Pages

31 December 2012

Daftar Juara Dunia Olahraga Tahun 2012

ATLETIK - INDOOR

Putri, 60 m: Chandra Sturrup (Jerman)
Putri, 200 m: Natallia Safronnikava (Belarus)
Putri, 400 m: Sanya Richards-Cross (Amerika Serikat)
Putri, 800 m: Pamela Jelimo (Kenya) (1:58.83)
Putri, 1500 m: Genzebe Dibaba (Ethiopia) (4:05.78)
Putri, 3000 m: Hellen Onsando Obiri (Kenya) (8:37.16)
Putri, 60 m gawang: Sally Pearson (Australia)
Putri, lompat tinggi: Chaunte Lowe (Amerika Serikat)
Putri, lompat jauh: Brittney Reese (Amerika Serikat) (7.23m)
Putri, lompat tinggi galah: Elena Isinbaeva (Rusia) (4.80m)
Putri, loncat jangkit: Yamile Aldama (Britania Raya) (14.82m)
Putri, tolak peluru: Valerie Adams (Australia) (20.54m)
Putri, saptalomba: Tia Hellebaut (Belgia) (4867 pts.)
Putri, pancalomba: Nataliya Dobrynska (Ukraina) (5013 pts.)
Putri, 4x400 m estafet: Britania Raya
Putri, 3000 m jalan cepat: Yelena Nikolaeva (Rusia) (11:49.73)

Putra, 60 m: Justin Gatlin (Amerika Serikat)
Putra, 200 m: Dominic Demeritte (Kep. Bahama)
Putra, 400 m: Nery Brenes Cardenas (Costa Rica) (45.11)
Putra, 800 m: Mohammed Aman (Ethiopia)
Putra, 1500 m: Adelati Iquider (Maroko) (3:45.51)
Putra, 3000 m: Bernard Lagat (Amerika Serikat) (7:41.44)
Putra, 60 m gawang: Aries Merritt (Amerika Serikat)
Putra, lompat tinggi: Dimitrios Chondrokoukis (Yunani) (2.33m)
Putra, lompat jauh: Mauro Vinicius Da Silva (Brasil)
Putra, lompat tinggi galah: Renaud Lavillenie (Prancis)
Putra, loncat jangkit: Will Claye (Amerika Serikat) (17.70m)
Putra, tolak peluru: Ryan Whiting (Amerika Serikat) (22.00m)
Putra, dasalomba: Bryan Clay (Amerika Serikat)
Putra, saptalomba: Ashton Eaton (Amerika Serikat)
Putra, 4x400 m estafet: Britania Raya
Putra, 5000 m jalan cepat: Mikhail Shchennikov (Rusia) (18:32.10)

ATLETIK - JUNIOR

Putri, 100 m: Anthonique Strachan (Kep. Bahama) (11.20)
Putri, 200 m: Anthonique Strachan (Kep. Bahama) (22.53)
Putri, 400 m: Ashley Spencer (Amerika Serikat) (50.50)
Putri, 800 m: Ajee Wilson (Amerika Serikat) (2:00.91)
Putri, 1500 m: Faith Chepngetich Kipyegon (Kenya) (4:04.96)
Putri, 3000 m: Mercy Chebwogen (Kenya) (9:08.88)
Putri, 5000 m: Buze Diriba (Ethiopia) (15:32.94)
Putri, 10000 m: Yoko Yamazaki (Jepang) (32:34.11)
Putri, 100 m gawang: Morgan Snow (Amerika Serikat) (13.38)
Putri, 400 m gawang: Janieve Russell (Jamaika) (56.62)
Putri, 3000 m halang rintang: Daisy Jepkemei (Kenya) (9:47.22)
Putri, Lompat tinggi: Alessia Trost (Italia) (1.91m)
Putri, Lompat jauh: Katarina Johnson-Thompson (Britania Raya) (6.81m)
Putri, Lompat tinggi galah: Angelica Bengtsson (Swedia) (4.50m)
Putri, Loncat jangkit: Ana Peleteiro (Spanyol) (14.17m)
Putri, Tolak peluru: Shanice Craft (Britania Raya) (17.15)
Putri, Lempar cakram: Anna Rueh (Jerman) (62.38m)
Putri, Lontar martil: Alexandra Tavernier (Prancis) (70.62m)
Putri, Lempar lembing: Sofi Flinck (Swedia) (61.40m)
Putri, Saptalomba: Yorgelis Rodriguez (Kuba) (5966 pts.)
Putri, 4x100 m estafet: Amerika Serikat (43.89)
Putri, 4x100 m estafet: Amerika Serikat (3:30.01)
Putri, Jalan cepat 5 km: Sabine Zimmer (Jerman) (21:14.39)
Putri, Jalan cepat 10 km: Ekaterina Medvedeva (Rusia) (45:41.74)

Putra, 100 m: Adam Gemili (Britania Raya) (10.05)
Putra, 200 m: Delano Williams (Turks & Caicos) (20.48)
Putra, 400 m: Luquelin Santos (Dominika) (44.85)
Putra, 800 m: Nijel Amos (Botswana) (1:43.79)
Putra, 1500 m: Hamza Driouch (Qatar) (3:39.04)
Putra, 5000 m: Muktar Edris (Ethiopia) (13:38.95)
Putra, 10000 m: Yigrem Demelash (Ethiopia) (28:16.07)
Putra, 110 m gawang: Yordan L. O'farrill (Kuba) (13.18)
Putra, 400 m gawang: Erich Futch (Amerika Serikat) (50.24)
Putra, 2000 m halang rintang: Juan Azcueta (Spanyol) (5:28.56)
Putra, 3000 m halang rintang: Conselus Kipruto (Kenya) (8:06.10)
Putra, Lompat tinggi: Andrei Churyla (Belarus) (2.24m)
Putra, Lompat jauh: Sergey Morgunov (Rusia) (8.09m)
Putra, Lompat tinggi galah: Thiago Braz Da Silva (Brasil) (5.55m)
Putra, Loncat jangkit: Pedro Pichardo (Kuba) (16.79m)
Putra, Tolak peluru: Jacko Gill (Selandia Baru) (22.20m)
Putra, Lempar cakram: Fredrick Dacres (Jamaika) (62.80m)
Putra, Lontar martil: Ashraf Amgad Elseify (Qatar) (85.57m)
Putra, Lempar lembing: Keshorn Walcott (Trinidad & Tobago) (78.64m)
Putra, Dasalomba: Gunnar Nixon (Amerika Serikat) (8018 pts.)
Putra, 4x100 m estafet: Amerika Serikat (38.67)
Putra, 4x400 m estafet: Amerika Serikat (3:03.99)
Putra, Jalan cepat 10 km: Eider Arevalo (Kolombia) (40:09.74)
Putra, Jalan cepat 20 km: Clodoaldo Da Silva (Brasil) (1:03:21)

AUTOSPORT

Formula 1: Sebastian Vettel (Jerman/Red)
Moto 125 cc: Sandro Cortese (Jerman/Red)
Moto 250 cc: Marc Marquez (Spanyol/Team)
Moto GP: Jorge Lorenzo (Spanyol/Yamaha)
Sidecar: Tim Reeves (Britania Raya/Tim Reeves Racing)
Motocross MX1: Antonio Caroli (Italia/KTM)
Motocross MX2: Jeffrey Herlings (Belanda/KTM)
Motocross Putri: Chiara Fontanesi (Italia/Yamaha)
Motocross Sidecross: Daniel Willemsen (Belanda/WSP Zabel)
Reli: Sebastien Loeb (Prancis/Citroen)
Tour Car: Robert Huff (Britania Raya/Chevrolet)

BALAP SEPEDA - JALAN RAYA (ROAD RACE)

Putri, Time Trial: Judith Arndt (Jerman)
Putri, Time Trial Junior: Elinor Barker (Jerman)
Putri, Classics: Marianne Vos (Belanda)
Putri, Team Time Trial: Specialized-Lululemon (Jerman)
Putri, Road Race Junior: Lucy Garner (Britania Raya)

Putra, Time Trial: Jerman
Putra, Time Trial U-23: Anton Vorobev (Rusia)
Putra, Time Trial Junior: Oskar Svendsen (Norwegia)
Putra, Classics: Philippe Gilbert (Belgia)
Putra, Team Time Trial: Omega Pharma-Quick Step (Belgia)
Putra, Road Race U-23: Alexey Lutsenko (Kazakhstan)
Putra, Road Race Junior: Matej Mohoric (Slovenia)

BALAP SEPEDA - LINTASAN (TRACK)

Putri, 500 m TT: Daria Shmeleva (Rusia)
Putri, Points Race: Taylah Jennings (Australia)
Putri, Keirin: Daria Shmeleva (Rusia)
Putri, Individual Pursuit: Kelsey Robson (Australia)
Putri, Team Pursuit: Australia
Putri, Scratch: Georgia Baker (Australia)
Putri, Sprint: Daria Shmeleva (Rusia)
Putri, Team Sprint: Rusia
Putri, Omnium: Taylah Jennings (Australia)

Putra, Kilometre TT: Zachary Shaw (Australia)
Putra, Madison: Kolombia
Putra, Points Race: Leung Chun Wing (Hong Kong, Cina)
Putra, Keirin: Jacob Schmid (Australia)
Putra, Individual Pursuit: Tom Bohli (Swiss)
Putra, Team Pursuit: Australia
Putra, Scratch: Anton Muzychkin (Belarus)
Putra, Sprint: Jacob Schmid (Australia)
Putra, Team Sprint: Rusia
Putra, Omnium: Fernando Gaviria Rendon (Kolombia)

BERKUDA - DRIVING

Individual Driving: Boyd Exell (Australia)
Team Driving: Belanda

BMX

Putri, BMX: Alise Port (Amerika Serikat)
Putri, BMX Junior: Nadja Pries (Jerman)
Putri, Cruiser: Magalie Pottier (Prancis)
Putri, Cuiser junior: Mariana Pajon (Kolombia)
Putri, Time Trial: Caroline Buchanan (Australia)
Putri, Time Trial Junior: Felicia Stancil (Amerika Serikat)

