Pages

31 January 2012

Arahkan Mobnas Sebagai Angkutan Massal

Merupakan sebuah kebanggaan bahwa putra-putri Indonesia telah semakin pandai dalam berkreasi untuk mengimbangi kemajuan zaman, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun pada masa lalu kita pernah memiliki produk otomotif berlabel 'mobil nasional' (mobnas), artinya yang sekarang ini bukanlah 'initiative of excellence', tetapi kemunculan mobnas 'Kiat Esemka' dapat dijadikan sebagai awal kebangkitan teknologi nasional, khususnya dalam bidang otomotif.

Pasar mobil Indonesia makin semarak dengan kehadiran model dan/atau tipe baru yang silih-berganti. Hal ini menyebabkan volume kendaraan di jalan menjadi semakin besar. Akibatnya lalu-lintas menjadi bertambah macet saja. Kemacetan terjadi karena produsen mobil sepertinya mengutamakan produk yang lazimnya di Indonesia difungsikan sebagai kendaraan pribadi.

Dari fakta tersebut di atas, maka program Mobnas perlu diarahkan menuju pengadaan kendaraan umum atau angkutan barang untuk kepentingan masyarakat, bukan perorangan. Karena jika prioritasnya sama dengan mobil pabrikan impor maka nilai kreasi dan kemajuan teknologi bangsa akan terkaburkan oleh dampak negatif yang ditimbulkannya: semakin menambah masalah lalu-lintas.

Langkah kedua agar Mobnas menjadi 'tuan rumah di negeri sendiri' ialah dengan mengurangi peredaran mobil merk impor yang beredar di Indonesia. Jika tidak ada keberanian seperti ini maka eksistensi Mobnas, sekali lagi, hanya akan memperburuk situasi lalu-lintas.

Terlepas dari nuansa politik -- dan kita sebaiknya tidak perlu terlalu memikirkannya -- Mobnas dapat kita manfaatkan sebagai faktor penguat kemandirian bangsa. Mobnas harus berwawasan lingkungan dan mengutamakan efisiensi (menjaga keseimbangan kondisi lingkungan) dan efektivitas (lebih mengutamakan kebutuhan angkutan masyarakat umum).

Akan percuma Indonesia memiliki Mobnas jika misinya sekedar 'menyaingi' mobil-mobil merk terkenal yang fungsinya sebagai 'simbol kekayaan materi' perorangan. Misi khusus Mobnas harus bercirikhas secara konsisten, yakni mengambilalih dominasi mobil merk impor untuk angkutan umum dan angkutan barang untuk keperluan masyarakat, bukan perorangan, agar terjadi keseimbangan antara investor asing dan pelaku usaha dalam negeri. Dari misi awal ini, diharapkan agar pada saatnya nanti Mobnas menjadi 'overal winners' dengan mengurangi, atau jika mungkin menghentikan, peredaran mobil keluaran pabrik asing di jalan raya Indonesia.

30 January 2012

Hideki Shirakawa mengubah plastik menjadi konduktor

Hideki Shirakawa adalah salah seorang penemu bidang polimer konduktor yang dikenal pula dengan "synthetic metals" (logam sintetis). Ia adalah seorang kimiawan yang pada tahun 1977 melakukan doping elektrokimia pada polyacetylene (CH)x, yang merupakan "purwarupa" dari polimer konduktor. Shirakawa meraih penghargaan Nobel tahun 2000 dalam bidang Kimia bersama Alan J. Heeger dan Alan G. MacDarmid. Penghargaan lainnya ia peroleh dari The Royal Swedish Academy of Sciences atas capaiannya menghasilkan temuan dan pengembangan polimer konduktif.

Hideki Shirakawa lahir di Tokyo pada tanggal 20 Agustus 1936. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Tokyo Institute of Technology jurusan teknik kimia pada tahun 1961, Shirakawa melanjutkan studinya pada kampus yang sama hingga meraih gelar doktor teknik pada tahun 1966. Setelah itu ia bekerja sebagai asisten pada Chemical Resources Laboratory TIT hingga tahun 1976, kemudian pindah ke University of Pennsylvania sebagai peneliti. Tiga tahun berikutnya Shirakawa kembali ke Jepang sebagai associate professor' pada University of Tsukuba. Tahun 1982 ia diangkat menjadi professor dan tahun 2000 menjadi professor emeritus.

