Pages

12 February 2011

Hosni Mubarak mengundurkan diri

Muhammad Hosni Sayyid Mubarak akhirnya menyatakan pengunduran diri sebagai Presiden Mesir setelah berkuasa selama hampir 30 tahun. Mubarak mengumumkan pernyataannya secara resmi tanggal 11 Pebruari 2011 waktu setempat. Kesediaan Mubarak untuk melepaskan jabatan No. 1 negara Mesir ini disambut gembira oleh ribuan massa yang berkumpul di Tahrir Square.

Setelah menunggu 18 hari lamanya, jutaan rakyat Mesir saat ini tengah merasakan apa yang mereka sebut sebagai kebebasan; kebebasan dari belenggu kekuasaan tunggal Hosni Mubarak, yang "naik tahta" semenjak meninggalnya Anwar Sadat. Secara resmi Mubarak berkuasa sebagai Presiden Mesir selama hampir 30 tahun, yakni sejak tanggal 14 Oktober 1981.

Hosni Mubarak, yang lahir pada tahun 1928, sebelumnya menjabat Wakil Presiden pada tahun 1975. Masa jabatannya tergolong paling lama sejak Republik Mesir berdiri, setelah Muhammad Ali Pasha. Selepas kepemimpinannya, Mesir untuk sementara waktu dipimpin oleh Pejabat Sementara Presiden Omar Suleiman, yang tak lain adalah Wakil Presiden. Wewenang pemerintahan dilimpahkan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (Higher Council of the Armed Forces).

Gelombang protes rakyat yang menuntut mundur Hosni Mubarak seperti mirip dengan kisah yang pernah tertoreh pada lembaran sejarah Republik Indonesia. Ya, kala itu, 1998, terjadi aksi demonstrasi besar-besaran (penulis juga ikut serta...hehe) menuntut mundurnya Pak Harto yang telah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama lebih kurang 32 tahun.

Motif dari tuntutannya pun relatif sama: menuntut kebebasan. Apapun itu bentuknya, sepertinya rakyat Mesir telah merasa bosan dengan Hosni Mubarak, terutama terkait dengan kebijakan-kebijakannya yang autoritarian. Penyelenggaraan Pemilu yang asal-asalan adalah salah satu contoh bagaimana Mubarak, salah seorang purnawiran Angkatan Udara, berusaha keras untuk mempertahankan status quo dan aset-aset kepemimpinannya.

Demokrasi. Itulah istilah yang senantiasa digembar-gemborkan oleh masyarakat modern. Secara awam demokrasi boleh dikatakan paling populer terdengar di Amerika Serikat. Sebagai land of freedom pada abad lalu, Amerika menjadi simbol kebebasan hak. Sayang sekali, penerapannya justru sering merugikan eksistensi bangsa lain. Hal ini bukan berarti tuduhan terhadap peran serta Amerika di dalam memprovokasi revolusi yang terjadi di Mesir. Akan tetapi, membicarakan demokrasi rasanya kok tidak lengkap jika tidak menyinggung Uncle SAm. Entah mana yang benar dan mana yang salah, masalah politik pada akhirnya menjadi sebuah gunting, yang memiliki dua bilah berujung lancip, dan jika disatukan dapat digunakan untuk memotong. Jelasnya, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, cenderung mendukung penggulingan Mubarak, dengan menyatakan, "This is not the end of Egypt's transition,.... It's a beginning." Obama juga menambahkan, "[the] privilege to witness history taking place". Meskipun ia mengakhiri pendapatnya dengan berkata, "many questions remain unanswered."

Betapa ampuhnya senjata demokrasi. Hingga dapat meruntuhkan sebuah kekuasaan yang sebelumnya seperti mustahil untuk digulingkan. Semangat demokrasi lah yang memicu runtuhnya diktatorisme dan autoritarianisme Ferdinand Marcos, Niculae Ceaucescu, Enver Hoksa, Uni Soviet, dan Suharto. Akan tetapi, benarkah langkah penggulingan Mubarak ini murni kehendak rakyat Mesir? Ataukah, ada skenario-skenario canggih yang bermain di belakangnya, sedemikian rupa, sehingga Hosni Mubarak berada pada posisi yang dipersalahkan dan oleh karenanya expendable? Ataukah, rakyat itu sendiri yang expendable? Sekali lagi, ini adalah politik yang penuh intrik dan tawar-menawar.

Bagaimanapun, Hosni Mubarak adalah salah satu ikon politik dunia pada masanya. Seperti halnya dengan Adolf Hitler, kita tidak dapat menilai seorang pemimpin dari sisi buruknya semata. Keburukan atau kebaikan itu relatif sekali dalam dunia politik. Seorang Hitler boleh kita anggap sebagai war criminal jika kita menganut kacamata Allies (sekutu). Demikian pula dengan Mubarak.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.