Pages

28 August 2011

Bundesliga, Week 4

HERTHA BERLIN SC v VfB STUTTGART 1-0
Venue: Olympiastadion
Goal: Raffael 65"
Yellow card: Cristian Molinaro

HAMBURG SV v FC KOELN 3-4
Venue: HSH Nordbank Arena
Goals: Mladen Petric 11", Adil Chihi 21", Milivoje Novakovic 49", Slobodan Rajkovic 59", Heung Min Son 62", Christian Clemens 84", Kevin McKenna 88"
Yellow cards: Miso Brecko, Milivoje Novakovic, Dennis Aogo, Sascha Riether.

FC NUREMBERG v FC AUGSBURG 1-0
Venue:
Goal: Alexander Esswein 76"
Yellow cards: Tomas Pekhart, Patrick Rakovsky, Hajime Hosogai, Julian Wiessmeier, Almog Cohen, Jan-Ingwer Callsen-Bracker.

SC FREIBURG v VfL WOLFSBURG 3-0
Venue: badenova-Stadion
Goals: Oliver Barth 30", Erik Jendrisek 40", Cedrick Makiadi 59"
Yellow cards: Marco Russ, Hrvoje Cale

KAISERSLAUTERN v BAYERN MUENCHEN 0-3
Venue: Fritz-Walter-Stadion
Goals: Mario Gomez 37", Mario Gomez 55", Mario Gomez 69"
Yellow cards: David Alaba, Thanos Petsos, Rodnei, Konstantinos Fortounis
Red card: Ivo Ilicevic

HOFFENHEIM v WERDER BREMEN 1-2
Venue: WIRSOL Rhein Neckar Arena
Goals: Roberto Firmino 37", Marko Arnautovic 38", Markus Rosenberg 83"
Yellow card: Mehmet Ekici

BAYER LEVERKUSEN v BORUSSIA DORTMUND 0-0
Venue: BayArena
Goal: -
Yellow cards: Michal Kadlec, Renato Augusto

 HANNOVER 96 v MAINZ 05 1-1
Venue: AWD Arena
Goals: Sami Allagui 2", Mohammed Abdellaoue 30"
Yellow cards: Manuel Schmiedebach, Lars Stindl

SCHALKE 04 v BORUSSIA MOENCHENGLADBACH 1-0
Venue: Veltins Arena
Goal: Raul
Yellow cards: Tony Jantschke, Christian Fuchs, Benedikt Hoewedes, Raul Bobadilla, Dante.

21 August 2011

Bundesliga, Week 3

Eight-goal Thriller at Wesserstadion  (photo: www.bundesliga.de)

BORUSSIA MOENCHENGLADBACH v VfL WOLFSBURG 4-1
Venue: Stadion im Borussia-Park
Goals: Hasebe 13", Reus 15", Daems 32", Bobadilla 45", Reus 67"
Yellow cards: Schulze, Hanke, Russ

FC AUGSBURG v HOFFENHEIM 0-2
Venue: impuls arena
Goals: Babel 5", Salihovic 75"
Yellow cards: Rudy, De Roeck

VfB STUTTGART v BAYER LEVERKUSEN 0-1
Venue: Mercedes-Benz-Arena
Goal: Kiessling 28"
Yellow cards: Boulahrouz, Maza
Red cards: Boulahrouz (2 yellows)

BAYERN MUENCHEN v HAMBURG SV 5-0
Venue: Allianz Arena
Goals:van Buyten 13", Ribery 17", Robben 34", Gomez 56", Olic 80"
Yellow cards: Aogo, Westermann, Mancienne, Tymoshchuk, Jansen, Rafina

BORUSSIA DORTMUND v FC NUREMBERG 2-0
Venue: Signal Iduna
Goals: Lewandowski 50", Grosskreutz 80"
Yellow cards: Hegeler, Pinola

WERDER BREMEN v SC FREIBURG 5-3
Venue: Wesserstadion
Goals: Cisse 7", Fritz 30", Pizarro 44", Cisse 48", Arnautovic 65", Reisinger 84", Hunt 87", Wesley 90"+3
Yellow cards: Schuster, Flum, Schmitz, Reisinger, Krmas

FC KOELN v KAISERSLAUTERN 1-1
Venue: RheinEnergieStadion
Goals: Ilicevic 17", Jajalo 19"
Yellow cards: Amedic, Kirch, Lanig, Brecko, Dick, Jessen, Andrezinho

FSV MAINZ 05 v SCHALKE 04 2-4
Venue: Coface Arena
Goals: Ivanschitz 8", Soto 12", Huntelaar 57", Hoewedes 64", Matip 82", Fuchs 90"
Yellow cards: Papadoupulos, Draxler.