Hideki shirakawa menerima Hadiah Nobel dalam upacara penganugerahan yang berlangsung di kota Stockholm, Swedia, tanggal 10 Desember 2000.

Hideki Ishikawa mengutarakan penemuannya tentang cara membuat bahan plastik menjadi konduktor, atau penghantar muatan listrik dalam Konferensi Pers yang berlangsung pada tanggal 13 Oktober 2000. Ia menyatakan bahwa plastik dapat direkayasa agar memiliki sifat konduktif. Plastik adalah polimer, yakni kumpulan molekul yang membentuk rantai yang panjang, mengulang dengan sendirinya seperti untaian batu permata yang dijadikan perhiasan kalung. Untuk menjadi penghantar listrik, sebuah polimer harus meniru sifat-sifat dari logam, yakni, elektron-elektronnya perlu bebas bergerak dan tidak terikat pada atom. Kondisi pertama yang harus dicapai yakni polimer tersebut harus memiliki ikatan ganda terkonjugasi. Plastik harus 'diganggu' kondisi aslinya dengan melepaskan elektron dari materi tersebut (oksidasi), atau memasukkan elektron ke dalam materi (reduksi). Proses inilah yang oleh Shirakawa sebut sebagai 'doping'.

Inovasi plastik konduktif tak lepas dari hidrokarbon polyacetilene, sebuah molekul datar yang antarsenyawanya memiliki sudut 120-derajat sehingga menghasilkan dua bentuk yang berbeda, yakni isomer-isomer cis-polyacetylene dan trans-polyacetylene.

28 January 2012

Kutipan Perda Kota Semarang No. 4/2008 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang

Pasal 3

Ruang lingkup penanggulangan kemiskinan meliputi:
a. identifikasi warga miskin;
b. hak dan kewajiban warga miskin;
c. penyusunan strategi dan program;
d. pelaksanaan dan pengawasan; dan
e. peran serta masyarakat.

Pasal 9

Setiap warga miskin mempunyai hak:
a. atas kebutuhan pangan;
b. hak atas pelayanan kesehatan;
c. hak atas pelayanan pendidikan;
d. hak atas pekerjaan dan berusaha;
e. hak atas perumahan;
f. hak atas air bersih dan sanitasi yang baik;
g. hak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat;
h. hak atas rasa aman dari perlakuan atau ancaman dan tindak kekerasan; dan
i. hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial ekonomi dan politik.

Pasal 10

Pemenuhan atas hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 disesuaikan dengan kemampuan sumberdaya Pemerintah Daerah.

Pasal 11

(1) Warga miskin berkewajiban mengusahakan peningkatan taraf kesejahteraannya untuk memenuhi hak-hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 serta berperan aktif dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

(2) Dalam memenuhi hak dasarnya warga miskin berkewajiban mentaati norma, estetika dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 14

Program penanggulangan kemiskinan meliputi:
a. bantuan pangan;
b. bantuan kesehatan;
c. bantuan pendidikan;
d. bantuan perumahan;
e. bantuan peningkatan ketrampilan;
f. bantuan modal usaha; dan
g. bantuan perlindungan rasa aman.

Pasal 15

(1) Program bantuan pangan sebagaimana dimaksud Pasal 14 huruf a dilaksanakan melalui pemberian subsidi pembelian bahan pangan yang aman, sehat, utuh dan higienis.

(2) Pemberian bantuan pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan paling sedikit 4 (empat) kali dalam 1 (satu) bulan.

(3) Tata cara dan persyaratan pelaksanaan program bantuan pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota.

Pasal 16

(1) Program bantuan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b dilaksanakan melalui:

a. pembebasan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan Dasar yang komprehensif pada Puskesmas dan jaringannya termasuk Puskesmas Rawat Inap; dan

b. pembebasan Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan dan Rawat Inap Tingkat Lanjutan pada ruang perawatan kelas III, pada instansi pelayanan kesehatan pemerintah atau pelayanan kesehatan yang ditunjuk dan diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Tata cara dan persyaratan pelaksanaan program pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walkota.