Putra, BMX: Corben Sharrah (Amerika Serikat)
Putra, BMX Junior: Leopold Tramier (Prancis)
Putra, Cruiser: Thomas Hamon (Prancis)
Putra, Cruiser Junior: Joris Daudet (Prancis)
Putra, Time Trial: Connor Fields (Amerika Serikat)
Putra, Time Trial Junior: Romain Mahieu (Prancis)
Beregu: Amerika Serikat

BOLA VOLI

Grand Prix: Brasil
World League: Polandia
Club World Cup: Trentino (Italia)

BULUTANGKIS

Putri, Beregu Piala Uber (Uber Cup): Rep. Rakyat Cina
Putra, Beregu Piala Thomas (Thomas Cup): Rep. Rakyat Cina
Campuran, Beregu Junior: Rep. Rakyat Cina
Tunggal Putri: Nozomi Okuhara (Jepang)
Ganda Putri: Lee So-hee/Shing Seung-chan (Korea Selatan)
Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang)
Ganda Putra: Lee Chun Hei/Ng Ka Long (Hong Kong, Cina)
Ganda Campuran: Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktaviani (Indonesia)

FIGURE SKATING

Perorangan Putri: Jenna Mccorkell (Britania Raya)
Perorangan Putra: Perorangan: Song Nan (Rep. Rakyat Cina)
Pasangan: Sui Wenjing/Han Cong (Rep. Rakyat Cina)
Ice Dancing Mixed: Elena Iinykh/Nikita Katsalapov (Rusia)

FIGURE SKATING - JUNIOR

Perorangan Putra: Nam Nguyen (Kanada)
Perorangan Putri: Kaetlyn Osmond (Kanada)
Pasangan: Yu Xiaoyu/Yang Jin (Rep. Rakyat Cina)
Ice Dancing Mixed: Shari Koch/Christian Nuechtern (Jerman)

HOKI ES

Putri: Kanada
Putra U-20: Swedia

KANO/KAYAK - MARATHON

Putri, K-1 Marathon: Renata Csay (Hungaria)
Putri, K-2 Marathon: Renata Csay/Ramona Farkasdi (Hungaria)

Putra, C-1 Marathon: Manuel Antonio Campos (Spanyol)
Putra, C-2 Marathon: Oscar Grana/Ramon Ferro (Spanyol)
Putra, K-1 Marathon: Ivan Alonso Lage (Spanyol)
Putra, K-2 Marathon: Ivan Alonso/Emilio Merchan (Spanyol)

LAYAR

Forty niner: Carlos Robles/Florian Trittel (Spanyol)
29er: Belen Tavella/Franco Greggi (Argentina)
RS:X Board Putri: Lee Korzits (Israel)
RS:X Board Putra: Julien Bontemps (Prancis)
470 Putri: Hannah Mills/Saskia Clark (Britania Raya)
470 Putra: Mathew Belcher/Malcolm Page (Australia)
Laser: Tom Slingsby (Australia)
Yngling Open: Maarten Jamin/Jaap Smolders/Menno Berens (Belanda)
Tornado: Iordanis Paschalidis/Trigonis Konstantinos (Yunani)
Finn: Ben Ainslie (Britania Raya)
Laser Radial: Gintare Scheidt (Lithuania)
Star: Robert Scheidt/Bruno Prada (Brasil)

PANAHAN - FIELD

Putri, Recurve: Elena Richter (Jerman)
Putri, Compound: Ivana Buden (Kroasia)
Putri, Bare: Lina Bjorklund (Swedia)
Putri, Beregu: Britania Raya

Putra, Recurve: Jean-Charles Valladont (Prancis)
Putra, Compound: Jesse Broadwater (Amerika Serikat)
Putra, Bare: Sebastian Juanola Codina (Spanyol)
Putra, Beregu: Amerika Serikat

PANAHAN - INDOOR

Putri, Recurve: Natalia Valeeva (Italia)
Putri, Recurve Teams: Amerika Serikat
Putri, Compound: Viktoria Balzhanova (Rusia)
Putri, Compound Beregu: Amerika Serikat

Putra, Recurve: Marco Galiazzo (Italia)
Putra, Recurve Beregu: Amerika Serikat
Putra, Compound: Reo Wilde (Amerika Serikat)
Putra, compound Beregu: Amerika Serikat

PANCALOMBA MODERN (MODERN PENTATHLON)

Putri, Perorangan : Yane Marques (Brasil)
Putri, Beregu: Jerman
Putri, Beregu estafet: Jerman

Putra, Perorangan: Adam Marosi (Hungaria)
Putra, Beregu: Rusia
Putra, Beregu estafet: Korea Selatan

Campuran, Beregu estafet: Ukraina

SEPAKBOLA

Putri, U-17: Prancis
Putri, U-20: Amerika Serikat

SEPEDA GUNUNG

Putri, Marathon Cross-country Putri: Annika Langvad (Denmark)
Putri, Olympic Cross-country: Julie Bresset (Prancis)
Putri, Olympic Cross-country U23: Jolanda Neff (Swiss)
Putri, Olympic Cross-country Junior: Andrea Waldis (Swiss)
Putri, Olympic Cross-country Eliminator: Andrea Waldis (Swiss)
Putri, Individual Downhill: Morgane Charre (Prancis)
Putri, Individual Downhill Junior: Holly Feniak (Kanada)
Putri, 4-Cross: Anneke Beerten (Belanda)
Putri, Dual: Anne-caroline Chausson (Prancis)
Putri, Trial: Gemma Abant Condal (Spanyol)

Putra, Marathon Cross-country Putra: Ilias Periklis (Yunani)
Putra, Olympic Cross-country: Nino Schurter (Swiss)
Putra, Olympic Cross-country U23: Ondrej Cink (Rep. Ceko)
Putra, Olympic Cross-country Junior: Anton Cooper (Selandia Baru)
Putra, Olympic Cross-country Eliminator: Ralph Naef (Swiss)
Putra, Individual Downhill: Greg Minnaar (Afrika Selatan)
Putra, Individual Downhill Junior: Loic Bruni (Prancis)
Putra, 4-Cross: Roger Rinderknecht (Swiss)
Putra, Dual: Brian Lopes (Amerika Serikat)
Putra, Trial 26": Gilles Coustellier (Prancis)
Putra, Trial 26" Junior: David Bonzon (Swiss)
Putra, Trial 20": Benito Ros Charral (Spanyol)
Putra, Trial 20" Junior: Raphael Pils (Jerman)
Team Relay Cross-country: Italia
Team Trial: Spanyol

SKI JUMPING

Putra, Sky Flying: Andreas Kofler (Austria)
Putra, Sky Flying Team: Austria

SKI JUMPING - NORDIC JUNIOR

Putri, Individual Small Hill: Sara Takanashi (Jepang)
Putri, Team Small Hill: Jepang

Putra, Individual Small Hill: Nejc Dezman (Slovenia)
Putra, Team Small Hill: Norwegia

SNOWBOARDING - JUNIOR

Putri, Halfpipe: Arielle Gold (Amerika Serikat)
Putri, Snowboardcross: Lorelei Schmitt (Prancis)
Putri, Parallel Slalom: Julie Zogg (Swiss)
Putri, Big Air: Enni Rukajarvi (Finlandia)
Putri, Parallel GS: Julie Zogg (Swiss)
Putri, Slopestyle: Katarzyna Rusin (Polandia)
Putri, Giant Slalom: Julie Pornagalski (Prancis)

Putra, Halfpipe: Tim Kevin Ravnjak (Slovenia)
Putra, Snowboardcross: Alessandro Haemmerle (Austria)
Putra, Parallel Slalom: Valery Kolegov (Rusia)
Putra, Big Air: Petja Piiroinen (Finlandia)
Putra, Parallel GS: Valery Kolegov (Rusia)
Putra, Slopestyle: Marco Grigis (Italia)
Putra, Giant Slalom: Carlie Cosnier (Prancis)

SOFBOL (SOFTBALL)

Putri: Jepang

SPEED SKATING - ALLROUND

Putri, 500 m: Christine Nesbitt (Kanada)
Putri, 1500 m: Christine Nesbitt (Kanada)
Putri, 3000 m: Martina Sablikova (Rep. Ceko)
Putri, 5000 m: Martina Sablikova (Rep. Ceko)
Putri, All-Round: Ireen Wuest (Belanda)

Putra, 500 m: Zbigniew Brodka (Polandia)
Putra, 1500 m: Havard Bokko (Norwegia)
Putra, 5000 m: Sven Kramer (Belanda)
Putra, 10000 m: Sven Kramer (Belanda)
Putra, All-Round: Sven Kramer (Belanda)

SPEED SKATING - JUNIOR

Putri, 500 m: Karolina Erbanova (Rep. Ceko)
Putri, 1000 m: Miho Takagi (Jepang)
Putri, 1500 m: Karolina Erbanova (Rep. Ceko)
Putri, 3000 m: Park Do-yeong (Korea Selatan)
Putri, Team Pursuit: Korea Selatan
Putri, All-Round: Miho Takagi (Jepang)

Putra, 500 m: Laurent Dubrueil (Kanada)
Putra, 1000 m: Pavel Kulizhnikov (Rusia)
Putra, 1500 m: Sverre Lunde Pedersen (Norwegia)
Putra, 3000 m: Sverre Lunde Pedersen (Norwegia)
Putra, 5000 m: Sverre Lunde Pedersen (Norwegia)
Putra, Team Pursuit: Norwegia
Putra, All-Round: Sverre Lunde Pedersen (Norwegia)

SPEED SKATING - SINGLE DISTANCE

Putri, 500 m: Lee Sang-hwa (Korea Selatan)
Putri, 1000 m: Christine Nesbitt (Kanada)
Putri, 1500 m: Christine Nesbitt (Kanada)
Putri, 3000 m: Martina Sablikova (Rep. Ceko)
Putri, 5000 m: Martina Sablikova (Rep. Ceko)
Putri, Team Pursuit: Belanda

Putra, 500 m: Michel Mulder (Belanda)
Putra, 1000 m: Stefan Groothuis (Belanda)
Putra, 1500 m: Denny Morrison (Kanada)
Putra, 5000 m: Sven Kramer (Belanda)
Putra, 10000 m: Bob De Jong (Belanda)
Putra, Team Pursuit: Belanda

SPEED SKATING - SPRINT

Putri, 500 m: Yu Jing (Rep. Rakyat Cina)
Putri, 1000 m: Christine Nesbitt (Kanada)
Putri, Classification: Yu Jing (Rep. Rakyat Cina)

