Pages

30 January 2011

Tetaplah terbelalak, mendelik, tapi ojo kapusan bakul *)

Kasus demi kasus menghiasi langit persada. Banyak kasus yang mengambang tak tentu arah. Kasus pertama dikubur yang kedua; yang kedua ditendang yang ketiga, dst. Ada yang tidak beres! Rupanya ketidakseriusan dalam menyelesaikan kasus memang sebuah kesengajaan. Target utamanya ialah ingin membuat rakyat menjadi apatis, masa bodoh. Kemudian merasa muak karena semuanya adalah sekedar dagelan, hiburan lawak anekaria jenaka.

Wow! Hebat nian strateginya dalam melumpuhkan kekuatan kita. Ada beberapa fase untuk melemahkan suatu bangsa (Iwan Laksana, 2009). Di antara fase-fase ini muncul strategi pemberangusan semangat manusia. Maka dari itu, kita perlu belajar tentang konspirasi. Jangan terbawa pengaruh suatu kelompok. Kita harus terbuka terhadap apapun: paham, ideologi, sejarah, dsb. Karena jika kita fanatik maka negara akan hancur. Lalu, mana sumbangsih kita kepada bangsa Indonesia.

Memang apatisme adalah tujuan musuh untuk menggulung kekuatan kita, yang sesungguhnya maha dahsyat. Setelah rakyat apatis maka lebih mudahlah pihak-pihak berkepentingan untuk menguasai dan berkuasa.
Bagaimanapun, kita hidup di Indonesia. Kita makan, minum, buang hajat, bereproduksi (bagi yang sudah), cari uang di Indonesia. Maka jagalah rumah kita ini.

Mari bergerak maju! Mari bahu membahu! Jangan hanya menyuarakan kebaikan namun tidak bertindak apa-apa. Sekali lagi, jangan terpengaruh oleh keadaan yang memusingkan; tapi jangan pula apatis.

Saya tidak sedang mengajari, menggurui, tapi sedang mengajak.

Entah itu Bank Century, Gayus, kisruh sepakbola, crop circles, Ariel-Luna Maya, Anang-Syahrini.... kita tetap harus tidak terlena untuk fokus, fokus, dan fokus perjuangan bangsa Indonesia menuju kesejahteraan. Mohon tidak termakan isyu yang menghabiskan energi itu.

Matur nuwun.

Catatan: mendelik = membelalakkan mata (bahasa Jawa); ojo kapusan bakul = jangan tertipu oleh penjual (barang jualan umumnya ditawarkan kepada calon pembeli dengan mengutarakan sisi baiknya, bahasa Jawa).
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.