Pasal 17

(1) Program bantuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c meliputi:

a. pembebasan biaya masuk sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah; dan

b. pembebasan biaya pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah antara lain dalam bentuk beasiswa Pemerintah Daerah dan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).

(2) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat berkewajiban menerima siswa dari keluarga miskin dengan bantuan pembebasan biaya pendidikan dan Pemerintah Daerah.

(3) Tata cara dan persyaratan pelaksanaan program pembebasan biaya pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota.



Understanding Diaspora from Sociological point-of-view

Citation source:

Hussain, Yasmin. 2005. "Writing diaspora: South Asian women, culture, and ethnicity" (p. 5-8). Ashgate Publishing, Ltd: UK.

Diaspora has become a breeding ground for new sociological concepts withing scholarly work. The rise of migration, nomadism, religious movements, urbanisation and pilgrimages have all helped precipitate the arrival of new sociological constructs of culture. In recent times diaspora has penetrated the discipline of sociology and provides new ways of thinking about race and ethnicity. The advent of hyphenated identities and multinational attachments reveal not so much loopholes in the traditional ways of analysing culture, but previously uncharted territory within the discipline itself (Werbner, 1997). Consequently, earlier anthropological conceptualisations of culture are rendered inadequate and inappropriate models for analysing the heterogenous composition of group collectivities in contemporary society.

A growing scholarly literature has responded to the evident expansion of the concept and discourse of diaspora and attempts to probe its salient features and limits (Safran, 1991; Totolyan, 1991 and 1996; Hall, 1990; Gilroy, 1993; Clifford, 1994; Brah, 1996; Werbner, 1990).

The advent of new subjectivities and hyphenated identities are issues dealt with within South Asian literature since they describe the possibilities of new identity formations within ethnic and minority of cultural spaces. This relates to how we might understand diasporic activities. According to Brah, different historical and contemporary contexts of diasporic activity must be understood not separately or comparatively, but 'in their dia-synchronic relationality' (1996, p. 190).

The concept of diaspora is entwined with the concept of power, because power determines the relations between minorities and majorities and often determines their insertion within the social relations of class, gender, racism and sexuality (Brah, 1996). The situating of a group within a country in terms of its economic, political and social  structure is also critical to its future interpretation. This relational positioning allows a deconstruction of the power which operates to determine the differences between one group and another with respect to the position that it holds within the cultural framework. Each diaspora has to be analysed in its own historical specificity, and its relational positioning to that of other diasporas and more importantly the dominant group in society (Brah, 1996).

Central to the concept of diaspora is the image of a journey; however, not all journeys can be understood as diaspora. Diasporic journeys are not the same as casual travel; they are about 'setting down and putting roots elsewhere' (Brah, 1996, p. 182) -- crossing geographical and mental borders. These discussions of diaspora are inevitably bound up with the notion of 'borders and territories' -- the arbitrary lines of social, cultural and psychic demarcation. Borders are politically and ideologically constructed as well as forming an analytical category. They have always been used as a means for refleting upon the indigenous condition of social relations with a restricted area. However both borders and diaspora are concepts constructed around references to the theme of locations, displacement and dislocation.

27 January 2012

Kendaraan Anda Tahun 2012, Vol. 4: Cadillac SRX

Cadillac SRX (Photo source: www.netcarshow.com)
SPESIFIKASI

Letak mesin:
Depan
Tipe penggerak:
Front Wheel
Body/chassis:
Steel Body
Bobot:
1940 kg
Kecepatan maksimum:
210 km/jam
Konfigurasi mesin:
V
Silinder:
8
Valves:
32, 4 valve/silinder
Isi silinder:
3564 cc
Horsepower:
308 HP @ 6800 RPM
Torsi:
359 NM @ 2400 RPM
Gigi:
6
Transmisi:
Automatic, 6T70 Hydra-Matic
Panjang:
4834 mm
Lebar:
1910 mm
Tinggi:
669 mm
Jarak poros roda:
2807 mm
Jarak terendah:
178 mm
Daya tampung tempat duduk:
5
Pintu:
4
Harga:
MSRP USD 33.250-USD 33.250, Invoice USD 35.185-USD 35.185