Putra, 500 m: Joji Kato (Jepang)
Putra, 1000 m: Stefan Groothuis (Belanda)
Putra, Classification: Stefan Groothuis (Belanda)

RENANG - KOLAM LINTASAN PENDEK (SHORT COURSE)

Putri, 50 m Bebas: Alexandra Herasimenia (Belarus)
Putri, 100 m Bebas: Britta Steffen (Jerman)
Putri, 200 m Bebas: Allison Schmitt (Amerika Serikat)
Putri, 400 m Bebas: Melanie Costa Schmid (Spanyol)
Putri, 800 m Bebas: Lauren Boyle (Australia)
Putri, 50 m Punggung: Zhao Jing (Rep. Rakyat Cina)
Putri, 100 m Punggung: Olivia Smoliga (Amerika Serikat)
Putri, 200 m Punggung: Daryna Zevina (Ukraina)
Putri, 50 m Dada: Ruta Meilutyte (Lithuania)
Putri, 100 m Dada: Ruta Meilutyte (Lithuania)
Putri, 200 m Dada: Rikke Moller Pedersen (Denmark)
Putri, 50 m Kupu-kupu: Lu Ying (Rep. Rakyat Cina)
Putri, 100 m Kupu-kupu: Ilaria Bianchi (Italia)
Putri, 200 m Kupu-kupu: Katinka Hosszu (Hungaria)
Putri, 100 m Ganti: Katinka Hosszu (Hungaria)
Putri, 200 m Ganti: Ye Shiwen (Rep. Rakyat Cina)
Putri, 400 m Ganti: Hannah Miley (Skotlandia)
Putri, 4x100 m Bebas Estafet: Amerika Serikat
Putri, 4x200 m Bebas Estafet: Amerika Serikat
Putri, 4x100 m Ganti Estafet: Denmark

Putra, 50 m Bebas: Vladimir Morozov (Rusia)
Putra, 100 m Bebas: Vladimir Morozov (Rusia)
Putra, 200 m Bebas: Ryan Lochte (Amerika Serikat)
Putra, 400 m Bebas: Paul Biedermann (Jerman)
Putra, 1500 m Bebas: Mads Glaesner (Denmark)
Putra, 50 m Punggung: Robert Hurley (Australia)
Putra, 100 m Punggung: Matthew Grevers (Amerika Serikat)
Putra, 200 m Punggung: Radoslaw Kawecki (Polandia)
Putra, 50 m Dada: Aleksander Hetland (Norwegia)
Putra, 100 m Dada: Fabio Scozzoli (Italia)
Putra, 200 m Dada: Daniel Gyurta (Hungaria)
Putra, 50 m Kupu-kupu:  Nicholas Santos (Brasil)
Putra, 100 m Kupu-kupu: Chad Guy Dertrand Le Clos (Afrika Selatan)
Putra, 200 m Kupu-kupu: Kazuya Kaneda (Jepang)
Putra, 100 m Ganti: Ryan Lochte (Amerika Serikat)
Putra, 200 m Ganti: Ryan Lochte (Amerika Serikat)
Putra, 400 m Ganti: Daiya Seto (Jepang)
Putra, 4x100 m Bebas Estafet: Amerika Serikat
Putra, 4x200 m Bebas Estafet: Jerman
Putra, 4x100 m Ganti Estafet: Amerika Serikat

TENIS

Putri, Beregu Piala Federasi (Fed Cup): Rep. Ceko
Tunggal Putri: Serena Williams (Amerika Serikat)
Ganda Putri: Sara Errani/Roberta Vinci (Italia)
Putra, Beregu Piala Davis (Davis Cup): Rep. Ceko
Tunggal Putra: Novak Djokovic (Serbia)
Ganda Putra: Bob Bryan/Mike Briyan (Amerika Serikat)
Campuran, Beregu Piala Hopman (Hopman Cup): Republik Ceko

TENIS MEJA

Putri, Beregu (Corbillon Cup): Rep. Rakyat Cina
Putra, Beregu (Swaythling Cup): Rep. Rakyat Cina

TRILOMBA (TRIATHLON)

Putri, Ironman: Leanda Cave (Britania Raya)
Putri, Ironman 70.3: Leanda Cave (Britania Raya)
Putra: Pete Jacobs (Australia)
Putra, Ironman 70.3: Sebastian Kienle (Jerman)

Juara Dunia Tinju Profesional (hingga akhir tahun 2012)

Chris John vs. Rocky Juares (Sumber: ringtv.craveonline.com)

VERSI WBA

Berat: Wladimir Klitschko (Ukraina/super champion)/Anton Povetkin
Penjelajah/Berat Junior: Denis Lebedev (Rusia)/Guillermo Jones
Berat Ringan: Beibut Shumenov (Kazakhstan)
Menengah Super: Andre Ward (Amerika Serikat)/Mikkel Kessler (Denmark)/Stanyslav Kashtanov (Ukraina)
Menengah: Gennady Golovkin (Kazakhstan)/Martin Murray (Britania Raya/interim champion)
Welter Super/Menengah Junior: Floyd Mayweather Jr. (Amerika Serikat/super champion)/Austin Trount (Amerika Serikat)
Welter: Paul Malignaggi (Amerika Serikat)/Diego Gabriel Chaves (Argentina/interim champion)
Ringan Super/Welter Junior: Danny Garcia (Amerika Serikat/super champion)/Khabib Allakhverdiev (Rusia)
Ringan: kosong/Richard Abril (Kuba/interim champion)
Bulu Super/Ringan Junior: Takashi Uchiyama (Jepang)/Yuriorkis Gamboa (Kuba/interim champion)
Bulu: Chris John (Indonesia/super champion)/Nicholas Walters (Jamaika)/Javier Fortuna (Rep. Dominika/interim champion)
Bantam Super/Bulu Junior: Guillermo Rigondeaux (Kuba)/Scott Quigg (Britania Raya/interim champion)
Bantam: Anselmo Moreno (Panama/super champion)/Koki Kameda (Jepang)
Terbang Super/Bantam Junior: Tepparith Kokietgym (Thailand)/Liborio Solis (Venezuela/interim champion)
Terbang: Brian Viloria (Amerika Serikat/super champion)/Juan Carlos Reveco (Argentina)
Terbang Ringan/Terbang Junior: Roman Gonzalez (Nikaragua/super champion)/Alberto Rossel (Peru)
Mini/Jerami/Terbang Mini: kosong/Jesus Silvestre (Meksiko/interim champion)

VERSI WBC

Berat: Vitali Klitschko (Ukraina)
Penjelajah/Berat Junior: krzysztof Wlodarczyk (Polandia)
Terbang Ringan: Chad Dawson (Amerika Serikat)
Menengah Super: Andre Ward (Amerika Serikat)
Menengah: Sergio Gabriel Martinez (Argentina)
Welter Super/Menengah Junior: Saul Alvarez (Meksiko)
Welter: Floyd Mayweather Jr. (Amerika Serikat)/Robert Guerrero (Amerika Serikat/interim champion)
Ringan Super/Welter Junior: Danny Garcia (Amerika Serikat)/Lucas Martin Matthysse (Argentina/interim champion)
Ringan: Adrien Broner (Amerika Serikat)
Bulu Super/Ringan Junior: Gamaliel Diaz (Meksiko)
Bulu: Daniel Ponce De Leon (Meksiko)
Bantam Super/Bulu Junior: Abner Mares (Meksiko)
Bantam: Shinsuke Yamanaka (Jepang)
Terbang Super/Bantam Junior: Yota Sato (Jepang)
Terbang: Toshiyuki Igarashi (Jepang)
Terbang Ringan/Terbang Junior: Adrian Hernandez (Meksiko)
Mini/Jerami/Terbang Mini: Zhong Xiongzhao (Rep. Rakyat Cina)

VERSI IBF

Berat: Wladimir Klitschko (Ukraina)
Penjelajah/Berat Junior: Yoan Pablo Hernandez (Kuba)
Berat Ringan: Tavoris Cloud (Amerika Serikat)
Menengah Super: Carl Froch (Britania Raya)
Menengah: Daniel Geale (Australia)
Welter Super/Menengah Junior: Cornelius Bundrage (Amerika Serikat)
Welter: Devon Alexander (Amerika Serikat)
Ringan Super/Welter Junior: Lamont Peterson (Amerika Serikat)
Ringan: Miguel Vazquez (Meksiko)
Bulu Super/Ringan Junior: Juan Carlos Salgado (Meksiko)
Bulu: Billy Dib (Australia)
Bantam Super/Bulu Junior: lowong
Bantam: Leo Santa Cruz (Meksiko)
Terbang Super/Bantam Junior: Juan Carlos Sanchez Jr. (Meksiko)
Terbang: Moruti Mthalane (Afrika Selatan)
Terbang Ringan/Terbang Junior: John Riel Casimero (Filipina)
Mini/Jerami/Terbang Mini: Mario Rodriguez (Meksiko)

VERSI WBO

Berat: Wladimir Klitschko (Ukraina)
Penjelajah/Berat Junior: Marco Huck (Jerman)/Ola Afolabi (Britania Raya/interim champion)
Berat Ringan: Nathan Cleverly (Britania Raya)
Menengah Super: Arthur Abraham (Jerman)
Menengah: Peter Quillin (Amerika Serikat)
Welter Super: Zaurbek Baysangurov (Rusia)
Welter: Timothy Bradley (Amerika Serikat)
Ringan Super/Welter Junior: lowong
Ringan: Ricky Burns (Britania Raya)
Bulu Super: Roman Martinez (Puerto Rico)
Bulu: Orlando Salido (Meksiko)
Bantam Super/Bulu Junior: Nonito Donaire (Filipina)
Bantam: Pungluang Sor Singyu (Thailand)
Terbang Super/Bantam Junior: Omar Andres Narvaez (Argentina/super champion)
Terbang: Brian Viloria (Amerika Serikat)
Terbang Ringan/Terbang Junior: Donnie Nietes (Filipina)
Mini/Jerami/Terbang Mini: Moises Fuentes (Meksiko)

