Pages

15 January 2012

Ke Olimpiade (Hanya) Bermodal Semangat?

Tono Suratman terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 20112-2014 menggantikan Rita Subowo. Susunan pengurus barupun telah terbentuk.

Dalam waktu yang singkat setelah menjabat, jajaran pengurus KONI segera dihadapkan pada sebuah hajatan besar, yaitu Olimpiade Musim Panas (Summer Olympic Games, atau Summer Games) yang akan berlangsung di London tahun 2012 ini.

Tidak ada cara selain menggenjot semangat agar mampu berbuat banyak pada multievent terbesar di dunia tersebut. Tren positif yang dibangun sejak SEA Games harus dipertahankan. Apalagi selain semangat bertanding untuk menjadi yang terbaik yang harus dikobarkan. Karena, jangankan olimpiade, pada tingkat Asian Gamespun Indonesia kesulitan untuk bersaing dengan negara-negara lain.

Terkait dengan olimpiade, pengurus KONI dan semua pihak pengelola olahraga nasional, termasuk kementrian Pemuda dan Olahraga, seharusnya mengakui dengan jujur, bahwa prestasi menjadi juara umum SEA Games XXVI tidak membawa arti apapun bagi tim Indonesia ke olimpiade nanti. Keberhasilan menjuarai SEA Games tidak dapat diartikan bahwa Indonesia lebih unggul dibandingkan pesaing regional seperti Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Justru, jika lingkupnya olimpiade, Indonesia kalah berprestasi. Singapura mungkin akan lebih siap menuju London 2012 dengan modal juara umum cabang renang khususnya, dan akuatik umumnya; Vietnam memantapkan diri dengan cabang andalan senam; Malaysia dan Thailand bersiap mencuri-curi kesempatan pada beberapa cabang.

Berpedoman pada capaian cabang olahraga olimpiade dalam SEA Games 2011 lalu, Indonesia harus bekerja ekstra keras. Sepertinya saat ini hanya terdapat dua cabang olahraga yang benar-benar mampu bersaing, yakni bulutangkis dan angkat besi (ini belum membicarakan medali apa atau apakah Indonesia akan mendapatkan medali). Dengan kata lain, perkembangan prestasi olahraga nasional masih jalan di tempat karena belum ada cabang olahraga lain yang mengalami peningkatan prestasi tingkat dunia.

Dalam waktu yang singkat tidak akan ada banyak hal yang mampu diperbuat oleh KONI (dan tentu saja KOI, Komite Olimpiade Indonesia) di bawah kepemimpinan Tono Suratman. Meskipun optimisme harus tetap dihembuskan namun KONI (dan juga Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga) hendaknya bersikap realistis bahwa Indonesia hanya bermodalkan semangat bertanding menuju London 2012.

Salam olahraga!

3 comments:

thermo hygrometer said...

semangat aja modalnya?, parah banget

inverter mitsubishi said...

semoga menjadi juara deh di London hehehe

timbangan digital said...

di London mudah mudahan Indonesia menang

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.