HANNOVER 96 v HERTHA BERLIN SC 1-1
Venue: AWD Arena
Goals: Pinto 33", Lasogga 83"
Yellow cards: Mijatovic, Ebert, Torun, Pinto, Lasogga, Lell, Franz

LEAGUE TABLE, WEEK 3


Indonesia in the 66th Independence: (Not) Free To Decide

The phrase 'free to decide' is borrowed from the Cranberries' song title

Today Republic of Indonesia is celebrating the 66th Independence Day since it has been proclaimed on August 17, 1945. The rise of the new look of Nusantara nation in a united form had a tremendous impact on freedom movement other nations, such as India, Egypt, Malaysia, etc. The courage of Indonesian founding fathers to make a quick start during the 'vacuum of power' since Japan's destruction following the nuclear bombings must be highly appreciated. 

Indonesia is a great nation in terms of number of population and territory. It is not easy to integrate vary cultures and values into one projected goal. Therefore, time and time again this republic has been faced by plenty of 'tests of life' ever since it has formed the sovereign government. Either internally or externally disturbed, Indonesia looks like passing through a bridge on trouble water. The experience in 66 years has proven such phenomenon. 

Indonesia nowadays is quite different from that of somewhat 20-25 years ago, when what people say 'iron fist' held firmly the rights to speak under authoritarian conduct. Post-1998 reform, people of Indonesia have been granted more independence to speak and to act under more democratic environment, where no powerful parties dominate. However, freedom to speak and to choose, unfortunately, has been becoming a source of chaotic situation because everyone speaks, everyone demands, and everyone overlaps one to another. This is how today's Indonesia is looking like. Debates on important issues such as politics, economy, and socio-culture come back and forth to highlight the media, to make ordinary people confused to hold which one is true. More intellectuals are showing their skills of rhetoric talks off making the audience paranoid about the future of the nation. More external influences keep absorbing significant aspects of the nation's life as the result of openness and active participation at global stage. In short, the change obtained by Indonesia in the past twenty years has been only freedom to speak and to act; not free to decide. Whether they are considered by authorities is another story. Those who are powerful are not willing to surpass the assets for the prosperity of the whole people, corruption keeps growing, image-building keeps telling lies behind truths. 

Compared with new democracies Indonesia has had more experience to defend the capacity-building of the nation. But compared with old nations with 'mature' experience, Indonesia has been no more than a teenager looking for status and recognition. Sometimes the choice on decision-making is taken emotionally, only going for short-term targets. Unfortunately, this decision often ruins things that have been set up for long-term purpose. This is how freedom is still constrained, either by internal or by external factors. Self-determination of leaders rarely prove in their critical decisions and their contribution to the people as the major stakeholders of the nation-building are often swapped by political interest of particular groups. It is probably human nature, even developed economies still experience, such what recently occurred in the United Kingdom. However, for Indonesian people inherit the spirit of ancient great Nusantara, there should not have been a fear of being lagged by the dramatic development of other nations. Indonesia with its coexistent heterogeinty must not surrender a holistic dependence on the move the other nations display on the current global stage. Instead, character-building is a 'must do' task in order to give birth the true characteristic of Indonesia.

Mudik Sepi Kapan?

Mudik telah menjadi semacam ritual bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Jawa. Bahkan mudik telah dapat kita sebut sebagai budaya orang Indonesia. Orang mudik untuk meluangkan waktu liburan di tempat tertentu yang dapat mereka gunakan untuk bersantai, berkumpul dengan sanak-saudara, mengenang masa lalu bersama teman-teman lama.

Istilah mudik sendiri kemungkinan berasal dari kata "udik" (desa/kampung). Istilah ini mengandung arti "pulang kampung", sebuah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menetap di daerah perkotaan untuk mencari nafkah atau melanjutkan studi pada saat masa liburan tiba. Kita dapat mudik kapanpun, tetapi mudik dalam tulisan ini berhubungan dengan liburan yang berlangsung selama Hari Raya Islam Idul Fitri, atau Lebaran. Mudik Lebaran selalu membawa dampak bagi keadaan lalu-lintas Indonesia.

