Pages

31 December 2011

Pesan Moral Ramalan Suku Maya tentang Kiamat 2012

This picture is taken from www.mayatainoprophecy.webs.com
Masih ingatkah pada ramalan kiamat 2012? Bagaimana serunya penggemar bioskop menyambut film "2012" karya Roland Emerich itu? Adakah ramalan itu benar atau sekedar isapan jempol, agitasi guna mendongkrak rating film 2012?

Hari Minggu, 1 Januari, kita akan memasuki tahun baru Masehi ke-2012. Artinya, semakin dekat kita dengan hari kiamat haha! Maksudnya, bukan berarti 2012 pasti kiamat, melainkan secara logika kita semakin dekat dengan hari akhir karena waktu berjalan maju, bukan?

Ehm, coba pelajari lebih mendalam. Maya adalah bangsa dari peradaban masa lalu sebelum bangsa Eropa menduduki benua yang kemudian diberi nama America. Maya adalah ilustrasi dari sebuah tradisi nenek moyang suatu bangsa, yang pasti dimiliki oleh setiap masyarakat di dunia ini. Secara logika, sedangkan pada ramalan suku Maya saja orang dari luar suku tersebut, termasuk orang Indonesia, menjadi kalang-kabut, mengapa kita tidak percaya lagi pada tradisi dan budaya bangsa sendiri? Ironis bukan?

Singkatnya, hendaknya ramalan kiamat tersebut tidak kita artikan dalam lingkup kiamat-nya, melainkan kita tekankan pada kepercayaan terhadap peradaban suatu bangsa. Ini adalah pukulan telak bagi kita. Untuk apa jauh-jauh melancong ke seberang lautan, ke negeri orang untuk mencari kebenaran tanpa terlebih dahulu mencobanya di sekeliling budaya kita sendiri? Bangsa Nusantara ini juga penuh sesak akan tradisi nenek moyang. Akan tetapi keberadaannya semakin terkikis oleh budaya kontemporer sehingga, misalnya, seorang generasi yang terlahir dari suku Jawa merasa asing untuk mengenakan atribut yang berbau Jawa. Bahkan orang lain yang memandangnya dan memperhatikannya menilainya sebagai orang aneh. Sungguh sebuah kerugian besar yang lambat atau cepat akan menjadikan tradisi tersebut punah. Akankah kita biarkan hal demikian terjadi?

Selamat tahun baru 2012!

Best Cars of 2011 by Awarder

Jeep Grand Cherokee
(Listed by Popular Mechanics)
This picture is taken from www.popularmechanics.com

Honda Odyssey
(Listed by Time)
This picture is taken from www.time.com

Toyota Prius
(Listed by Forbes)
This picture is taken from www.forbes.com
Bugatti Veyron Super Sport
(Listed by The Supercars)
This picture is taken from www.thesupercars.org
Chevrolet Family Suburban
(Listed by Kelley Blue Book)
This picture is taken from www.kbb.com


26 December 2011

Operation Barbarossa


By the beginning of June, 129 German divisions had been moved to the East, and the last-minute deployment of the armored and motorized divisions began. When the alert signal "Dortmund" was flashed to the front commands on June 21, the German forces stood. From north to south along the main front, the German forces were divided into three army groups: Army Group North, under Field Marshal Ritter von Leeb, was to advance with two armies and one panzer group through the Baltic states and seize Leningrad; Army Group Center, under the command of Field Marshal von Bock, was ordered to attack with its two armies and two panzer groups through White Russia toward Moscow; Army Group South, commanded by Field Marshal von Rundstedt, was to send its three armies and one panzer group through Galicia to capture Kiev and secure a bridgehead across the Dnieper River.

Temporary lost in this massive array of military might were the formations of the Waffen SS: Leibstandarte SS "Adolf Hitler" and SS Division "Wiking" with Army Group South; SS Division "Reich" with Army Group Center; SS Totenkopf-division and SS Polizeidivision (in reserve) with Army Group North; and far north of the main front, in Finland, SS Kampf-gruppe "Nord" and SS Infantry Regiment 9 with Colonel General von Falkenhorst's Norwegian Army Command.

The strength of the Waffen SS at the beginning of the Russian campaign was as follows: (numbers in parentheses denote personnel)

SS Division LSSAH (10,796), SS Division "Wiking" (19,377), SS Totenkopf Division (18,754), SS Division "Nord" (10,573), SS Division "Reich" (19,021), SS Polizei Division (17,347), Kommandostab RFSS (18,438), Administrative Department (4,007), Reserve Units (29,809), Inspectorate of Concentration Camps (7,200), SS Guard Battalions (7,200), SS Garrison Posts (992), SS Officer and NCO Schools (1,028), and SS Volunteer Battalion "Nordost" (904).


