Pages

14 October 2011

Sekedar Tulisan Kepada Pimpinan Nasional

Dengan hormat,

Setelah saya mengambil sampel 100 tulisan mengenai Bapak, sebagian besar muatan tulisan cenderung TIDAK MEMIHAK kepada Bapak. Menggunakan sampel secara random semata memang tidak signifikan karena menurut saya segala isinya akan bergantung kepada sudut pandang si penulis sendiri, apakah layak diterbitkan atau tidak layak menurut aturan main yang berlaku oleh. Akan tetapi, setidaknya ini memberikan sebuah gambaran tentang reaksi yang timbul dari diri masyarakat warga negara Republik Indonesia tentang kepemimpinan Bapak saat ini.

Bapak Presiden,

Perlu Bapak ketahui bahwa pada Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden tahun 2009 lalu saya tidak memilih Bapak, tetapi saya memilih Bapak Jusuf Kalla dan Bapak Wiranto. Jelasnya, saya bukan salah satu dari yang orang sebut sebagai "Golput", atau warga negara yang tidak memilih. Apakah Bapak berkeberatan dengan pilihan saya ini? Setidaknya saya telah berusaha untuk menjadi warga negara yang mendapatkan hak untuk memilih dalam Pemilu.

Akan tetapi, di tengah, ehm, boleh saya katakan rasa kekecewaan atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bapak Presiden saat ini, saya tidak akan ikut menambah "pedasnya" masakan yang dihidangkan kepada Bapak, meskipun saya berkedudukan sebagai oposisi. Saya memutuskan untuk bersikap seperti ini karena memahami dan menyadari betapa sulitnya memimpin negara Indonesia dalam era keterbukaan dan kebebasan. Saya sangat memahami hal tersebut. Beruntung sekali memang para pejabat negara pada masa lalu yang "steril" dari serangan publik dengan tangan besinya, dan "apes" sekali para pejabat negara hari ini yang begitu "fertil" untuk dibuahi oleh "sanggahan-sanggahan" yang tidak bersahabat. Saya paham bahwa semua reaksi itu adalah demi keadaan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Bapak Presiden,

Saya tidak mengerti banyak tentang "dampak sistemik", Bank Century, Nazarudin, Gayus, Partai Demokrat, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan sejenisnya dan sejenisnya. Saya tidak secakap beliau-beliau yang begitu fasih melafalkan setiap jengkal permasalahan berikut dengan uraian dan "udaran sabda" nan indah dan memesonakan pembaca, pendengar, dan pemirsa.

Atas segala kebodohan, kedunguan, dan ketololan saya tersebut di atas, saya hanya dapat berharap agar bangsa dan negara yang sekarang Bapak nakhodai ini mampu keluar dari gelombang pusaran masalah yang tiada henti. Saya sangat yakin bahwa suatu saat bangsa kita akan mencapai kejayaan, entah pada masa pemerintahan Bapak atau pada masa yang akan datang.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.