29 December 2012

Wisata Wonogiri-Sragen: Museum Kars Indonesia

Loket Karcis

Prasasti Peresmian Museum

Peta Dunia

Koral

Fosil Koral


Batu Gamping Kapuran

Kerangka Manusia Prasejarah Gua Liang

Kars Untuk Kehidupan

Kars Vertebra

Keragaman Flora dan Fauna di Kawasan Kars

Nilai Ekonomi Kawasan Kars

Kearifan Lokal Kawasan Kars


14 October 2012

World Swimming Rankings (Short Course) - Oct. 2012



Women's events

Freestyle

50m : Sarah Sjostrom (SWE) | 23.82 | 26.01.2012
100m : Sarah Sjostrom (SWE) | 52.15 | 26.01.2012
200m : Katinka Hosszu (HUN) | 1:54.79 | 06.10.2012
400m : Lauren Boyle (NZL) | 4:02.26 | 30.09.2012
800m : Lauren Boyle (NZL) | 8:15.73 | 30.09.2012
1500m : Laura Crockart (AUS) | 16:10.41 | 12.09.2012

Backstroke 

50m : Etiene Medeiros (BRA) | 26.94 | 20.08.2012
100m : Grace Loh (AUS) | 57.52 | 12.09.2012
200m : Belinda Hocking (AUS) | 2:01.30 | 19.05.2012

Breastroke

50m : Satomi Suzuki (JPN) | 30.23 | 11.02.2012
100m : Rika Ohmoto (JPN) | 57.20 | 11.02.2012
200m : Rika Ohmoto (JPN) | 2:03.82 | 11.02.2012

Butterfly 

50m : Jeanette Ottesen (DEN) | 25.55 | 31.03.2012
100m : Sarah Sjostrom (SWE) | 56.70 | 26.01.2012
200m : Yai Watanabe (JPN) | 2:07.27 | 11.02.2012

Individual Medley

100m : Katinka Hosszu (HUN) | 59.74 | 06.10.2012
200m : Sarah Sjostrom (SWE) | 2:08.17 | 26.01.2012
400m : Miho Takahashi (JPN) | 4:27.65 | 11.02.2012

Men's events

Freestyle

50m : Cesar Cielo Filho (BRA) | 20.59 | 20.08.2012
100m : Roland Schoeman (RSA) | 46.50 | 16.08.2012
200m : Darian Townsend (RSA) | 1:42.71 : 02.10.2012
400m : Kosuke Hagino (JPN) | 3:49.77 | 02.10.2012
800m : Jordan Harrison (AUS) | 7:43.10 | 12.09.2012
1500m : Yohei Takaguchi (JPN) | 14:39.22 | 11.02.2012

Backstroke

50m : Guilherme Guido (BRA) | 23.31 | 20.08.2012
100m : Robert Hurley (AUS) | 50.18 | 06.10.2012
200m : Radoslaw Kawecki (POL) | 1:50.89 | 06.10.2012

Breastroke

50m : Cameron Van Den Burgh (RSA) | 25.95 | 06.10.2012
100m : Cameron Van Den Burgh (RSA) | 57.22 | 06.10.2012
200m : Daiya Seto (JPN) | 2:04.87 | 06.10.2012

Butterfly 

50m : Nicholas Santos (BRA) | 22.22 | 20.08.2012
100m : Chad Le Clos (RSA) | 49.60 | 06.10.2012
200m : Hidemasa Sano (JPN) | 1:50.28 | 11.02.2012

Individual Medley

100m : Kenneth To (AUS) | 51.43 | 02.10.2012
200m : Thiago Pereira (BRA) | 1:52.30 | 20.08.2012
400m : Thiago Pereira (BRA) | 4:01.91 | 20.08.2012

Source: Federation Internationale de Natation (FINA)

7 October 2012

KHASIAT TANAMAN DI SEKITAR KITA (Bagian 1)

Di sekitar tempat tinggal kita dijumpai banyak jenis tanaman. Namun demikian tidak semua jenis tanaman yang diketahui manfaatnya selain sebagai tanaman penghias, jalur hijau, atau paru-paru kota. Padahal tanaman-tanaman tersebut memiliki manfaat yang lebih, antara lain sebagai bahan obat-obatan untuk menanggulangi penyakit yang mungkin sedang kita derita. Berikut ini jenis tanaman yang berada di sekitar kita yang memiliki khasiat bagi kesehatan kita.

Adas

Nama latin: Foeniculum vulgare Mill
Jenis penyakit yang dapat diobati: tuberkulosis, gangguan saluran pencernaan, susah kentut (flatus), gangguan nafsu makan, batu ginjal, batuk rejan, insomnia, gangguan menstruasi.
Bagian yang digunakan: buah yang telah masak (dijemur hingga kering)

Alang-alang

Nama latin: Imperata cylidrica (L.) Beauv
Jenis penyakit yang dapat diobati: panas, penyakit saraf, gangguan air seni, demam, panas dalam.
Bagian yang digunakan: akar (rimpang)

Angsana

Nama latin: Pterocarpus Indicus Wild
Jenis penyakit yang dapat diobati: gangguan air seni, radang, panas dan demam, sariawan, batu ginjal, sifilis, radang telinga
Bagian yang digunakan: kulit kayu, akar, getah (resin), daun muda.

Apel

Nama latin: Pyrus malus Mill
Jenis penyakit yang dapat diobati: radang, susah buang air seni, diabetes melitus, diare.
Bagian yang digunakan: buah

Aren

Nama latin: Arenga pinnata Merr
Jenis penyakit yang dapat diobati: radang paru-paru, disentri, batu ginjal, susah kentut, gangguan menstruasi, sariawan.
Bagian yang digunakan: tuak/legen (hasil peragian air bunga aren), akar, nira atau gula, kulit pohon, dan buah.

Asam Jawa

Nama latin: Tamarindus indica L.
Jenis penyakit yang dapat diobati: radang, panas, bengkak, asma, batuk,d emam, panas, rheumatik, sakit perut, morbili, biduren, sariawan, luka, eksim, bisul, rambut rontok, gigitan ular berbisa.
Bagian yang digunakan: buah, daun, biji, kulit pohon

Alpukad

Nama latin: Persea gratissima Gaertin/Persea americana
Jenis penyakit yang dapat diobati: kencing batu, nyeri syaraf, tekanan darah tinggi, sakit kepala, nyeri lambung, pembengkakan saluran pernafasan, gangguan menstruasi.
Bagian yang digunakan: daging buah, daun, biji.

Bakau

Nama latin: Rhizophora apiculata BI
Jenis penyakit yang dapat diobati: disentri, kegemukan/penimbunan lemak, pendarahan, homeostatis
Bagian yang digunakan: kulit barang, daun.

Bawang Merah

Nama latin: Allium cepa
Jenis penyakit yang dapat diobati: perut kembung, batuk, gangguan air seni, kencing manis, gangguan menstruasi, demam, cacingan.
Bagian yang digunakan: umbi lapis

Bawang Putih

Nama latin: Allium sativum Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: sakit kuning, masuk angin, hipertensi, asma, batuk, sakit kepala, sesak napas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka terkena benda tajam, gigitan serangga, cacingan, dan insomnia.
Bagian yang digunakan: umbi

Bayam 

Nama latin: Amaranthus tricolor Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: gangguan pencernaan, gangguan ginjal, disentri, susah buang air besar, kencing manis, tekanan darah tinggi, obesitas, tekanan darah rendah, gagal ginjal, anemia.
Bagian yang digunakan: daun, akar.

Belimbing Wuluh

Nama latin: Averrhoa bilimbi Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: batuk, batuk rejan, encok, sariawan, hipertensi, diabetes melitus, demam, radang poros usus, sakit perut, gondok, bisul, skorbut, gangguan empedu, jerawat, ruam.
Bagian yang digunakan: buah, bunga, batang, daun.

Beringin

Nama latin: Ficus benjamina Linn
Jenis penyakit yang dapat diobati: demam, pilek, amandel, nyeri sendi, luka memar, influenza, radang saluran pernafasan, batuk rejan, malaria, radang usus, disentri, kejang.
Bagian yang digunakan: akar udara, daun.

bersambung...




3 October 2012

ANATOMI KERIS

[tosanaji.com]

Keris merupakan jenis senjata masyarakat Nusantara yang telah lama dikenal oleh dunia. Senjata ini dipercayai sebagai bagian dari kebudayaan asli Nusantara. Meskipun pada hakikatnya keris berfungsi sebagai senjata namun benda ini kemudian mengalami perluasan peran, antara lain sebagai benda bertuah, perlengkapan upacara adat, dan kekayaan seni yang bernilai tinggi. 

Secara garis besar keris terbagi menjadi empat bagian yakni hulu keris (ukiran), bilah keris (wilah), rangka (warangka) dan pembungkus rangka (pendhok). Lebih lanjut keris dapat dikelompokkan menjadi dua jenis menurut bentuk bilahnya, yakni keris berbilah lurus dan keris berbilah bergelombang (dikenal sebagai luk). 

Selain bagian-bagian dan bentuk-bentuk tersebut di atas orang dapat mempelajari anatomi keris layaknya mempelajari anatomi makhluk hidup. Anatomi keris dikenal dengan sebutan "ricikan". Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang anatomi sebuah keris.

Anatomi keris terdir atas 28 bagian sebagai berikut:

1. Pesi : tangkai keris yang masuk ke dalam pegangan atau ukir.
2. Ganja : dasar bilah  keris yang tebal, yang dapat menyatu dengan maupun terpisah dari bilah.
3. Buntut Mimi : bentuk meruncing pada ujung ganja.
4. Gunungan : bentuk menonjol sebelum bagian buntut mimi.
5. Greneng atau Polos : ornamen berbentuk aksara Jawa Dha yang berderet.
6. Thingil : tonjolan kecil pada bagian greneng atau pada bagian dasar aksara Jawa Dha.
7. Ri pandhan : bentuk ujung ang meruncing menyerupai duri pada aksara Jawa Dha.
8. Ron Dha : ornamen pada aksara Jawa Dha.
9. Sraweyan : dataran yang merendah di belakang bagian sogogan (baca anatomi no.19), di atas ganja.
10.Bungkul : berbentuk menyerupai bawang terletak di tengah-tengah dasar bilah dan di atas ganja.
11.Pejetan : berbentuk seperti bekas pijitan ibu jari yang terletak di belakang gandik (baca anatomi no.13).
12.Lambe Gajah : bentuk menyerupai bibir gajah yang menempel pada gandik.
13.Gandik : bentuk penebalan mendekati bulat memanjang yang terletak di atas ujung ganja yang sering disebut sirah cecak.