Cited from George H. Stein's "The Waffen SS, Hitler's Elite Guard at War 1939-1945" published by Cornell University Press (1966).

other reference:
Jacobsen and Dollinger's "Der Zweite Weltkrieg"
Philippi and Heim's "Der Feldzug Gegen Sowjetrussland 1941 bis 1945"

24 December 2011

Hakikat Nilai Sila-sila Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara agama maupun negara sekuler, melainkan negara beragama. Bukan negara agama karena tidak menerapkan hukum agama tertentu sebagai hukum positif, dan bukan negara sekuler karena tidak ada pemisahan antara urusan agama dan urusan agama. NKRI sebagai negara beragama mengandung maksud bahwa NKRI memerlukan hukum positif yang disepakati oleh seluruh bangsa, termasuk seluruh penyelenggara negara.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yang merupakan makhluk berbudi yang memiliki potensi pikir, karsa, dan cipta karena berpotensi menduduki (memiliki) martabat yang tinggi. Adil mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma yang objektif, tidak subjektif atau sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab, yang berarti  budaya yang telah berabad-abad terdapat di dalam kehidupan manusia. Beradab sama artinya berkebudayaan, bertatakesopanan, berkesusilaan, bermoral. Kesadaran sikap dan perbuatan manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia, terhadap alam, maupun Sang Pencipta.

3. Persatuan Indonesia

Mengandung arti utuh tidak terpecah-belah, mengandung bersatunya semacam corak yang beraneka ragam yang bersifat kedaerahan menjadi satu kebulatan secara nasional, juga persatuan segenap unsur Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam mewujudkan secara nyata bhinneka tunggal ika yang meliputi wilayah, sumber daya alam, dan sumber daya manusia dalam kesatuan yang utuh. Persatuan bangsa bersifat nasional mendiami seluruh wilayah Indonesia, bersatu menuju kehidupan bangsa yang berbudaya bebas dalam wadah negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat, menuju terbentuknya suatu masyarakat madani.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Kerakyatan berarti sekelompok manusia yang berdiam dalam satu wilayah tertentu. Kerakyatan berarti kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat, disebut pula kedaulatan rakyat (rakyat yang berdaulat dan berkuasa) atau demokrasi (rakyat yang memerintah). Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan, kesatuan bangsa, kepentingan rakyat, dilaksanakan secara sadar, jujur dan bertanggung jawab, serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani. Permusyawaratan artinya suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan atau memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga tercapai keputusan yang berdasarkan pendapat (mufakat). Perwakilan artinya suatu sistem dalam arti tata cara mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam  kehidupan bernegara, antara lain, dilakukan dengan melalui badan-badan perwakilan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat dalam segenap bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia artinya setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia, baik yang berdiam di wilayah RI sebagai warga NKRI maupun WNI yang berada di luar negeri.

Referensi:
Pandji Soetijo. Pendidikan Pancasila, Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa. Edisi Kedua. Grasindo: Jakarta.

11 December 2011

CAF African Nations Cup 2012


Hosts: Equatorial Guinea & Gabon
Time: 21 January - 12 February 2012

Venues: Bata, Malabo, Franceville, Libreville

Group A

Equatorial Guinea
Libya
Senegal
Zambia

21/01 Guinea Eq. v Libya (Bata)
21/01 Senegal v Zambia (Bata)
25/01 Libya v Zambia (Bata)
25/01 Guinea Eq. v Senegal (Bata)
29/01 Guinea Eq. v Zambia (Malabo)
29/01 Libya v Senegal (Bata)

Group B

Cote d'Ivoire
Sudan
Burkina Faso
Angola

22/01 Cote d'Ivoire v Sudan (Malabo)
22/01 Burkina Faso v Angola (Malabo)
26/01 Sudan v Angola (Malabo)
26/01 Burkina Faso v Cote d'Ivoire (Malabo)
30/01 Sudan v Burkina Faso (Bata)
30/01 Cote d'Ivoire v Angola (Malabo)

Grup C

Gabon
Niger
Morocco
Tunisia

23/01 Gabon v Niger (Libreville)
23/01 Morocco v Tunisia (Libreville)
27/01 Niger v Tunisia (Libreville)
27/01 Gabon v Morocco (Libreville)
31/01 Gabon v Tunisia (Franceville)
31/01 Niger v Morocco (Libreville)

Group D

Ghana
Botswana
Mali
Guinea

24/01 Ghana v Botswana (Franceville)
24/01 Mali v Guinea (Franceville)
28/01 Ghana v Mali (Franceville)
28/01 Botswana v Guinea (Franceville)
01/02 Botswana v Mali (Libreville)
01/02 Ghana v Guinea (Franceville)

Quarterfinals

04/02 1st A v 2nd B [1] (Bata)
04/02 1st B v 2nd A [2] (Malabo)
04/02 1st C v 2nd D [3] (Libreville)
04/02 1st D v 2nd D [4] (Franceville)

Semifinals

08/02 Win [1] v Win [4] (Bata)
08/02 Win [2] v Win [3] (Libreville)

3rd Place playoff

11/02 Losers in semifinals (Malabo)

FINAL

12/02 Winnersin semifinals (Libreville)
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.