Pages

25 February 2012

Anarkisme kata mereka

Anarkisme dalam bahasa Inggris ditulis "anarchism". Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu gabungan antara "a" (tidak) dan "archos" (kepala, pemerintah, pengatur, penanggung jawab). Dari sudut pandang orang Yunani, "anarchos" atau "anarchia" berarti "tidak ada pemerintahan, tanpa pemerintahan."

Anarkisme memiliki makna positif dan makna negatif. Makna negatif dari anarkisme ialah keyakinan yang sama sekali tidak menghargai hukum atau tatanan. Anarkisme menambah kekacauan dengan menghancurkan tatanan masyarakat. Sedangkan anarkisme dalam makna positif ialah ideologi sosial yang tidak mau menerima pemerintahan yang berkuasa otoriter. Anarkisme berpendapat bahwa individu-individu akan mengorganisasi diri dengan cara sendiri guna memenuhi kebutuhan dan cita-citanya.

Secara doktrin politis dan filosofis, istilah "anarkisme" mulai dikenal pada abad XIX. Pertama kali digunakan dalam arti ini oleh Proudhon, dan diangkat oleh Bakunin. Sejak saat itu "anarkisme" digunakan untuk menunjuk berbagai macam doktrin yang berhubungan dengan keyakinan bahwa negara yang teratur merupakan penyebab utama/sumber dari ketidakadilan di tengah manusia dan karenanya harus dilenyapkan. Terdapat banyak cara untuk menghapuskannya sesuai dengan penganutnya: secara evolusioner, revolusioner, garis keras, atau garis lunak.

William Goldwin mengharapkan anarkisme dilahirkan oleh perkembangan moral manusia secara bertahap. Sementara itu Max Stirner berprinsip bahwa anarkisme akan timbul karena pemberontakan perseorangan, bukan revolusi. Pemberontakan seperti ini hendaknya mengikuti pengembangan individualisme.

Joseph Proudhon percaya pada pertumbuhan dan perkembangan secara bertahap mengenai hubungan timbal-balik atau kegotong-royongan; sebuah rasa sosial yang semakin bertambah di tengah masyarakat manusia. Penyebaran dan persebaran kerjasama sukarela semacam ini akan menggantikan kedudukan negara.

Mikhail Bakunin menganut doktrin revolusioner yang menuju pada penghancuran sebuah negara.

Leo Tolstoy mengedepankan revolusi moral anti-kekerasan, yang mengarah pada penghapusan negara. Ia menganut aliran anarkisme religius.

Terakhir, Peter Kropotkin berpendapat bahwa teori Darwin terlalu melebih-lebihkan persaingan dan revolusi; padahal, menurutnya, gotong-royong juga sama pentingnya. Anarkisme adalah sebuah gerakan kembali kepada masyarakat alamiah.

(Dari berbagai sumber)

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.