Mudik adalah sebuah momentum bagi orang yang melakukannya untuk meluangkan waktu liburan di daerah asal, berjumpa dengan keluarga, kerabat, dan teman yang masih berada di tempat tersebut. Waktu mudik sangat tepat untuk mempererat kembali tali persaudaraan setelah sekian lama tidak saling berjumpa karena kesibukan masing-masing. Pada saat Lebaran mudik menjadi salah satu keinginan bagi orang yang telah sekian lama merantau di tempat lain guna mencari nafkah atau belajar. Kesempatan mudik adalah sebuah kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu. Orang seperti rela melakukan apa saja untuk dapat mudik pada waktu Lebaran.

Beberapa tahun belakangan ini peristiwa mudik telah menyebabkan timbulnya masalah serius dalam bidang transportasi, khususnya transportasi darat. Banyaknya kendaraan dan penumpang membuat jalan semakin padat dan macet. Jalan-jalan di Indonesia seperti tidak mampu menampung beban yang berlebihan ini, terutama di kota-kota besar. Keberadaan petugas lalu-lintas sepertinya tidak seimbang dengan jumlah kendaraan dan penumpang yang berada di jalan sehingga lalu lintas menjadi semrawut dan tak terkendalikan. Terlalu banyaknya kendaraan pribadi juga menyumbang kemacetan jalan raya.

Satu hal lagi yang menyebabkan kemacetan pada saat Mudik Lebaran ialah paham sentralistik dari sebagian masyarakat Indonesia. Sebagian orang masih menganggap Jakarta sebagai tempat paling ideal untuk mencari nafkah atau mengembangkan karir. Akibatnya, banyak orang menuju ke Jakarta sehingga kota ini terpadati oleh penduduk. Masalah timbul ketika terjadi mudik. Tanpa penjelasan yang lebih lanjut, pembaca pasti telah mengetahui bagaimana skenarionya.

17 August 2011

Bundesliga, Week 2

Klaas, hattrick hero (Bongartz)
HOFFENHEIM v BORUSSIA DORTMUND 1-0
Venue:
Goal: Salihovic 9"
Yellow cards: Salihovic, Goetze, Beck, Mlapa, Obasi
HOFFENHEIM Tom Starke, Fabian Johnson (Dominik Kaiser), Andreas Beck, Isaac Vorsah, Marvin Compper, Edson Braafheid, Sebastian Rudy, Roberto Firmino (Sven Schipplock), Sejad Salihovic (Peniel Mlapa), Chinedu Obasi, Ryan Babel.
DORTMUND Roman Weidenfeller, Lukasz Piszczek, Chris Loewe, Felipe Santana, Mats Hummels, Mario Goetze (Jakub Blaszczykowski), Sven Bender, Ilkay Guendogan (Ivan Perisic), Shinji Kagawa (Mohamed Zidan), Robert Lewandowski.

VfL WOLFSBURG v BAYERN MUENCHEN 0-1
Venue: Volkswagen Arena
Goal: Gustavo
Yellow cards: Kroos, Lahm, Rafinha
WOLFSBURG Diego Benaglio, Marco Russ, Simon Kjaer, Marcel Schaefer, Josue, Christian Traesch, Makoto Hasebe, Patrick Ochs (Ashkan Dejagah), Hasan Salihamidzic (Koo Jae-Cheol), Patrick Helmes (Srdjan Lakic), Mario Mandzukic.
BAYERN Manuel Neuer, Philipp Lahm, Jerome Boateng, Holger Badstuber, Rafinha, Toni Kroos (Ivica Olic), Bastian Schweinsteiger, Luiz Gustavo, Thomas Mueller (Takashi Usami (Daniel van Buyten)), Franck Ribery, Mario Gomez.

SCHALKE 04 v FC KOELN 5-1
Venue: Veltins Arena
Goals: Podolski 12", Huntelaar 42", Huntelaar 47", Holtby 48", Raul 59", Huntelaar 84"
Yellow cards: Lanig, McKenna, Roshi
SCHALKE Ralf Faehrmann, Christoph Metzelder (Kyriakos Papadopoulos), Marco Hoeger, Christian Fuchs, Benedikt Hoewedes, Lewis Holtby, Joel Matip, Julian Draxler, Jan Moravek (Jose Manuel Jurado), Klaas-Jan Huntelaar, Raul (Ciprian Marica).
KOELN Michael Rensing, Pedro Geromel, Christian Eichner, Kevin McKenna, Miso Brecko, Adil Chihi (Christian Clemens), Mato Jajalo (Adam Matuschyk), Slawomir Peszko (Odise Roshi), Martin Lanig, Sascha Riether, Lukas Podolski.