Kendaraan Anda Tahun 2012, Vol. 3: BMW 1-Series

BMW 1-Series (Photo source: www.netcarshow.com)
SPESIFIKASI

Letak mesin:
Depan
Tipe penggerak:
AWD
Bobot:
1290 kg
Kecepatan maksimum:
210 km/jam
Konfigurasi mesin:
I
Silinder:
4
Valves:
16, 4 valve/silinder
Isi silinder:
1598 cc
Horsepower:
134 HP @ 4400 RPM
Torsi:
162 NM @ 1350 RPM
Gigi:
6 (transmisi standar), 8 (transmisi opsional)
Transmisi:
Manual, Steptronic
Panjang:
4324 mm
Lebar:
1765 mm
Tinggi:
1421
Jarak poros roda:
2690 mm
Jarak terendah:
140 mm
Daya tampung tempat duduk:
5
Pintu:
5
Harga:
MSRP USD 30.950-USD 43.800, Invoice USD 28.475-40.295

Kendaraan Anda Tahun 2012, Vol. 2: Bentley Continental GT

Bentley Continental GT (Photo source: www.netcarshow.com)





SPESIFIKASI

Letak mesin:
Depan
Tipe penggerak:
AWD
Body/chassis:
Steel Monocoque
Bobot:
2320 kg
Kecepatan maksimum:
209 km/jam
Konfigurasi mesin:
V
Silinder:
8
Valves:
16, 4 valve/silinder
Isi silinder:
4000 cc
Horsepower:
500 HP @ 6000 RPM
Torsi:
487 NM @ 1700 RPM
Gigi:
8
Transmisi:
Automatic, close-ratio
Panjang:
4806 mm
Lebar:
1944 mm
Jarak poros roda:
2746 mm
Pintu:
2

Kendaraan Anda Tahun 2012, Vol. 1: Audi Q5 Hybrid Quattro

Audi Q5 Hybrid Quattro (Photo source: www.netcarshow.com)
SPESIFIKASI

Letak mesin:
Depan
Tipe penggerak:
AWD, longitudinal
Body/chassis:
Unitized steel
Bobot:
1855 kg
Kecepatan maksimum:
209 km/jam
Konfigurasi mesin:
I
Silinder:
4
Valves:
16, 4 valve/silinder
Horsepower:
211 HP @ 4300 RPM
Torsi:
258 NM @ 1500 RPM
Gigi:
8
Transmisi:
Automatic, Tiptronic
Panjang:
4628 mm
Lebar:
1923 mm
Tinggi:
1654 mm
Jarak poros roda:
2807 mm
Jarak terendah:
201 mm
Tempat duduk:
4
Pintu:
4
Harga:
MSRP USD 35.600-USD 43.000, Invoice USD 33.108-USD 39.990

Thank God It's Friday

In my neighborhood Friday is often called 'the short day', especially for muslims, because they have to prepare Shalat Jum'at. This prayer is done exactly at noon. From Sunday to Thursday, and also on Saturday muslims do Shalat Dzuhur with four raka'at, while on Friday they do Shalat Jum'at with two raka'at. Eventhough Shalat Jum'at has less rakaat than Shalat Dzuhur, but normally it takes longer time because it is preceded by a speech.

'The short day', as people often call Friday, actually does not meet my own opinion. Friday has the same time length with the other days. They call it so, maybe, due to the longer time they must spend for the prayer so that they will have less working hours.


Why are you in a rush in doing the prayer in favor of your working hours? It is here where your controversy of the Friday's existence is rooted. You probably will not say it shorter than the other days if you treat everyday equally. By treating all of them equally special you will not find it hard to make your living on Friday. Because of you need plenty of times to do the daily activities praying becomes somewhat a different thing on Friday.

Well, some say that Shalat Jum'at is special because it will be similar to doing Haji for the poors who can not afford going pilgrimate to Mekkah (Mecca). But you should not have made it as a reason for making the Friday 'the short day'.

....T. G. I. F. .... :)

21 January 2012

Europe XI, Team of the 1st Half of 2011-12 Season

WOJCIECH SCZECZNY

Starting the season with embarassing 8 goal-gunning only to make the Gunners crashed at the Old Trafford, the young Pole showed his mentality strength in the rest of the Arsenal's matches in the new season's first half. He saved many shots and this progressive performance may secure him as the Poland's no.1 at the Euro 2012.

