Pages

4 August 2011

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Flora di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi berikut ini

a. Hutan Hujan Tropis
Terdapat di sekitar garis khatulistiwa. Tumbuhannya sangat beragam sehingga sering disebut sebagai hutan heterogen. Wilayahnya antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

b. Hutam Musim
Terdapat di daerah yang memiliki musim kemarau panjang dengan jenis tumbuhan sangat sedikit atau cenderung satu jenis saja. Hutam musim sering pula sebagai hutan homogen. Contoh hutan homogen adalah hutan jati dan hutan pinus. Wilayahnya antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan.

c. Hutan Sabana dan Stepa
Sabana adalah hutan padang rumput yang banyak semak-semaknya, sedangkan stepa adalah padang rumput luas tanpa bersemak. Keduanya terdapat pada daerah kering dengan curah hujan sedikit. Wilayahnya antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Madura.

d. Hutan Lumut
Hutan lumut adalah hutan yang ditumbuhi padang lumut. Terdapat di daerah pegunungan dengan ketinggian 1500-3000 meter dari permukaan air laut dengan kelembaban tinggi.

Fauna di Indonesia dapat dikelompkkan sebagai berikut

a. Fauna Asiatis
Memiliki kesamaan dengan fauna yang hidup di Benua Asia, antara lain harimau, kera, gajah, orangutan. Wilayahnya terdapat di Sumatera, Kalimatan dan Jawa.

b. Fauna Peralihan

Fauna peralihan tidak memiliki kesamaan dengan fauna Asia maupun Australia. Wilayahnya adalah Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Jenis faunanya antara lain komodo, anoa, babi rusa, burung malio dan burung kakatua.

c. Fauna Australis
Fauna Australis memiliki kesamaan dengan Benua Australia dan sebagian besar hidup di Indonesia bagian timur. Jenisnya antara lain cendrawasih, nuri raja, kanguru, kuskus, musang berkantung, tikus berkantung dan kasuari.

Sumber: Bahan Tuntas 1001 Soal IPS SD Kelas 4, 5, dan 6 (Forum Tentor, Pustaka Widyatama, Cetakan Pertama 2009)

Praktek Kerja Industri pada Sekolah Kejuruan

Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah bentuk penyelenggaraan oleh sekolah yang mengandung misi memadukan program pendidikan di sekolah dan program yang diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung di dunia kerja. Pemaduan tersebut dilakukan secara sistematis dan secara sinkron. Misi yang dituju dari kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ialah untuk mencapai tingkat keahlian profesional. Keahlian profesional terbentuk oleh tiga unsur utama, yakni ilmu pengetahuan, teknis dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknis dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimanapun kita berada, sedangkan kiat dikuasai melalui proses mengerjakan secara langsung pekerjaan pada bidang profesi.

Perpaduan dua unsur di atas dikenal sebagai "pendidikan sistem ganda". Pendidikan sistem ganda bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang profesional, di mana para siswa pelaku pendidikan sistem ganda diharapkan memiliki kemampuan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dari kelas dan mempelajari dunia industri.

Pelaksanaan praktek kerja industri telah diatur secara sah secara nasional. Adapun dasar hukum yang menjadi pedoman pelaksanaan praktek kerja industri adalah sebagai berikut:

1) Undang Undang No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional;
2) Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah
3) Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional
4) Keputusan Menteri No. 0490 tahun 1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan praktek kerja industri adalah sebagai berikut:

1) menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga, memperoleh masukan serta masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan dan kenyataan yang ada di lapangan
2) meningkatkan pengetahuan siswa tentang aspek-aspek usaha yang profesional pada lapangan kerja, meliputi organisasi, jenjang karir dan teknis
3) mencapai visi dan misi sekolah menengah kejuruan bersangkutan
4) memadukan antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di luar sekolah

Manfaat praktek kerja industri adalah sebagai berikut:

1) mengenali suatu pekerjaan industri di lapangan sehingga dapat menjadi bekal bagi siswa sekolah menengah kejuruan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah
2) menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang profesional dan handal
3) mengasah keterampilan yang telah diberikan di sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah menengah kejuruan

Sumber:
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri Sekolah Menengah Kejuruan Walisongo Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah tahun 2010.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.