SC FREIBURG v MAINZ 05 1-2
Venue: badenova-Stadion
Goals: Risse, Choupo-Moting, Cisse
Yellow cards: Choupo-Moting, Risse
FREIBURG Oliver Baumann, Oliver Barth, Heiko Butscher, Mensur Mujdza, Pavel Krmas, Julian Schuster, Johannes Flum (Garra Dembele), Anton Putsila (Daniel Caligiuri), Cedrick Makiadi (Stefan Reisinger), Yacine Abdessadki, Papis Cisse.
MAINZ Heinz Mueller, Malik Fathi, Niko Bungert, Nikolce Noveski, Eugen Polanski, Andreas Ivanschitz (Julian Baumgartlinger), Marcel Risse, Marco Caligiuri, Elkin Soto (Anthony Ujah), Maxim Choupo-Moting, Sami Allagui (Jan Kirchhoff).

FC NUREMBERG v HANNOVER 96 1-2
Venue: easyCredit-Stadion
Goals: Abdellaoue 16", Rausch 27", Pekhart 56"
Yellow cards: Chandler, Schaefer, Stindl, Pinto, Zieler
NUREMBERG Raphael Schaefer, Timothy Chandler, Javier Pinola, Philipp Wollscheid, Timm Klose, Markus Feulner, Timmy Simons, Almog Cohen (Jens Hegeler), Robert Mak (Christian Eigler), Alexander Esswein (Markus Mendler), Tomas Pekhart.
HANNOVER Ron-Robert Zieler, Christian Schulz, Emanuel Pogatetz, Sofian Chahed, Karim Haggui, Sergio Pinto, Konstantin Rausch (Christian Pander), Manuel Schmiedebach, Lars Stindl, Mohammed Abdoullaoue (Didier Ya Konan), Jan Schlaudraff (Moritz Stoppelkamp).

HAMBURG SV v HERTHA BERLIN SC 2-2
Venue: HSH Nordbank Arena
Goals: Petric 25", Torun 43", Heung 61", Mijatovic 88"
Yellow cards: Mijatovic, Ebert, Westermann, Aogo, Toere, Ramos
HAMBURG Jaroslav Drobny, Heiko Westermann, Dennis Diekmeier, Jeffrey Bruma, Michael Mancienne, Dennis Aogo, Eljero Elia (Marcell Jansen), Goekhan Toere, Per Skjelbred (Robert Tesche), Mladen Petric (David Jarolim), Heng Min Son.
HERTHA Thomas Kraft, Andre Mijatovic, Levan Kobiashvili, Maik Franz, Christian Lell, Peter Niemeyer (Nikita Rukavytsya), Tunay Torun (Pierre-Micel Lasogga), Raffael, Adrian Ramos.

BORUSSIA MOENCHENGLADBACH v VfB STUTTGART 1-1
Venue: Stadion im Borussia-Park
Goals: Daems 67", Cacau 71"
Yellow cards: Molinaro, Bobadilla, Brouwers, Kvist, Jantschke
Red card: Brouwers (2nd yellow)
M'GLADBACH Marc-Andre ter Stegen, Tony Jantschke, Roel Brouwers, Dante, Filip Daems, Marco Reus, Juan Arango, Havard Nordtveit, Roman Neustaedter, Mike Hanke (Mathew Leckie), Raul Bobadilla (Lukas Rupp).
STUTTGART Sven Ulreich, Serdar Tasci, Cristian Molinaro, Maza, Khalid Boulahrouz, Christian Gentner (Pavel Pogrebnyak), Tamas Hajnal (Ibrahima Traore), Zdravko Kuzmanovic, William Kvist, Cacau, Martin Harnik.

KAISERSLAUTERN v AUGSBURG 1-1
Venue: Fritz-Walter-Stadion
Goals: Moelders 9", Shechter 80"
Yellow cards: Sahan, Rodnei, Abel, Jessen, Langkamp
KAISERSLAUTERN Kevin Trapp, Rodnei, Mathias Abel, Florian Dick, Leon Jessen, Christian Tiffert, Ivo Ilicevic, Thanos Petsos, Olcay Sahan (Dorge Kouemaha), Richard Sukuta-Pasu, Itay Shechter.
AUGSBURG Simon Jentzsch, Jonas de Roeck, Paul Verhaegh, Axel Bellinghausen, Uwe Moehrle, Marcel De Jong, Lorenzo Davids (Hajime Hosogai), Jan-Ingwer Callsen-Bracker, Marcel Ndjeng (Sebastian Langkamp), Daniel Baier (Akaki Gogia), Sascha Moelders.

