Pages

24 December 2011

Hakikat Nilai Sila-sila Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara agama maupun negara sekuler, melainkan negara beragama. Bukan negara agama karena tidak menerapkan hukum agama tertentu sebagai hukum positif, dan bukan negara sekuler karena tidak ada pemisahan antara urusan agama dan urusan agama. NKRI sebagai negara beragama mengandung maksud bahwa NKRI memerlukan hukum positif yang disepakati oleh seluruh bangsa, termasuk seluruh penyelenggara negara.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yang merupakan makhluk berbudi yang memiliki potensi pikir, karsa, dan cipta karena berpotensi menduduki (memiliki) martabat yang tinggi. Adil mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma yang objektif, tidak subjektif atau sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab, yang berarti  budaya yang telah berabad-abad terdapat di dalam kehidupan manusia. Beradab sama artinya berkebudayaan, bertatakesopanan, berkesusilaan, bermoral. Kesadaran sikap dan perbuatan manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia, terhadap alam, maupun Sang Pencipta.

3. Persatuan Indonesia

Mengandung arti utuh tidak terpecah-belah, mengandung bersatunya semacam corak yang beraneka ragam yang bersifat kedaerahan menjadi satu kebulatan secara nasional, juga persatuan segenap unsur Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam mewujudkan secara nyata bhinneka tunggal ika yang meliputi wilayah, sumber daya alam, dan sumber daya manusia dalam kesatuan yang utuh. Persatuan bangsa bersifat nasional mendiami seluruh wilayah Indonesia, bersatu menuju kehidupan bangsa yang berbudaya bebas dalam wadah negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat, menuju terbentuknya suatu masyarakat madani.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Kerakyatan berarti sekelompok manusia yang berdiam dalam satu wilayah tertentu. Kerakyatan berarti kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat, disebut pula kedaulatan rakyat (rakyat yang berdaulat dan berkuasa) atau demokrasi (rakyat yang memerintah). Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan, kesatuan bangsa, kepentingan rakyat, dilaksanakan secara sadar, jujur dan bertanggung jawab, serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani. Permusyawaratan artinya suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan atau memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga tercapai keputusan yang berdasarkan pendapat (mufakat). Perwakilan artinya suatu sistem dalam arti tata cara mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam  kehidupan bernegara, antara lain, dilakukan dengan melalui badan-badan perwakilan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat dalam segenap bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia artinya setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia, baik yang berdiam di wilayah RI sebagai warga NKRI maupun WNI yang berada di luar negeri.

Referensi:
Pandji Soetijo. Pendidikan Pancasila, Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa. Edisi Kedua. Grasindo: Jakarta.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.