Bagian-bagian dari Keris
[Prasida Wibawa, Pesona Tosan Aji]

14.Kembang Kacang : bentuk menyerupai belalai gajah yang terletak pada gandik bagian atas.
15.Jalen : bentuk menyerupai taji ayam jantan yang menempel pada gandik.
17.Tikel Alis : bagian pada bagian atas pejetan yang menyerupai bulu mata.
18.Janur : bagian yang terdapat di antara dua sogokan (baca anatomi no.19-20).
19.Sogokan Depan : bentuk alur yang merupakan perpanjangan dari pejetan.
20.Sogokan Belakang : bentuk alur yang terdapat pada bagian belakang.
21.Pudhak Sategal ; sepasang bentuk menajam yang keluar dari bilah bagian kiri dan kanan.
22.Pudhak Sategal.
23.Poyuhan : bentuk yang menebal pada ujung sogokan.
24.Landep : bagian yang menajam pada bilah keris.
25.Gusen : bagian yang terdapat di belakang landep dengan bentuk memanjang dari bagian pangkal (sorsoran) ke bagian ujung (pucuk).
26.Gula Milir : bagian yang meninggi di antara gusen dan kruwingan (baca anatomi no.27)
27.Kruwingan : dataran yang terletak pada sisi kiri dan kanan adha-adha (baca anatomi no.28)
28.Adha-adha : penebalan pada pertengahan bilah keris dari bawah ke atas.

Terima kasih kepada Bapak Prasida Wibawa atas referensinya tentang "Pesona Tosan Aji"

POLA SUSUNAN BATU ALAM UNTUK RUMAH


Batu-batuan alam merupakan salah satu unsur alam yang sangat sering dipergunakan untuk bangunan rumah, yakni dijadikan sebagai dinding, pagar, pilar, atau lantai. Pemanfaatan batu alam untuk perumahan telah berlangsung sejak zaman dahulu. Bukti dari pentingnya batu alam sebagai bagian dari kehidupan manusia dari waktu ke waktu adalah candi, arca, patung, dan benda-benda peninggalan zaman dulu lainnya yang terbuat dari batu. 

Dalam era modern ini nilai batu alam untuk bangunan rumah, baik sebagai elemen utama (dinding, lantai, pagar), maupun sebagai hiasan semakin bertambah karena menimbulkan kesan eksotis, klasik, dan unik. Modernisasi zaman justru membuat sejumlah pemilik rumah secara sengaja merancang rumah mereka dengan tampilan fisik yang kembali ke 'zaman batu' untuk menarik perhatian dan menimbulkan kesan istimewa pada rumah tersebut. 

Salah satu unsur yang berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya daya tarik fisik rumah dari bahan batu alam ialah cara penyusunannya. Berikut ini adalah sejumlah pola penyusunan batu alam untuk dinding, pagar, atau lantai rumah yang dapat menarik perhatian.

ACAK (Solehuddin, 2009)
Pola Acak

Pola penyusunan batu alam acak dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu pola acak natural dan pola acak buatan. Pola acak natural menggunakan ukuran dan bentuk batu sesuai dengan aselinya, misalnya pola acak batu bronjol dan pola acak koboi bandung. Sedangkan pola acak buatan ialah penyusunan batu setelah melalui proses pembentukan sedemikian rupa hingga menyerupai batu alami. Contoh dari pola acak natural ini adalah pola acak parasjogja. 
VH (Solehuddin, 2009)

Pola Vertikal Horisontal (vh)

Pola vertikal horisontal terbentuk oleh susunan batu ke dalam dua pola, yakni secara vertikal dan horisontal. Pola ini pun juga memiliki dua jenis yang berbeda seperti pola acak, yakni pola vh teratur dan pola vh alami. Pola vh cocok untuk rumah yang sifatnya minimalis dan bergaya tropis. 

 SUSUN BATA (Solehuddin, 2009)
Pola Susun Bata 

Pola susun bata dapat dipasang secara horisontal maupun vertikal. Pola ini memberikan kesan rapi dan sederhana dan cocok diterapkan untuk rumah minimalis. Batu-batu yang sering dipergunakan untuk pola susun bata antara lain candi, andesit, purwakarta, parasjogja, palimanan, dan sukabumi.
SUSUN SIRIH (Solehuddin, 2009)

Pola Susun Sirih

Disebut demikian karena komposisi pemasangannya menyerupai daun sirih. Pemasangan pola susun sirih lebih sulit sehingga memerlukan ketelitian dan kesabaran. Adapun jenis polanya antara lain pola susun sirih salagedang, nat, andesit, dan maju mundur. Salah satu contoh bagian rumah yang dapat dibentuk dengan pola ini ialah kolam air. 
KOBI BANDUNG (Solehuddin, 2009)

Pola Koboi Bandung

Disebut pola koboi bandung karena perkembangan awalnya berasal dari Bandung. Pola koboi bandung dapat kita lihat pada rumah peninggalan Belanda. Batu yang sering digunakan untuk pola ini antara lain salagedang, purwakarta, dan garut. 
MOSAIK (Solehuddin, 2009)

Pola Mosaik

Pola Mosaik terbentuk oleh kumpulan batu alam yang disusun dengan bantuan perekat (lem). Pola susunan ini sering diterapkan untuk bangunan restoran, kafe, hotel, dan perkantoran. 


Semua gambar disitasi dari buku "Kreasi Unik Batu Alam" karya Solehuddin (2009)

1 October 2012

KEBERADAAN MERKURI DI DALAM LINGKUNGAN


MERKURI [periodictable.com]
Merkuri (Hg) adalah salah satu bentuk logam berat (heavy metals) elemen yang bersifat alami yang sering mencemari lingkungan. Sebagian besar merkuri yang berasal dari alam dalam bentuk gabungan dengan elemen lainnya. Dengan kata lain tidak banyak merkuri yang ditemukan dalam bentuk yang terpisah dari elemen lain. Komponen merkuri banyak tersebar di karang-karang, tanah, udara, air dan organisme hidup melalui proses fisika, kimia, dan biologi yang sifatnya kompleks.

Sifat-sifat Merkuri

Sifat-sifat kimia dan fisika merkuri menjadikan logam berat tersebut digunakan oleh manusia untuk banya keperluan dan kegiatan, terutama kegiatan ilmiah industri. Merkuri memiliki sifat-sifat antara lain:
- menjadi satu-satunya logam yang berbentuk cair pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan memiliki titik beku terendah untuk kategori logam (-39 derajat Celsius);
- memiliki kisaran suhu 396 derajat Celsius pada saat berbentuk cair dan pada kisaran suhu ini dapat mengembang secara merata;
- memiliki volatilitas tertinggi diantara semua jenis logam;
- memiliki ketahanan listrik yang sangat rendah sehingga menjadi konduktor logam yang paling baik;
- memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak logam lain dan membentuk komponen amalgam (alloy);
- memiliki sifat toksik terhadap semua makhluk hidup.

Secara umum merkuri dihasilkan melalui proses pembakaran merkuri sulfida (HgS) di udara. Merkuri dilepaskan sebagai uap, mengalami kondensasi, tidak seperti gas-gas lainnya yang terlepas atau terkumpul di atmosfer.

Bentuk merkuri yang terdapat di alam adalah: a) merkuri anorganik, misalnya logam merkuri dan garam-garamannya (merkuri klorida, merkuri oksida); b) merkuri organik, atau organomerkuri, yang terdiri atas aril merkuri (mengandung hidrokarbon aromatik seperti fenil merkuri asetat) dan alkil merkuri seperti metil merkuri dan etil merkuri; c) alkoksialkil merkuri (R-O-Hg)

Manfaat Merkuri

Merkuri dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, misalnya industri khlor-alkali, alat-alat listrik, cat, instrumen, katalis, kedokteran gigi, pertanian, alat-alat laboratorium, obat-obatan, industri kertas, dan amalgam.

Dampak Negatif Merkuri

Penggunaan merkuri di dalam berbagai industri tidak jarang menimbulkan pencemaran/kontaminasi lingkungan. Media pencemarannya dapat melalui air buangan maupun ventilasi udara. Merkuri yang terbuang ke sungai, pantai atau badan air di sekitar industri berpotensi mencemari ikan-ikan dan makhluk air lainnya. Penggunaan merkuri di dalam bidang pertanian sebagai pelapis benih dapat menyebabkan kontaminasi tanah pertanian yang berakibat pencemaran hasil pertanian, terutama sayur-sayuran.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa semua ikan yang tidak terkontaminasi langsung oleh merkuri dalam pertumbuhannya masih tetap mengandung merkuri di dalam tubuhnya, meskipun dalam konsentrasi rendah (0,005-0,075 ppm). Penelitian juga menyebutkan bahwa akumulasi merkuri di dalam tubuh ikan berbeda-beda menurut keadaan dan bagian organ yang terkena kontaminasi.

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan tentang daya toksik merkuri terhadap tubuh manusia:

- semua komponen merkuri dalam jumlah yang cukup akan mengandung racun dan membahayakan tubuh;
- setiap komponen merkuri memiliki daya toksik, distribusi, akumulasi, dan waktu retensi yang berbeda-beda di dalam tubuh;
- transformasi biologi dapat terjadi di lingkungan maupun di dalam tubuh, di mana merkuri akan mengalami perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain;
- merkuri di dalam tubuh akan menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakan sel;
- kerusakan tubuh yang disebabkan oleh merkuri memiliki sifat permanen dan belum ada cara penyembuhan yang benar-benar berhasil.
MINAMATA BAY [japanfocus.org]

Merkuri anorganik memiliki kecenderungan terakumulasi di dalam tenunan hati dan ginjal. Hal demikian dapat merusak tenunan tersebut. Uap logam merkuri memiliki kapasitas tinggi untuk terdifusi melalui paru-paru ke dalam darah, kemudian ke otak, sehingga menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Dalam kasus keracunan merkuri di Minamata Bay, Jepang, merkuri sulfat yang dipergunakan untuk katalis industri vinil khloride dibuang ke laut Minamata Bay. Komponen merkuri tersebut menuju ke dasar laut dan di sana mengalami perubahan oleh mikroorganisme anaerobik. Komponen merkuri yang mengalami perubahan memiliki sifat yang sangat volatil dan terlepas dari lumpur atau pasir pada dasar laut ke air di sekelilingnya.

