survey selama lima tahun dari 1956 hingga 1961. Dua puluh tahun lamanya Burke mengabdikan diri sebagai pengajar dan peneliti bidang medan pada sejumlah universitas Ghana, Korea, Jamaika, Nigeria, dan Kanada.

Di Kanada ia bekerjasama dengan Tuzo Wilson di University of Toronto selama dua tahun dan pada tahun 1973 bergabung dengan Geology Department, SUNY Albany, tempat ia menghabiskan waktu selama 10 tahun bersama sejumlah pakar lainnya seperti John Dewey, Bill Kidd, dan Celal Sengor untuk meneliti berbagai masalah tektonik. Kelompok peneliti ini merumuskan model-model tektonik untuk banyak basin dan sabuk pegunngan di dunia dan membuat rekonstruksi benua pada berbagai periode masa sejarah Bumi. Pada tahun 1983 Kevin C. Burke diangkat sebagai pengajar University of Houston dan selama 6 tahun di sana menjabat sebagai direktur Lunar and Planetary Institute, Clear Lake. Antara tahun 1989 dan 1992 Burke bekerja pada National Research Council di Washington dengan beberapa ilmuwan yang membidangi Sains Bumi Padat (Solid Earth Sciences). Burke memfokuskan banyak karya dan usahanya pada Afrika meskipun banyak pula publikasinya yang membahas tentang Asia dan Karibia. Ia mendedikasikan waktu untuk mengedit jurnal-jurnal untuk komite nasional dan internasional. Burke adalah editor "Journal of Asian Earth Sciences" dan direktur Scientific Committee on the Lithosphere of the International Council of Scientific Unions.

HANS CLOOS (1885-1951)

Hans Cloos adalah seorang pakar Geologi dari Magdeburg, Jerman. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, ia mempelajari arsitektur namun tidak lama kemudian lebih tertarik kepada bidang geologi. Sebagai wujud ketertarikan dan minatnya tersebut Cloos melanjutkan pendidikan geologi di Bonn dan Jena, kemudian pindah ke Freiburg-am-Breisgau, hingga mendapatkan gelar doktor.

Dari tahun 1909 sampai dengan 1931 ia mengadakan penelitian geologi terapan di Afrika Selatan. Di sana Cloos meneliti massif granit di daerah Erongo Mountains. Uniknya Hans Cloos juga sempat berada di Jawa sebagai pakar geologi perminyakan dan meneliti sejumlah gunung berapi dan strukturnya. Pada tahun 1919 ia menjadi pengajar geologi dan petrologi pada University of Breslau dan mengembangkan disiplin ilmu medan tektonik granit. Disiplin ini menjelaskan tentang rekonstruksi dinamika gerakan dan letak massif granit di Silesia. Cloos menemukan bahwa granit memiliki sifat-sifat yang sangat terorientasi yang terjadi selama dan segera setelah terbentuknya pembekuan magma dengan tekstur aliran linier maupun laminar. Selain itu Hans Cloos juga mendemonstrasikan terbentuknya lembah patahan dengan mempergunakan simulasi tanah liat basah dan kunjungannya ke Afrika dan Amerika Utara sangat membantu di dalam memantapkan teori tentang pembentukan lembah patahan tersebut.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.