Pages

13 February 2012

Kesultanan Riau Lingga

Kesultanan Riau Lingga merupakan kerajaan Islam yang terletak di Kepulauan Riau. Kesultanan ini dahulunya adalah bagian dari Kesultanan Malaka dan selanjutnya dikuasai oleh Kesultanan Johor Riau. Pada tahun 1811, Sultan Mahmud Syah III mangkat dengan tidak meninggalkan pewaris takhta. Sebenarnya ia memiliki anak bernama Teungku Hussain, namun peraturan adat kerajaan yang menyatakan bahwa pewaris takhta harus berada di samping Sultan manakala ia meninggal dunia tidak dapat dipenuhi oleh Teungku Hassim karena putra sulung Sultan Mahmud Syah III tersebut sedang melangsungkan pernikahan di Pahang. Situasi ini membuat kerajaan menjadi kacau dengan munculnya sengketa pengalihan takhta istana. Di tengah sengketa tersebut, Britania Raya memberikan dukungan kepada Teungku Hussain, tetapi ditentang oleh Belanda yang lebih memilih Abdul Rahman, adik tiri Teungku Hussain.

Kesultanan Riau Lingga adalah pecahan dari Kesultanan Johor dan didirikan berdasarkan Traktat London antara Britania Raya dan Belanda pada tahun 1824. Di antara tokoh yang ikut menandatangani traktat terdapat Sultan Abdul Rahman Muadzam Syah, yang kemudian menjadi Sultan. Traktat London membagi Kesultanan Johor ke dalam dua bagian, yakni Johor (Inggris), dan Riau Lingga (Belanda).

Eksistensi sejumlah kesultanan di daerah Riau memegang peranan penting di dalam perkembangan bahasa Melayu yang kemudian menjadi elemen utama bahasa Indonesia yang kita pergunakan sekarang. Pada masa itu, bahasa Melayu menduduki status yang setara dengan bahasa-bahasa utama di dunia dengan dilengkapi susastra dan kamus eka bahasa yang komprehensif.

Referensi:

Amir Hendarsah. 2010. "Cerita Kerajaan Nusantara Populer". Great! Publisher: Jakarta.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.