BAYER LEVERKUSEN v WERDER BREMEN 1-0
Venue: BayArena
Goal: Kadlec 86"
Yellow cards: Kiessling, Sokratis, Schmitz
LEVERKUSEN Bernd Leno, Michal Kadlec, Oemer Torak, Gonzalo Castro, Stefan Reinartz, Lars Bender, Sidney Sam, Michael Ballack (Simon Rolfes), Renato Augusto (Hanno Balitsch), Stefan Kiessling (Eren Derdiyok), Andre Schuerrle.
BREMEN Tim Wiese, Clemens Fritz, Sokratis, Lukas Schmitz, Per Mertesacker, Sebastian Proedl, Wesley, Aaron Hunt, Mehmet Ekici (Marko Marin), Markus Rosenberg (Marko Arnautovic), Lennart Thy (Claudio Pizarro).

16 August 2011

Determining 'Fixed' Colors for Indonesian Flag


A unique thing has been lingering in minds about an idea of determining  RGB (red-green-blue) and CMYK (cyan-magenta-yellow-black) models for Indonesian flag colors. So far most Indonesian people only know that the country has national colors of RED and WHITE, illustrated in the national RED and WHITE, with the former is placed above the latter.

Although RGB and CMYK color models are probably simply determinants of a color in numbers, fixed colors may be important to show national uniqueness. It would be an interesting idea to seize debates on RED and WHITE used by Indonesia and those used by other countries whose the flag contains these colors.

An interesting fact occurred in the European Football Championships (Euro) 2004, when Latvian team protested against the mistaken RED color for their home team jersey. For a flag becomes part of nation's pride and symbol, it should be aware of putting the color models into the national agenda.

Happy Independence Republic of Indonesia.... Dirgahayu!

14 August 2011

BUNDESLIGA 2011/2012 Results, Week 1

BORUSSIA DORTMUND V HAMBURG SV 3-1
Venue: Signal Iduna
Goals: Grosskreutz 17", Goetze 29", Grosskreutz 48", Tesche 79"
Yellow cards: Mancienne, Kacar, Rincon, Lewandowski
DORTMUND Roman Weidenfeller, Felipe Santana, Chris Loewe (Ivan Perisic), Likasz Piszczek, Mats Hummels, Sven Bender, Kevin Grosskreutz, Ilkay Guendogan, Mario Goetze (Jakub Blaszczykowski), Robert Lewandowski, Shinji Kagawa (sebastian Kehl).
HAMBURG Jaroslav Drobny, Heiko Westermann, Michael Mancienne, Dennis Aogo, Dennis Diekmeier, Tomas Rincon, Gojko Kacar (Gojko Kacar), Goekhan Toere, Eljero Elia (Marcell Jansen), Mladen Petric, Paolo Guerrero (Anis Ben-Hatira).

FC KOELN v WOLFSBURG 0-3
Venue: RheinEnergieStadion
Goals: Helmes 17", Schaefer 86", Helmes 90"+3
Yellow cards: Hasebe, Novakovic, Ochs, Russ, Schaefer, Mandzukic
Red cards: Novakovic (2 yellows)
KOELN Michael Rensing, Christian Elchner (Slawomir Peszko), Miso Brecko, Kevin Pezzoni (Odise Roshi), Adil Chihi (Andrezinho), Mato Jajalo, Sascha Riether, Milivoje Novakovic, Lukas Podolski.
WOLFSBURG Diego Benaglio, Marco Russ, Simon Kjaer, Marcel Schaefer, Josue, Christian Traesch, Makoto Hasebe (Michael Schulze), Patrick Ochs (Alexander Madlung), Hasan Salihamidzic (Sebastian Schindzielorz), Patrick Helmes, Mario Mandzukic.

AUGSBURG v FREIBURG 2-2
Venue: impuls areana
Goals: Cisse 48", Moelders 54", Makiadi 55", Moelders 81"
Yellow cards: De Jong, Werner, Barth, Caligiuri, Mujdza, Flum
AUGSBURG Simon Jentzsch, Jonas De Roeck, Uwe Moehrle, Marcel De Jong, Paul Verhaegh, Lorenzo Davids (Stephan Hain), Marcel Ndjeng (Akaki Gogia), Jan-Ingwer Callsen-Bracker, Tobias Werner (Axel Bellinghausen), Daniel Baier, Sascha Moelders.
FREIBURG Oliver Barth, Heiko Butscher, Mensur Mujdza, Felix Bastians, Daniel Caligiuri (Garra Dembele), Julian Schuster, Johannes Flum, Cedrick Makiadi (Anton Putsila), Yacine Abdessadki, Papiss Cisse.