GIORGIO CHIELLINI

A non-compromising stopper in at the center of La Vecchia Signora defense. He must be given credit for helping Juventus lead the league before the Winter break. Originally played as a full-back, he designated himself as promising successors in Gli Azzurri squads.

PATRICE EVRA

The Frenchman has been consistent. His leadership at the back line of Manchester United is very prominent. Evra has given his best in 2011 for the Red Devils by doing as good as Zanetti, Gerets, or Maldini did.

VINCENT KOMPANY

So far the Belgian internationals manages to guarantee the security of the Manchester City's positive run in the current EPL season. This big guy is very strong and committed, and Manchini has done the right thing to choose him as the Citizens skipper.

CARLES PUYOL

You could have placed him as either stopper or sweeper, but Puyol can also play anywhere at the defense. He always be a hardworker in order to be "eternal" in the middle of young guns spoiling Barcelona these recent years.

KADER KEITA

Keita's absence often gave Barcelona misery. He is another world of the Catalonia stellars and losing him will cost a lot. He is the right man to keep Barca's victory.

XAVI

Master of midfield play today, both for Barcelona and Spain. Xavi's magical touch and vision proves him the best playmaker in Europe, if in the world seems overacting. His decent passing is awesome and the team still needs him for somewhat five years.

DAVID SILVA

Silva is a forgotten rhyme of the Spain's grammy-class song. It is due to plenty of choices that has put him aside. The former Valencia man has found himself very important for Manchester City and can be the EPL's best foreign player of the season.

SCOTT PARKER

Parker is probably one of the best new signings among the clubs competing at the English Premiership. His role for Tottenham Hotspur is prominent, capable of anchoring the play between defense and offense, something that is need for England next Summer in Poland and Ukraine.

LIONEL MESSI

Messi is indispensably the best attacking player in the world today. This guy is wonderful as if nobody could stop him from scoring and/or assisting. While not having won the international titles in the senior level makes him smaller than Diego Maradona, in the modern football style today Messi has left Maradona far behind, outside and inside the pitch.

ROBIN VAN PERSIE

RVP is now the most outstanding hitman of the English Premier League.The mid-season has proven him growing up stronger, leaving his old times, when injury was likely his best friend.

Then, what about your own Europe XI, guys?

17 January 2012

Kingdom of Banten Girang

You must quickly now where Kingdom Banten Girang was situated. The Kingdom was nowhere but in the present day Banten Province.

Banten Girang was the predecessor of the eventually Kingdom Banten. It was located in a village namely Sempu, a place 10-km away from Serang. Sempu is included in the southern territory of the province. The kingdom existed between 932 and 1032 AD. The reign of the Kingdom Banten Girang is evidenced by Caringin statue, which was found in Mount Pulosari Cipanas and is now stored at Museum Nasional Indonesia Jakarta.

Kingdom Banten Girang closely related to the struggle of Sunan Gunungjati of the Islamic Kingdom Demak. He was the missionary of Islam conversion who visited Banten with his son, Hasanuddin, who eventually became the Sultan of Banten.

Banten Girang officially gave in the reign to Demak in 1526. Following this change of ruling power, Hasanuddin moved the center of government from Sempu to Banten Harbor. Since then the kingdom's name had been shortened, Kingdom Banten.

15 January 2012

Ke Olimpiade (Hanya) Bermodal Semangat, Bung Tono?

Tono Suratman terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 20112-2014 menggantikan Rita Subowo. Susunan pengurus barupun telah terbentuk.

Dalam waktu yang singkat setelah menjabat, jajaran pengurus KONI segera dihadapkan pada sebuah hajatan besar, yaitu Olimpiade Musim Panas (Summer Olympic Games, atau Summer Games) yang akan berlangsung di London tahun 2012 ini.

Tidak ada cara selain menggenjot semangat agar mampu berbuat banyak pada multievent terbesar di dunia tersebut. Tren positif yang dibangun sejak SEA Games harus dipertahankan. Apalagi selain semangat bertanding untuk menjadi yang terbaik yang harus dikobarkan. Karena, jangankan olimpiade, pada tingkat Asian Gamespun Indonesia kesulitan untuk bersaing dengan negara-negara lain.