Kendala Penanggulangan Kontaminasi Merkuri

Sumber pencemaran merkuri di lingkungan sebenarnya tidak sulit untuk ditemukan. Kontaminasi merkuri dapat ditemukan pada industri-industri pengguna merkuri pada saat mereka menjalankan proses.  Sejumlah kendala yang menghadang usaha penanggulangan kontaminasi merkuri antara lain sebagai berikut:

- merkuri bersifat volatil sehingga dapat mencemari udara;
- merkuri berbentuk cair sehingga mudah menyebar di permukaan air dan sulit untuk dikumpulkan;
- merkuri mengalami translokasi pada tanaman dan hewan;
- merkuri, berikut komponennya, dapat mengalami perubahan oleh mikroorganisme laut, sungai, atau danau menjadi komponen metil merkuri yang sifatnya beracun.

Referensi:

Srikandi Fardiaz. 1992. "Polusi Air dan Udara". Kanisius: Yogyakarta.

29 September 2012

MENGHITUNG KEPADATAN PENDUDUK

Kepadatan penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per satuan unit wilayah. Kepadatan penduduk menjelaskan jumlah rata-rata penduduk pada setiap kilometer persegi dalam suatu wilayah.

Rumus umum kepadatan penduduk adalah sebagai berikut:

Lebih lanjut, kepadatan penduduk dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni: kepadatan aritmatik; kepadatan fisiologis; kepadatan agraris; dan kepadatan ekonomi.

Kepadatan penduduk aritmatik adalah kepadatan penduduk tiap satuan luas dan untuk mengetahuinya kita harus menghitung dengan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk fisiologis adalah jumlah penduduk tiap kilometer persegi luas tanah pertanian yang terdapat di suatu wilayah. Untuk mengetahuinya kita harus menghitungnya dengan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk yang matapencahariannya bertani (menjadi petani) tiap kilometer persegi tanah pertanian. Untuk menghitungnya kita menggunakan rumus di bawah ini.

Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Kemampuan wilayah di sini artinya kemampuan produksi yang dimiliki. Pengukuran kemampuan produksi jarang dilakukan sehingga jarang digunakan.

Penghitungan kepadatan penduduk secara aritmatik, fisiologis, agraris, dan ekonomi mengandung arti bahwa kepadatan penduduk dapat dinilai dari berbagai sudut pandang. Dari sini kita akan dapat menentukan faktor-faktor pengaruh bagi kepadatan suatu wilayah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah: a) faktor fisiologis; b) faktor biologis; dan c) faktor budaya dan teknologi.

Faktor fisiologis berhubungan dengan kondisi fisik suatu wilayah. Contoh kasus, wilayah yang datar dan memiliki sediaan air tanah yang memadai sering menjadi wilayah yang subur dan lebih terjangkau oleh sarana transportasi. Dampak negatif dari kemudahan tersebut antara lain ialah semakin bertambahnya kepadatan penduduk di wilayah tersebut. Faktor biologis berhubungan dengan angka kelahiran, kematian, dan perkawinan yang antara satu wilayah dan yang lainnya belum tentu sama. Dengan demikian akan terjadi perbedaan angka pertumbuhan. Faktor budaya dan teknologi berhubungan dengan perubahan pandangan masyarakat akibat modernisasi atau pergeseran teknologi. Salah satu akibat dari munculnya faktor ini ialah penekanan angka kelahiran dan angka kematian.

UNDERSTANDING NANOTECHNOLOGY

The prefix "nano" means one billionth. One nanometer (abbreviated as 1 nm) is 1/1,000,000,000 of a meter, which is close to 1/1,000,000,000 of a yard. To get a sense of the nano scale, a human hair measures 50,000 nanometers across, a bacterial cell measures a few hundred nanometers across, and the smallest features that are commonly etched on a commercial microchip as of February 2002 are around 130 nanometers across. The smallest things seeable with the unaided human eye are 10,000 nanometers across. Just ten hydrogen atoms in a line make up one nanometer. It's really very small indeed.

Nanoscience is, at its simplest, the study of the fundamental principles of molecules and structures with at least one dimension roughly between 1 and 100 nanometers. These structures are known, perhaps uncreatively, as nanostructures. Nanotechnology is the application of these nanostructures into useful nanoscale devices. That isn't a very sexy or fulfilling definition, and it is certainly not one that seems to explain the hoopla. To explain that, it's important to understand that the nanoscale isn't just small, it's a special kind of small.

Anything smaller than a nanometer in size is just a loose atom or small molecule floating in space as a little dilute speck of vapor. So nanostructures aren't just smaller than anything we've made before, they are the smallest solid things it is possible to make. Additionally, the nanoscale is unique because it is the size scale where the familiar day-to-day property of materials like conductivity, hardness, or melting point meet the more exotic properties of the atomic and molecular world such as wave-particle duality and quantum effects. At the nanoscale, the most fundamental properties of materials and machines depend on their size in a way they don't at any other scale. For example, a nanoscale wire or circuit component does not necessarily obey Ohm's law, the venerable equation that is the foundation of modern electronics. Ohm's law relates current, voltage, and resistance, but it depends on the concept of electrons flowing down a wire like water down a river, which they cannot do if a wire is just one atome wide and the electrons need to traverse it one by one. This coupling of size with the most fundamental chemical, electrical, and physical properties of materials is key to all nanoscience.

Nanotechnology should not be confused with its sister field, which is even more of a mouthful -- microelectromechanical systems (MEMS). MEMS scientists and engineers are interested in very small robots with manipulator arms that can do things like flow through the bloodstream, deliver drugs, and repair tissue. These tiny robots could also have a host of other applications including manufacturing, assembling, and repairing larger systems. MEMS is already used in triggering mechanisms for automobile airbags as well as other applications. But while MEMS does have some crossover with nanotechnology, they are by no means the same. For one thing, MEMS is concerned with structures between 1,000 and 1,000,000 nanometers, much bigger than the nanoscale. Further, nanoscience and nanotechnology are concerned with all properties of structures on the nanoscale, whether they are chemical, physical, quantum, or mechanical. It is more diverse and stretches into dozens of subfields. Nanotech is not nanobots.

Nanotechnology has been making its presence felt in industry for some time, and many applications are already standard. Because of the current national debate regarding energy policy and oil, a perfect example may be petroleum refining. Zeolites, the molecular sieves, are now used to extract as much as 40 percent more gasoline from a barrel of crude than the catalysts they replaced. This technique was first developed by Mobil and by some estimates saves approximately 400 million barrels of oil per year (around $12 billion) in the United States alone.

So, what forms of nanotechnology are we most likely to see and touch? Perhaps first on the list of consumer nanogoods are smart materials such as coatings and laminates. Even though you may not put "coatings and laminates" on your grocery list, they are around you everyday. In this case, they are thin layers of various materials that are engineered at the nanoscale to enhance of other products in various ways. For examples, the windows in Audi A4 series cars are coated with glass laminates that block harmful ultraviolet radiation that can cause skin cancer. German and Japanese manufacturers such as Nanogate Technologies have started selling bathroom and kitchen tile that cannot get dirty since it is impossible for dirt and grit particles to cling to the coating in much the same way that food cannot stick to Teflon pans. Slowly, clunky TV-like cathode-ray tubes (CRTs) have been replaced by flat-panel liquid-crystal displays (LCDs). LCDs are more energy efficient, cause less eyestrin, and are more compact than CRTs. But the viewable area of LCDs is typically smaller than that of CRTs (few exceed 24 inches) their images are generally less bright, and they must be viewed directly, not from the side. Also, LCDs tend to refresh the images that they display slowly, which can cause animation and video to look sloppy. Enter light-emitting diode displays.

Citation Source:
Mark A. Ratner & Daniel Ratner. 2003. Nanotechnology: A Gentle Introduction to the Next Big Idea. Prentice Hall Professional.

26 September 2012

KISAH SENSASIONAL BRUNO LANDGRAF


Nama Bruno Landgraf mungkin masih terasa asing bagi kita sebagai penggemar sepakbola. Benar sekali, Bruno sedianya adalah seorang pesepakbola berbakat Brasil. Ia adalah penjaga gawang timnas Brasil yang menjuarai FIFA U-17 World Cup tahun 2003 yang berlangsung di Finlandia. Dengan sukses tersebut Bruno mungkin saja bermimpi untuk mengawal gawang Selecao senior pada kelanjutan karirnya kelak. Ia seangkatan dengan sejumlah bintang sepakbola masa kini seperti Cesc Fabregas dan David Silva. Dua orang Spanyol inilah yang Landgraf kalahkan pada pertandingan final dan membawa timnya menjadi juara dunia.

Namun,...

Cerita perjalanan hidup Landgraf menuju ke arah lain. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sao Paulo "merenggut" mimpinya sebagai pesepakbola profesional. Ia mengalami cidera yang sangat parah dan harus dirawat di rumah sakit selama enam bulan. Pasca-kecelakaan yang mengerikan tersebut Bruno tidak dapat merasakan apa-apa pada bagian kakinya.

Sebuah mimpi, sebuah harapan telah sirna dari lembaran hidup Landgraf. Akan tetapi, ternyata pemuda yang kini berusaha 26  tahun tersebut tidak menyerah pada nasib. Ia berusaha keras untuk tetap berkiprah dalam dunia olahraga, dan.... pada suatu masa ketika momentum tersebut datang, Landgraf tidak membuangnya percuma. Ia merenda mimpi baru untuk berkiprah sebagai seorang olahragawan yang, jika memungkinkan, memberikan kontribusi bagi negara Brasil.
Elaine Cunha dan Bruno Landgraf, bersama Tim Layar Brasil

Pada masa rehabilitasi pasca-kecelakaan Landgraf berminat pada olahraga layar. Kesempatan pertama ia dapatkan pada tahun 2008. Salah satu alasan Bruno menyukai layar ialah bahwa berlayar dapat membuat orang belajar tentang cuaca dan arah angin. Ia menambahkan bahwa olahraga tersebut mendekatkan orang pada alam dan menjadi terapi yang tepat untuk menghindari stress. Namun demikian, ia tidak menampik bahwa jika layar masuk ke dalam ranah perlombaan, apalagi hingga perebutan medali, bobot tekanannya akan sama dengan olahraga lain.