VfB STUTTGART v SCHALKE 04 3-0
Venue: Mercedes-Benz-Arena
Goals: Cacau 37", Harnik 56", Shinji Okazaki 89"
Yellow cards: Gentner, Papadopoulos
STUTTGART Svein Ulreich, Maza, Serdar Tasci, Khalid Boulahrouz, Cristian Molinaro, William Kvist, Tamas Hajnal (Shinji Okazaki), Christian Gentner, Zdravko Kuzmanovic, Cacau (Pavel Pogrebnjak), Martin Harnik (Ibrahima Traore).
SCHALKE Ralf Fahrmann, Kyriakos Papadopoulos, Marco Hoeger, Christian Fuechs, Benedikt Hoewedes, Lewis Holtby (Edu), Joel Matip (Julian Draxler), Jermaine Jones, Alexander Baumjohann (Jan Moravek), Klaas-Jan Huntelaar, Raul.

HANNOVER 96 v HOFFENHEIM 2-1
Venue: AWD Arena
Goals: Schlaudraff 15", Salihovic 18", Abdellaoue 30"
Yellow cards: Sebastian Rudy, Emanuel Pogatetz, Christian Schulz, Chinedu Obasi
HANNOVER Ron-Robert Zieler, Christian Schulz, Emanuel Pogatetz, Sofian Chahed, Karim Haggui, Sergio Pinto (Henning Hauger), Konstantin Rausch (Christian Pander), Manuel Schmiedebach, Lars Stindi, Mohammed Abdellaoue (Moritz Stoppelkamp), Jan Schlaudraff.
HOFFENHEIM Tom Starke, Fabian Johnson (Prince Tagoe), Andreas Beck, Isaac Vorsah, Marvin Compper, Edson Braafheid, Sebastian Rudy, Sejad Salihovic (Roberto Firmino), Ryan Babel (Sven Schipplock), Peniel Mlapa, Chinedu Obasi.

WERDER BREMEN v KAISERSLAUTERN 2-0
Venue: Wesserstadion
Goals: Markus Rosenberg 60", Markus Rosenberg 81"
Yellow cards: Sukuta-Pasu, Wesley, Dick
BREMEN Tim Wiese, Sokratis, Clemens Fritz, Andreas Wolf, Lukas Schmidt, Per Mertesacker, Aaron Hunt, Philipp Bargfrede (Mehmet Ekici), Marko Marin (Wesley), Markus Rosenberg, Lennart Thy.
KAISERLAUTERN Kevin Trapp, Florian Dick, Mathias Abel, Rodnei, Christian Tiffert, Leon Jessen, Olcay Sahan, Ivo Ilicevic, Richard Sukuta-Pasu (Itay Schechter), Pierre De Wit (Konstantinos Fortounis), Thanos Petsos (Martin Amedick).

HERTHA BERLIN v FC NUREMBERG 0-1

Venue: Olympiastadion
Goal: Tomas Pekhart
Yellow cards: Feulner, Niemeyer, Kobiashvili, Cohen, Esswein
HERTHA Thomas Kraft, Andre Mijatovic, Levan Kobiashvili, Malk Franz, Christian Lell, Peter Niemeyer, Andreas Ottl, Patrick Ebert (Nikita Rukavytsya), Pierre-Michel Lasogga, Tunay Torun (Raffael), Adrian Ramos.
NUREMBERG Raphael Schaefer, Timothy Chandler, Javier Pinola, Philipp Wollscheid, Timm Klose, Markus Feulner (Daniel Didavi), Timmy Simons, Almog Cohen, Markus Mendler (Jens Hegeler), Tomas Pekhart, Christian Eigler (Alexander Esswein).

FSV MAINZ 05 v BAYER LEVERKUSEN 2-0
Venue: Coface Arena
Goals: Sami Allagui 32", Oemer Toprak (own goal) 86"
Yellow cards: Svensson, Augusto, Polanski
MAINZ Heinz Mueller,Zdenek Pospech, Nikolce Noveski, Bo Svensson (Niko Bungert), Andreas Invanschitz (Jan Kirchhoff), Marcel Risse, Marco Caligiuiri, Elkin Soto, Zoltan Stieber (Maxim Choupo-Moting), Eugen Polanski, Sami Allagui.
LEVERKUSEN Fabian Giefer, Oemer Toprak, Stefan Reinartz, Michal Kadlec, Daniel Schwaab, Simon Rolfes (Nicolai Joergensen), Sidney Sam, Renato Augusto (Stefan Kiessling), Lars Bender, Eren Derdiyok, Andre Schuerrle.