Terkait dengan olimpiade, pengurus KONI dan semua pihak pengelola olahraga nasional, termasuk kementrian Pemuda dan Olahraga, seharusnya mengakui dengan jujur, bahwa prestasi menjadi juara umum SEA Games XXVI tidak membawa arti apapun bagi tim Indonesia ke olimpiade nanti. Keberhasilan menjuarai SEA Games tidak dapat diartikan bahwa Indonesia lebih unggul dibandingkan pesaing regional seperti Thailand, Singapura, Vietnam dan Malaysia. Justru, jika lingkupnya olimpiade, Indonesia kalah berprestasi. Singapura mungkin akan lebih siap menuju London 2012 dengan modal juara umum cabang renang khususnya, dan akuatik umumnya; Vietnam memantapkan diri dengan cabang andalan senam; Malaysia dan Thailand bersiap mencuri-curi kesempatan pada beberapa cabang.

Berpedoman pada capaian cabang olahraga olimpiade dalam SEA Games 2011 lalu, Indonesia harus bekerja ekstra keras. Sepertinya saat ini hanya terdapat dua cabang olahraga yang benar-benar mampu bersaing, yakni bulutangkis dan angkat besi (ini belum membicarakan medali apa atau apakah Indonesia akan mendapatkan medali). Dengan kata lain, perkembangan prestasi olahraga nasional masih jalan di tempat karena belum ada cabang olahraga lain yang mengalami peningkatan prestasi tingkat dunia.
Dalam waktu yang singkat tidak akan ada banyak hal yang mampu diperbuat oleh KONI (dan tentu saja KOI, Komite Olimpiade Indonesia) di bawah kepemimpinan Tono Suratman. Meskipun optimisme harus tetap dihembuskan namun KONI (dan juga Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga) hendaknya bersikap realistis bahwa Indonesia hanya bermodalkan semangat bertanding menuju London 2012.

Salam olahraga!

3 January 2012

Internet dengan Aksara Daerah: Sepenggal Obsesi


Sebuah buah pikiran yang berada di luar kemampuan karena saya berada di sini sekarang ini tanpa latar belakang pengetahuan bidang internet, komputer dan informatika. Satu-satunya pendorong ialah keinginan akan sebuah perubahan yang nyata, bukan resolusi absurd tanpa makna dan atau realisasi yang jelas.

Melihat aksara Latin, Cyrilic, Thailand, Arab, Korea, dan Jepang mampu terbaca pada layar komputer yang hampir tiap hari kita hadapi, hati kecil ini menjadi tergerak, sementara pikiran dan angan melayang tak menentu arahnya. Selanjutnya, tercetuslah buah pikiran, "Bagaimana jika aksara daerah yang ada di tanah Nusantara ini dapat juga terbaca dan dikenali oleh komputer, seperti halnya aksara-aksara tersebut di atas?" Bangsa Nusantara, orang Indonesia, adalah bagian dari sebuah budaya yang kaya dan beraneka ragam. Kita memiliki beberapa jenis aksara selain yang kita pergunakan selama ini (Latin, Romawi, Arab). Betapa senangnya kita jika dapat memberikan kontribusi kepada dunia maya dengan mengubah angan kecil ini menjadi sebuah kenyataan.

Internet dalam satu dasawarsa belakangan ini telah menjadi tempat pengaduan bagi para pemburu informasi. Ia bahkan menjadi ladang aduan bagi pencinta diskusi. Ada saat menerima, tentunya ada pula saat memberi. Apakah kita, yang katanya merupakan bangsa yang berbudaya tinggi, puas begitu saja dengan status menerima? Selalu demikian dari tahun ke tahun?

Popularitas... Ya, faktor inilah yang mungkin akan menghambat usaha untuk mencantumkan aksara daerah menjadi salah satu aksara yang digunakan di dalam internet. Namun demikian, untuk apa kita berlalu-lalang di sini jika tujuannya hanya mengekor orang lain? 