Singkat cerita akhirnya Bruno Landgraf bergabung ke dalam tim Paralympics Brasil. Ia bertanding dalam cabang olahraga layar nomor Skud 18 berpasangan dengan Elaine Cunha. Landgraf melakukan debut sebagai seorang Paralympian di London 2012 dan menjadi satu-satunya tim layar dari kontingen Brasil yang bertanding dalam Paralympic Games tahun ini.

London 2012 telah berlalu dan Bruno Landgraf kini tengah membidik prestasi yang lebih baik. Apalagi jika bukan Paralympic Games 2016 di Rio de Janeiro. Mengenai ambisinya di Rio 2016 mendatang, seperti yang diutarakannya kepada FIFA.com, Landgraf mengatakan, "Tujuan kami adalah untuk dapat meraih medali di Rio nanti dengan organisasi dan persiapan yang lebih baik."

Selamat dan sukses, Bruno. Kisah sensasional ini akan menjadi sebuah inspirasi yang luar biasa bagi siapapun yang mencintai olahraga.

KONSEP DASAR TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang seseorang dimulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Perkembangan fisiologis dipengaruhi oleh faktor intelektual, emosional, lingkungan dan keluarga. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisiologis. Dengan mempelajari ini kita dapat menganalisis dan memahami tentang tumbuh kembang fisiologis.

Tujuan mempelajari konsep dasar tumbuh kembang meliputi hal-hal sebagai berikut:
Ilustrasi (childandfamily-nj.org)

1) mengetahui pengertian tentang pertumbuhan dan perkembangan;
2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan;
3) mengetahui tahap-tahap dari tumbuh kembang fisiologis;
4) mengetahui contoh-contoh tumbuh kembang pada anak.

Pertumbuhan merupakan peningkatan jumlah besar sel di dalam seluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan mensintesis protein-protein baru, menghasilkan peningkatan jumlah dan berat. Contoh dari pertumbuhan adalah pertambahan tinggi badan dan berat badan. Sedangkan perkembangan adalah perubahan secara berangsur dan meluasnya kapasitas sempurna dari fungsi alat tubuh. Kematangan/kedewasaan dan pembelajaran termasuk ke dalam wilayah perkembangan ini. Contoh terjadinya perkembangan antara lain pubertas dan berfungsinya alat reproduksi.

Di dalam proses pertumbuhan terjadi perubahan besar, jumlah dan ukuran pada tingkat sel maupun organ, sementara proses perkembangan yang terjadi adalah berupa perubahan bentuk, fungsi dan kematangan organ, mulai dari aspek fisik, intelektual, hinga emosional. Perkembangan fisik yang terjadi antara lain berupa semakin sempurnanya fungsi organ mulai dari tingkat sel hingga organ tubuh itu sendiri. Sedangkan perkembangan intelektual ditunjukkan oleh berkembangnya kemampuan simbolik maupun abstrak, seperti bicara, bermain, membaca, dan sebagainya. Terakhir, perkembangan emosional dapat diamati dari perilaku sosial di dalam lingkungan.

Menurut Havighurst (1961) tumbuh kembang adalah suatu tugas yang muncul pada periode dalam rentang waktu kehidupan yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya. Sebaliknya, apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan berikutnya.

Tumbuh kembang dapat dibagi ke dalam 2 (dua) tahap: 1) tugas perkembangan pada usia 0-6 tahun, dalam bentuk belajar berjalan, belajar bicara, belajar buang air kecil, mencapai kestabilan jasmaniah-fisiologis, membentuk konsep-konsep kesederhanaan, dan belajar mengadakan hubungan emisional; dan 2) tugas perkembangan pada usia 4-5 tahun, dalam bentuk berdiri dengan satu kaki, dapat mengancingkan baju, dan dapat mencuci tangan sendiri.

Terkait dengan tahap tumbuh kembang ini, kita dapat membaginya berdasarkan kurun waktu yang dianggap stabil, yakni: 1) pasangan baru, yaitu keluarga baru yang semula individu (suami-isteri) kemudian membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan keluarga asal masing-masing; 2) keluarga (melahirkan anak pertama/child bearing), yakni dimulai sejak hamil sampai dengan kelahiran anak pertama, berlanjut sampai anak mencapai umur 30 bulan atau 2,5 tahun; 3) keluarga prasekolah, yakni sejak anak berumur 2,5 tahun hingga anak berusia 5 tahun; 4) keluarga dengan anak bersekolah, yakni tahap yang dimulai sejak anak berusia 6 tahun hingga 12 tahun; 5) keluarga dengan anggota remaja, yakni dimulai saat anak berumur 13 tahun dan diakhiri pada saat anak berumur 19-20 tahun; 6) keluarga dengan anak dewasa, yakni mulai sejak anak pertama meninggalkan rumah dan berakhir ketika anak terakhir meninggalkan rumah; 7) keluarga usia pertengahan, yakni pada saat anak terakhir meninggalkan rumah sampai dengan saat orang tua pensiun atau salah satu dari pasangan orang tua tersebut meninggal dunia; dan 8) keluarga usia lanjut, yakni dimulai saat pensiun sampai dengan salah satu pasangan meninggal dunia, atau kedua-duanya meninggal dunia.

Referensi:

A. Hidayat & Aziz Alimul. 2005. "Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1". Salemba Medika: Salemba Medika.
Wang, Donna I. 2003. "Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik". EGC: Jakarta.

23 September 2012

LEGA CALCIO SERIE A & PRIMAVERA - 22/23.09.2012

SERIE A

22.09.2012

PARMA - FIORENTINA 1-1
Valdes; Roncaglia

PAR A.Mirante, A.Lucarelli, Y.Benaloune, G.Paletta, D.Galloppa, Valdes, M.Parolo, M.Gobbi, A.Rosi, I.Belfodil/R.Palladino/S.Ninis, D.Pablo/Amauri

FIO E.Viviano, R.Gonzalo, F.S.Roncaglia, N.Tomovic, D.M.Pizarro, Cuadrado/G.Migliaccio, Mati Fernandez/Romulo, M.Cassani, V.Borja, S.Jovetic, H.Seferovic/L.Toni

JUVENTUS - UDINESE 2-0
Quagliarella, Quagliarella

JUV G.Buffon, Lucio, G.Chiellini, L.Bonucci, P.Pogba, C.Marchisio/S.Lichtsteiner, K.Asamoah, E.Giaccherini, M.A.Isla/A.Vidal, M.Vucinic, F.Quagliarella/N.Bendtner

CHI S.Sorrentino, D.Dainelli/G.Sardo, B.Cesar, B.Jokic, N.S.Frey, M.Rigoni, L.Rigoni, K.Vacek, P.Hetemaj/Cruzado, S.Pellissier, C.Thereau/D.Moscardelli

23.09.2012

SAMPDORIA - TORINO 1-1
Pozzi; Bianchi

SAM S.G.Romero, A.Costa, D.Gastaldello, J.Rossini, E.Maresca, G.Munari/N.Pozzi, Obiang/R.Soriano, M.Estigarribia/Eder, Maxi, N.Krsticic

TOR J.F. Gillet, A.Ogbonna, S.Masiello, K.Glik, M.Darmian, A.C.Gazzi, G.Vives/M.Brighi, M.A.Santana/A.Stevanovic, R.Bianchi/A.Sgrigna, A.Cerci, R.Meggiorini

ATALANTA - PALERMO 1-0
Raimondi

ATA A.Consigli, T.Manfredini, S.Lucchini/G.Stendardo, D.Brivio, M.Ferri, G.Bonaventura/G.De Luca, M.Moralez, L.Cigarini, R.Cazzola, C.Raimondi, G.G.Denis

PAL S.Ujkani, E.M.Munoz, S.Von Bergen, S.Garcia, M.Morganella, E.O.Barreto, L.Giorgi/E.Pisano, E.R.Arevalo Rios, M.Donati, J.Ilicic/F.Miccoli, Hernandez

BOLOGNA - PESCARA 1-1
Gilardino; Quintero

BOL F.Agliardi, A.Morleo, M.Antonsson, C.Natali, S.S.Taider, G.Garics, N.Pulzetti/M.Gabbiadini, M.Pazienza, P.Kone/H.D. Gimenez, A.Gilardino, A.Diamanti

PES M.Perrin, A.Balzano, A.Bocchetti, U.Cosic, E.Cascione, F.Modesto/D.Zanon, G.Colucci, Nielsen, J.F.Quintero, A.Vukusic, G.Caprari/I.Pelizzoli

CAGLIARI - ROMA (match postponed)

CATANIA - NAPOLI 0-0

CAT M.G.Andujar, N.F.Spolli, N.Legrottaglie, G.Marchese, Alvarez, S.B.Almiron/L.N.Castro, F.Lodi, M.Biagianti/M.J.Izco, G.R.Bergessio, A.D.Gomez, P.C.Barrientos/G.Bellusci

NAP M.De Sanctis, S.Aronica/E.Vargas, H.A.Campagnaro, P.Cannavaro, C.Maggio, M.Hamsik, Zuniga, B.Dzemaili, G.Inler/L.Insigne, E.Cavani, G.Pandev

INTERNAZIONALE - SIENA 0-2
Vergassola, Valiani

INT S.Handanovic, A.Ranocchia, Alvaro, Juan, Y.Nagatomo, W.Sneijder, F.A.Guarin/R.G.Alvarez, E.M.Cambiasso, Gargano/Coutinho, D.A.Milito, A.Cassano/M.Livaja

SIE G.Pegolo, L.C.Novo Neto, Felipe, M.Paci, C.Del Grosso, Angelo, S.Vergassola, G.D'Agostino/R.Rodriguez, A.Rosina/A.Sestu, E.Calaio, E.J.Ze/F.Valiani

UDINESE - MILAN 2-1
Ranegie, Di Natale; El Shaarawy

UDI Z.Brkic, Danilo, A.Coda, Benatia, Allan, M.D.Faraoni/E.A.Badu, R.M.Pereyra, G.Pinzi, A.Di Natale, M.Ranegie

MIL C.Abbiati, P.Mexes, D.Mesbah, C.E.Zapata, I.Abate, A.Nocerino/Bojan, R.Montolivo, M.Ambrosini/K.P.Boateng, U.Emanuelson/F.Acerbi, G.Pazzini, S.El Shaarawy