BAYERN MUENCHEN v BORUSSIA MOENCHENGLADBACH 0-1
Venue: Allianz Arena
Goal: de Camargo 62"
Yellow card: de Camargo
BAYERN Manuel Neuer, Philipp Lahm, Jerome Boateng (Nils Petersen), Holger Badstuber, Rafinha, Bastian Schweinsteiger, Luiz Gustavo, Toni Kroos (Franck Ribery), Thomas Mueller, Arjen Robben, Mario Gomez.
M'GLADBACH Marc-Andre ter Stegen, Tony Jantschke (Torben Marx), Roel Brouwers, Dante, Filip Daems, Marco Reus (Lukas Rupp), Juan Arango, Havard Nordtveit, Roman Neustaedter, Mike Hanke (Patrick Hermann), Igor de Camargo.

6 August 2011

Masa Depan Sepakbola Putri Indonesia

Rasa penasaran menyaksikan keberhasilan tim sepakbola putri Jepang menjadi Juara Dunia 2011. Padahal 34 tahun yang lalu, tepatnya dalam Piala Asia 1977, tanggal 5 Agustus, putri Jepang takluk di tangan putri Indonesia dalam penyisihan Grup A dan modal kemenangan tersebut mengantarkan Indonesia maju ke babak semifinal.

Dalam perkembangannya kemudian, tiga dekade berlalu Jepang melesat bagaikan meteor sedangkan Indonesia menurut catatan FIFA tidak memiliki tim sepakbola putri secara reguler. Terilhami oleh sukses Jepang ini, maka baru-baru ini saya semakin bersemangat untuk mencari informasi tentang sepakbola putri. Akhirnya saya menemukan sesuatu yang menarik, yang barangkali berguna. Temuan itu adalah potensi sepakbola putri Indonesia untuk tim masa depan. Namun sayangnya, seperti halnya 'tren' yang sedang marak akhir-akhir ini, arahannya menuju ke 'naturalisasi'. Dari hasil 'berburu' ternyata banyak pesepakbola putri keturunan Indonesia yang sekarang berada di luar negeri, sebagian besar di Belanda.

Mendapati fakta menarik tersebut, kemudian didukung oleh keadaan di lapangan bahwa Indonesia belum memiliki sebuah tim sepakbola putri yang tangguh, mungkin PSSI dapat mengambil inisiatif untuk menggali potensi-potensi tersebut guna membangun tim yang lebih solid. Meskipun tersungging sedikit senyum 'kecut' karena sebuah ironi bahwa Indonesia, yang memiliki penduduk dengan jumlah yang sangat banyak dengan komposisi penduduk perempuan mencapai sekitar 80 juta, kita masih harus melakukan naturalisasi, hihi.

Berikut daftar pesepakbola putri keturunan Indonesia yang bermukim di luar negeri, sebagian besar di Belanda, kecuali Riana Nainggolan yang bermain di Belgia, dan klub tempat mereka bermain.

Vanity (voetbalcentraal.nl)

Amanda (freewebs.com)
Riana Nainggolan (GBA-Kontich FC, Belgia)
Serena Suitela (DTS Ede)
Samira Caspari (HVV Hollandia)
Cheyenne Maulany (HZVV)
Larentia Anakotta (VV Hoogeveen)
Orpa Hitijahubessy (FC Dauwendaele)
Amanda Sonoto (SV Voorwaarts Twello)
Jennifer Ramjiawan (VV Benschop)
Vanity Lewerissa (VVV Venlo)
Sanne Tamaela (WSV '30)
Evita Papilaja (LRC Leerdam)
Laura Pattinama (Ido's FC)
Riana (damesvoetbalkontich.be)
M. Sopacuaperu (SV Lelystad '67)
Saffira Salakory (SV Spero)

Sebagai informasi, skuad tim nasional putri sepakbola Indonesia yang terakhir tampil pada Piala AFF 2008, adalah sebagai berikut:

Penjaga gawang: Efie Iswandari, Dorthea Kristina Rollo
Belakang: Alih Apriana, Ira Marlianti Arum, Doris, Maesaroh, Ludia Ohee, Konstantina Deda, Ninsi Rosita Pawika
Tengah: Maulina Novryliani, Tugiyati Cindy, Rosmita, Yudith Sada, Astri Marice Ohee
Depan: Sarce Buaim, Henny Yigibalom, Nonce Yigibalom, Regina Wonda.