Untuk menjadi juara itu memang tidak mudah. Jalan menuju ke sana penuh lubang, duri, lerengan tajam dan jurang yang dalam. Hanya tekat yang kuat untuk melestarikan kekayaan budaya bangsa tempat kita makan, minum, tidur, bergaul, berlomba, dan mencari nafkah lah yang akan menjadi kita kuat menghadapi segala tantangan. Kiranya demikianlah yang diperjuangkan oleh bangsa Inggris tatkala memasyarakatkan bahasa mereka sehingga kita menjadi bahasa internasional. Mereka mampu berbuat demikian, kita pun semestinya mampu melakukannya. Memandang layar komputer, menjelajah jagat internet berhiaskan aksara Jawa, Bali, Batak, dan aksara Nusantara lainnya, bukanlah hal yang mustahil jika kita berusaha untuk mewujudkannya. 

Selamat tahun baru 2012. Semoga keinginan terwujud.

1 January 2012

Kejahatan di Angkot, Sebuah Pertanyaan

Menyedihkan sekali bahwa tindak kejahatan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa masih mewarnai pemberitaan media massa. Salah satu bentuk kejahatan yang baru saja terjadi ialah tindak asusila terhadap perempuan di angkutan kota (angkot). Kejahatan yang terjadi lebih dari satu kali ini tak ayal membuat masyarakat sedikit enggan untuk menggunakan jasa angkot sebagai alat transportasi, terutama perempuan.

Ada hal yang janggal karena tindak asusila pada tempat yang sama (baca: angkot) terjadi lebih dari satu kali dengan interval waktu yang berdekatan. Wajarkah ini? Secara logika, angkot tergolong ke dalam media transportasi kelas menengah ke bawah dalam strata ekonomi dan karena itu, strata sosial pula. Harga jasanya relatif terjangkau oleh pengguna dan angkot identik dengan media transportasi masyarakat kelas bawah. Penghasilan sopir dan kernet angkot boleh dikatakan tidak terlalu berlebihan. Dari fakta ini maka akan menjadi hal yang ironis jika terdapat orang dari pihak angkot sendiri yang melakukan kejahatan, apalagi hingga membunuh korbannya. Biaya ekonomi dan biaya sosial yang kelak mereka tanggung jauh melebihi penghasilan sehari-hari.

Ulasan ini bukan sebuah pembelaan, melainkan usaha untuk mencari jalan tengah. Persaingan transportasi massa di kota besar sangatlah keras dan salah satu pihak yang sering mengalami kekalahan adalah angkot. Karena fasilitas yang terbatas dan tarif jasa yang murah, maka standar keamanan dan keyamanannya rendah. Di samping harus bersaing dengan alat transportasi lain, angkot juga terancam oleh semakin banyaknya kendaraan pribadi. Akibat dari banyaknya volume kendaraan di jalan, maka posisi angkot semakin terdesak.

Perilaku sopir angkot yang melanggar peraturan lalu-lintas, seperti parkir, menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat adalah gambaran betapa sulitnya keberadaan mereka di jalan. Angkot sering dituduh sebagai penyebab kemacetan lalu-lintas padahal jumlah kendaraan pribadi lebih banyak. Media transportasi masyarakat bawah ini menjadi pihak yang sering "dikorbankan (expendable)".

Di tengah desakan dari pesaing yang lebih nyaman, kini angkot mendapatkan pukulan berat dari oknum-oknum kriminal yang melakukan kejahatan asusila. Akibatnya, keberadaan angkot menjadi semakin terancam. Ini bukan semata kejahatan melainkan masalah sosial. Adakah konspirasi di sana untuk menyingkirkan keberadaan angkot di jalan? Adakah pihak-pihak yang berkepentingan untuk menghapus keberadaan angkot dengan cara mencemarkan reputasinya? Ini sekedar pertanyaan, bukan asumsi.

Kita tidak dapat begitu saja menimpakan kesalahan pada angkot. Orang memilih angkot karena media transportasi ini relatif paling bersedia untuk mengangkut apa saja. Namun, perhatian kepada pelaku usaha angkot sangat minim sehingga sering menyebabkan mereka frustrasi. Andaikata kita bersedia bersikap adil kepada angkot, maka media transportasi tersebut akan menjadi seaman dan senyaman taksi,busway dan kendaraan pribadi.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.