LAZIO - GENOA 0-1
Borriello

PRIMAVERA - 22.09.2012

Girone A

Cagliari - Fiorentina 1-1, Genoa - Sampdoria 1-0, Empoli - Novara 4-3, Pro Vercelli - Parma 2-0, Siena - Livorno 1-1, Torino - Spezia 5-1, Grosseto - Juventus 0-0,

Girone B

Milan - Varese 3-2, Atalanta - Modena 3-0, Brescia - Padova 2-0, Cesena - Cittadella 2-3, Chievo Verona - Bologna 0-3, Sassuolo - Internazionale 1-3, Udinese - Hellas Verona 0-0

Girone C

Ascoli - Crotone 3-2, Ternana - Catania 0-2, Bari - Virtus Lanciano 2-2, Juve Stabia - Lazio 1-1, Palermo - Reggina 3-1, Pescara - Napoli 3-0, Roma - Vicenza 2-2


NEXT FIXTURES

SERIE A - 25/26.09.2012

Fiorentina - Juventus @ Artemio Franchi Firenze
Pescara - Palermo @ Adriatico Giovanni Cornachhia
Catania - Pescara @ Angelo Massimino
Chievo Verona - Internazionale @ Marc'antonio Bentegodi
Genoa - Parma @ Luigi Ferraris
Milan - Cagliari @ Giuseppe Meazza
Napoli - Lazio @ San Paolo
Roma - Sampdoria @ Olimpico Roma
Torino - Udinese @ Olimpico Turin
Siena - Bologna @ Artemio Franchi Montepaschi Arena


PRIMAVERA - 29.09.2012

Girone A : Genoa - Pro Vercelli, Livorno - Sampdoria, Novara - Bari, Parma - Cagliari, Spezia - Empoli, Torino - Grosseto, Fiorentina - Juventus.
Girone B : Bologna - Atalanta, Cittadella - Modena, Hellas Verona - Chievo Verona, Padova - Cesena, Sassuolo - Udinese, Varese - Milan, Internazionale - Brescia.
Girone C : Catania - Lazio, Crotone - Ternana, Napoli - Bari, Pescara - Juve Stabia, Reggina - Vicenza, Roma - Ascoli, Virtus Lanciano - Palermo.

22 September 2012

EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN DI DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI


Dalam era pendidikan yang terus berkembang sekarang ini, setiap kegiatan kelompok memerlukan kepemimpinan untuk mengatur dan mengarahkan usaha-usaha kelompok menuju sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun demikian, manajemen dan kepemimpinan memiliki perbedaan satu sama lain; mereka sebenarnya saling berdekatan pula, khususnya dalam dimensi hubungan manusia. Kepemimpinan merupakan sebentuk proses yang digunakan oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam kelompoknya untuk mencapai sasaran organisasi atau kelompok. Al-Shuaiby (2009) menyebutkan bahwa banyak sekali penelitian yang telah dilakukan oleh periset yang berbeda-beda tentang jumlah isu yang berhubungan dengan efektifitas kepemimpinan di dalam institusi pendidikan tinggi. Di dalam proses evaluasi setiap kinerja manusia, isu terpentingnya adalah mengidentifikasi/mencari serangkaian kriteria yang tepat. Guna mengidentifikasi kriteria untuk mengukur efektivitas kepemimpinan pada pimpinan universitas, McGoey (2005) mengadakan survei terhadap sejumlah Dekan, pejabat institusi tingkat menengah, Ketua Senat fakultas dan pimpinan organisasi mahasiswa.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Beck-Frazier (2005) dilakukan untuk menyelidiki apakah perbedaan-perbedaan signifikan benar-benar ada diantara persepsi-persepsi tentang perilaku kepemimpinan Dekan dan Ketua Jurusan. Dalam IHL para manajer tingkat menengah menduduki jabatan sebagai Dekan. Sifat dari peran dan tanggung jawab Dekan sering dipandang dari kacamata yang berbeda oleh fakultas, Wakil Rektor, mahasiswa dan Dekan itu sendiri (Gmelch, Wolverton, & Sarros 1999). Efektivitas Dekan sering merupakan hasil dari penilaian/kajian informal tentang gaya kepemimpinan, kinerja tugas yang mereka lakukan dan sifat atau kualitas individu mereka (Rosser et al. 2000). Sebuah kajian tentang teori ini menunjukkan bahwa sejumlah peneliti menemukan hubungan yang signifikan antara efektivitas kepemimpinan dan gaya kepemimpinan tertentu (Corbin 2000; Wheatley 2001). Setelah dilakukan sebuah kajian literatur yang mendalam maka para periset menjadi semakin tertarik untuk mengetahui sejauh mana efektivitas kepemimpinan para Dekan terpilih dapat diprediksi dengan gabungan beberapa variabel, antara lainkompetensi, peran dan gaya kepemimpinan, agar mengetahui bahwa variabel-variabel ini merupakan faktor yang signifikan yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan (Billing & Alvesson 1994; Daugherty & Fich 1997; Eagly et al. 1992; Eagley & Johannesen-Schmidt 2003; Moss & Jensrud 1995; Rosser et al. 2003; Thorp et al. 1998). Teori situasional yang dirumuskan oleh Hersey dan Blanchard (2006) digunakan dalam penelitian ini untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan para dekan universitas. Berdasarkan teori situasional, Hersey dan Blanchard (2006) mengklasifikasikan efektivitas pimpinan ke dalam empat gaya yang berbeda yang dapat ditentukan berdasarkan situasi yang berbeda: (a) Telling, atau perilaku high task/low relationship, (b) Selling, atau perilaku high task/high relationship; (c) Participating, atau perilaku low task/high relationship; dan (d) Delegating, atau perilaku low task/low relationship.

Gaya Kepemimpinan Hersey dan Blanchard 

Gaya Kepemimpinan 1 (Telling): Gaya kepemimpinan ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku tugas dan jumlah di bawah rata-rata perilaku hubungan. Gaya ini cocok diterapkan jika sebuah kelompok memiliki kapasitas dan kesanggupan yang rendah dan memerlukan arah/pengarahan. Gaya ini menekankan pada perilaku pengarahan (directive behavior) yang di dalamnya terdapat pimpinan yang mengidentifikasi peran-peran para bawahan serta memberitahukan apa, bagaimana, kapan dan di mana melakukan berbagai jenis tugas (Hersey et al. 1996).
Gaya Kepemimpinan 2 (Selling): Gaya kepemimpinan ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku tugas dan jumlah di atas rata-rata perilaku hubungan. Perilaku tugas cocok karena orang masih dianggap tidak mampu, namun karena mereka terus berusaha, mereka perlu mendapatkan dukungan motivasi dan komitmen. Pimpinan mengadakan dan menjaga komunikasi dua-arah dan memberikan dukungan dan dorongan yang memadai sehingga bawahan akan secara psikologis menerima keputusan-keputusan yang diambil oleh pimpinan (Hersey et al. 1996).
Gaya Kepemimpinan 3 (Participating): Gaya kepemimpinan yang satu ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku hubungan dan jumlah di bawah rata-rata perilaku tugas. Prosedur pembuatan keputusan yang dibagi oleh pimpinan maupun bawahan merupakan ciri khas dari gaya kepemimpinan ini. Pimpinan menjaga peran kepercayaan (role of confidence) pada diri bawahan (Hersey et al. 1996).
Gaya Kepemimpinan 4 (Delegating): Gaya kepemimpinan ini dibedakan oleh jumlah di atas rata-rata perilaku hubungan dan jumlah di atas rata-rata perilaku tugas. Bawahan diberi kesempatan untuk mengambil tanggung jawab dan memutuskan sendiri tentang apa, bagaimana, kapan dan dimana mereka menjalankan berbagai jenis tugas. Pimpinan menunjukkan kepercayaan yang penuh kepada bawahannya (Hersey et al. 1996).

Pimpinan yang lebih efektif akan mampu menentukan gaya kepemimpinan mana yang paling tepat bagi organisasi dengan pertama-tama mempelajari tingkat kesiapan yang dimiliki/dicapai oleh bawahan, yang merupakan gambaran dari kemampuan dan kesanggupan bawahan untuk menjalankan tugas. Dua faktor utama kesiapan terdiri atas kemampuan (ability) dan kesanggupan (willingness). Definisi kemampuan di sini adalah pengetahuan, pengalaman, dan kecakapan yang seseorang atau kelompok bawa untuk menjalankan tugas atau kegiatan tertentu. Kesanggupan adalah sejauh mana seseorang atau kelompok memiliki kepercayaan, komitmen, dan motivasi untuk mencapai/menyelesaikan tugas tertentu (Hersey et al. 1996).

Setelah mengetahui tingkat kesiapan individu atau kelompok yang berusaha untuk dipengaruhi, pimpinan kemudian perlu menentukan gaya kepemimpinan yang paling tepat. Dengan demikian, kemampuan adaptasi gaya menjadi sebentuk batasan di mana pimpinan mampu mengganti gaya mereka untuk merespon tuntutan/permintaan dari situasi atau masalah tertentu. Hersey et al. (1996) menyimpulkan bahwa semua pimpinan memiliki sebuah gaya kepemimpinan dan sebagian besar pimpinan memiliki gaya kepemimpinan sekunder (cadangan). Gaya kepemimpinan primer (utama) seorang pimpinan didefinisikan sebagai pola perilaku yang paling sering digunakan pada saat ia berusaha mempengaruhi aktivitas orang lain, misalnya, bawahan yang dijadikan target pengaruh. Di dalam gaya kepemimpinan sekunder pola perilaku hanya ditunjukkan dalam situasi-situasi tertentu atau sekali tempo saja. Lebih lanjut, pimpinan memiliki satu gaya kepemimpinan primer, dan mereka cenderung menggunakan satu dari empat gaya kepemimpinan dasar yang dijabarkan dalam teori Kepemimpinan Situasional dalam sebagian besar situasi. Mereka dapat saja tidak memiliki gaya kepemimpinan sekunder atau dapat pula memiliki sebanyak-banyaknya tiga gaya kepemimpinan sekunder.

Referensi:
- Retno Sunu Astuti, Universitas Diponegoro Semarang
- E. Shamandi et al., "Competency, Roles, and Effective Academic Leadership"
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.