Bacaan terkait lain: Sepakbola Putri Indonesia di Piala Asia

4 August 2011

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Flora di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi berikut ini

a. Hutan Hujan Tropis
Terdapat di sekitar garis khatulistiwa. Tumbuhannya sangat beragam sehingga sering disebut sebagai hutan heterogen. Wilayahnya antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

b. Hutam Musim
Terdapat di daerah yang memiliki musim kemarau panjang dengan jenis tumbuhan sangat sedikit atau cenderung satu jenis saja. Hutam musim sering pula sebagai hutan homogen. Contoh hutan homogen adalah hutan jati dan hutan pinus. Wilayahnya antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan.

c. Hutan Sabana dan Stepa
Sabana adalah hutan padang rumput yang banyak semak-semaknya, sedangkan stepa adalah padang rumput luas tanpa bersemak. Keduanya terdapat pada daerah kering dengan curah hujan sedikit. Wilayahnya antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Madura.

d. Hutan Lumut
Hutan lumut adalah hutan yang ditumbuhi padang lumut. Terdapat di daerah pegunungan dengan ketinggian 1500-3000 meter dari permukaan air laut dengan kelembaban tinggi.

Fauna di Indonesia dapat dikelompkkan sebagai berikut

a. Fauna Asiatis
Memiliki kesamaan dengan fauna yang hidup di Benua Asia, antara lain harimau, kera, gajah, orangutan. Wilayahnya terdapat di Sumatera, Kalimatan dan Jawa.

b. Fauna Peralihan

Fauna peralihan tidak memiliki kesamaan dengan fauna Asia maupun Australia. Wilayahnya adalah Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Jenis faunanya antara lain komodo, anoa, babi rusa, burung malio dan burung kakatua.

c. Fauna Australis
Fauna Australis memiliki kesamaan dengan Benua Australia dan sebagian besar hidup di Indonesia bagian timur. Jenisnya antara lain cendrawasih, nuri raja, kanguru, kuskus, musang berkantung, tikus berkantung dan kasuari.

Sumber: Bahan Tuntas 1001 Soal IPS SD Kelas 4, 5, dan 6 (Forum Tentor, Pustaka Widyatama, Cetakan Pertama 2009)

Praktek Kerja Industri pada Sekolah Kejuruan

Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah bentuk penyelenggaraan oleh sekolah yang mengandung misi memadukan program pendidikan di sekolah dan program yang diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung di dunia kerja. Pemaduan tersebut dilakukan secara sistematis dan secara sinkron. Misi yang dituju dari kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) ialah untuk mencapai tingkat keahlian profesional. Keahlian profesional terbentuk oleh tiga unsur utama, yakni ilmu pengetahuan, teknis dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknis dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimanapun kita berada, sedangkan kiat dikuasai melalui proses mengerjakan secara langsung pekerjaan pada bidang profesi.

Perpaduan dua unsur di atas dikenal sebagai "pendidikan sistem ganda". Pendidikan sistem ganda bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang profesional, di mana para siswa pelaku pendidikan sistem ganda diharapkan memiliki kemampuan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dari kelas dan mempelajari dunia industri.

Pelaksanaan praktek kerja industri telah diatur secara sah secara nasional. Adapun dasar hukum yang menjadi pedoman pelaksanaan praktek kerja industri adalah sebagai berikut:

1) Undang Undang No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional;
2) Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah
3) Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional
4) Keputusan Menteri No. 0490 tahun 1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan praktek kerja industri adalah sebagai berikut:

1) menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga, memperoleh masukan serta masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan dan kenyataan yang ada di lapangan
2) meningkatkan pengetahuan siswa tentang aspek-aspek usaha yang profesional pada lapangan kerja, meliputi organisasi, jenjang karir dan teknis
3) mencapai visi dan misi sekolah menengah kejuruan bersangkutan
4) memadukan antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di luar sekolah

Manfaat praktek kerja industri adalah sebagai berikut:

1) mengenali suatu pekerjaan industri di lapangan sehingga dapat menjadi bekal bagi siswa sekolah menengah kejuruan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah
2) menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang profesional dan handal
3) mengasah keterampilan yang telah diberikan di sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah menengah kejuruan

Sumber:
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri Sekolah Menengah Kejuruan Walisongo Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah tahun 2010.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.